Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2022

Bupati Yahukimo Tak Sepaham atas Tuntutan Demo Pelajar

wrtsh papua


Situasi kamtibmas di Kabupaten Yahukimo yang sempat tidak kondusif dalam beberapa bulan terakhir mendesak Kepala Daerah untuk menyikapi penanganan konflik dengan mendatangkan bantuan tambahan berupa pengerahan aparat keamanan dari satuan Brimob. (22/1)

Bupati Yahukimo Didikus Yahuli juga mengatakan bahwa wilayahnya sempat menjadi daerah rawan karena berulang kali mendapat gangguan dari kelompok separatis, serta pecahnya konflik horizontal yang melibatkan dua suku besar sudah dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat secara umum.

"Perlu sama-sama kita ketahui kalau situasi di Yahukimo sempat menjadi daerah merah. Konflik terjadi dimana-mana, sudah sangat mengkhawatirkan. Maka dengan segala upaya demi situasi yang kondusif, memang perlu didatangkan Brimob tambahan," ujar Bupati.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Didikus Yahuli menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah pelajar sekolah menengah yang secara tiba-tiba menyuarakan tuntutannya untuk menarik penugasan Brimob dari Yahukimo.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja Polri dalam menangani konflik di Yahukimo, saya berterima kasih karena sudah melaksanakan tugas dengan baik, memberikan perlindungan keamanan disini," tambahnya.

Bupati bahkan mengaku sangat menyesali aksi unjuk rasa yang dilakukan para pelajar dengan cara pandang sepihak. Sebab menurutnya bukan perkara mudah mengakomodir tempat tinggal bagi aparat keamanan yang bertugas di Yahukimo.

"Dulu ketika kerusuhan terjadi, bahkan asrama Polisi sampai ditempat banyak masyarakat untuk cari perlindungan. Hanya memang saat ini bukan perkara mudah untuk menyediakan fasilitas meski hanya berupa rumah singgah bagi anggota Brimob yang baru akan bertugas,"

Bukan tanpa sebab, Bupati yang mengaku bertanggung jawab atas instruksinya untuk memaksimalkan aula gedung sekolah agar dapat digunakan sementara oleh Brimob, sebab proses belajar mengajar bagi para pelajar sekolah belum sepenuhnya  berjalan dengan semestinya.

"Sekolah juga belum berjalan sebagaimana mestinya, sehingga kami sendiri yang minta agar anggota Brimob untuk sementara bisa menempati aula sekolah, lagi pula itu hanya sementara. Apa yang saya lakukan bukan untuk kepentingan tertentu, kami semua sudah membahasnya bersama-sama,"

Didimus Yahuli lantas meminta kepada seluruh pihak untuk tidak mempermasalahkan peristiwa sebelumnya. Sebab menurutnya kabar penolakan kehadiran aparat keamaman di Yahukimo hanya disebabkan aksi provokasi oleh kelompok yang tidak suka dengan TNI-Polri.

"Tentu saya sangat kecewa, tetapi mau bagaimana juga para siswa adalah anak-anak kami. Sehingga sekarang ini kami minta untuk peristiwa sebelumnya tidak perlu lagi dipermasalahkan, itu hanya aksi provokasi yang dilakukan kelompok tertentu,"

Kamis, 20 Januari 2022

Tokoh Pemuda Merauke Sebut Pemekaran Provinsi Segera Dilakukan

wrtsh papua


Dalam rentetan peristiwa aksi penolakan pembentukan provinsi baru dinilai oleh salah seorang Tokoh Pemuda sebagai cara yang sengaja dilakukan olehnkelomppl separatis untuk menghentikan upaya pemerintah dalam mensejahterakan rakyat Papua. 

Alex Gebze dalam keterangannya mengatakan bahwa upaya pemekaran akan dianggap oleh kelompok separatis sebagai bentuk ancaman tersendiri bagi pergerakannya. 

"Kuncinya adalah kesejahteraan bagi rakyat di Papua, jika hal itu terwujud maka gerakan separatis akan hilang sehingga sudah pasti mereka yang sekarang ada berusaha untuk menolaknya. Saya katakan demikian sebab kelompok separatis sudah pasti akan terdesak dan tidak lagi mendapat simpati raiyat," 

Meski demikian, Gebze menambahkan agar negara tetap diminta mewaspadai aksi penolakan yang tidak menutup kemungkinan akan berdampak menjadi perkara yang lebih luas. Dirinya menyoroti upaya kelompok separatis yang juga menggandeng influencer dan elit politik untuk menciptakan kegaduhan. 

"Saya yakin negara punya caranya sendiri, sebab harus kita sadari bahwa kelompok separatis ini punya banyak cara dan alasan. Bahkan kita kenal disana ada nama Natalius Pigai, sebagai seorang elit politik juga influencer yang dikenal kerap membuat kegaduhan atas setiap permasalahan yang terjadi," 

Sebagai generasi penerus dirinya menjelaskan bahwa pemekaran provinsi adalah salah satu harapan baru bagi Orang Papua untuk mendapatkan kesetaraan dan menerima hak-haknya sebagai warga negara. Alex juga menjelaskan bahwa Papua bagian selatan dianggapnya jarang mendapat perhatian dari pemerintah provinsi. 

"Bisa dibilang Papua bagian selatan ini tumbuh dan besar atas inisiatif orang-orangnya sendiri. Sebab disini kami jarang mendapat perhatian dari orang-orang di provinsi. Tentu dengan pemekaran itu menjadi harapan baru bagi kami khususnya orang Papua yang berada di bagian selatan untuk mendapatkan kesetaraan," 

Alex bahkan mengkritik kinerja seorang kepala daerah setingkat provinsi terkait kehadirannya untuk sekedar menengok langsung kondisi di wilayahnya. Selain faktor jarak yang cukup jauh, faktor terkait administrasi juga membuat Papua bagian selatan jarang terekspos untuk dikembangkan potensi-potensinya. 

"Coba hitung saja berapa kali gubernur mau datang ke Merauke untuk melihat langsung kondisi yang terjadi. Sehingga pemekaran itu penting dilakukan, untuk memangkas birokrasi, mempersingkat waktu, dan juga meningkatkan pelayanan masyarakat sehingga lebih aktif dan tepat sasaran,"

Minggu, 19 Desember 2021

KKB di Yapen Nyatakan Sumpah Setia pada NKRI

wrtsh papua


Sebanyak dua puluh orang mantan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Ambaidiru, Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan diri dan berikrar untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (18/12)

Puluhan pemuda tersebut didampingi para tokoh masyarakat dan diterima secara langsung oleh Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Fahmi, Dandim 1709/YAWA Letkol Inf. Catur Nugroho, Asisten II Setda Ir Edy Mudumi.

"Kami menyambut baik niat saudara-saudara yang bersedia menyatakan diri untuk setia pada NKRI. Tidak ada lagi perjuangan yang mengatasnamakan Papua Merdeka, karena kita sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945," ujar AKBP Ferdyan.

