Tampilkan postingan dengan label ulmwp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ulmwp. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2022

Ketua OPM Bungkam Klaim Sepihak Biro Politik ULMWP

wrtsh papua


Biro Politik United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dalam setiap agendanya dianggap tidak pernah bekerja dengan baik untuk tujuan membela hak orang Papua. Setiap klaim yang dilakukan hanyadianggap sebagai kebohongan untuk menutupi keburukan yang ada.

“Kebohongan demi kobohongan selalu dilakukan oleh ULMWP, terlebih oleh mereka di Biro Politik. Mereka tidak pernah bekerja dengan tulus demi orang Papua,” ungkap Jeffrey Bomanak.

Jeffrey meragukan pernyataan Bazoka Logo (Kepala Biro Politik ULMWP)  yang sebelumnya mengklaim bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akansegera hadir ke Papua terkait investigasi kasus HAM yang pernahh terjadi.

“PBB datang ke Papua karena usulan ULMWP itu tidak benar, bahkan ULMWP sudah pernah mendapat peringatan. Jadi ULMWP bisa dipastikan tidak pernah punya kesempatan untuk mendekat ke PBB. Semua yang diberitakan tidak ada dasarnya,” tambah Jeffrey yang juga merupakan Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM-TPNPB).

Jefrey Bomanak lantas membandingkan klaim yang dilakukan Bazoka Logo dengan fakta terkait sejumlah penolakan terhadap organisasi milik Benny Wenda tersebut. Dirinya membandingkan fakta lain yang diterima ULMWP kala mendapat usiran dari pemerintah Papua Nugini sesaat berencana mendirikan kantor perwakilan.

“Mau buat kantor perwakilanndi PNG saja sudah diusir, apalagi mau usul PBB supaya datang ke Papua. Meski rasanya agak pahit, saya justru lebih percaya kalau PBB datang ke Papua untuk mengapresiasi kemajuan Papua di masa Jokowi,”

ULMWP disebutkan oleh Jeffrey Bomanak hanya bisa memunculkan kontroversi untuk sekedar mendongkrak nama besar. Sebab sebelumnya ULMWP pernah mengaku bahwa status Papua akan segera ditentukan bersamaan ketika pihaknya telah bergabung bersama negara-negara pasifik dalam forum MSG.

“Sangat disayangkan ULMWP punya basis masa yang tidak sedikit, semuanya dibohongi begitu saja. Harapan yang dinantikan orang Papua tidak pernah terjadi karena ULMWP hanya bisa berbohong. Ingat ketika mereka klaim jadi anggota MSG, itu kabarnya tidak pernah lagi terdengar karena memang mereka tidak bisa jadi anggota MSG,”

Dalam akhir kesempatannya Jeffrey menegaskan agar ULMWP bisa lebih memahami kondisi rakyat Papua tanpa harus menjual harapan dengan kebohongan. Dirinya juga meminta agar ULMWP kembali berkaca pada pergerakan suci yang diajarkan para pendahulu.

“Apa kalian tidak lelah menjadi Judas bagi orang Papua yang selalu berharap dengan kecemasan? Sudahi kebohongan yang justru akan mengubur masa depan orang Papua, dan kembali untuk meneruskan perjuangan suci yang diajarkan moyang Bangsa Papua,”

Rabu, 19 Januari 2022

KNPB 'Lawan' Dianggap Simbol Semu

wrtsh papua


Tokoh Departemen Urusan Politik ULMWP dalam dinamika pergerakan pembebasan Papua menegaskan bahwa setiap kelompok yang bertentangan dengan ULMWP akan dicap sebagai pihak musuh yang harus dilawan, Bazoka Logo menegaskan bahwa hal tersebut tidak terkecuali bagi organisasi yang diawaki okeh orang Papua sendiri. (18/1)

"Kami di ULMWP sudah mencatatkan capaian keberhasilan, selangkah lagi cita-cita Bangsa Papua akan terwujud. Makanya tidak ada yang bisa gagalkan, kami akan lawan mereka orang-orang yang mengganggu ULMWP, termasuk organisasi orang Papua sendiri,"

Lebih lanjut, Bazoka Logo bahkan menyinggung sosok Warpo Wetipo yang merupakan tokoh organisasi KNPB. Menurutnya ada pekerjaan rumah sendiri dalam tubuh KNPB sehingga tidak perlu menggurui ULMWP.

"Jangan pernah merasa paling tahu soal perjuangan Papua, saya tahu kalau kamu orang KNPB punya masalah besar di internal, jadi lebih baik selesaikan dulu itu, tidak usah mau ganggu ULMWP,"

Warpo Wetipo juga dituduh hanya bisa mengumbar suara tanpa realisasi aksi. Bazoka Logo bahkan menganggap KNPB hanya menyibukkan diri dengan aksi kosong yang tidak memberi dampak bagi perjuangan Papua.

"Apa yang bisa dibanggakan dari organisasi musiman, tidak punya road-map yang jelas. Bergerak tanpa komando dan semaunya sendiri. Semua yang dilakukan itu percuma, mereka sudah pincang,"

Bazoka Logo yang juga merupakan salah satu jajaran Menteri dari 12 Kabinet Pemerintahan Sementara yang dibentuk Benny Wenda menambahkan bahwa slogan 'Lawan' yang selalu dibanggakan KNPB hanya simbol kesemuan yang tidak berarti apapun.

"Mau lawan tapi apa yang dilawan, mau lawan juga apa yang dikerjakan tidak paham. Jadi lawan-lawan itu cuma simbol yang tidak punya makna. Semua akan menjadi percuma, rugi waktu berjalan tapi tidak pernah dapat apa-apa. Sialnya satu per satu orang KNPB justru dapat tangkap,"

Bazoka Logo bahkan menduga jika aksi jalan di tempat yang terjadi dalam tubuh KNPB justru menyeret organisasi tersebut tunduk pada sistem yang digalakkan Pemerintah Indonesia. Sebab kabar yang beredar KNPB sempat bermain mata karena secara diam-diam turut mendukung kelancaran Otonomi Khusus (otsus) bahkan Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Sistem dilawan dengan sistem, negara dilawan dengan negara, tapi kalau KNPB tidak seperti itu. Makanya sekarang mereka terseret ke dalam sistem Indonesia. Atau bisa saja mereka punya pikiran untuk memerdekakan Papua meski masih ada dalam bingkai NKRI. Itu yang saya maksud seperti menikmati legalnya otsus dan event PON,"

Selasa, 18 Januari 2022

Misi Terselubung Benny Wenda & ULMWP Terbongkar

wrtsh papua


Pengaruh Benny Wenda dalam gerakan pembebasan Papua Barat dinilai tidak pernah memberi dampak apapun. Keterkibatan Benny dalam upaya pembebasan dilakukan hanya untuk mengais keuntungan lewat serangkaian aksi-aksinya.

