Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2021

Dipengaruhi Alkohol, Sekelompok Pemuda di Wamena Hujani Petugas dengan Batu

wrtsh papua


Kapolres Jayawijaya AKBP Muh. Safei menuturkan adanya korban jiwa atas peristiwa penyerangan terhadap anggota Brimob oleh sekelompok pemuda di jalan Pattimura, Kota Wamena (12/10). Dalam kronologi yang diungkapkan, kapolres menjelaskan kejaidan bermula ketika sekelompok pemuda melakukan pelemparan batu terhadap anggota Brimob yang sedang melewati lokasi kejadian.

“Bermula dari anggota yang mau pulang ke rumahnya, tapi dalam perjalanan anggota tersebut dilempari batu oleh sekelompok pemuda,”

Aksi pemuda anarkis tersebut bermula ketika yang bersangkutan menghadiri acara pengucapan syukur atas kelulusan wisuda salah seorang kerabat lainnya. Namun diduga kuat sekelompok pemuda juga mengkonsumsi minuman keras (miras).

“Kami dalami prosesnya, pemuda ini sebelumnya berkumpul untuk merayakan wisuda, dalam acara tersebut diduga mereka mengkonsumsi miras,”

Ditempat yang berbeda PM(35) sebagai salah seorang saksi dalam kejadian tersebut mengungkapkan jika kejadian juga bermula karena adanya provokasi dari salah satu pemuda yang ditegur oleh anggota Brimob.

“Situasinya masih tenang, saya melihat anggota yang sebelumnya dilempar batu minta agar perkumpulan malam itu bubar, tapi salah seorang pemuda lainnya justru marah, sambil berteriak-teriak memprovokasi, akhirnya (kekacauan) pecah, anggota tadi dilempari batu lagi”

PM menambahkan jika petugas mulai terdesak karena massa yang berjumlah belasan mulai bertindak anarkis. Dirinya juga membenarkan jika petugas sudah melakukan tembakan peringatan, namun massa yang terpengaruh alkohol tidak mengindahkan.

“Setelah provokasi itu sudah mulai kacau, pemuda yang mabuk jumlahnya ada belasan. Mereka terus melempari batu ke arah petugas yang mendatangi lokasi padahal sudah diperingatkan beberapa kali,”

Melihat kejadian yang semakin kacau, barulah anggota jaga Polres Jayawijaya berdatangan. Salah seorang pemuda (SW) diketahui dilarikan ke RSUD Kota Wamena, dan pada saat itu penyebabnya belum diketahui. Pasca kejadian tersebut barulah situasi mulai agak tenang.

“Iya, setelahnya anggota dari Polres datang, tapi pemuda-pemuda itu masih terus melawan dengan melempari batu. Setelah salah satu dari mereka ada yang dilarikan ke RSUD, baru situasi agak tenang,”

RSUD Kota Wamena dalam keterangannya menyebut jika korban (SW) tidak terkena tembakan secara langsung. Dari hasil pemeriksaan lanjut tidak ditemukan bukti proyektil, hanya terdapat serpihan pada bagian organ dalam saja.

Minggu, 17 Oktober 2021

Socratez Yoman: Dulu OPM Sekarang ULMWP

wrtsh papua


Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai oleh tokoh agama sekaligus Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis di Papua, Socratez Yoman, sebagai organisasi usang yang tidak lagi efektif untuk dipaksa terus-menerus melakukan perjuangan. Menurutnya zaman sudah berubah dan dunia terus berputar.

“OPM yang ada saat itu tidak bisa dipaksakan lagi untuk saat ini. Arah perjuangan sudah berbeda 180 derajat. Perkembangan zaman sudah berubah drastis, tidak seperti dulu lagi. Ini yang harus dipahami oleh semua elemen perjuangan,”

Menurut Yoman, perjuangan yang diwariskan oleh orang-orang tua terdahulu, menganggap bahwa OPM sudah selayaknya digantikan oleh organisasi ULMWP. Dirinya mengatakan jika ULMWP memiliki jangkauan yang lebih luas yang dirasa akan memberikan dampak bagi perjuangan pembebasan Papua.

“OPM punya orang-orang tua kita, dan sekarang sudah digantikan dengan ULMWP. Organisasi ULMWP ini sudah jauh lebih kompleks, kita punya semua sekarang, berbeda dengan OPM yang seakan hanya jalan ditempat,”

Menurut Yoman perjuangan OPM yang lekat dengan gerakan bersenjata juga menjadi faktor lain mengapa perjuangan di Papua tidak menemui hasil. Hal tersebut dikatakannya sebab Papua sudah menjadi sorotan dunia karena merebaknya simbol kekerasan atas dasar perjuangan.

“Memperjuangan sesuatu saat ini tidak bisa lagi menggunakan senjata. Justru penggunaan senjata itu yang akhirnya meruntuhkan perjuangan. Kasus pembunuhan tenaga medis di Kiwirok contohnya, itu sudah menghancurkan kepercayaan dunia, karena jelas-jelas pihak kita yang melakukannya,”

Ketua OPM Minta Agus Kossay Hentikan Mengatasnamakan TPNPB OPM

wrtsh papua


Ketua TPNPB OPM Jeffry Bomanak minta Agus Kossay tidak menggunakan nama TPNPB dalam pergerakan yang dilakukan oleh kelompok Kominte Nasional Papua Barat (KNPB) dalam menjalankan misinya. Hal ini disampaikan oleh Jeffry Bomanak setelah adanya laporan dari anggota TPNPB wilayah Timorbil.

"Anggota TPNPB wilayah Timorbil perbatasan dengan Pegunungan Bintang telah melaporkan adanya rencana pembelian senjata oleh KNPB yang mengatasnamakan TPNPB"

Jeffry Bomanak selaku ketua OPM menyampaikan pernyataan lewat media sosial yang kesal terhadap Agus Kossay yang diketahui menjual namanya untuk pembelian senjata di Timorbil.

"Saya ingatkan kepada Agus Kossay hentikan menjual nama TPNPB untuk melakukan pergerakan, jangan jadi pengecut kalau mau berjuang harus berani mengambil resiko"

Saya tau, Agus menggunakan nama TPNPB untuk membeli senjata karena kalau tertangkap maka yang disalahkan adalah TPNPB bukan KNPB, ini namanya pemimpin yang pengecut, namanya tetap baik dan nama saya akan hancur dan saya menjadi buronan baik dari aparat Indonesia maupun PNG.