Kapolres menambahkan jika pihaknya bersama dengan jajaran Kodim 1709/YAWA bersedia memberikan pembinaan dan pendampingan kepada mantan anggota KKB agar bisa meningkatkan keterampilan sehingga bisa menjadi bekal dalam bekerja.

"Saya bersama Dandim, dan juga pemerintah daerah akan berkolaborasi untuk memberikan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan kepada saudara-saudara, yang muaranya dapat meningkatkan keterampilan untuk bekerja," tambah Kapolres.

Dandim 1709/YAWA dalam penyampaiannya juga mengungkapkan rasa syukurnya atas penyerahan diri mantan anggota kelompok separatis tersebut. Menurutnya keberadaan TNI-Polri bukan untuk membuat ketakutan bagi warga hingga dapat melahirkan tindak perlawanan seperti yang dilakukan KKB.

"Jangan disalah artikan, TNI-Polri hadir di masyarakat untuk membantu memajukan pembangunan khususnya di Kabupaten Yapen. Papua juga NKRI, dan kita yang ada disini semua bersaudara," sambung Letkol Inf. Catur Nugroho.

Dandim juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para kepala kampung yang bersedia mendidik para generasi penerus di Papua untuk tidak mudah terprovokasi aksi yang merugikan.

Kabupaten Kepulauan Yapen merupakan salah satu wilayah sentral adat/budaya di Papua yang menyimpan banyak keragaman dan juga kekayaan alam. Momen kembalinya mantan KKB sebelumnya diharapkan dapat menjadi momentum tersendiri untuk menjajaki perubahan di Kepulauan Yapen agar menjadi daerah yang lebih maju.

Selasa, 16 November 2021

Tokoh La Pago Sebut Perjuangan Papua Merdeka ‘Kadaluarsa’

wrtsh papua


Peringatan 1 Desember sebagai hari bersejarah di Papua terus menjadi polemik, hal tersebut lebih dikarenakan adanya pengaruh lewat propaganda yang diserukan kelompok separatis. Meskipun secara de facto Papua telah teritegrasi dalam NKRI, bahkan melalui rangkaian panjang yang melibatkan PBB sejak puluhan tahun lalu.

Eksistensi gerakan separatisme di Papua tak ubahnya sebagai upaya dari kelompok sakit hati yang tidak bisa menerima kenyataan. Menurut salah seorang Tokoh Masyarakat Wilayah Adat La Pago, Alex Kogoya. Dirinya menyatakan jika seharusnya perjuangan untuk membebaskan Papua dilakukan sejak dulu, dan bukan sekarang.

“Kenapa sampai sekrang kita masih sibuk untuk berselisih paham yang menginginkan Papua merdeka, kalau memang tujuannya itu seharusnya dilakukan dulu sebelum PEPERA, sekarang sudah kadaluarsa. Hasil akhir juga sudah ditentukan,”

Alex menambahkan bahwa orang-orang Papua yang mengklaim diri sebagai tokoh perjuangan saat ini hanya melakukan aksi-aksi yang percuma. Dirinya juga meyakini jika elemen masyarakat di Papua secara umum sudah tidak mau meributkan hal tersebut.

“Orang-orang yang mengklaim diri sebagai tokoh perjuangan sekarang ini hanya aksi bermain peran saja. Masyarakat juga sudah tidak percara dengan kampanye-kampanye yang dilakukan. Semua lebih memilih untuk berusaha menghidupi diri dan keluarganya untuk masa depan,”

Alex Kogoya juga meminta kepada seluruh pihak keamanan untuk menindak dengan tegas setiap aksi-aksi yang mengatasnamakan orang Papua dan membawa misi kemerdekaan, hal tersebut dikatakan sudah melanggar undang-undang negara.

“Jadi kalau besok ada yang mau bikin aksi dengan mengatasnamakan orang Papua, segera saja tangkap otak dari aksi itu. Mereka lah sebenarnya orang-orang yang membuat Papua ini menjadi banyak masalah,”

Aksi separatisme yang terjadi di Papua, menurut Alex sudah menyengsarakan masyarakat dan menghambar proses pembangunan. Oleh sebab itu Alex dengan tegas menolak keberadaan kelompok separatis yang aktif dalam pergerakan bersenjata ataupun gerakan politik sekalipun.

“Tidak ada hal lain yang lebih buruk dari keberadaan kelompok-kelompok itu (kelompok separatis), mereka sudah menghambat kemajuan bagi Papua, padahal orang Papua sudah sangat membutuhkannya,”

Alex Kogoya bahkan mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menentang segala bentuk aksi separatisme. Menurutnya wilayah kedaulatan NKRI sudah utuh terangkai dari Sabang-Merauke dan Papua sudah final dalam bingkai NKRI.

“Mau sampai kapan pun Papua akan tetap Merah-Putih (Indonesia), kedaulatan negara ini sudah membentang dari Sabang sampai Merauke. Status Papua juga sudah final, sebagai generasi penerus sekarang waktunya kita yang membuktikan, membangun dan mengembangkan potensi diri,”

Minggu, 14 November 2021

Pendekatan Polri yang Persuasif dan Humanis dalam Menjaga Kamtibmas

wrtsh papua


Upaya propaganda yang dilakukan KNPB terkait pertemuan Agus Kossay dengan pihak Kepolisian dianggap sejumlah tokoh sebagai bentuk dramatisir yang berlebihan. Menurut Jan Christian Arebo sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua, dirinya mengatakan jika konteks pertemuan tersebut hanya bersifat menjaga keharmonisan dan kondusitas situasi keamanan bagi masyarakat. (14/11)

“Misi mencegah, mengantisipasi, dan mengeliminasi dinamika kamtibmas menjadi poin yang penting. Pertemuan itu hanya untuk menjaga harmoni demi kondusifitas situasi keamanan, karena hadirnya rasa aman menjadi hak bagi setiap orang yang dijamin undang-undang,”

Dilihat dari dasar dibentuknya KNPB sebagai organisasi terafilitasi dengan gerakan separatisme, Jan Arebo menyebutkan jika KNPB kerap membuat pernyuataan yang merendahkan institusi bahkan negara, hal tersebut belum termasuk aksi nyata yang dilakukan KNPB. kerusuhan di Jayapura dan Wamena atau di Sorong dan Manokwari adalah akibat yang harus dibayar dari setiap aksi yang ditunggangi KNPB.

“Kerusuhan di beberapa tempat akibat aksi ditunggangi oleh KNPB, atau upaya memaksakan kehendak dengan tuntutan membebaskan Victor Yeimo baru-baru ini juga telah nyata dilakukan KNPB,”

Jan Arebo menyebutkan konflik yang terjadi dengan melibatkan unsur kekerasan tidak bisa selalu dikedepankan, sehingga muncul secara alami istilah resolusi konflik. Menurutnya dalam resolusi konflik ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan, yaitu negosiasi, mediasi, dan pengambilan keputusan berdasarkan konsensus. Berdasarkan hal tersebut, menurutnya upaya yang dilakukan oleh Kepolisian masih dalam tahap negosiasi sehingga antar kedua pihak dapat bersepakat untuk tujuan yang saling menguntungkan.