"Benny Wenda tidak sehebat yang orang pikirkan, dia adalah orang bodoh yang sedang dihujani kekayaan sehingga terlihat berpendidikan. Dasi yang dia pakai, hanya sekedar kamuflase agar terlihat lain," ungkap Jeffrey Pagawak dalam sebuah keterangan tertulis. (17/1)

Jeffrey mengkritik aksi politik Benny Wenda terkait diplomasi yang dianggap sedang dikerjakannya. Sebab Benny lebih memilih menggencarkan keinginannya dalam diplomasi ke wilayah-wilayah di Pasifik. Terkait hal tersebut, Jeffrey menaruh keraguan soal apakah diplomasi pembebasan Papua sudah mentah di tangan PBB.

"Dia hidup di Inggris sudah berapa tahun lamanya? Jika memang Benny adalah seorang pejuang tokoh kemerdekaan, seharusnya dia punya jalan yang bagus. Bukan malah bergeser ke negara Pasifik, ini adalah kemunduran, atau memang Benny seolah sudah masuk daftat hitam PBB,"

Bersama dengan organisasi yang dibentuknya hanya untuk dibawanya kabur ke luar negeri, Benny dan ULMWP dianggap sebagai duet maut untuk terus mendulang kekayaan. Lewat kebohongan pemerintahan sementara, UUDS, sampai misi negara hijau, semua dianggap Jeffrey telah sukses menambah pundi-pundi uangnya.

"ULMWP dibentuk hanya untuk keperluannya sendiri, supaya ketika dia mencari suaka sudah ada jabatan yang dipegangnya, padahal itu semua palsu. Ternyata memang benar, semua yang dilakukan hanya untuk menambah kekayaan Benny sendiri. Sangat miris karena orang Papua sedang ditipu,"

Jeffrey mencontohkan hal lain seperti janji kemerdekaan yang dikaitkan dengan pengaruh MSG, PIF, dan ACP. Saat ini ketiga organisasi tersebut dianggap tidak memiliki pengaruh berarti. Bahkan klaim dukungan kemerdekaan Papua oleh 79 negara dari total 84 negara juga seakan menguap begitu saja.

"Kalau mau dijabarkan ada banyak aksi yang tidak pernah terwujud, semuanya hilang begitu saja. Contohnya adalah klaim dukungan MSG, PIF, ACP, semua hilang dan tidak pernah terjadi. Bahkan harapan besar yang membuat orang Papua sempat senang terkait dukungan 79 negara, sampao sekarang ini tidak lagi ada kelanjutannya,"

Senin, 17 Januari 2022

Orang Papua dalam Penjara Separatisme

wrtsh papua


Berbagai macam konflik di Papua dinilai sewaktu-waktu dapat berulang kali terjadi selagi eksistensi kelompok separatis masih diambang permukaan. Hal tersebut lantaran pengaruh kelompok separatis sudah menjalar bebas bahkan sampai meracuni pribadi seorang individu manusia Papua.

Alih-alih selalu mendengungkan aksi kebebasan sebagai hak atas kedaulatan setiap manusia, kelompok separatis justru dianggap sedang membelanggu pemikiran orang Papua sendiri. Lewat pengaruhnya, kelompok separatis selalu berupaya menolak setiap bentuk kemajuan dan keterbukaan pemikiran.

Padahal dalam tajuk menyikapi penyelesaiian konflik, utamanya harus dilakukan dengan kepala terbuka dan perasaan saling mengerti satu sama lain serta kesadaran untuk mau beranjak dalam meninggalkan setiap bentuk keburukan. Segala hal yang bernilai baik tentu harus diapresiasi dengan cara yang baik, dan bukan justru melahirkan permasalahan lain yang hanya akan memenuhi setiap lini perdebatan.

Namun tidak bisa dipungkiri jika apresiasi atas kebaikan selalu urung terjadi, kelompok separatis selalu memiliki seribu satu alasan untuk menampik kemajuan di Papua, selain itu faktor terkait kepentingan-kepentingan yang sifatnya individu selalu dikedepankan meski secara tidak langsung harus mengorbankan orang Papua.

Dampak konflik yang dimunculkan kelompok separatis dianggap telah merugikan banyak sektor, dan orang-orang Papua sendiri yang akhirnya harus menanggung kerugian. Sebab waktu yang terus berlalu secara sia-sia dalam kurun yang tidak singkat telah menyita kesempatan setiap orang Papua untuk menjemput kesejahteraannya.

Langit hitam di depan mata harusnya mampu membuka indera Orang Papua untuk berani bertindak dan tegas menolak setiap bentuk pengaruh separatisme. Segala kemudahan tanpa rasa pamrih sudah disajikan pemerintah bagi setiap warga negaranya, sehingga saat ini tinggal bagaimana orang tersebut dapat pandai memanfaatkannya.

Oleh sebab itu, mengingat sisi kelam yang dibawa kelompok separatis dalam mempengaruhi situasi di Papua, upaya pemerintah dalam menggelar operasi penindakan hukum terhadap kelompok separatis tidak dapat disalahkan. Sebab tujuan utamanya adalah untuk menguatkan sektor perintis demi kesejahteraan bagi orang Papua.

(Robertus Jitmau, Mahasiswa Papua di Yogyakarta)

Minggu, 16 Januari 2022

Menilik KNPB sebagai Organisasi Sumber Kekacauan di Papua

wrtsh papua


Aksi saling sikut antar organisasi pergerakan pembebasan Papua sudah menjadi rahasia umum. Hal tersebut yang akhirnya menggerakkan pengurus KNPB untuk terus berlomba mencari pamor meski dengan cara kontroversi.

“Bukan lagi menjadi rahasia, semua orang paham kalau antar mereka (organisasi pembebasan Papua) tidak baku cocok, yang paling ketara KNPB, mereka selalu punya seribu cara untuk mendongkrak eksistensi,” ujar salah seorang pengamat dan tokoh senior Papua, Franz Korwa.

Korwa menjelaskan bahwa Ketua KNPB, Agus Kossay, secara organisasi menginginkan pergerakan sentral pembebasan Papua berada dalam kendalinya.

“Faktanya demikian, KNPB menginginkan setiap pergerakan itu berada dalam kendalinya. Sebab KNPB adalah salah satu organisasi pergerakan yang sudah cukup makan asam garam. Mereka berdiri sudah belasan tahun, dan faktor kecemburuan juga jadi alasan lain,”

Korwa menambahkan bahwa ada kecenderungan organisasi KNPB yang kerap melakukan penyebaran informasi yang tidak tepat semata-mata hanya untuk menarik perhatian publik.

“Karena cara yang paling mudah untuk dapat perhatian publik adalah menyebarkan berita yang dilebih-lebihkan, atau bahkan diubah faktanya agar lebih menghebohkan,”

Masih lekat dalam ingatan Korwa terkait disinformasi yang disebarkan Juru Bicara Internasional KNPB dan sejumlah pengurus KNPB hingga akhirnya menimbulkan kerusuhan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2019 lalu.