Kemaren dia bilang di media, kalau senjata yang tertangkap di pegunungan bintang adalah senjata yang dikirim oleh TPNPB, kemudian buat pernyataan lagi kalau KNPB berjuang lewat politik bukan dengan cara berperang.

Lantas, mau beli senjata melalui militer PNG di Timorbil untuk apa, Jeffry juga meminta agar Agus membayar senjata yang tertangkap tersebut, karena sampai sekarang senjata tersebut belum dilunasi.

Berdasarkan laporan dari anak buah Agus Kossay, bahwa Agus telah menerima sejumlah uang yang cukup banyak dari salah seorang pejabat di Papua, uang itu diberikan agar tidak mengganggu jalannya PON.

Jumat, 15 Oktober 2021

Agus Kossay: Cukup Saya, dan Tidak Ada Lagi Aktivis KNPB yang Di Penjara

wrtsh papua


Perseteruan antara kelompok perjuangan Papua mulai terkuak, Ketua KNPB minta tidak ada lagi aktivis KNPB yang ditahan aparat penegak hukum ataupun di penjara, hal ini disampaikan oleh @JP Jr. Pahabol melalui postingannya di media sosial.

@JP Jr. Pahabol menuliskan permintaan Agus Kossay selaku ketua KNPB agar anggota dan kelompoknya tidak terlibat dalam rencana pergerakan TPNPB yang dipimpin oleh Jeffry Bomanak.

"Jangan ikut-ikutan pergerakan yang dilakukan oleh kelompok garis keras (kekerasan) karena cara perjuangan kita (KNPB) melalui jalur diplomatis, sangat berbeda dengan kelompok mereka,"

Di negara manapun kemerdekaan tidak pernah diraih melalui kekerasan, semua kemerdekaan hanya bisa didapat melalui politik bukan perang.

Agus tidak ingin anggotanya dipenjara dan ditahan, cukup dirinya saja, Agus memberikan contoh dirinya yang ditangkap dan ditahan kemudian dipenjarakan di Kalimantan.

"Di Penjara Itu sangat sakit dan menderita, makanya saya, dan teman-teman yang lain pernah dipenjara di Kalimantan tidak ingin yang lainnya merasakannya"

Agus juga mencontohkan Victor Yeimo yang tidak ingin dipenjara, di tahanan brimob itu masih enak karena di brimob bukan sebuah penjara, tapi Victor pun tidak mau sampai akhirnya dia beralasan sakit.

Diketahui, Jefry Bomanak Pagawak selaku ketua OPM berdasarkan keterangan pers pihak keamanan merelease pernyataan bahwa kelompok TPNPB dan KNPB akan melakukan gangguan keamanan terhadap berlangsungnya PON.

Namun, Jeffry pada akhirnya menyebut Agus Kossay pengecut setelah Agus memberikan perintah kepada seluruh anggota KNPB tidak terlibat aksi dengan TPNPB. Jeffry menuduh Agus telah menerima dana dari ketua PON Yunus Wonda untuk tidak mengganggu jalannya PON.

Sampai dengan berita ini di release, Agus Kossay belum bisa dihubungi untuk diminta memberikan klarifikasi atas tuduhan yang disampaikan oleh Jeffry Bomanak.

Sumber: Catatan Digital @JP Jr. Pahabol

Bicara Soal Smelter Baru PT Freeport, Jeffrey Bomanak Bermental Pengemis

wrtsh papua


Pernyataan Jeffrey Bomanak yang mengklaim diri sebagai Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia ditanggapi oleh salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa menyebutkan jika Jeffrey Bomanak adalah pribadi yang tidak terlalu pintar namun lancing memprovokasi rakyat Papua.

“Tidak perlu kita sibuk memikirkan apa yang disuarakan Jeffrey Bomanak. Dia hanya pandai memprovokasi namun tidak pernah sadar akan dirinya sendiri. Memangnya dia itu siapa? Orang perusahaan? Orang Freeport?”

“Yang dilakukan saat Ini semua berkaitan dengan pengembangan lini bisnis.Tidak ada yang salah karena negara punya berhak atas semua itu. Sedangkan Jeffrey Bomanak, dia hanya modal mengaku sebagai orang Papua. Sehingga aksi-aksinya ya hanya berkutat pada provokasi,”

Korwa juga mengaku tergelitik dengan pernyataan Jeffrey menyinggung keberadaan Papua yang seolah hanya dimanfaatkan untuk memberi makan rakyat di seluruh Indonesia. Hal tersebut dianggap keliru dan justru semakin memperlihatkan kebodohannya. Korwa juga menjelaskan jika ada kecenderungan berpikir masyarakat di Papua yang kerap terbuai dengan urusan ganti rugi dan berkaitan dengan nilai uang.

“Keliru, tidak ada satupun orang di negara ini yang mendapatkan uang secara cuma-cuma. Pernyataan Jeffrey ini memang tidak asing, seperti penyakit lama yang masih tertinggal di Papua. Contohnya kasus pemalangan, hak ulayat, seolah permasalahan itu harus diselesaikan dengan uang. Meski tidak sepenuhnya salah, menurut saya terkadang ada ketidak rasionalan disana,”

Korwa menegaskan jika mental budak dan mengemis harus dihilangkan dari Papua. Hukum timbal balik dalam urusan bekerja sehingga mendapatkan upah bekerja berupa gaji harus dipahami dalam era saat ini.

“Jeffrey dia masih bermental pengemis. Kalau mau punya uang, ya harus bekerja. Selama ini yang lakukannya untuk mendapat uang adalah dari cara meminta-minta, atau bahkan menipu dan merampok. Ini saya bicara fakta, belum lama ini nama Jeffrey Bomanak dikaitkan dengan aksi perampokan,”

Korwa menambahkan jika tipikal orang seperti Jeffrey Bomanak yang sempit pemikirannya namun memaksa pintar dan merasa paling bisa telah membuat Papua sulit untuk berkembang. Korwa juga menyindir Jeffrey yang bahkan belum pernah melihat Kota Gresik, menurutnya ada beberapa faktor utama yang menguntungkan terkait pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.