Lebih lanjut, Jan Arebo menjelaskan jika sebelum permasalahan atau konflik terjadi, maka ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredamnya. Hal tersebut adalah identifikasi dan upaya pencegahan. Namun jika konflik sudah rawan terjadi, upaya yang perlu dilakukan adalah penanganan hingga pemulihan pasca konflik.

“Upaya harus dimulai dari identifikasi potensi konflik, baru pencegahan konflik. Setelahnya penghentian konflik dan pemulihan. Maka upaya kepolisian dalam konteks yang terjadi sudah benar dan sesuai dengan ketentuan undang-undang, KNPB teridentifikasi dan Kepolisian berupaya mencegahnya,”

Dalam pandangannya, setelah mengamati realitas konflik sosial/politik di Papua yang lekat pada perspektif ideologi pembebasan Papua, Jan Arebo juga menambahkan perlu dibentuk sebuah tim terpadu untuk menangani permasalahan yang terjadi jika memang hal tersebut diharuskan.

“Jika memang diharuskan, maka perlu dibentuk sebuah tim terpadu untuk memediasi konflik yang terjadi agar tercipta konsensus politik agar menciptakan situasi kondisi yang kondusif, demi aman terkendalinya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,”

Jumat, 12 November 2021

Ketua BEM: Mahasiswa Boleh Menyampaikan Aspirasi, Tetapi Tidak Turun Ke Jalan

wrtsh papua


Sayap organisasi separatis di Papua yang diketahui kerap membuat aksi-aksi yang merugikan ketertiban umum telah menyasar kalangan mahasiswa sebagai tameng dalam melancarkan setiap aksi dan propagandanya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih, Yops A. Itlay, mengatakan suatu kekhawatiran tersendiri baginya. Dirinya menilai jika tujuan utama mahasiswa untuk belajar harus terkesampingkan dengan hadirnya kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan separatis. (12/11)

“Tujuan utama teman-teman datang itu untuk belajar supaya menjadi insan terdidik, tapi memang tidak bisa dipungkiri kalau kalangan mahasiswa yang diisi anak-anak muda kerap dimanfaatkan banyak pihak. Akhirnya tujuan utama para mahasiswa untuk belajar kadang terlupa,”

Yops Itlay saat dikonfirmasi menyebutkan jika banyak mahasiswa yang akhirnya harus terjerumus karena sibuk dengan urusan dan aksi-aksi separatis. Hal tersebut diakuinya sebab sekali mahasiswa terlibat dalam aksi tersebut maka akan susah untuk keluar dan meninggalkannya, sebab para mahasiswa sering kali mendapatkan ancaman.

“Kita sebagai mahasiswa harus cermat dalam memilih, tentu kita sudah tahu mana hal baik dan buruk. Kalau sudah terjerumus maka akan susah untuk lepas, karena memang ada ancaman disana. Bahkan yang paling parah, aksi-aksi bullying pernah terjadi kepada setiap mahasiswa yang menolak, meraka akan dikucilkan dari kelompoknya,”

Hal tersebut diperparah dengan kondisi mahasiswa yang banyak berasal dari luar daerah Jayapura, sehingga tidak ada kontrol utama dari keluarga. Meski dirinya tidak membatasi ruang atas setiap ekspresi diri dari mahasiswa dalam berorganisasi, namun Yops menegaskan masih banyak organisasi lain yang lebih bisa dimanfaatkan untuk terus mengembangkan potensi diri.

Yops Itlay diketahui menolak setiap aksi-aksi KNPB yang kerap mengatasnamakan mahasiswa, dirinya menilai jika mahasiswa hanya dimanfaarkan untuk kepentingan dan politik praktis kelompok separatis. Dirinya justru meminta kepada teman-teman mahasiswanya untuk bijak dalam berorganisasi, mengingat tujuan utama mahasiswa adalah belajar.

“Bisa saja berorganisasi, itu bagus untuk mengembangkan potensi diri. Tapi yang perlu disadari adalah melihat organisasi apa yang akan dituju. Kalau berorganisasi tapi bersinggungan dengan undang-undang dan mengganggu keamanan, itu sudah tidak benar. Akhirnya akan merugikan diri sendiri juga orang lain,” tuturnya.

Rabu, 27 Oktober 2021

Akhirnya, Masyarakat Yang Terdampak Penyerangan Lamek Taplo Bisa Menerima Bantuan

wrtsh papua


Pasca Penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Separatis Lamek Taplo terhadap masyarakat di empat distrik kabupaten Pegunungan Bintang akhirnya bisa menerima bantuan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga Septian Mimin, Senin 25/10/21.

Septinus Mimin yang merupakan salah satu warga yang kena dampak akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Separatis Lamek Taplo mengatakan selama ini warga mengamankan diri di beberapa kampung, mereka mencari perlindungan ke distrik okhika.

"Warga yang terkena dampak dari penyerangan Lamek Taplo di Kiwirok ada sebagian yang mengamankan diri ke Okhika," terang septinus.

Lebih lanjut kata Septinus, setelah aparat mengejar Lamek Taplo dan berhasil menguasai wilayah Okhika, baru kami warga merasa nyaman dan tenang dan mendapatkan bantuan bahan makanan.

"Kemaren, hari Sabtu (23/10/21) pemerintah kabupaten telah mengirimkan bantuan berupa bahan makanan melalui TNI dan Polri yang diterima oleh Sekretaris Distrik di bandara Okhika," terangnya.

Sekretaris Distrik Edison Mimin membenarkan adanya warga yang mencari tempat perlindungan ke distrik okhika akibat penyerangan yang dilakukan oleh Lamek Taplo di Kiwirok.

"Saat ini mereka yang datang dari distrik Kiwirok ditampung di beberapa Rumah keluarga dan mendapatkan bantuan seadanya saja, setelah adanya aparat TNI dan polri yang membawa bantuan bahan makanan, mereka merasa sudah merasa aman," terang Edison.

Dengan adanya bantuan dari Pemerintah, TNI dan Polri, masyarakat yang berada di distrik okhika tidak merasa kuatir lagi baik keselamatan maupun bantuan makanan, tuturnya.

Saat ini aparat TNI dan Polri masih berada di di distrik okhika menjaga kemanan warga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Senin, 25 Oktober 2021

Ribuan Warga 4 Distrik di Pegubin Terdampak Aksi Teror KKB

wrtsh papua


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah terdesak dari persembunyiannya pasca rentetan aksi teror di Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin). Lamek Taplo yang merupakan pimpinan KKB di wilayah Pegubin tersebut dikabarkan juga telah membakar sejumlah kampung di empat distrik.