“Peristiwa itu tidak ada yang bisa melupakan, informasi yang diputar balik akhirnya menimbulkan masalah yang lebih besar. Kita saksikan bagaimana Jayapura dan Wamena hancur, bahkan korban jiwa hingga puluhan orang,”

Sebagai salah satu organisasi yang mengancam kedaulatan negara dan sebagai perkumpulan yang selalu mengundang permasalahan, Korwa mendesak kepada negara untuk dapat bertindak tegas untuk membatasi ruang KNPB dengan mekanisme hukum yang berlaku.

“Negara tudak boleh kalah, kita punya mekanisme hukum yang sah untuk sekedar menghapuskan KNPB sebagai organisasi pembuat kekacauan. Tindakan tegas harus dijalankan, mereka adalah kelompok yang menentang negara,”

Sabtu, 15 Januari 2022

Tokoh Revolusi Papua sebut Indikasi Dualisme ULMWP

wrtsh papua


Pengaruh dan nama besar seorang Benny Wenda sebagai tokoh penting dalam pergerakan sentral kelompok ULMWP dinilai sedang mencederai pergerakan pembebasan Papua.

Hal tersebut disampaikan Ketua I KNPB Pusat, Warpo Sampari Wetipo dalam sebuah keterangannya menyebut bahwa pergerakan ULMWP hanya sibuk dalam orientas yang mengarah pada kepentingan kelompok.

“Mungkin pada awal pembentukannya banyak pihak yang siap menaruh harapan, tetapi waktu berselang sampai dengan saat ini justru berubah 180 derajat. ULMWP tidak bisa lagi disebut sebagai organisasi perjuangan, sudah terlalu banyak kepentingan pribadi disana,”

Warpo bahkan menjelaskan bahwa saat ini terjadi dualisme dalam tubuh ULMWP. Dirinya mengatakan bahwa ULMWP sebagai wadah koordinatif tidak bisa disamakan dengan ULMWP yang gencar membentuk propaganda terkait Pemerintahan Sementara atau Green State Vision (GSV).

“Bedakan ULMWP sebagai wadah koordinatif dengan ULMWP yang sedang membentuk negara-negara. ULMWP yang sibuk dengan pemerintahan sementara dan GSV itu sudah berubah haluan sesuai Deklarasi Suralana 2014,”

Warpo mengaku telah meragukan negara ULMWP dan pemerintahan sementara yang dibentuk Benny Wenda. Dirinya justru mempertanyakan tentang aksi apa yang sudah dilakukan Benny sampai bisa mendeklarasikan sebuah negara.

“Memangnya Benny sudah berjuang dengan cara bagaimana sampai bisa mendeklarasikan negara. Bahkan dirinya tidak pernah tahu bagaimana kondisi asli di Papua sekarang ini, Benny memilih hidup enak di luar negeri,”

Warpo menambahkan bahwa dirinya sepakat dengan salah satu pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang pernah menyebutkan bahwa Benny Wenda sedang membuat negara ilusi.

“Dalam hal ini saya sepakat, memang faktanya sepeti itu. Negara mana yang Benny Wenda bentuk? Semua itu adalah ilusinya sendiri,”

Warpo juga mengatakan bahwa pergerakan pembebasan Papua harus dilakukan dengan nyata dari dalam negeri. Warpo menolak setiap bentuk propaganda yang dilakukan oleh ULMWP tentang janji-janji keberhasilan.

“Kalau tidak berjuang dengan nyata bagaimana Papua mau merdeka. Lakukan saja pergerakan di dalam negeri, bukan di Inggris, Amerika, Australi. Mereka disana tidak ada yang sepenuhnya peduli dengan kondisi kita,”

Pada akhir penyampaiannya Warpo berharap Konferensi ULMWP yang akan segera dilangsungkan dapat mengembalikan ULMWP dalam fungsi yang sebenarnya.

“Segera saja dilakukan KTT ULMWP, dari sana kita akan tahu siapa sebenarnya orang-orang yang hanya mau menipu dan cari kesempatan. ULMWP harus bisa kembali pada jalannya sendiri tanpa ada intervensi dari pihak luar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,”

Jumat, 14 Januari 2022

Benny Wenda Ngotot Buka Cabang 'Kios ULMWP'

wrtsh papua


Pengumumam atas rencana pembukaan kantor-kantor cabang pemerintahan sementara ULMWP mendapat kecaman oleh salah seorang tokoh pembebasan Papua. Jeffrey Bomanak sebagai Ketua Organisasi Papua Merdeka mengatakan bahwa upaya tersebut harus segera dibatalkan demi masa depan Bangsa Papua sendiri.

"Aksi tidak rasional yang dilakukan Benny Wenda tanpa koordinasi dengan organisasi lain. ULMWP adalah organisasi yang baru dibentuk kemarin sore, mereka tahu apa tentang perjuangan,"

Jeffrey menegaskan bahwa pembukaan kantor pemerintahan oleh ULMWP di wilayah pasifik dan beberapa negara di eropa sangat rawan dimanfaatkan oleh pihak asing untuk mengikat Papua. Dirinya khawatir bahwa tanah kelahirannya tidak mendapatkan kemerdekaan secara mutlak.

"Prinsip yang tidak bisa dibantah, timbal/balik itu pasti ada. Kalau memang Papua nantinya akan merdeka, saya khawatir hak-hak kebebasan bagi rakyatnya tidak sepenuhnya bisa diraih. Upaya Benny Wenda dan ULMWP hanya akan menarik perhatian asing sehingga mempersulit perjuangan,"

Jeffrey Bomanak justru mempertanyakan maksud serta tujuan Benny Wenda yang getol menggandeng Papua Nugini, Vanuatu, Inggris dan sejumlah negara eropa. Jeffrey menduga bahwa Benny Wenda lebih berupaya untuk memperkaya diri.

"ULMWP buka cabang, terdengar agak menggelitik. Mereka pikir organisasi perjuangan itu seperti kios mungkin. Apa yang terjadi sekarang karena Benny Wenda memang sedang sibuk memperkaya dirinya sendiri,"

Kamis, 13 Januari 2022

Benny Wenda Dibeli Asing

wrtsh papua


Ketua Organisasi Papua Merdeka – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (OPM-TPNPB) Jeffrey Bomanak menegaskan bahwa perjuangan suci leluhur Bangsa Papua harus dijaga dan dihormati. Jeffrey mendesak agar tidak ada pihak yang berupaya menjadi pahlawan kesiangan. (13/1)

“Sangat mengkhawatirkan perjuangan yang saat ini ada, semua mau campur aduk urusan. Aksi-aksi seperti itu sama sekali tidak menghormati leluhur dan para pejuang yang sudah lebih dulu gugur di medan pertempuran,”

Jeffrey disebutkan mengkritik aksi Benny Wenda dalam aksinya mendorong kampanye internasional bagi Papua. dirinya menegaskan kepada Benny untuk berhenti menipu orang Papua dengan mengatas namakan perjuangan.