“Saya pingin tahu apakah Jeffrey sudah pernah ke Gresik atau belum. Sebab secara demografis, Kota Gresik yang memang dikhususkan sebagai kawasan industri untuk menopang ekonomi nasional memiliki beberapa faktor penunjang yang mumpuni. Salah satunya adalah keberadaan Pelabuhan tersibuk Tanjung Perak, yang letaknya tidak jauh dari Gresik,”

Korwa dalam akhir penyampaiannya justru bergurau menyarankan Jeffrey Bomanak agar kembali mempelajari ilmu pengetahuan secara lebih mendalam. Menurutnya belajar dan memperluas pengetahuan lebih diperlukan oleh Jeffrey saat ini. Sebab Korwa menilai jika Jeffrey Bomanak masih terbelenggu dengan kebodohan.

Kamis, 14 Oktober 2021

Ketua KNPB ditudung makan uang lewat perhelatan PON

wrtsh papua


Ketua Organisasi Papua Merdeka, Jeffrey Bomanak dalam sebuah keterangan di media sosial pribadinya menyebutkan jika Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak memberikan dampak bagi Orang Papua. Jeffrey menganggap jika PON hanya ambisi dan upaya politik yang sedang digencarkan di Papua.

Jeffrey Bomanak juga mengungkapkan kekesalannya melihat tingkah Agus Kossay yang dianggapnya ketakutan dan justru menghindar dari tuduhan-tuduhan yang mengatakan bahwa KNPB tidak terlibat dalam aksi mengganggu pelaksanaan PON.

“Saya sedih mendengar kabar itu, belum apa-apa kenapa dia (Agus Kossay) seperti ketakutan. Mungkin ini sebuah kemunduran dari KNPB dibawah kepemimpinan Agus Kossay,”

Tak hanya itu, Jeffrey Bomanak dengan kerasnya menuduh jika Agus Kossay ikut merasakan uang panas hasil penyelenggaraan PON. Hal tersebut diungkapkannya karena melihat Agus Kossay yang sempat mengatakan jika KNPB tidak akan mengganggu pelaksanaan PON.

“Sebagai pejuang tindakan yang dilakukan Agus Kossay itu sangat lucu. Ini tidak masuk akal karena seolah-olah KNPB berkampanye untuk ikut mendukung PON. Agus Kossay pasti mendapatkan uang dari itu semua,”

Jeffrey menegaskan jika perjuangan Papua sudah dicampuri urusan perut dari tokoh-tokoh perjuangan yang berkhianat. Dirinya juga mengungkapkan jika banyak oknum dalam tubuh KNPB yang berwatak kolonialis yang hanya bersembunyi dibalik identitas Papua.

“KNPB era saat ini berbeda dengan KNPB di tahun-tahun yang lalu, banyak orang-orang di KNPB sekarang yang memikirkan isi perutnya sendiri. Mereka sama saja, berwatak kolonialis. Bahkan lebih parah karena bersembunyi dibalik nama Papua,”

Tidak Mau Maju, Simpatisan KNPB/ULMWP Sibuk Jual 'Papua'

wrtsh papua


Gerakan separatisme di Papua tak hanya menyoal tentang aksi perlawanan bersenjata, melainkan juga terkait propaganda politik yang dibangun oleh para simpatisan.

Hal tersebut yang akhirnya menimbulkan opini negatif terkait situasi Papua, padahal kehidupan di Papua tak jauh berbeda dengan aktivitas masyarakat lainnya di seluruh Indonesia.

Menurut pengamatan Papua, Franz Korwa menyebutkan ada kecenderungan dari simpatisan untuk mengikuti karakteristik dari pemimpinnya. Maka tak heran sebab para aktor penting gerakan separatisme selalu menjual segala hal yang berkaitan dengan Papua untuk kepentingan pribadinya masing-masing.

"Itu yang tergambar saat ini, melihat bagaimana para pemimpin itu selalu menjual nama Papua, maka sampai akar rumput dan pengikutnya ya seperti itu. Hanya saja, buat mereka yang dibawah tidak mendapat keuntungan. Ini namanya mereka sedang dibodohi,"

Korwa menambahkan jika aksi-aksi yang dipertontonkan oleh aktor separatisme seperti KNPB ataupun ULMWP tidak akan memberi kemajuan bagi Papua. Dirinya justru merasa miris karena kelompok tersebut hanya mengungkit masalah lampau dan tidak bisa memberi solusi tepat.

"Selalu mereka berpandangan tentang masa lalu yang kelam, padahal dunia ini sudah berkembang, kita ini semua kan mau maju. Peribahasa katak dalam tempurung, ya itu lah mereka,"

Korwa menjelaskan bahwa orang-orang yang berada di KNPB atau ULMWP telah menghabiskan waktu hidupnya dengan sia-sia. Mengingat pembangunan yang masif di Papua sudah digencarkan oleh pemerintah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Papua.

"Pembangunan sudah ramai digencarkan pemerintah, fungsinya juga sudah jelas, artinya kita tinggal memanfaatkan apa yang sudah ada,"

Rabu, 13 Oktober 2021

Lama Tidak Terdengar, Aktivis KNPB Beralih Fokus ke Bisnis Kopi di Wamena

wrtsh papua


Part 1:

Kekayaan melimpah di tanah Papua sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Mulai dari barang tambang, hasil laut, keindahan panorama, hingga perkebunan yang menghasilkan biji kopi yang nikmat. Ada dua kawasan penghasil kopi terbesar di Papua, yaitu di Nabire dan Wamena.Kopi adalah bisnis berkonsep kemitraan yang tumbuh pesat di Indonesia. Seperti brand pendahulunya yakni Foodpedia & Pasta Kangen. 

Perkebunan kopi Papua di Wamena terletak di sepanjang lembah yang letaknya mengelilingi Kota Wamena, Lembah Baliem. Lembah tersebut letaknya ada di sisi timur Gunung Jayawijaya dengan panjang kurang lebih 80 km.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Steven Itlay Aktivis Komite Nasional Papua Barat setelah sekian lama menghabiskan harinya bersama organisasi KNPB, , yang sudah lama tidak terdengar kabarnya ditemui di Wamena merasa kaget Ketika disapa “Kakak Apa Kabar, Sudah Alih Profesi kah?” Steven yang saat itu tidak menduga langsung tersenyum sambil membalas “Kabar Baik” yang berusaha untuk  menyimpan kegugupannya.