Diketahui empat distrik yang terdampak aksi teror KKB diantaranya adalah Kiwirok, Oklib, Okyob, dan Okika. Menurut salah seorang tokoh pemuda asal Kiwirok, Yulian Uropmabin bahwa KKB sengaja melakukan pembakaran kampung untuk mengelabuhi upaya aparat keaman TNI-Polri. (24/10)

“Total semua ada 4 distrik, dan yang terakhir itu aksi pembakaran rumah-rumah warga. Ini sengaja mereka lakukan karena aparat sudah tahu keberadaan KKB, mungkin untuk mengelabuhi,”

Yulian juga menuturkan jika KKB sempat mendiami kampung dalam beberapa hari. Dirinya juga bersaksi jika keberadaan KKB di kampungnya sudah membuat ketakutan dan keresahan bagi warga. Dirinya bahkan sudah menduga jika kedatangan KKB akan memperpanjang masalah.

“Mereka datang dan ada disini beberapa hari. Saat itu juga warga sudah mulai takut, mereka resah. Karena kedatangan KKB pasti akan membawa pengaruh lain, secara tidak langsung akhirnya warga yang akhirnya terdampak, buktinya saat ini ada beberapa dari kami yang harus mengungsi,”

Yulian dalam keterangannya juga mengatakan jika KKB memaksa agar dilayani, beberapa warga harus menyerahkan babi dan bahan makanan. Hal tersebut dilakukan KKB bahkan dengan ancaman kekerasan menggunakan senjata.

“Benar kalau mereka minta dilayani, ada yang minta babi, ada yang minta bahan makanan. Kalau tidak dikasih mereka akan marah, kami juga takut karena mereka datang menggunakan senjata,”

Pasca aksi pembakaran yang dilakukan oleh KKB, disebutkan oleh Yulian bahwa ada ribuan warga dari empat distrik yang terdampak akhirnya harus menyelamatkan diri ke hutan. Tak hanya itu dirinya mengatakan bahwa beberapa keluarga mengungsi hingga ke perbatasan Papua Nugini.

“Karena merasa sangat takut lantaran KKB terus memaksa warga, akhirnya beberapa dari kami mulai meninggalkan kampung. Ada juga yang sampai ke perbatasan PNG. Total dari kekacauan yang diakibatkan KKB ini mungkin ada ribuan, paling banyak mereka pindah ke Oksibil (Ibukota Kabupaten),”

Sabtu, 23 Oktober 2021

Keluarga Sesalkan Adanya Orang Yang Memanfaatkan Kematian Sonny Paragey Untuk Kepentingan Kelompok Tertentu

wrtsh papua


Syaloom!

Tuhan Memberkati 

Mewakili keluarga dan warga kampung wogi, kami sangat sesalkan adanya orang yang memanfaatkan kematian saudara kami almarhum Sonny Paragey untuk kepentingan kelompok tertentu.

Bahwa saudara kami almarhum Sonny Paragey yang berasal dari kampung wogi Wamena telah dipanggil Tuhan karena sakit.

Almarhum Sonny sudah setahun ini menderita sakit, kami yang menjaga dan merawat kalau sedang sakit, hampir setahun ini badannya sangat turun, selama ini almarhum hanya berobat jalan saja dan tidak mau dirawat di rumah sakit.

Kami keluarga dikasih tau lewat orang-orang di kampung kalau Sonny meninggal karena diracun karena makan pisang goreng di pasar jibama, itu sama sekali tidak benar. Kami dari keluarga tegaskan bahwa Sonny meninggal karena sakit.

Kepada pihak-pihak lain, kami minta jangan manfaatkan kematian Sonny untuk membuat isu-isu yang bisa menimbulkan kekacauan. Sonny selama ini sudah menderita karena sakit, jangan ditambah lagi dengan kebohongan-kebohongan atas kematiannya.

Ingat, Alkitab mencatat bahwa Ayub Pernah mengalami hal yang sama seperti saudara kami almarhum Sonny Paragey ini, namun Ayub tidak mengeluh dan bahkan tidak pernah menyebar kebohongan kepada orang lain untuk menciptakan saling membenci antara satu sama lain namun Ayub hanya berkata, “ Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan ! “ (Ayub 1: 21 b).

Atas nama keluarga kami sampaikan duka atas terpanggilnya Sonny Paragey.

Tuhan Memberkati

Terima kasih

Pendekatan Kemanusiaan bagi Papua, Bukan Lewat Jalur Politik

wrtsh papua


Permasalahan di Papua kerap terjadi lantaran aksi provokasi, hal tersebut diungkapkan salah seorang tokoh senior Papua, Agustinus R yang menyatakan jika penyelesaian konflik selalu terhalang kepentingan kelompok pemberontak anti pemerintah. (23/10)

Menurut Agustinus permasalah pokok di Papua selalu dihambat dengan narasi-narasi terkait rasisme dan tudingan pelanggaran HAM.

“Setiap ada permasalahan itu pasti ada juga narasi terkait rasisme atau pelanggaran HAM. Apa yang terjadi itu karena ulah para pemberontak. Akhirnya penyelesaiannya terus terhambat,”

Agustinus menambahkan jika kelompok pemberontak hanya memanfaatkan situasi untuk mendukung kepentingannya dalam upaya memisahkan Papua dari NKRI.

“Itu saja yang sebenarnya mereka bisa, membangun konflik, menciptakan permusuhan. Tujuannya untuk memisahkan Papua dari NKRI. Padahal sekarang orang Papua sudah mulai sadar jika mereka hanya dimanfaatkan,”

Menolak klaim penyelesaian kasus di Papua melalui jalur politik, Agustinus mengatakan jika nilai-nilai luhur Papua harus lebih dikedepankan. Hal tersebut yang mendorong pernyataannya untuk lebih memilih pendekatan kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik yang terjadi.

“Jangan setaiap yang terjadi dipolitisasi, apalagi muara dari penyelesaian konflik lewat jalur politisasi itu bisa dipastikan penuh dengan kepentingan. Itu tidak akan menyelesaikan masalah, Papua punya nilai luhur, itu yang seharusnya dilakukan,”

Terkait upaya penyelesaian konflik di Papua dengan pendekatan kemanusiaan, Agustinus mengatakan bahwa harus dilakukan dengan dasar pendidikan yang matang. Oleh sebab itu dirinya sangat mengapresiasi atas kemauan orang Papua yang belajar di luar provinsi. Namun ada beberapa hal yang akhirnya dikritisinya terkait hal tersebut.

“Bagus memang jika ada orang Papua yang belajar di luar daerah, tetapi yang perju jadi perhatian adalah bagaimana mengakomodir para mahasiswa/pelajar ketika berada di perantauan. Fungsi asrama mahasiswa yang dibangun oleh pemerintah itu harus diperhatian dengan baik,”

Agustinus dalam keterangannya mengatakan telah ada beberapa permasalahan baru yang terjadi akibat mahasiswa Papua tidak mendapat pendampingan yang tepat ketika menempuh pendidikan di luar daerahnya.