“Perjuangan yang dilakukan itu sudah menipu orang Papua, jangan pernah mengatasnamakan perjuangan hanya untuk mendapatkan keinginan pribadi,”

Dalam kampanye internasional yang digaungkan Benny Wenda Bersama United LIbertaion Movement for West Papua (ULMWP), Jeffrey menuduh bahwa hal tersebut akan membawa dampak buruk terkait pengaruh asing yang masuk ke dalam negeri.

“Kalua dia sibuk menjual Papua artinya Benny sudah dibeli oleh pihak asing. Dampaknya adalah Papua tidak akan pernah lepas dari intimidasi dan aksi-aksi kolonialime-kapitalisme. Rakyat Papua tidak akan pernah mendapat kebebasan,”

Jeffrey menegaskan agar Benny Wenda segera sadar doro dan menghetikan setiap tindakannya memperkaya diri. Aksi yang dilakukan Benny dianggap sangat menjijikkan karena dinilai telah melecehkan martabat orang Papua dengan cara mengemis pada asing.

“Berhenti berkhayal, buka lagi pemikiran yang sehat. Benny Wenda akan membawa Papua pada keterpurukan, perjuangan pembebasan yang dijalankan sejak puluhan tahun akan hancur karena aksi mengemis,”

Rabu, 12 Januari 2022

Octo Mote Luruskan Soal ULMWP dan Pemerintahan Sementara

wrtsh papua


Octovianus Mote sebagai tokoh senior pergerakan pembebasan Papua mengingatkan kepada Benny Wenda untuk lebih memahami hakikat perjuangan. Octo menyabutkan bahwa perjuangan dalam pembebasan Papua tidak boleh dilakukan dengan ceroboh.

“Ada ratusan ribu hak yang diemban organisasi-organisasi perjuangan, jangan pernah ceroboh. Saya mengkritik arah perjuangan yang dilakukan Benny, jangan pernah berjuang dengan cara menjual Papua,”

Octo menambahkan bahwa aksi Benny Wenda dalam mengambil keputusan sering didasari oleh keinginan yang bersifat pribadi. Benny Wenda disebut minim mendengar masukan WPNCL, NRFPB, ataupun PNPB, padahal ketiga organisasi tersebut adalah organisasi induk yang melahirkan ULMWP.

“Tidak pernah ada rapat pertemuan, tidak pernah ada kabar terkait rencana-renaca, tiba-tiba kita semua dikagetkan dengan aksi ataupun program baru. Benny Wenda harus paham porsi, tidak boleh semaunya sendiri mengambil keputusan. ULMWP itu dibentuk oleh tiga organisasi,”

Octo yang pernah mencatatkan Namanya sebagai Wakil Ketua ULMWP menjelaskan bahwa dirinya bukanlah pihak yang kontra dengan Benny Wenda. Dirinya mengaku hanya menolak setiap aksi diktator yang kerap dilakukan Benny Wenda.

“Yang saya tolak adalah sikapnya sebagai diktator, dia selalu ingin memaksakan kehendaknya, memaksakan keinginan pribadinya dalam sebuah perjuangan kemerdekaan,”

Dalam akhir kesempatannya Octo kembali mengingatkan kepada Benny Wenda bahwa status ULMWP saat ini dan Pemerintahan Sementara belum sepenuhnya bisa diterima sebagai aksi perjuangan. Hal tersebut dikatakannya bahwa masa ULMWP sudah pernah dikatakan selesai terhitung sejak akhir tahun 2020 lalu.

“Saya malu mendengar pernyataan tentang status ilegal yang dituduhkan oleh Benny Wenda kepada Indonesia, faktanya ULMWP adalah organisasi ilegal sampai sekarang karena sudah selesai tahun 2020. Apalagi pembentukan Pemerintahan Sementara, tentu itu tidak memiliki dasar yang jelas,”

Selasa, 11 Januari 2022

Pesta ULMWP atas Perang Saudara di Wamena

wrtsh papua


Klaim ULMWP melalui Jacob Rumbiak terkait pengambilalihan Papua atas pemerintahan RI secara klandestin ditanggapi keras oleh Jeffrey Bomanak. Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM-TPNPB) tersebut bereaksi keras sebab ULMWP seolah mengklaim keberhasilan meski di Kota Wamena, Jayawijaya, sedang terjadi perang suku dalam skala besar.

“Perang saudara di Wamena harus segera dihentikan, peristiwa ini harus menjadi perhatian semua pihak. Saya tidak suka dengan cara ULMWP yang sedang mengklaim keberhasilan, padahal kita di Papua sedang disulitkan dengan keadaan,”

Terkait situasi perang tersebut Jeffrey lantas mempertanyakan peran ULMWP yang dalam kabar-kabar sebelumnya juga selalu gencar mengklaim pembentukan pemerintahan sementara.

“Dari situasi perang di Wamena saya mau tahu sebesar apa kapasitas pemerintahan sementara yang dibentuk ULMWP, apakah mereka bisa menyelesaikan setiap masalah yang terjadi diantara rakyatnya atau tidak,”

Menurut Jeffrey fungsi pemerintahan sementara yang dibentuk ULMWP harus mempu mengatasi setiap konflik yang terjadi di masyarakatnya.

“Kalau memang benar ULMWP berani membentuk pemerintahan sementara maka harusnya mereka juga berani berhadapan dengan konflik-konflik yang terjadi di lingkungan masyarakat. Hanya saja, memang saya tidak menaruh harapan besar untuk mereka (ULMWP),”

Atas pernyataan sebelumnya, Jeffrey lantas menyimpulkan bahwa ULMWP adalah organisasi yang murni dibentuk hanya untuk mencari keuntungan dalam setiap agendanya. ULMWP tidak pernah sungguh-sungguh ingin menciptakan kehidupan dan harapan baru bagi orang Papua.

“Hal seperti ini juga seharusnya mau mereka tangani, jangan hanya bisa mendesak rakyatnya untuk berbondong-bondong mendukungan agendanya. ULMWP dan orang-orang didalamnya tidak akan pernah layak memimpin Papua. Jangan pernah berpesta diatas penderitaan rakyat sendiri,”

Senin, 10 Januari 2022

Ketua OPM: Rakyat Papua Terbuai Janji ULMWP

wrtsh papua


Meski ramai mendapat penolakan atas setiap agenda yang dilakukan, ULMWP dibawah kepemimpinan Benny Wenda masih terus aktif mengklaim aksi perjuangan. Terkait hal tersebut tidak bisa dipungkiri ULMWP telah memupuk banyak oposisi bahkan dari kelompok internal pembebasan Papua.

Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM-TPNPB) Jeffrey Bomanak mengatakan bahwa perjuangan yang dilakukan oleh ULMWP akan menjadi percuma. Menurutnya agenda ULMWP terkait diplomasi tidak bisa sepenuhnya dilakukan karena alasan yang sangat mendasar.

“Tidak bisa sepenuhnya jalur diplomasi ULMWP itu pasti membuahkan hasil. Ingat posisi dan kedudukan Papua dibawah NKRI, perjanjian telah mengikat kita untuk tunduk didalamnya. Bisa dibilang alasan itu sudah sangat mendasar dan bahkan diakui internasional,”

Bomanak yang mengaku sempat menolak tawaran Benny Wenda dalam mengisi kabinet pemerintahan sementara tersebut mengatakan bahwa perjuangan pembebasan harus dibarengi dengan agresi militer. Namun Jeffrey juga menyadari bahwa kesiapan militer Benny Wenda (West Papua Army) tidak memiliki kekuatan sama sekali.

“Selama ini yang nyata kita hadapi adalah militer, agresi harus dilakukan. Baru dibarengi dengan upaya diplomasi. ULMWP tidak pernah bisa memikarkan hal seperti itu, mungkin juga karena WPA itu hanya sebatas nama. Orang-orang yang mengklaim diri sebagai pasukan WPA bahkan tidak punya kemampuan mumpuni,”

Upaya yang digalakkan oleh ULMWP dianggap Jeffrey Bomanak telah menyita waktu. Janji manis yang diungkap ULMWP dinilai hanya akan membiaskan harapan rakyat Papua untuk mendapat kemerdekaannya.

“Rakyat hanya akan terbuai janji yang tidak akan pernah terwujud. Faktor kebohongan dan klaim keberhasilan sudah membiaskan harapan orang papua. Sayang sekali rakyat Papua sudah dibohongi, parahnya ULMWP selalu mendapat keutungan dari setiap aksi itu,”

Minggu, 09 Januari 2022

Jangan Samakan TPNPB dengan ULMWP

wrtsh papua


Sebby Sambom Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terbungkam dengan aksi dan kepentingan yang dilakukan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). (9/1)

"Saya tegaskan kalau kedudukan TPNPB tidak akan pernah terganti, apalagi hanya karena ULMWP. Organisasi semacam itu tidak mungkin bisa membawa pengaruh besar untuk perjuangan Papua,"

Sebby menjelaskan ULMWP adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan kepenting-kepentingan kelompok. Lanjut Sebby, sejarah perjalanan Papua juga telah membuktikan konsistensi perjuangan yang dilakukan oleh TPNPB.

"Pada akhirnya semua akan membaca sejarah, lihatlah bagaimana TPNPB berjuang. Rakyat Papua sendiri yang akan menentukan dan memilih organisasi mana yang bekerja sepenuh hati dan organisasi mana yang hanya mencari keuntungan,"

Sebby juga mengatakan bahwa TPNPB lahir dari sejarah yang panjang dan bukan sekedar muncul hanya untuk memperluas ekspansi kepentingan.

"TPNPB lahir dari sejarah yang sangat panjang, moyang bangsa Papua sudah mengukir sejarah dengan darah dan keringat. TPNPB organisasi yang hadir untuk memperjuangkan hak orang Papua, dan bukan untuk mencari meraup keuntungan. Jangan samakan dengan ULMWP,"

Dinamika perjuangan pembebasan Papua diakui Sebby tidak semudah yang diharapkan, Sebby menganggap masih banyak organisasi lain yang berdiri hanya untuk mencari kekayaan dengan menjual kedok perjuangan.

"Banyak organisasi yang mengklaim sebagai kelompok perjuangan, tapi dibalik itu semua ada kepentingan lain, artinya mereka hanya mau mencari uang dengan menjual aksi,"

Sabtu, 08 Januari 2022

Jubir TPNPB-OPM: ULMWP Organisasi Iblis

wrtsh papua


Juru Bicara Tentara Pembebasan Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengaku sangat kesal dengan aktivitas pergerakan yang dilakukan oleh organisasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

“ULMWP tidak bisa semaunya sendiri, sebelum organisasi itu lahir, darah-darah kami sudah lebih dulu bercucuran membasahi tanah perjuangan ini,”

Sebby menambahkan bahwa pergerakan dari organisasi yang dipimpin oleh Benny Wenda tersebut harus bisa memahami situasi dan kondisi. Hal tersebut diungkapkan Sebby mengingat ULMWP kerap melakukan aksi manuver yang merugikan organisasinya.

“ULMWP jangan pernah lancang. Mengklaim diri sebagai organisasi besar tapi selalu merugikan kelompok-kelompok sayap perjuangan lain,”

Jubir TPNPB-OPM tersebut bahkan tegas mengatakan bahwa ULMWP adalah organisasi iblis, dirinya lantas mengingatkan kepada seluruh rakyat Papua untuk berhati-hati dengan pergerakan yang dilakukan oleh ULMWP.

“Organisasi iblis, kita harus bisa memahami kemana arah perjuangan mereka. ULMWP sangat berbahaya karena bisa mengubah arah perjuangan hanya untuk kepentingan orang-orang dibaliknya,”

ULMWP yang dalam dua tahun terakhir terlihat aktif melancarkan pergerakan justru dinilai Sebby sebagai sebuah kontroversi tersendiri. Sebby beralasan bahwa keputusan-keputusan yang dikeluarkan ULMWP berpotensi memecah belah persatuan.

“Dua tahun terakhir mereka sangat aktif untuk mengklaim banyak hal. Apa yang dilakukan itu justru menambah kontroversi yang tidak pernah bisa dihilangkan dari ULMWP. Setiap mereka membuat keputusan, pasti akan ada organisasi perjuangan lain yang dijatuhkan. Permainan ULMWP sangat licik,”

Sebby Sambom juga menekankan kepada Bazoka Logo sebagai Ketua Departemen Politik ULMWP untuk tidak lagi bertindak bodoh dalam melancarkan aksi-aksinya. Tak habis, Sebby Sambom pun mengancam Bazoka Logo untuk bisa bertanggung jawab sewaktu-waktu terjadi kegagalan dalam jalan perjuangan.

“Jika perjuangan yang saya rintis tidak berhasil, saya akan tandai Bazoka Logo untuk bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena dia adalah pengacau,”

Diakhir pernyataannya Sebby Sambom menegaskan kepada rakyat bangsa Papua bahwa ULMWP adalah organisasi penganut sistem kolonial yang harus diwaspadai. Sebby menambahkan bahwa hal tersebut tidak bisa diwajarkan karena akan merugikan orang Papua sendiri.