Sebelumnya, kami ke wamena mencari informasi terkait kopi wamena yang akan kami angkat untuk dipromosikan, lewat salah satu warga yang juga kebetulan kerabat dari Steven Itlay menyebutkan kalau Steven Itlay (Aktivis KNPB) ada di disini (Wamena).

”Saat ini kaka Steven Itlay berada di Wamena, kaka dia sedang mengurus kebun kopi, mungkin keberadaan kaka Steven juga bisa diangkat karena selama ini yang kita ketahui kaka Steven sibuk dengan urusan KNPB, namun sudah 3 bulan terakhir ini dia berada di wamena, dan sibuk dengan Kopi,” Ungkapnya.

Keesokan harinya kami mencoba menemui Steven Itlay tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepadanya, dan betul sekali Ketika kami bertemu dengan steven, dia apa adanya sedang berada di lahan kopi.

Lama bercerita dengan Steven, dia mengakui kaalu dirinya saat ini lagi focus kepada lahan kopi yang diolahnya di wamena, entah sampai kapan dirinya tidak tau, namun yang terpenting saat ini dirinya bisa memanfaatkan lahan kopi yang ada di wamena menjadi usahanya nanti.

Terungkap rasa penyesalan yang disampaikan oleh Steven “seharusnya dari dulu kita memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki ini, namun tida ada kata terlambat buat kita, kalau kita mau berubah dan melakukan kegiatan yang baik,” ungkap Steven.

Disinggung soal kegiatan KNPB, Steven saat ini tidak mau berkomentar soal KNPB, dirinya berpikir lebih baik kita membahas kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan, baik untuk kita sendiri maupun anak-anak kita serta orang lain.

Steven berpesan, kalau bisa kita memanfaatkan kondisi alam kita menjadi peluang yang dapat memberikan arti bagi kehidupan kedepan, dari pada mengurus sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, lebih baik kita mencoba untuk mengurus kopi yang kita miliki, imbuh steven. 

bersambung (13/10/21)

Senin, 11 Oktober 2021

Damianus Yogi Sebut Goliath Tabuni Terlalu Tua dan Tak Mampu Berjuang

wrtsh papua


Damianus Magay Yogi dalam keterangannya menegaskan jika tidak ada dualisme dalam tubuh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Dikatakan demikian sebab Damianus adalah pemimpin utama dalam organisasi tersebut, dirinya mengatakan jika komando perjuangan sebagai Panglima Tertinggi TPNPB menjadi tanggung jawabnya sepenuhnya.

Konverensi Tingkat Tinggi (KTT) Tetiyo di Paniai yang dilangsungkan pada 9-12 Agustus 2021 telah resmi mengukuhkan dirinya sebagai Panglime Tertinggi TPNPB-OPM. Damianus menegaskan jika menurut ketentuan hal tersebut sudah sah dan berlaku.

“Kegiatan di Tetiyo kemarin itu sudah resmi mengukuhkan saya sebagai panglima tertinggi. Tidak ada yang bisa menolak, karena semua sudah sah dan sesuai. Mereka yang menolak hanya haus kekuasaan dan tidak mau perjuangan ini terus maju,”

Dalam keterangannya Damianus juga menyebutkan jiak peran Goliath Tabuni sudah sangat sedikit bahkan cenderung tidak ada. Damianus beralasan jika Goliath sudah sangat tua dan tidak mampu lagi berjuang.

“Perjuangan ini keras, semua yang turun ke medan perang harus kuat. Kamu lihat saja bagaimana kondisi Goliath sekarang, saya justru kasihan melihatnya, sudah sangat tua,”

Damianus lantas menegaskan jika seluruh pasukan TPNPB-OPM tidak perlu khawatir dan jangan pernah ragu atas perjuangan saat ini. Damianus mengatakan arah komando dalam perjuangan yang sudah ada ditangannya akan beranjak lebih baik.

“Saya sendiri yang akan bawa TPNPB-OPM ini menjadi lebih baik. Ini juga sebagai kritik kepada orang-orang lama, karena mereka hanya manghabiskan waktu sehingga TPNPB-OPM tidak pernah bisa meraih keberhasilan nyata,”

Minggu, 10 Oktober 2021

Organisasi Separatis KNPB Meracuni Generasi Penerus di Papua

wrtsh papua


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai organisasi separatis politik selalu membawa konflik bagi Tanah Papua. Berbekal simpatisan dari kalangan muda remaja, kelompok tersebut berpotensi menjadi ancaman keamanan yang nyata lewat aktivitas dan doktrin perlawanan terhadap negara.

Nerius Yoman sebagai salah seorang mahasiswa Papua yang aktif mengenyam pendidikan di Universitas Cenderawasih, Papua, mengungkapkan jika KNPB telah meracuni generasi penerus terutama bagi para mahasiswa. Dirinya juga mengungkapkan jika kehadiran organisasi separatis politik KNPB sudah kronis dalam memasuki wilayah-wilayah kampus. (10/10)

“KNPB sebagai organisasi yang menjadi ancaman sudah terlalu dalam masuk ke wilayah-wilayah kampus. Mereka melakukan aktivitasnya untuk terus meracuni generasi muda Papua, terutama bagi mereka para mahasiswa baru,”

Dalam praktiknya, para mahasiswa tidak pernah bisa menolak ajakan dari KNPB. Menurut Nerius hal tersebut lebih dipengaruhi pada upaya ancaman dan kekerasan yang akan diterima para mahasiswa ataupun pelajar nantinya.

“Ini sudah menjadi rahasia umum, mahasiswa mau tidak mau harus ikut terlibat dalam aktivitas KNPB. Mereka tidak bisa menolak karena pasti nanti akan mendapatkan ancaman, atau setidaknya mereka akan dikucilkan dalam lingkungannya,”

Nerius menegaskan jika dirinya tidak setuju dengan aksi KNPB yang mencampuri urusan pendidikan para mahasiswa di Papua secara menyeluruh. Dirinya melihat jika eksistensi KNPB hanya menghadirkan kegaduhan dan tidak memberikan dampak positif bagi kemajuan Papua.