“Jangan sampai asrama yang dibangun malah digunakan untuk hal-hal yang menyimpang, karena sudah banyak kasusnya. Asrama yang seharusnya menjadi sarana dukungan untuk belajar, malah digunakan untuk hal lain yang sifatnya memberontak dan melawan negara,”

Jumat, 15 Oktober 2021

Bicara Soal Smelter Baru PT Freeport, Jeffrey Bomanak Bermental Pengemis

wrtsh papua


Pernyataan Jeffrey Bomanak yang mengklaim diri sebagai Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia ditanggapi oleh salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa menyebutkan jika Jeffrey Bomanak adalah pribadi yang tidak terlalu pintar namun lancing memprovokasi rakyat Papua.

“Tidak perlu kita sibuk memikirkan apa yang disuarakan Jeffrey Bomanak. Dia hanya pandai memprovokasi namun tidak pernah sadar akan dirinya sendiri. Memangnya dia itu siapa? Orang perusahaan? Orang Freeport?”

“Yang dilakukan saat Ini semua berkaitan dengan pengembangan lini bisnis.Tidak ada yang salah karena negara punya berhak atas semua itu. Sedangkan Jeffrey Bomanak, dia hanya modal mengaku sebagai orang Papua. Sehingga aksi-aksinya ya hanya berkutat pada provokasi,”

Korwa juga mengaku tergelitik dengan pernyataan Jeffrey menyinggung keberadaan Papua yang seolah hanya dimanfaatkan untuk memberi makan rakyat di seluruh Indonesia. Hal tersebut dianggap keliru dan justru semakin memperlihatkan kebodohannya. Korwa juga menjelaskan jika ada kecenderungan berpikir masyarakat di Papua yang kerap terbuai dengan urusan ganti rugi dan berkaitan dengan nilai uang.

“Keliru, tidak ada satupun orang di negara ini yang mendapatkan uang secara cuma-cuma. Pernyataan Jeffrey ini memang tidak asing, seperti penyakit lama yang masih tertinggal di Papua. Contohnya kasus pemalangan, hak ulayat, seolah permasalahan itu harus diselesaikan dengan uang. Meski tidak sepenuhnya salah, menurut saya terkadang ada ketidak rasionalan disana,”

Korwa menegaskan jika mental budak dan mengemis harus dihilangkan dari Papua. Hukum timbal balik dalam urusan bekerja sehingga mendapatkan upah bekerja berupa gaji harus dipahami dalam era saat ini.

“Jeffrey dia masih bermental pengemis. Kalau mau punya uang, ya harus bekerja. Selama ini yang lakukannya untuk mendapat uang adalah dari cara meminta-minta, atau bahkan menipu dan merampok. Ini saya bicara fakta, belum lama ini nama Jeffrey Bomanak dikaitkan dengan aksi perampokan,”

Korwa menambahkan jika tipikal orang seperti Jeffrey Bomanak yang sempit pemikirannya namun memaksa pintar dan merasa paling bisa telah membuat Papua sulit untuk berkembang. Korwa juga menyindir Jeffrey yang bahkan belum pernah melihat Kota Gresik, menurutnya ada beberapa faktor utama yang menguntungkan terkait pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.

“Saya pingin tahu apakah Jeffrey sudah pernah ke Gresik atau belum. Sebab secara demografis, Kota Gresik yang memang dikhususkan sebagai kawasan industri untuk menopang ekonomi nasional memiliki beberapa faktor penunjang yang mumpuni. Salah satunya adalah keberadaan Pelabuhan tersibuk Tanjung Perak, yang letaknya tidak jauh dari Gresik,”

Korwa dalam akhir penyampaiannya justru bergurau menyarankan Jeffrey Bomanak agar kembali mempelajari ilmu pengetahuan secara lebih mendalam. Menurutnya belajar dan memperluas pengetahuan lebih diperlukan oleh Jeffrey saat ini. Sebab Korwa menilai jika Jeffrey Bomanak masih terbelenggu dengan kebodohan.

Jumat, 08 Oktober 2021

PON Diapresiasi Dunia Internasional, Fakta Papua Wilayah Aman dan Damai

wrtsh papua


Tak hanya jagad nasional, apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) muncul dari dunia internasional. Hal tersebut dianggap telah membuka mata dunia bahwa Papua berhasil mencatatkan kemajuan yang pesat.

“Saya mendapatkan banyak pesan selamat atas terselenggaranya PON di Papua, mereka adalah para kolega dan tokoh besar dari sejumlah negara sahabat. Ini adalah keberhasilan kita semua sebagai bangsa Indonesia yang patut disyukuri,” ungkap Mahfud md, Menko Polhukam RI.

Terselenggaranya PON yang digelar di 4 kota/kabupaten tersebut secara tidak langsung telah mematahkan stigma negative tentang situasi keamanan di Provinsi Papua.

“PON membuktikan bagaimana Papua itu wilayah yang tidak jauh berbeda dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia, tentang Papua yang tidak aman, terbukti sampai saat ini hal itu sama sekali tidak terjadi,” 

Gemerlap PON juga nampak dari keterlibatan masyarakat dalam memeriahkan event olahraga tingat nasional tersebut. Ribuan relawan hadir membantu jalannya acara, ditambah masyarakat asli Papua yang terkaryakan untuk bisa memperkenalkan produk lokal, ataupun bagi masyarakat lainnya yang selalu memadati tempat-tempat pertandingan.

“Saya saksikan sendiri bagaimana PON ini membawa pengaruh baik bagi Papua dan seluruh masyarakatnya. Ini adalah event yang sangat memberi pengaruh baik untuk Papua saat ini, dan untuk Papua dimasa yang akan datang,” ujar Agustinus R sebagai tokoh senior.

Anggota KNPB Beberkan Aksi Terselubung Agus Kossay Usik PON Papua

wrtsh papua


Perhelatan event akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke dua puluh yang diselenggarakan di Papua menuai banyak pujian dari seluruh Indonesia. Meski demikian salah seorang anggota KNPB membocorkan sejumlah sisasat dari kelompoknya untuk mengganggu pelaksanaan PON.

“KNPB punya agenda lain karena PON ini berjalan, mereka (petinggi-petinggi) merasa kalau PON ini memang menjadi ancaman, khawatir kalau perjuangan menjadi terkikis,”

AK sebagai salah seorang anggota KNPB Numbay dalam keterangannya mengatakan jika rencana tersebut diminta langsung oleh Ketua Umum Pusat Agus Kossay. Dirinya juga mengaku sudah dilakukan serangkaian pertemuan membahas aksi tersebut.