“Kolonialisme juga muncul dari dalam kelompok kita sendiri, ULMWP sedang memainkan peran itu. Maka berhati-hatilah seluruh orang Papua dengan kebohongan ULMWP. Jangan sampai Papua makan Papua,”

Jumat, 07 Januari 2022

KNPB Retak! Sosok Victor Yeimo Dilupakan

wrtsh papua


Serogo Walela, Ketua Komite Aksi ULMWP Wilayah Lapago menilai upaya perjuangan pembebasan Papua tidak bisa dilakukan hanya bertumpu pada peranan sentral seorang aktivis. Menurutnya dalam melakukan aksi untuk melancarkan agenda utama tersebut harus dibarengi kekuatan yang dibangun bersama-sama.

“Cita-cita ini milik orang Papua secara menyeluruh, bukan hanya untuk seseorang ataupun satu kelompok saja. Sehingga tidak bisa kita berjuang sendiri-sendiri,”

Walela mengungkapkan bahwa upaya tersebut sampai saat ini masih menjadi hambatan pokok yang nyata terjadi, dirinya menjelaskan bahwa ada faktor ego sentris yang sengaja dibangun oleh KNPB sebagai sayap organisasi perjuangan politik.

“Rasa egois itu dimunculkan oleh sejumlah organisasi yang merasa paling benar sendiri (KNPB), bahkan hal-hal semacam itu sengaja ditularkan kepada anggota-anggota yang baru bergabung. Makanya sampai sekarang ini aksi yang dilakukan selalu gagal karena kit aini tidak pernah kompak,”

Terkait pernyataannya, Walela juga mengkritik model aksi yang dilakukan KNPB dibawah kepemimpinan Agus Kossay. Menurutnya KNPB tidak pernah mentorehkan keberhasilan terlebih ketika Victor Yeimo harus mendekam dalam sel tahanan.

“Tidak bisa disembunyikan peran seorang Victor Yeimo, meski hanya sebagai juru bicara tapi dia punya misi yang jelas. Bahkan selevel ketuanya saja tidak mampu membawa organisasi itu menjadi lebih baik, dalam beberapa waktu terakhir saya yakin kalau KNPB mengalami kemunduran,”

Terhambatnya proses perjuangan yang dikomandoi oleh Agus Kossay menjadi rumit ketika Victor Yeimo belum menemui titik terang terkait pembebasannya. Meski beberapa pihak mendesak aparat penegak hukum untuk membebaskan Victor, menurut salah seorang tokoh Papua, hal tersebut sukar terjadi.

“Tidak bisa dibebaskan begitu saja, tentu desakan itu punya potensi melanggar ketentuan hukum. Victor adalah pelaku dan otak kerusuhan, dia harus bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujar Franz Korwa dalam kutipannya.

Namun Korwa justru menduga aksi desakan untuk membebaskan Victor Yeimo hanya bersifat spontan, lebih lanjut, Korwa menegaskan jika aksi tersebut hanya sebatas kemauan yang tidak kuat.

“Sebenarnya orang-orang di KNPB juga sudah lupa dengan Victor Yeimo, ingat dia itu ditangkap sudah dari bulan Mei tahun lalu. Kenapa seolah-olah baru sekarang ada aksi-aksi seperti itu? Menurut saya memang KNPB itu sudah tidak solid lagi,”

Jumat, 31 Desember 2021

Jeffrey Bomanak: ULMWP Adalah Bidang Usaha Milik Benny Wenda

wrtsh papua


Meski ULMWP kerap melakukan klaim sebagai keberhasilan, perjuangan yang dilakukan ULMWP tersebut dinilai tidak pernah terpikirkan dengan matang. Menurut Ketua OPM-TPNPB Jeffrey Bomanak, aksi ULMWP hanya merupakan spontanitas dalam memenuhi ekspektasi dalam diri seorang Benny Wenda.

Jeffrey juga mengatakan bahwa tidak ada kontrol lain terhadap Benny Wenda sebagai Ketua ULMWP, hal tersebut yang dianggapnya akan sangat berbahaya terhadap status dan dinamika yang akan terjadi terhadap Papua dalam waktu mendatang. (31/12)

“ULMWP dipegang Benny, Benny tidak punya kontrol dari pihak lain. Ha-hal seperti ini tidak sehat dan tidak bisa terus dipaksakan untuk Papua. Perjuangan yang dilakukan oleh ULMWP juga hanya sebagai pemenuhan ekspektasi dalam diri Benny seorang,”

Jeffrey juga menyinggung kehidupan Benny Wenda di luar negeri yang tidak pernah ada pihak lain yang tahu, bahkan oleh anggota-anggotanya sendiri di ULMWP. Jeffrey menduga bahwa menetapnya Benny di Inggris juga untuk menghindari kecurigaan dan meminimalisir ekspos terhadap dirinya.

“Benny yang sudah tinggal di luar negeri dalam waktu belasan tahun itu lebih kepada untuk menghindari pihak-pihak lain yang mencari tahu kehidupan pribadinya, karena kalau sampai Benny Wenda terekspos maka banyak keburukan dari dirinya dan ULMWP yang akan terbongkar ke publik. Dia hidup nyaman disana, menghabiskan uang dari hasil janji-janji palsunya,”

Jeffrey bahkan mengatakan jika ULMWP tidak layak disebut sebagai organisasi perjuangan, keberadaannya dianggap lebih cocok sebagai bidang usaha waralaba. Sebab menurutnya agenda dan upaya yang dilakukan ULMWP seolah hanya seperti barang pesanan yang akan diperdagangkan. Dirinnya menyebut produk ULMWP seperti UUDS hingga Pemenrintahan Sementara yang saat ini seakan terbengkalai karena tidak diurus.

“Aksi ULMWP akan mencuat dan beberapa waktu kedepan akan hilang lagi, begitu seterusnya. Mereka lebih cocok disebut sebagai kelompok usaha, sebab barang-barang jualannya adalah UUDS, Pemerintahan Sementara, itu semua barang pesanan yang akan dijual untuk dapat keuntungan saja,”

Menurut Jeffrey ULMWP bukanlah organisasi yang bisa dipercaya. Dirinya menegaskan bahwa aksi perjuangan yang murni ada dibawah TPNPB-OPM. Ditambahkannya bahwa TPNPB-OPM sudah membuktikan perjuangannya dalam kurun yang tidak singkat.

“TPNPB-OPM sudah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk berjuang, tanpa ada janji-janji palsu, tanpa mencari keutungan. Bahkan prajurit-prajurit kami rela mati di medan pertempuran. Sejarah sudah mencatatkan bahwa kami adalah pejuang sejari yang tidak bisa dikotori dengan kepentingan selain demi hak-hak orang Papua,”

Rabu, 29 Desember 2021

Jeffrey Bomanak: Kepala Suku, Tokoh Agama, Jangan Sampai Diperbudak ULMWP

wrtsh papua


TPNPB-OPM menegaskan bahwa pihaknbya menolak keberadaan pemerintahan sementara yang dibentuk ULMWP, hal tersebut disebabkan karena ULMWP dianggap sudah mengubah agenda serta peta pergerakan yang terasa semakin rumit dan justru menjadi tidak terarah. 