“Ya, masalah ini saya sama sekali tidak setuju dengan KNPB. Urusan para mahasiswa itu hanya belajar dan belajar, bukan teralihkan untuk menghidupi organisasi yang tidak ada kaitannya dengan proses belajar. Sejatinya mereka (KNPB) sudah menghambar kemajuan bagi Papua,”

KNPB dianggap Nerius sebagai momok yang merugikan, terkait hal tersebut, dirinya mengungkapkan kegelisahannya agar dapat dilakukan Langkah strategis untuk segera membubarkan KNPB yang hanya menghadirkan konflik dan tidak memberi nilai manfaat.

“Apapun caranya, langkah-langkah strategis harus dilakukan oleh negara untuk menghentikan aktivitas KNPB terutama yang berada di lingkungan kampus. Bubarkan saja, karena mereka tidak memberi manfaat,”

Sabtu, 09 Oktober 2021

Kerusuhan di Yahukimo Tak Terlepas Campur Tangan KNPB

wrtsh papua


Kepolisian menetapkan 24 orang sebagai tersangka atas kericuhan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo. Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri dalam keterangannya juga mengatakan jika jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat masih adanya pelaku dalam status pengejaran. (9/10)

“masih ada aktor utam ayang belum ditangkap, saya sudah perintahkan kepada Kapolres untuk segera menangkap. Ada juga aktor intelektualnya,” 

Kapolda dalam penuturannya menyayangkan aksi kerusuhan yang menyasar bangunan ibadah dan rumah-rumah warga, termasuk rumah pendeta yang habis dibakar massa.

"Saya sudah melihat langsung Gereja GIDI yang jadi sasaran pertama penyerangan dan ada empat rumah yang dibakar termasuk rumah pendeta. Di tempat ini lah korban-korban pertama (jatuh), baik meninggal maupun yang luka,"

Menurut salah seorang pengamat Papua, Johan RUmbino dirinya menyebut jika kerusuhan di Yahukimo tidak bisa terlepas dari keterlibatan organisasi KNPB. Hal tersebut diungkapkannya mengingat dari sejumlah pelaku yang ditangkap, terdapat nama Ruben Wakla yang merupakan tokoh KNPB Yahukimo.

“Saya dapati informasi tentang keterlibatan Ruben Wakla dalam aksi penyerangan di Yahukimo, saya bisa pastikan kalau KNPB punya keterlibatan disana,”

Johan menambahkan jika aksi-aksi KNPB di Papua tak ubahnya sebuah organisasi separatis yang terus-menerus menumbuhkan konflik berkepanjangan di Papua. Dirinya menilai jika keberadaan KNPB sudah membuat keresahan bagi masyarakat secara umum.

“Memang KNPB hanya menciptakan konflik di Papua, parahnya konflik itu pasti terus berkepanjangan. Disaat orang-orang Papua mau beranjak menjadi lebih baik, KNPB akan terus menghambat. Jadi mereka lah sumber keterbelakangan di Papua,”

Jumat, 08 Oktober 2021

PON Diapresiasi Dunia Internasional, Fakta Papua Wilayah Aman dan Damai

wrtsh papua


Tak hanya jagad nasional, apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) muncul dari dunia internasional. Hal tersebut dianggap telah membuka mata dunia bahwa Papua berhasil mencatatkan kemajuan yang pesat.

“Saya mendapatkan banyak pesan selamat atas terselenggaranya PON di Papua, mereka adalah para kolega dan tokoh besar dari sejumlah negara sahabat. Ini adalah keberhasilan kita semua sebagai bangsa Indonesia yang patut disyukuri,” ungkap Mahfud md, Menko Polhukam RI.

Terselenggaranya PON yang digelar di 4 kota/kabupaten tersebut secara tidak langsung telah mematahkan stigma negative tentang situasi keamanan di Provinsi Papua.

“PON membuktikan bagaimana Papua itu wilayah yang tidak jauh berbeda dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia, tentang Papua yang tidak aman, terbukti sampai saat ini hal itu sama sekali tidak terjadi,” 

Gemerlap PON juga nampak dari keterlibatan masyarakat dalam memeriahkan event olahraga tingat nasional tersebut. Ribuan relawan hadir membantu jalannya acara, ditambah masyarakat asli Papua yang terkaryakan untuk bisa memperkenalkan produk lokal, ataupun bagi masyarakat lainnya yang selalu memadati tempat-tempat pertandingan.

“Saya saksikan sendiri bagaimana PON ini membawa pengaruh baik bagi Papua dan seluruh masyarakatnya. Ini adalah event yang sangat memberi pengaruh baik untuk Papua saat ini, dan untuk Papua dimasa yang akan datang,” ujar Agustinus R sebagai tokoh senior.

Anggota KNPB Beberkan Aksi Terselubung Agus Kossay Usik PON Papua

wrtsh papua


Perhelatan event akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke dua puluh yang diselenggarakan di Papua menuai banyak pujian dari seluruh Indonesia. Meski demikian salah seorang anggota KNPB membocorkan sejumlah sisasat dari kelompoknya untuk mengganggu pelaksanaan PON.

“KNPB punya agenda lain karena PON ini berjalan, mereka (petinggi-petinggi) merasa kalau PON ini memang menjadi ancaman, khawatir kalau perjuangan menjadi terkikis,”

AK sebagai salah seorang anggota KNPB Numbay dalam keterangannya mengatakan jika rencana tersebut diminta langsung oleh Ketua Umum Pusat Agus Kossay. Dirinya juga mengaku sudah dilakukan serangkaian pertemuan membahas aksi tersebut.

Meski sebelumnya banyak ditemukan pernyataan Agus Kossay yang tidak mau mengganggu jalannya PON, namun dalam kenyataannya semua terbalik. AK menduga hal tersebut sebagai upaya Agus Kossay agar tidak terlalu mengundang perhatian.

“Sudah beberapa kali Ketua melakukan pertemuan untuk membahas agenda ini. Jadi apa yang sebelumnya banyak dipublikasi media itu tidak semuanya benar. Ketua menyembunyikan poin-poin lainnya agar tidak menarik perhatian,”

AK bahkan mengaku jika ada kemungkinan Agus Kossay dan KNPB akan turut melibatkan kelompok bersenjata dalam melancarkan aksinya.