Meski sebelumnya banyak ditemukan pernyataan Agus Kossay yang tidak mau mengganggu jalannya PON, namun dalam kenyataannya semua terbalik. AK menduga hal tersebut sebagai upaya Agus Kossay agar tidak terlalu mengundang perhatian.

“Sudah beberapa kali Ketua melakukan pertemuan untuk membahas agenda ini. Jadi apa yang sebelumnya banyak dipublikasi media itu tidak semuanya benar. Ketua menyembunyikan poin-poin lainnya agar tidak menarik perhatian,”

AK bahkan mengaku jika ada kemungkinan Agus Kossay dan KNPB akan turut melibatkan kelompok bersenjata dalam melancarkan aksinya.

“Mungkin Agus Kossay merasa kalau suaranya tidak cukup didengar, makanya dia minta bantuan juga ke TPNPB. Menurut saya hal-hal semacam ini yang tidak boleh terjadi karena melenceng dari misi organisasi yang menjunjung tinggi kedamaian,”

Atas ramainya kabar dan rencana yang dilakukan oleh Agus Kossay dengan membawa nama KNPB, dirinya mengaku khawatir jika nama baik KNPB justru rusak dan akhirnya dicap sebagai organisasi pemberontak. Jika hal tersebut benar terjadi, maka agenda KNPB secara menyeluruh akan terganggu dan tidak bisa berjalan dengan baik.

Kamis, 07 Oktober 2021

Netizen Berdoa Untuk Victor Yeimo “Lekas Membaik dan Sadar Untuk Melayani Tuhan"

wrtsh papua


Netizen mendoakan kesembuhan juru bicara internasional KNPB (Komite Nasional Papua Barat), Victor Yeimo pada Rabu (6/10/2021) kemarin. Victor saat ini masih menjalani proses perawatan di Rumah Sakit Jayapura.

”Bapa yang Kami Sembah di Dalam Nama Tuhan Yesus, Kami juga Mendoakan Sodara Kami Victor Yeimo agar Beliau dapat Kembali ke Jalan yang Benar serta Beriman KepadaMu dan MelayaniMu dengan Hati yang Baru untuk Menjadi Pemuda Papua yang Baik kepada Bangsa Indonesia terlebih Khusus Tanah Papua.*

Itulah salah satu doa yang sampaikan oleh netizen melalui akun facebooknya (@Maria) untuk Viktor Yeimo. “Mendengar kabar Victor Yeimo, @Maria mengajak mari kita doakan beliau lekas sembuh.,” tulis Maria lewat akun @Maria.

Selain akun @maria, akun @Nugroho juga ikut memberikan doa untuk kesembuhan Victor Yeimo “Tuhan di Saat ini Saudara Kami Viktor Yeimo sedang sakit, Berikan dia kesembuhan dan Kesehatan.”

Inilah Doa lengkap untuk Victor Yeimo yang disampaikan oleh Maria:

"Selamat Pagi, Tuhan Yesus

Kembali Lagi Kami Anak-anakMu ke HadapanMu seraya Mengucap Syukur dan Berterima Kasih atas Berkat Anugrah dan PenyertaanMu, Engkau masih Berada Bersama-sama dengan Kami Hingga Saat Ini Bapa.

Bapa yang Kami Sembah didalam Nama Tuhan Yesus, Bapa di Saat ini Kami Mendoakan Saudara Kami Viktor Yeimo yang mengalami sakit penyakit, Bapa Engkau Tuntun dan Angkat Segala Penyakit serta Berikan dia kesembuhan dan Kesehatan serta Umur yang Panjang sehingga kita dapat bertemu kembali dengan Saudara Kami, Viktor Yeimo Bapa.

Bapa, Kami juga Mendoakan Sodara Kami Victor Yeimo agar Beliau dapat Kembali ke Jalan yang Benar serta Beriman KepadaMu dan MelayaniMu dengan Hati yang Baru untuk Menjadi Pemuda Papua yang Baik kepada Bangsa Indonesia terlebih Khusus Tanah Papua.

Bapa Yang Baik, Saat ini Kami serahkan Seluruh Permohonan Kami kepadaMu, biarkan Engkau yang bekerja Seturut dengan KehendakMu Saja Bapa, Hanya ini Doa dan Ungkapan Syukur Kami, Ampuni Salah dan Dosa Kami, Baik Dosa Pikiran, Perkataan Maupun Perbuatan.

Terima Kasih Tuhan Yesus

AMIN."

PON Berhasil Menunjang Aspek Pembangunan di Papua Meski Kelompok Separatis Masih Menutup Diri

wrtsh papua


Kesuksesan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak bisa membuka mata kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme. Tokoh senior Papua, Franz Korwa mengungkapkan jika kelompok tersebut hanya bisa menolak tanpa tahu dampak baik yang sedang dirasakan masyarakat Papua. (7/10)

“Kelompok seperti KNPB, ULMWP, dan seluruh bagian separatis itu tidak bisa berbuat banyak dengan suksesnya PON. Mereka hanya bisa menolak, padahal dibalik PON ini ada dampak baik bagi masyarakat Papua,”

Korwa menjelaskan jika aksi penolakan PON hanya sebuah propaganda murahan yang dilakukan kelompok separatis. Sebab masyarakat di Papua justru mengaku merasa senang dengan adanya event PON tersebut.

“Itu hanya cara mereka saja, propaganda murahan. Kita bisa lihat sendiri bagaimana masyarakat secara merasa terkesan dengan event seperti PON ini. Semuanya larut dalam kebahagiaan. Mereka ada yang berjualan, ada yang menjadi relawan, ada juga yang antusias untuk menonton setiap pertandingan,”

Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth menyebutkan jika masyarakat Papua antusias menyambut PON ke dua puluh. Sebab, pesta olahraga antar 34 provinsi di Indonesia itu bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia.

"Respon masyarakat baik. Antusias menyambut PON ini. Acara sebesar ini tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia,”

PON terbukti mampu menarik perhatian masyarakat di seluruh Indonesia, hal tersebut juga terlihat dari hadirnya berbagai sektor bisnis dan industri dalam peranan mendukung kesuksesasan PON.

“Terkait penyelenggaraan PON, mulai tercatat perusahaan bidang transportasi, industri kesehatan, bahkan perusahaan skala nasional hadir di Papua. Ini adalah kabar baik untuk menunjang segala aspek. Hal-hal semacam ini yang harus dilihat dengan sudut pandang objektif,”

Senin, 04 Oktober 2021

Tokoh Pegubin Kutuk Lamek Taplo, Keberadaannya Harus Cepat Dibasmi

wrtsh papua


Intensitas aksi kekerasan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang telah meningkat. Melihat tak sedikitnya korban terus berjatuhan, menurut salah seorang tokoh setempat, Seni Uopdana menilai jika aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) harus segera diatasi. (4/10)

Uopdana dalam keterangannya mengatakan jika aksi-aksi biadab yang terus dilakukan oleh KKB tidak kunjung direspon cepat oleh aparat keamanan yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang, dirinya khawatir konflik akan terus meluas dan dampak yang ditimbulkan juga semakin besar.

