Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Oktober 2021

Bicara Soal Smelter Baru PT Freeport, Jeffrey Bomanak Bermental Pengemis

wrtsh papua


Pernyataan Jeffrey Bomanak yang mengklaim diri sebagai Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia ditanggapi oleh salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa menyebutkan jika Jeffrey Bomanak adalah pribadi yang tidak terlalu pintar namun lancing memprovokasi rakyat Papua.

“Tidak perlu kita sibuk memikirkan apa yang disuarakan Jeffrey Bomanak. Dia hanya pandai memprovokasi namun tidak pernah sadar akan dirinya sendiri. Memangnya dia itu siapa? Orang perusahaan? Orang Freeport?”

“Yang dilakukan saat Ini semua berkaitan dengan pengembangan lini bisnis.Tidak ada yang salah karena negara punya berhak atas semua itu. Sedangkan Jeffrey Bomanak, dia hanya modal mengaku sebagai orang Papua. Sehingga aksi-aksinya ya hanya berkutat pada provokasi,”

Korwa juga mengaku tergelitik dengan pernyataan Jeffrey menyinggung keberadaan Papua yang seolah hanya dimanfaatkan untuk memberi makan rakyat di seluruh Indonesia. Hal tersebut dianggap keliru dan justru semakin memperlihatkan kebodohannya. Korwa juga menjelaskan jika ada kecenderungan berpikir masyarakat di Papua yang kerap terbuai dengan urusan ganti rugi dan berkaitan dengan nilai uang.

“Keliru, tidak ada satupun orang di negara ini yang mendapatkan uang secara cuma-cuma. Pernyataan Jeffrey ini memang tidak asing, seperti penyakit lama yang masih tertinggal di Papua. Contohnya kasus pemalangan, hak ulayat, seolah permasalahan itu harus diselesaikan dengan uang. Meski tidak sepenuhnya salah, menurut saya terkadang ada ketidak rasionalan disana,”

Korwa menegaskan jika mental budak dan mengemis harus dihilangkan dari Papua. Hukum timbal balik dalam urusan bekerja sehingga mendapatkan upah bekerja berupa gaji harus dipahami dalam era saat ini.

“Jeffrey dia masih bermental pengemis. Kalau mau punya uang, ya harus bekerja. Selama ini yang lakukannya untuk mendapat uang adalah dari cara meminta-minta, atau bahkan menipu dan merampok. Ini saya bicara fakta, belum lama ini nama Jeffrey Bomanak dikaitkan dengan aksi perampokan,”

Korwa menambahkan jika tipikal orang seperti Jeffrey Bomanak yang sempit pemikirannya namun memaksa pintar dan merasa paling bisa telah membuat Papua sulit untuk berkembang. Korwa juga menyindir Jeffrey yang bahkan belum pernah melihat Kota Gresik, menurutnya ada beberapa faktor utama yang menguntungkan terkait pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.

“Saya pingin tahu apakah Jeffrey sudah pernah ke Gresik atau belum. Sebab secara demografis, Kota Gresik yang memang dikhususkan sebagai kawasan industri untuk menopang ekonomi nasional memiliki beberapa faktor penunjang yang mumpuni. Salah satunya adalah keberadaan Pelabuhan tersibuk Tanjung Perak, yang letaknya tidak jauh dari Gresik,”

Korwa dalam akhir penyampaiannya justru bergurau menyarankan Jeffrey Bomanak agar kembali mempelajari ilmu pengetahuan secara lebih mendalam. Menurutnya belajar dan memperluas pengetahuan lebih diperlukan oleh Jeffrey saat ini. Sebab Korwa menilai jika Jeffrey Bomanak masih terbelenggu dengan kebodohan.

Jumat, 08 Oktober 2021

PON Diapresiasi Dunia Internasional, Fakta Papua Wilayah Aman dan Damai

wrtsh papua


Tak hanya jagad nasional, apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) muncul dari dunia internasional. Hal tersebut dianggap telah membuka mata dunia bahwa Papua berhasil mencatatkan kemajuan yang pesat.

“Saya mendapatkan banyak pesan selamat atas terselenggaranya PON di Papua, mereka adalah para kolega dan tokoh besar dari sejumlah negara sahabat. Ini adalah keberhasilan kita semua sebagai bangsa Indonesia yang patut disyukuri,” ungkap Mahfud md, Menko Polhukam RI.