“Mungkin Agus Kossay merasa kalau suaranya tidak cukup didengar, makanya dia minta bantuan juga ke TPNPB. Menurut saya hal-hal semacam ini yang tidak boleh terjadi karena melenceng dari misi organisasi yang menjunjung tinggi kedamaian,”

Atas ramainya kabar dan rencana yang dilakukan oleh Agus Kossay dengan membawa nama KNPB, dirinya mengaku khawatir jika nama baik KNPB justru rusak dan akhirnya dicap sebagai organisasi pemberontak. Jika hal tersebut benar terjadi, maka agenda KNPB secara menyeluruh akan terganggu dan tidak bisa berjalan dengan baik.

Kamis, 07 Oktober 2021

Netizen Berdoa Untuk Victor Yeimo “Lekas Membaik dan Sadar Untuk Melayani Tuhan"

wrtsh papua


Netizen mendoakan kesembuhan juru bicara internasional KNPB (Komite Nasional Papua Barat), Victor Yeimo pada Rabu (6/10/2021) kemarin. Victor saat ini masih menjalani proses perawatan di Rumah Sakit Jayapura.

”Bapa yang Kami Sembah di Dalam Nama Tuhan Yesus, Kami juga Mendoakan Sodara Kami Victor Yeimo agar Beliau dapat Kembali ke Jalan yang Benar serta Beriman KepadaMu dan MelayaniMu dengan Hati yang Baru untuk Menjadi Pemuda Papua yang Baik kepada Bangsa Indonesia terlebih Khusus Tanah Papua.*

Itulah salah satu doa yang sampaikan oleh netizen melalui akun facebooknya (@Maria) untuk Viktor Yeimo. “Mendengar kabar Victor Yeimo, @Maria mengajak mari kita doakan beliau lekas sembuh.,” tulis Maria lewat akun @Maria.

Selain akun @maria, akun @Nugroho juga ikut memberikan doa untuk kesembuhan Victor Yeimo “Tuhan di Saat ini Saudara Kami Viktor Yeimo sedang sakit, Berikan dia kesembuhan dan Kesehatan.”

Inilah Doa lengkap untuk Victor Yeimo yang disampaikan oleh Maria:

"Selamat Pagi, Tuhan Yesus

Kembali Lagi Kami Anak-anakMu ke HadapanMu seraya Mengucap Syukur dan Berterima Kasih atas Berkat Anugrah dan PenyertaanMu, Engkau masih Berada Bersama-sama dengan Kami Hingga Saat Ini Bapa.

Bapa yang Kami Sembah didalam Nama Tuhan Yesus, Bapa di Saat ini Kami Mendoakan Saudara Kami Viktor Yeimo yang mengalami sakit penyakit, Bapa Engkau Tuntun dan Angkat Segala Penyakit serta Berikan dia kesembuhan dan Kesehatan serta Umur yang Panjang sehingga kita dapat bertemu kembali dengan Saudara Kami, Viktor Yeimo Bapa.

Bapa, Kami juga Mendoakan Sodara Kami Victor Yeimo agar Beliau dapat Kembali ke Jalan yang Benar serta Beriman KepadaMu dan MelayaniMu dengan Hati yang Baru untuk Menjadi Pemuda Papua yang Baik kepada Bangsa Indonesia terlebih Khusus Tanah Papua.

Bapa Yang Baik, Saat ini Kami serahkan Seluruh Permohonan Kami kepadaMu, biarkan Engkau yang bekerja Seturut dengan KehendakMu Saja Bapa, Hanya ini Doa dan Ungkapan Syukur Kami, Ampuni Salah dan Dosa Kami, Baik Dosa Pikiran, Perkataan Maupun Perbuatan.

Terima Kasih Tuhan Yesus

AMIN."

PON Berhasil Menunjang Aspek Pembangunan di Papua Meski Kelompok Separatis Masih Menutup Diri

wrtsh papua


Kesuksesan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak bisa membuka mata kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme. Tokoh senior Papua, Franz Korwa mengungkapkan jika kelompok tersebut hanya bisa menolak tanpa tahu dampak baik yang sedang dirasakan masyarakat Papua. (7/10)

“Kelompok seperti KNPB, ULMWP, dan seluruh bagian separatis itu tidak bisa berbuat banyak dengan suksesnya PON. Mereka hanya bisa menolak, padahal dibalik PON ini ada dampak baik bagi masyarakat Papua,”

Korwa menjelaskan jika aksi penolakan PON hanya sebuah propaganda murahan yang dilakukan kelompok separatis. Sebab masyarakat di Papua justru mengaku merasa senang dengan adanya event PON tersebut.

“Itu hanya cara mereka saja, propaganda murahan. Kita bisa lihat sendiri bagaimana masyarakat secara merasa terkesan dengan event seperti PON ini. Semuanya larut dalam kebahagiaan. Mereka ada yang berjualan, ada yang menjadi relawan, ada juga yang antusias untuk menonton setiap pertandingan,”

Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth menyebutkan jika masyarakat Papua antusias menyambut PON ke dua puluh. Sebab, pesta olahraga antar 34 provinsi di Indonesia itu bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia.

"Respon masyarakat baik. Antusias menyambut PON ini. Acara sebesar ini tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia,”

PON terbukti mampu menarik perhatian masyarakat di seluruh Indonesia, hal tersebut juga terlihat dari hadirnya berbagai sektor bisnis dan industri dalam peranan mendukung kesuksesasan PON.

“Terkait penyelenggaraan PON, mulai tercatat perusahaan bidang transportasi, industri kesehatan, bahkan perusahaan skala nasional hadir di Papua. Ini adalah kabar baik untuk menunjang segala aspek. Hal-hal semacam ini yang harus dilihat dengan sudut pandang objektif,”

Rabu, 06 Oktober 2021

Tokoh Agama Sebut KNPB Aktor Kerusuhan di Papua, Penyerangan Gereja dan PON jadi Perhatian

wrtsh papua


Masa depan Papua ada ditangan generasi mudanya. Hal tersebut dikatakan oleh tokoh agama Pdt. Pilemon Gobay, yang mengaku merasa sedih sekaligus miris dengan situasi di Papua terkait ramainya aksi kekerasan.