“Saya sangat berduka dengan kabar akhir-akhir ini yang terjadi di Pegunungan Bintang. Memang kelompok bersenjata itu sudah membuat kacau situasi disini. Makanya saya berusaha membuka forum, dan meminta kepada aparat keamanan agar bisa segera bertindak,”

“Peristiwa hitam seperti sekarang ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena ada banyak nyawa yang akhirnya terancam. Saya takut kebiadaban KKB akan meluas,”

Uopdana juga menyebutkan jika keberadaan Lamek Alipki Taplo sebagai pemimpin gerakan separatis di wilayah Pegunungan Bintang telah meracuni moral dan pemikiran anak-anak muda. Lamek Taplo dianggap sudah memberi pengaruh buruk.

“Kerugian yang ditimbulkan dari kelompok separatis itu bukan hanya dari ancaman kekerasan, tapi dia dan kelompoknya juga akan merukan pikiran generasi penerus Papua terutama yang berada di Pegunungan Bintang,”

Atas dasar tersebut, Seni Uopdana tegas mengutuk keberadaan Lamek Alipki Taplo dan para kelompoknya. Dirinya mengatakan jika aksi yang dilakukan kelompok tersebut telah diluar batas nilai kemanusiaan dan melanggar ajaran adat dari para leluhur.

“Terkutuk Lamek Taplo bersama kelompoknya. Mereka sudah melakukan aksi biadab yang tak berperi kemanusiaan dan sudah melanggar adat leluhur. Tidak ada ampun baginya, kutukan itu akan segera datang,”

Penyerangan Puskesmas di Kiwirok Mencirikan Gerakan Terorisme

wrtsh papua


Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) angkat bicara menanggapi aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

Menurut Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey, kekerasan KKB terhadap petugas kesehatan di Kabupaten Kiwirok melanggar hak asasi manusia. Frits bahkan menyebut kekerasan yang dilakukan KKB itu termasuk aksi teroris.

“Meskipun Komnas HAM keberatan dengan pelabelan teroris terhadap OPM, tindakan berupa pembunuhan terhadap tenaga kesejatan tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kelompok yang bercirikan teroris,”

Pola yang digunakan KKB disebutkan sama dengan aksi di Kabupaten Nduga pada bulan April lalu, dalam aksi penyerangan tersebut KKB melakukan kekerasan terhadap guru pendidik. Komnas HAM Papua menyerukan kutukan keras atas aksi yang dilakukan KKB terhadap pekerja kemanusiaan.

Menurutnya, organisasi separatisme di Papua saat ini terfragmentasi menjadi tiga kelompok besar. Yakni, kelompok sipil bersenjata, kelompok yang dipelihara oleh korporasi dan kelompok yang memperjuangkan suksesi politik.

“Saat ini gerakan yang dilakukan oleh KKB memiliki pola baru yang menyasar warga sipil, ini dampak dari terfragmentasinya tiga organisasi searatis. Masing-masing dari mereka memiliki cara pandang yang tentu sudah berbeda juga,”

Komnas HAM mengaku jika penyerangan di Kiwirok yang menyasar warga sipil terlebih sebagai petugas kesehatan adalah kasus yang terakhir kali ditangani. menurut Komnas HAM, tindakan tersebut telah memenuhi unsur pelanggaran HAM, mengacu pada UU Nomor 39 Pasal 1 angka 1.

“Tindakan ini telah menghilangkan rasa aman, hak hidup dan merupakan tindakan penyerangan langsung terhadap tenaga Kesehatan,”

 Hal senada diungkapkan Staf Ahli Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr Sri Yunanto. Ia mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Menurutnya, tindakan KKB sudah masuk kriteria terorisme. Secara teori, suatu kelompok dikategorikan sebagai kelompok teroris jika memenuhi beberapa indikator.

“Artinya, menggunakan kekerasan sebagai strategi utama, menolak negosiasi, menyebarkan teror dan propaganda palsu, serta menyerang warga sipil. Berdasarkan indikator tersebut, OPM Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dapat dikategorikan sebagai kelompok teroris karena dilihat dari gerakannya menyerang warga sipil, menolak proses dialog, merusak objek vital publik dan menimbulkan ketakutan,”

Sri mengatakan pemerintah telah memprioritaskan dialog untuk menyelesaikan masalah di Papua. Pendekatan penanganan KKB di era reformasi jauh lebih baik dibandingkan era orde baru. Terlebih, otonomi khusus sebagai solusi permasalahan politik di Papua telah memberikan banyak manfaat.

Minggu, 03 Oktober 2021

Pentingnya dan Manfaat dari PON XX Bagi Masyarakat Papua

wrtsh papua


KNPB dan Orang Tak Berakal Harus Tau!

Beberapa hari sebelum pelasanaan PON XX Papua di Gelar, ada perntanyaan dari beberapa pihak terkait manfaat dan pentingnya kegiatan “Pesta Rakyat PON” ini dilasanakan di Papua, seperti kelompok Komite Nasional Papua Barat dan TPNPB-OPM.

”Saya mau kasih tau buat mereka-mereka yang tidak dapat melihat/menilai karena buta huruf dan hilang akalnya terkait manfaat PON XX bagi orang Papua”

Sebelumnya saya mau tanya juga ke mereka, apa pentingnya PON XX di Papua bagi KNPB dan TPNPB?

Kalau tidak penting kenapa KNPB dan TPNPB berencana mengganggu atau menggagalkan PON!, jadi stop dan hentikan provokasi-provokasi melalui medsos.

Ini adalah “PESTA RAKYAT INDONESIA” semua warga mulai dari aceh sampai papua ada mengikuti kegiatan ini, bahkan demi kenyamanan dan kedamaian pesta ini pasukan-pasukan pun diturunkan untuk menjaga keselamatan para peserta yang hadir.

Tidak berbeda dengan PESTA RAKYAT INTERNASIONAL seperti Sea Game, Olimpiade dan lain-lain semuanya menurunkan aparat keamanan, bahkan pasukan khususpun ikut disiagakan. Jadi kalau KNPB dan TPNPB atau OPM yang otaknya ingin mengganggu PON maka akan berhadapan dengan ribuan pasukan yang sudah disiagakan.

Seperti yang saya sampaikan diatas sebelumnya, bahwa poin-poin penting dan beberapa manfaat dari PON XX Papua yaitu Meningkatkan rasa persaudaraan yang Pancasilais dari Aceh sampai Papua, karena berkumpulnya masyarakat seluruh indonesia akan dapat menemukan saudara baru dan keluarga baru dalam konteks NKRI.

Memiliki kunjungan wisata dan peningkatan ekonomi yang kreatif dengan memperkenalkan budaya bumi cenderawasih dan tak kalah hebat lagi menjadi sorotan nasional, semua kosentrasi akan ke Papua.