Jeffrey Bomanak dalam keterangan di media sosial pribadinya menyebutkan jika ULMWP selalu melakukan aksi-aksi dengan melegalkan upaya pemaksanaan kehendak. Bahkan dikatakan oleh Jeffrey bahwa ULMWP mulai memunculkan aksi provokasi dan mengumbar janji kemerdekaan penuh bagi Papua pada tahun 2022. (29/12)

“Sangat tidak masuk akal apa yang dijanjikan ULMWP. Hanya untuk mencari dukungan dan simpatisan, ULMWP menjanjikan kalau Papua bakal merdeka tahun depan. ULMWP sudah gila, mereka melegalkan aksi-aksi pemaksaan dan provokasi kotor,” ujar Jeffrey.

Jeffrey juga mengaku marah ketika ULMWP mencoba membodohi para tokoh di Papua. pernyataan tersebut didengar Jeffrey lantaran ULMWP sedang memperdaya sejumlah tokoh gereja, kepala suku, dan para tokoh masyarakat. Menurut Jeffrey para tokoh adalah golongan yang seharusnya dihormati, dan bukan malah dimanfaatkan.

“Jangan sampai dapat kutuk, aksi kebohongan akan membawa petaka dan pengaruh buruk bagi perjuangan. Jangan pernah memanfaatkan mereka para tokoh-tokoh, harusnya kalian (ULMWP) minta saran, jangan bohongi mereka. Ini sudah biadab, tidak punya akal memang,”

Menurut Jeffrey pembentukan negara dan pemerintahan sementara oleh ULMWP adalah aksi fiktif yang penuh dengan intrik kepentingan. Pemaksaan dibentuknya negara dan pemerintahan sementara adalah bentuk kepanikan ULMWP, sehingga Benny Wenda sampai mengklaim diri sebagai presiden.

“Aksi yang dilakukan ULMWP sangat dipaksakan, pembentukan negara dan pemerintahan sementara itu hanya untuk memenuhi ekspektasi Benny Wenda dan kelompoknya di Inggris, karena dia sudah merasa panik dan tidak berdaya lagi untuk memperjuangkan Papua secara rasional,”

Lewat seruannya Jeffrey Bomanak menegaskan agar jangan ada rakyat Papua yang terjerumus dengan ajakan ULMWP yang dinilai sudah menyesatkan. Menurtnya ULMWP telah lancang karena berupaya membodohi orang Papua dengan tujuan diluar misi kemerdekaan. Bahkan Jeffrey juga menuduh jika ULMWP sedang berupaya keras untuk mencari keutungan dengan menggaet keterlibatan Non-Governmental Organization (NGO).

“Upaya keras untuk cari keuntungan, karena dari pemerintahan Oxford tidak akan mendukung setiap waktu, setiap detik, aksi Benny Wenda. Makanya sekarang ULMWP mulai mencari jalan lain untuk menyasar NGO,”

Meski masih abu-abu, Jeffrey menjelaskan bahwa upaya pembebasan Papua masih akan terus diperjuangkannya. Menurutnya TPNPB-OPM lebih pantas menjadi induk perjuangan sebab TPNPB adalah pemegang mandat suci dari roh moyang Papua yang sudah lebih dulu memperjuangkan kemerdekaan dengan dengan darah dan keringat.

Senin, 27 Desember 2021

Janji Palsu Redupkan Gerakan ULMWP

wrtsh papua


Eksistensi ULMWP dianggap tidak lagi mendapat perhatian besar, selepas mengkampanyekan Green State Vision (GSV) mendapat banyak pertentangan dari berbagai pihak. Menurut salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa mengatakan keberadaan ULMWP jangan hanya sibuk membodohi rakyat Papua.

“ULMWP punya agenda-agenda yang sudah direncanakan, tapi ternyata setelah kampanye Green State Vision itu pergerakannya justru meredup. Akhirnya semua terbuka kalau ULMWP hanya sibuk membodohi rakyat Papua,”

ULMWP dibawah kepemimpinan Benny Wenda juga didesak tidak bisa terus menerus menjanjikan kemerdekaan bagi Papua. Ditambahkan oleh Korwa bahwa janji-janji yang diumbar Benny Wenda tidak pernah sama sekali pernah terrealisasi.

“Cara Benny Wenda mencari keuntungannya pasti selalu mengumbar janji, dimana-mana berjanji, tapi sampai sekarang tidak pernah terjadi. Coba saja hitung sudah berapa agenda yang dilakukan ULMWP namun tidak pernah ada hasilnya,”

Korwa menyarankan agar ULMWP lebih fokus untuk memerangi kemiskinan di Papua tanpa iming-iming dusta, sebab kondisi tersebut sudah nyata-nyata terjadi dan terlihat dengan mata kepala Benny Wenda sendiri. Benny Wenda juga diminta untuk jangan gelap mata, dan mulai berpikir dengan realistis.

“Jangan lupa kalau di Papua masih berjuang dalam kemiskinan. Lebih baik dia pikirkan itu, dengan catatan tidak perlu menjual harapan merdeka. Kalau masih menjanjikan merdeka tentu percuma, itu tidak tulus. Benny punya kepentingan lain lagi kalau Papua merdeka,”

Kamis, 23 Desember 2021

Hanya TPNPB-OPM Yang Mampu Berjuang Untuk West Papua, Bukan Diplomat ULMWP

wrtsh papua


Hei Orang Papua (OAP) Mau percaya atau tidak percaya, mau tahu atau tidak mau tahu, Sadar atau pura-pura tuli dan malas tahu, OPM TPNPB adalah Warisan utama dari Nenek moyang kita. Apapun Profesi Anda, Camkan baik-baik Perjuangan ini adalah MILIK TPNPB Bukan ULMWP.

JAMINAN Hidup kita hanya TPNPB-OPM, apalagi kita orang yang berasal dari GUNUNG, karena hanya orang papua yang berasal dari gunung yang masih peduli dengan perjuangan West Papua. Biarkan Saudaramu menanggung segalanya sendirian, kita yang berjuang Bersama TPNPB akan mengampuni mereka setelah kemerdekaan kita raih. 

Berbicara masalah Identitas diri adalah masalah keabadian, Berbicara masalah Harga diri adalah masalah Keabadian. Berbicara mengenai Keabadian sudah tentu Jauh dari sekedar makan, minum, jabatan, partai politik, paket proyek dan status sosial serta kesenangan lainnya, hanya kita orang papua yang berasal dari gunung yang mampu berjuang.

Papua merdeka itu perjuangan real, bukan impian, janji janji palsu,  ilusi, bahkan akal akalan seperti yang dilakukan ULMWP, Dunia tidak akan membantu kita tanpa kepentingan mereka di West Papua. 

Saat ini semua orang Papua jangan percaya Inggris,  Amerika, Australia dan antek anteknya. 