Pdt, Pilemon dalam keterangannya mengisyaratkan bahwa kedamaian di Papua telah dirusak oleh kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok. Dirinya bahkan menyebutkan organisasi KNPB sebagai salah satu sumber permasalahan yang terjadi di seluruh antero Papua.

“Saya ikuti bagaimana perkembangan di Papua ini terjadi. Mau dari sisi politiknya, kesejahteraannya, dan semua yang berkaitan dengan masayarakatnya. Tidak bisa dipungkiri juga jika KNPB menjadi salah satu faktor ancaman itu terjadi,”

Sebagai tokoh keagamaan, Pdt. Pilemon meminta kepada generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajaran-ajaran KNPB yang selalu menyiggung kekerasan dan perlawanan. Dirinya mencoba meyakinkan jika kehidupan damai akan lebih menguntungkan.

“Lebih baik kita Bersama-sama menjaga kerukunan dan hidup dalam kedamaian. Para mahasiswa ataupun seluruh pemuda masih memiliki perjalanan hidup yang Panjang, maka persiapkanlah dengan baik. bekali diri dengan ilmu yang bermanfaat,”

Menurut Pdt. Pilemon, organisasi KNPB akan menjerumuskan masa depan para generasi penerus Papua. Dirinya mengatakan jika pengaruh KNPB hanya menghambat proses kemajuan di tanah Papua.

“Mari Bersama-sama membangun Papua in menjadi lebih baik lagi, jangan sampai kita sibuk dan akhirnya terjerumus ke organisasi seperti KNPB. Saya pastikan tidak ada masa depan yang jelas jika sudah sibuk untuk hal itu,”

Bahkan Pdt. Pilemon menyinggung aksi penyerangan di Gereja GIDI Dekai yang diketahui ada keterlibatan dari organisasi KNPB.

“Semua hanya dimanfaatkan oleh KNPB. Peristiwa terakhir di Gereja GIDI Dekai juga demikian, ibadah sedang berlangsung, tapia da sekelompok orang yang tiba-tiba melakukan penyerangan. Ini sudah diluar batas, tidak benar melakukan aksi seperti itu,”

Aksi KNPB dalam mengganggu jalannya PON yang sedang terlaksana juga mendapat perhatian dari Pdt. Pilemon.

“Pada dasarnya KNPB memang organisasi yang patut dijauhi. PON adalah acara besar yang sudah bisa membangkitkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap Papua. Harusnya hal semacam ini diapresiasi, namun KNPB justru mencoba untuk merusaknya,”

Setelah Bunuh Tenaga Medis, KKB Kembali Lakukan Teor dengan Menembak Ojek

wrtsh papua


Aksi biadab terkait penyerangan terhadap warga sipil kembali terjadi. Kkb melakukan penembakan terhadap tukang ojek di kabupaten puncak, papua. Atas insiden tersebut dikeahui korban mengalami luka serius dibagian wajah.

Menurut keterangan, disebutkan jika korban bernama J (48), sebelumnya dihadang oleh dua orang KKB di jembatan Kali Ilame, Kampung Wako. Salah satu diantara mereka memaksa untuk diantarkan ke Distrik Gome. Namun sekembalinya ke Kali Ilame korban justru mendapat ancaman, beruntung tembakan bisa dihindari.

“Korban itu awalnya diminta untuk mengantarkan KKB ke Gome. Kemudian waktu kembali lagi ke Kali Ilame (tempat semula), korban justru diancam. Mukanya langsung ditodong pistol dan ditembak,”ujar Awaludin sebagai rekan korban.

Insiden tersebut terus menambah daftar panjang aksi kekerasan yang dilakukan KKB, setelah sebelumnya banyak terjadi rentetan peristiwa terkait aksi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan juga oleh KKB.

Seni Oupdana dalam keterangannya mengenai eksistensi KKB dalam rentang waktu satu bulan terakhir, mengatakan KKB adalah organisasi separatis yang tidak malu melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil. Pernyataan tersebut didasari atas fakta penyerangan sebelumnya, terkait kematian tenaga Kesehatan di Kiwirok, Pegunungan Bintang.

“Rupanya aksi kecaman terhadap KKB setelah kemarin membunuh tenaga kesehatan tidak membuat mereka sadar diri. Kejadian di Puncak ini lagi-lagi tidak bisa dibiarkan, kelompok-kelompok kecil seperti mereka sudah nyata menantang sehingga harus segera ditindak tegas,”

Meski demikian, Oupdana meyakini akan ada aksi pembenaran dari sejumlah elit dan tokoh separatis terkait penembakan terhadap tukang ojek tersebut.

“Kita lihat saja nanti, pasti ada unsur pembenaran. Bisa jadi nanti aka nada tuduhan kalau tukang ojek itu intel, atau TNI yang menyamar. Tuduhan seperti itu selalu digunakan oleh KKB untuk melegalisasi aksi penembakan yang dilakukan, ini kan biadab,”

Selasa, 05 Oktober 2021

Agus Kossay Taruhkan KNPB Jika Terbukti Gagalkan PON

wrtsh papua


Maraknya kabar dalam aksi penggagalan PON oleh kelompok KNPB rupanya justru memantik kemarahan Agus Kossay. Sebagai ketua Umum KNPB Pusat, dirinya tegas menolak tuduhan tersebut. Menurut Kossay PON bukan agenda serius yang harus digagalkan dalam masa perjuangan pembebasan Papua.

“PON itu agenda sebentar saja tidak sampai satu bulan, buat apa kita sibuk memikirkan hal itu. Saya tegaskan jika KNPB tidak boleh ada yang terlibat dalam aksi penggagalan PON,”

Agus kossay yang mengaku jika dirinya susah payah membangun citra KNPB sebagai organisasi anti kekerasan. Namun saat ini seakan dijatuhkan karena harus berbenturan dengan tuduhan dalam upaya penggagalan PON.

“Saya membangun KNPB, saya jaga reputasi organisasi ini. KNPB sejak awal berdirinya sudah anti kekerasan, tapi dengar kabar seperti ini tentu saya sangat marah,”

Bahkan Agus Kossay melontarkan kalimat untuk bertaruh seandainya KNPB terbukti melakukan aksi kekerasan untuk menggagalkan penyelenggaraan PON Papua.