Dari dua penyampaian diatas, sangat luas manfaatnya jika dilihat dengan akal yang sehat dan pikiran positif. Kalau menggunakan kaca mata atau sudut pandang KNPB dan TPNPB maka tidak akan menemukan manfaatnya karena mereka dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NKRI “TIDAK MEMILIKI AKAL” atau ”SUDAH HILANG AKALNYA”.

Ayo saudara-saudara..! saya mengajak kita gunakan akal sehat dan pola pikir yang baik untuk mendapatkan berkat dari PON XX Papua, gunakan kemampuan dan talenta kita untuk mendapatkan manfaatnya, jangan sampai Ketika PON berlalu kita tidak merasakan apa-apa, itu sama saja dengan kelompok yang “Tidak Berakal”.

Terima kasih

Salam Akal Sehat

Frederick Angguhatu (Pegiat PON)

03/10/2021

Sabtu, 02 Oktober 2021

Hanya Orang Waras Yang Mampu Melihat Manfaat PON Papua, Bukan Orang Yang Hilang Akal

wrtsh papua


Pekan Olah Raga Nasional (PON) Papua hari ini dibuka oleh Presiden Jokowi, walaupun dilakukan ditengah pandemi covid-19, bagi orang Papua ini adalah wujud kepercayaan pemerintah pusat yang harus dijaga.

"Suksesnya PON XX akan memberi manfaat bagi orang Papua itu sendiri, terutama bagi orang-orang yang berpikiran waras"

Pemanfaatan yang didapat antara lain seperti peningkatan SDM, artinya mereka yang terlibat dalam penyelenggara harus punya kualitas sesuai kemampuan di bidangnya.

Dan orang-orang yang bisa mendapatkan atau menilai manfaat dari hadirnya PON di Papua hanya orang-orang yang waras saja (bukan orang yang akalnya sudah hilang).

Orang-orang yang hilang/habis akal seperti KNPB atau TPNPB OPM tidak akan pernah mampu untuk merasakan atau mendapatkan manfaat dari hadirnya PON XX di Papua, karena otak mereka hanya dipakai untuk pikiran kotor saja.

Mengganggu, merusak, menggagalkan PON itulah yang ada didalam otak dan pikiran Agus Kossay, Ones Suhuniap dan kelompoknya, mereka tidak bisa melihat berkat dari Tuhan yang diberikan lewat Pesta Rakyat ini.

Indikasi-indikasi otak kotor KNPB sudah terlihat, seperti tertangkapnya anggota KNPB yang bekerjasama mendistribusikan senjata ilegal di pegunungan bintang, berdasarkan release Polda Papua terungkap KNPB berencana mengacaukan PON Papua.

Ini akan menjadi bukti, ketika ada kekacauan pada keberlangsungan PON, maka tuduhan itu sudah jelas mengarah kepada KNPB dan TPNPB OPM nantinya.

"Sepertinya ancaman yang disampaikan oleh Jefry Pagawak selaku ketua Organisasi Papua Merdeka, yang mengancam Presiden Jokowi jika datang ke Papua"

Selanjutnya, Selain peningkatan SDM pelibatan wirausaha muda Papua yang memiliki produk yang relevan dengan PON akan menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat Papua.

Dampak ekonominya yaitu kegiatan jual beli barang dan jasa yang dimiliki akan merangsang roda bisnis masyarakat sekitar yang akan bertumbuh lebih besar lagi.

"Mereka akan mengiklankan komoditas lokal seperti kopi, coklat, kerajinan lokal dan juga tempat wisata"

Semuanya tentu mendatangkan manfaat, namun tidak bagi mereka-mereka yang akalnya sudah hilang yang terus dan selalu saja menuebarkan opini miring dan hoax, (itulah KNPB yang sudah tidak punya akal).

Jadi, kalau ada yang tidak memdapatkan manfaat dari PON ini, mereka bagian dari KNPB. Jangan bodoh! tolong gunakan otak dan pikiran yang positif.

Salam Sehat, Salam Orang Waras

Fernando Maubedari (mahasiswa Papua)

Oktober, 2/2021

Jumat, 01 Oktober 2021

Manfaat Dan Keuntungan PON XX Bagi OAP Apa?

wrtsh papua


Merespon Tanggapan Ones Suhuniap

Bagi orang papua kehadiran Pekan Olah Raga Nasional di Papua sangat disambut baik kecuali bagi orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah seperti kelompok KNPB dan TPNPB-OPM, kelompok inilah yang selalu menciptakan gangguan serta penyebaraan Hoax terkait PON.

“Seperti yang kita ketahui release dari Polda Papua bahwa ada indikasi kelompok ini mengganggu berjalannya PON.”

Bertolak belakang dengan masyarakat papua pada umumnya mereka merasakan manfaat dari PON tersebut. Mulai dari banyak fasilitas olahraga baru yang dibangun, hingga publikasi gratis terhadap keindahan Papua. Sehingga Bumi Cendrawasih makin dikenal oleh netizen di seluruh dunia.

”Bahkan masyarakat dapat berkesempatan memperkenalkan budaya-budaya dan pariwisata yang ada di Papua”

Menanggapi pernyataan Ones Suhuniap selaku juru bicara knpb terkait apa manfaat PON di Papua? Perlu saya sejaskan bahwa yang pertama adalah anda (Ones Suhuniap) tidak ada urusan dengan PON, tetapi mengapa anda (KNPB) mencoba mengganggu berjalannya PON!

Kedua, anda hanya membangun opini dari sudut pandang anda sendiri sebagai kelompok yang melawan pemerintah, kalau anda menyadari bahwa PON tidak ada urusan dengannya anda, maka saya minta tutup mulut saja dan stop bangun provokasi serta hoax di media.

Saya sampaikan bahwa PON adalah Pesta Rakyat Yang Perlu Diamankan demi berlangsungnya PON yang nyaman, kehadiran aparat keamanan dipertaruhkan hanya untuk menjaga marwah dan martabat orang papua sebagai tuan rumah.

“Dimana-mana pelaksanaan PON sebelumnya pasti diamankan dengan melibatkan pasukan baik dari TNI maupun Polri, bahkan Asian Game pun lebih lebih extra lagi yang melibatkan pasukan-pasukan khusus yang jumlahnya beribu-ribu, tujuannya hanya untuk menjaga martabat sebagai tuan rumah dan menjaga keamanan dari adanya gangguan-gangguan keamanan.”

Ini perlu dipahami untuk kita semua, terutama Ones Suhuniap (KNPB) dan kelompok-kelompok ataupun oknum yang berseberangan dengan NKRI, bahwa PON bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran baik saja, tidak bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran kotor.

“Salam Cerdas Untuk KNPB”

Johan Rumbino (Pengamat Papua)

Jumat, 01/10/21