Jangan berjuang dialam mimpi dan ilusi serta tergiur dengan janji janji Manis international atas nama HAM, DEMOKRASI dan HUKUM.

Lupakan penipuhan penipuhan para diplomat luar yang selalu menyanyi lagu lagu HAM dan Demokrasi, ULMWP adalah bagian dari diplomat itu.

Selamat berjuang dan tinggalkan ULMWP
06 Desember 2021.
Chr'com of OPM TPNPB.

Rabu, 22 Desember 2021

KNPB Paniai Bersama TPNPB Menolak Kehadiran Investigasi Kejaksaan Agung RI Maupun HAM PBB

wrtsh papua


Kami menolak kegiatan ULMWP yang menipu rakyat, menguras rakyat atas nama negara west papua, mengatasnamakan perjuangan, mengatasnamakan anak Adat, segala macam yg dibentuk oleh keinginan egoisme, Ambisi, kerakusan atau keinginan pihak ULMWP di wilyah kami Meepago, Paniai.

ULMWP adalah bagian dari mata-mata Kolonial, makanya hingga saat ini perjuangan kita tidak pernah sampai kepada kemerdekaan, hanya pembohongan-pembohongan yang terus dilakukan, ULMWP telah masuk kedalam MSG itu bohong.

Sandiwara Perjuangan ULMWP & Vanuatu yang tiap tahun memperjuangkan Issue HAM & Referendum mana buktinya? sedangkan Dekolonisasi yang merupakan akar pokok persoalan West Papua tidak pernah diperjuangkan oleh ULMWP & Vanuatu.

Sandiwara Perjuangan ini harus dihentikan karena menghambat Proses Kemerdekaan West Papua.

“Kelompok ULMWP mencoba mengkaburkan perjuangan di wilayah Meepago, dengan melakukan pembohongan-pembohongan terhadap rakyat.

Kami juga telah mengetahui mereka bekerjasama dengan beberapa kelompok WPA dan Komite Aksi untuk menyebarkan kebohongan ULMWP melalui medsos, mereka (ULMWP) ini sangat pintar dan licik merayu rakyat untuk kepentingan-kepentingan mereka.

Mereka membuat spanduk dan himbauan tertulis tentang "persiapan ruang untuk kedatangan tim investigasi dari PBB atas fakta pelanggaran HAM 4 siswa di paniai” padahal hingga saat ini belum ada informasi akan adanya kedatangan tim dari PBB, semua spanduk telah kami bakar.

Kami tegaskan Kembali bahwa masalah penembakan 4 siswa itu bukan haknya ULMWP, tetapi itu sudah menjadi agenda HAM, dan surat penolakan dari semua pihak yang menolak kedatangan tim KEJAKSAAN AGUNG RI itu sudah di audit di bawah pimpinan komando TPNPB dan komunitas peduli kemanusiaan dari beberapa komponen yang menolak.

“Penolakan ini karena perintah dari Panglima Tetringgi TPNPB-OPM Damianus Maga Yogi yang telah memerintahkan kepada semua organisasi di bawah Komando TPNPB untuk menolak kedatangan Kejaksaan Agung RI maupun dari HAM PBB,”

Tertanda:
1. TPNPB
2. KNPB Paniai
3. Komunitas peduli kemanusiaan dari gereja
4. Hukum dan HAM
5. Tokoh adat
6. Pihak keluarga

Sumber: MediaKNPB.News

Rencana PRP Mengambil Alih Kepengurusan ULMWP

wrtsh papua


ULMWP dalam berbagai kampanyenya selalu menggembor-gemborkan diri sebagai organisasi wadah perjuangan untuk pembebasan Papua. Namun dalam perjalanannya dengan perandaian sebagai organisasi sentral dengan basis kekuatan yang besar, hal tersebut akhirnya menjatuhkan kredibilitas ULMWP. Sehingga saat ini ramai dibicarakan tentang ULMWP yang dianggap sudah tidak sejalan dengan arah perjuangan. (22/12)

Melalui Juru Bicara Petisi Rakyat Papua (PRP), para pemimpin ULMWP dianggap tidak pernah sepenuh hati mengusung perjuangan pembebasan Papua secara murni. Victor Yeimo menilai jika setiap pengambilan keputusan yang dilakukan ULMWP selalu berorientasi pada keuntungan bagi para pemimpin-pemimpinnya.

“Tidak pernah ada keputusan yang diambil dengan sudut pandang seorang rakyat, yang dilakukan ULMWP hanya untuk menguatkan kedudukannya. Mereka sangat pintar mencari keutungan. Itu yang kami sebut sekarang ini bahwa ULMWP tidak bekerja sepenuh hati,”

ULMWP bahkan dinilai hanya mau menguasai Papua, Victor Yeimo menegaskan jika aksi-aksi tersebut tidak berbeda dengan praktik kolonialisme saat ini. Justru dirinya menganggap jika kolonialisme ULMWP marak terjadi akan menimbulkan efek yang lebih parah karena pelakunya adalah orang Papua sendiri.

“Kalau dibiarkan terus menerus akan sangat berbahaya, ULMWP tidak memiliki kontrol atas aksinya, akan terjadi praktik kolonialisme yang tidak berbeda dengan hari ini, atau bahkan akan lebih parah. Itu artinya rakyat Papua sedang dibohongi, apalagi pelakunya orang Papua sendiri,”

Victor menduga jika aksi kolonialisme yang diupayakan ULMWP sudah bermula ketika organisasi yang diketuai oleh Benny Wenda tersebut dibentuk. Menurutnya ULMWP adalah organisasi yang sengaja dipaksakan dengan cara ‘mengkebiri’ organisasi lain. Bahkan saat ini ULMWP yang awalnya hanya sebagai wadah organisasi sudah berani mengklaim sebagai negara sendiri.

“Awal mulanya mengklaim diri sebagai organisasi yang membela hak orang Papua, tapi yang terjadi sekarang ini ULMWP justru bermetamorfosis dengan mengklaim sebagai negara sendiri. Desakan terhadap ULMWP harus massif dilakukan agar organisasi ini tidak semaunya sendiri,”

Victor Yeimo sebagai aktivis kawakan justru mengatakan jika ULMWP layak dibubarkan, dirinya yang mengatasnamakan PRP juga bersedia bertanggung jawab untuk mengambil alih seluruh peranan ULMWP. Victor berdalih jika PRP sebagai lembaga lebih bisa dipertanggung jawabkan atas setiap aksi dan pergerakannya. Bahkan Victor menjabarkan jika misi PRP di luar negeri tidak pernah mentah dan selalu membuahkan keberhasilan.

“Kekhawatiran saya kepada rakyat Papua mendorong pemikiran jika ULMWP lebih baik dibubarkan. Tidak perlu bingung siapa penggantinya, ada banyak organisasi yang berjuang demi rakyat. PRP juga mampu, semua tahu bahkan kami pernah catatkan aksi perjuangan sampai gemparkan PBB dan dunia,”