Terselenggaranya PON yang digelar di 4 kota/kabupaten tersebut secara tidak langsung telah mematahkan stigma negative tentang situasi keamanan di Provinsi Papua.

“PON membuktikan bagaimana Papua itu wilayah yang tidak jauh berbeda dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia, tentang Papua yang tidak aman, terbukti sampai saat ini hal itu sama sekali tidak terjadi,” 

Gemerlap PON juga nampak dari keterlibatan masyarakat dalam memeriahkan event olahraga tingat nasional tersebut. Ribuan relawan hadir membantu jalannya acara, ditambah masyarakat asli Papua yang terkaryakan untuk bisa memperkenalkan produk lokal, ataupun bagi masyarakat lainnya yang selalu memadati tempat-tempat pertandingan.

“Saya saksikan sendiri bagaimana PON ini membawa pengaruh baik bagi Papua dan seluruh masyarakatnya. Ini adalah event yang sangat memberi pengaruh baik untuk Papua saat ini, dan untuk Papua dimasa yang akan datang,” ujar Agustinus R sebagai tokoh senior.

Anggota KNPB Beberkan Aksi Terselubung Agus Kossay Usik PON Papua

wrtsh papua


Perhelatan event akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke dua puluh yang diselenggarakan di Papua menuai banyak pujian dari seluruh Indonesia. Meski demikian salah seorang anggota KNPB membocorkan sejumlah sisasat dari kelompoknya untuk mengganggu pelaksanaan PON.

“KNPB punya agenda lain karena PON ini berjalan, mereka (petinggi-petinggi) merasa kalau PON ini memang menjadi ancaman, khawatir kalau perjuangan menjadi terkikis,”

AK sebagai salah seorang anggota KNPB Numbay dalam keterangannya mengatakan jika rencana tersebut diminta langsung oleh Ketua Umum Pusat Agus Kossay. Dirinya juga mengaku sudah dilakukan serangkaian pertemuan membahas aksi tersebut.

Meski sebelumnya banyak ditemukan pernyataan Agus Kossay yang tidak mau mengganggu jalannya PON, namun dalam kenyataannya semua terbalik. AK menduga hal tersebut sebagai upaya Agus Kossay agar tidak terlalu mengundang perhatian.

“Sudah beberapa kali Ketua melakukan pertemuan untuk membahas agenda ini. Jadi apa yang sebelumnya banyak dipublikasi media itu tidak semuanya benar. Ketua menyembunyikan poin-poin lainnya agar tidak menarik perhatian,”

AK bahkan mengaku jika ada kemungkinan Agus Kossay dan KNPB akan turut melibatkan kelompok bersenjata dalam melancarkan aksinya.

“Mungkin Agus Kossay merasa kalau suaranya tidak cukup didengar, makanya dia minta bantuan juga ke TPNPB. Menurut saya hal-hal semacam ini yang tidak boleh terjadi karena melenceng dari misi organisasi yang menjunjung tinggi kedamaian,”

Atas ramainya kabar dan rencana yang dilakukan oleh Agus Kossay dengan membawa nama KNPB, dirinya mengaku khawatir jika nama baik KNPB justru rusak dan akhirnya dicap sebagai organisasi pemberontak. Jika hal tersebut benar terjadi, maka agenda KNPB secara menyeluruh akan terganggu dan tidak bisa berjalan dengan baik.

Kamis, 07 Oktober 2021

Netizen Berdoa Untuk Victor Yeimo “Lekas Membaik dan Sadar Untuk Melayani Tuhan"

wrtsh papua


Netizen mendoakan kesembuhan juru bicara internasional KNPB (Komite Nasional Papua Barat), Victor Yeimo pada Rabu (6/10/2021) kemarin. Victor saat ini masih menjalani proses perawatan di Rumah Sakit Jayapura.

”Bapa yang Kami Sembah di Dalam Nama Tuhan Yesus, Kami juga Mendoakan Sodara Kami Victor Yeimo agar Beliau dapat Kembali ke Jalan yang Benar serta Beriman KepadaMu dan MelayaniMu dengan Hati yang Baru untuk Menjadi Pemuda Papua yang Baik kepada Bangsa Indonesia terlebih Khusus Tanah Papua.*

Itulah salah satu doa yang sampaikan oleh netizen melalui akun facebooknya (@Maria) untuk Viktor Yeimo. “Mendengar kabar Victor Yeimo, @Maria mengajak mari kita doakan beliau lekas sembuh.,” tulis Maria lewat akun @Maria.