“Kalau memang begitu, saya siap taruhkan KNPB, kepada aparat keamanan langsung saja tangkap dan adili mereka jika ada anggota KNPB yang melakukan aksi penggagalan PON. Saya berani bilang begini karena memang tidak ada orang KNPB yang mau gagalkan PON,”

Agus kossay mengatakan jika upaya penggagalan PON adalah aksi yang sia-sia. Terlebih dirinya melihat jika Jayapura hanya wilayah kecil yang tidak akan memberikan dampat besar atas perjuangan Papua.

“Kalau memang PON terganggu, itu bukan selamanya. Hanya hitungan hari bahkan mungkin dalam jam semua sudah kembali normal. Kami tahu medan, kami paham kekuatan aparat yang ada. Jayapura ini kecil saja, kalau mau bikin aksi itu tidak akan memberikan dampak,”

PON Papua Sukses dan Diapresiasi, KNPB Gusar Coba Ganggu Pelaksanaannya

wrtsh papua


Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai perhelatan akbar diapresiasi sejumlah tokoh Papua. Berbagai ucapan serta dukungan mengalir selama berlangsungnya kompetisi olahraga terbesar se-Indonesia tersebut.

Titik balik kemajuan di Papua yang sukses menyelenggarakan PON, telah membuat kelompok anti pemerintah menjadi gusar. Hal tersebut diungkapkan Agustinus R yang melihat dari aksi-aksi mahasiswa dan KNPB untuk mencoba mengganggu pelaksanaan PON.

“Tidak ada kaitannya gelaran PON untuk menutup pelanggaran HAM. Orang-orang di KNPB itu pemikiran sudah terlalu sempit. Mereka memang mau mengganggu jalannya PON, mau membuat kekacauan sebagai bentuk kegusaran,”

Segala cara dilakukan oleh KNPB untuk mengungkit permasalah di Papua. Agustinus menjelaskan jika isu-isu hoaks terkait permasalahan Papua muncul setelah pembukaan PON berhasil dilaksanakan dengan begitu meriahnya.

“Mereka membuat kabar hoaks, tentang pengungsian, tentang rasis, atau militerisme. Semua itu dilakukan karena khawatir kemegahan PON akan membuat KNPB mati kutu. Kalau memang seperti itu, artinya secara tidak langsung KNPB mengakui jika PON sukses terlaksana,”

Agustinus juga menjelaskan bahwa PON ke dua puluh sudah berhasil membuktikan jika Papua adalah wilayah yang terus bergerak maju. Dirinya pun mengungkit kisah kedekatan seorang Presiden dengan rakyatnya dalam sela-sela kunjungannya di Kota Jayapura.

“Papua sudah diakui seluruh Indonesia, semua mata sedang tertuju ke Papua lewat penyelenggaraan PON. Hari ini adalah bukti jika Papua sudah bergerak semakin maju,”

"Kelompok separatis seperti KNPB tentu akan menolak kebijakan pemerintah meskipun berdampak baik bagi masyarakat Papua. Padahal kita semua tahu kalau orang Papua senang dengan adanya PON ini, momen kedekatan seorang Presiden dengan rakyatnya benar-benar terjadi,"

Agustinus mengatakan jika PON juga memberi dampak atas bangkitnya kemajuan dari sejumlah aspek pada lapisan masyarakat, hal tersebut tumbuh atas dibangunnya sarana/prasarana infrastruktur dalam menunjang pelaksanaan PON.

"Banyak hal yang akhirnya dibangun oleh pemerintah, meski saat ini dikhususnya demi kesuksesan PON, namun banyak aspek di masyarakat yang mulai tergugah. Masyarakat juga proaktif mendukung kemajuan yang terjadi, bidang usaha ataupun biro jasa milik masyarakat terlihat mulai tumbuh,"

Agustinus lantas menegaskan jika problematika yang selalu dimunculkan oleh KNPB sebagai organisasi separatis tidak perlu ditanggapi secara serius, sebab hal itu hanya akan mengundang konflik yang tidak berguna. Lebih baik seluruh elemen di Papua berfokus untuk mengangkat wilayah ini menjadi maju dan lebih baik.

Senin, 04 Oktober 2021

Tokoh Pegubin Kutuk Lamek Taplo, Keberadaannya Harus Cepat Dibasmi

wrtsh papua


Intensitas aksi kekerasan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang telah meningkat. Melihat tak sedikitnya korban terus berjatuhan, menurut salah seorang tokoh setempat, Seni Uopdana menilai jika aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) harus segera diatasi. (4/10)

Uopdana dalam keterangannya mengatakan jika aksi-aksi biadab yang terus dilakukan oleh KKB tidak kunjung direspon cepat oleh aparat keamanan yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang, dirinya khawatir konflik akan terus meluas dan dampak yang ditimbulkan juga semakin besar.

“Saya sangat berduka dengan kabar akhir-akhir ini yang terjadi di Pegunungan Bintang. Memang kelompok bersenjata itu sudah membuat kacau situasi disini. Makanya saya berusaha membuka forum, dan meminta kepada aparat keamanan agar bisa segera bertindak,”

“Peristiwa hitam seperti sekarang ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena ada banyak nyawa yang akhirnya terancam. Saya takut kebiadaban KKB akan meluas,”

Uopdana juga menyebutkan jika keberadaan Lamek Alipki Taplo sebagai pemimpin gerakan separatis di wilayah Pegunungan Bintang telah meracuni moral dan pemikiran anak-anak muda. Lamek Taplo dianggap sudah memberi pengaruh buruk.

“Kerugian yang ditimbulkan dari kelompok separatis itu bukan hanya dari ancaman kekerasan, tapi dia dan kelompoknya juga akan merukan pikiran generasi penerus Papua terutama yang berada di Pegunungan Bintang,”

Atas dasar tersebut, Seni Uopdana tegas mengutuk keberadaan Lamek Alipki Taplo dan para kelompoknya. Dirinya mengatakan jika aksi yang dilakukan kelompok tersebut telah diluar batas nilai kemanusiaan dan melanggar ajaran adat dari para leluhur.

“Terkutuk Lamek Taplo bersama kelompoknya. Mereka sudah melakukan aksi biadab yang tak berperi kemanusiaan dan sudah melanggar adat leluhur. Tidak ada ampun baginya, kutukan itu akan segera datang,”