Selain akun @maria, akun @Nugroho juga ikut memberikan doa untuk kesembuhan Victor Yeimo “Tuhan di Saat ini Saudara Kami Viktor Yeimo sedang sakit, Berikan dia kesembuhan dan Kesehatan.”

Inilah Doa lengkap untuk Victor Yeimo yang disampaikan oleh Maria:

"Selamat Pagi, Tuhan Yesus

Kembali Lagi Kami Anak-anakMu ke HadapanMu seraya Mengucap Syukur dan Berterima Kasih atas Berkat Anugrah dan PenyertaanMu, Engkau masih Berada Bersama-sama dengan Kami Hingga Saat Ini Bapa.

Bapa yang Kami Sembah didalam Nama Tuhan Yesus, Bapa di Saat ini Kami Mendoakan Saudara Kami Viktor Yeimo yang mengalami sakit penyakit, Bapa Engkau Tuntun dan Angkat Segala Penyakit serta Berikan dia kesembuhan dan Kesehatan serta Umur yang Panjang sehingga kita dapat bertemu kembali dengan Saudara Kami, Viktor Yeimo Bapa.

Bapa, Kami juga Mendoakan Sodara Kami Victor Yeimo agar Beliau dapat Kembali ke Jalan yang Benar serta Beriman KepadaMu dan MelayaniMu dengan Hati yang Baru untuk Menjadi Pemuda Papua yang Baik kepada Bangsa Indonesia terlebih Khusus Tanah Papua.

Bapa Yang Baik, Saat ini Kami serahkan Seluruh Permohonan Kami kepadaMu, biarkan Engkau yang bekerja Seturut dengan KehendakMu Saja Bapa, Hanya ini Doa dan Ungkapan Syukur Kami, Ampuni Salah dan Dosa Kami, Baik Dosa Pikiran, Perkataan Maupun Perbuatan.

Terima Kasih Tuhan Yesus

AMIN."

PON Berhasil Menunjang Aspek Pembangunan di Papua Meski Kelompok Separatis Masih Menutup Diri

wrtsh papua


Kesuksesan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak bisa membuka mata kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme. Tokoh senior Papua, Franz Korwa mengungkapkan jika kelompok tersebut hanya bisa menolak tanpa tahu dampak baik yang sedang dirasakan masyarakat Papua. (7/10)

“Kelompok seperti KNPB, ULMWP, dan seluruh bagian separatis itu tidak bisa berbuat banyak dengan suksesnya PON. Mereka hanya bisa menolak, padahal dibalik PON ini ada dampak baik bagi masyarakat Papua,”

Korwa menjelaskan jika aksi penolakan PON hanya sebuah propaganda murahan yang dilakukan kelompok separatis. Sebab masyarakat di Papua justru mengaku merasa senang dengan adanya event PON tersebut.

“Itu hanya cara mereka saja, propaganda murahan. Kita bisa lihat sendiri bagaimana masyarakat secara merasa terkesan dengan event seperti PON ini. Semuanya larut dalam kebahagiaan. Mereka ada yang berjualan, ada yang menjadi relawan, ada juga yang antusias untuk menonton setiap pertandingan,”

Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth menyebutkan jika masyarakat Papua antusias menyambut PON ke dua puluh. Sebab, pesta olahraga antar 34 provinsi di Indonesia itu bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia.

"Respon masyarakat baik. Antusias menyambut PON ini. Acara sebesar ini tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia,”

PON terbukti mampu menarik perhatian masyarakat di seluruh Indonesia, hal tersebut juga terlihat dari hadirnya berbagai sektor bisnis dan industri dalam peranan mendukung kesuksesasan PON.

“Terkait penyelenggaraan PON, mulai tercatat perusahaan bidang transportasi, industri kesehatan, bahkan perusahaan skala nasional hadir di Papua. Ini adalah kabar baik untuk menunjang segala aspek. Hal-hal semacam ini yang harus dilihat dengan sudut pandang objektif,”

Senin, 04 Oktober 2021

Tokoh Pegubin Kutuk Lamek Taplo, Keberadaannya Harus Cepat Dibasmi

wrtsh papua


Intensitas aksi kekerasan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang telah meningkat. Melihat tak sedikitnya korban terus berjatuhan, menurut salah seorang tokoh setempat, Seni Uopdana menilai jika aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) harus segera diatasi. (4/10)

Uopdana dalam keterangannya mengatakan jika aksi-aksi biadab yang terus dilakukan oleh KKB tidak kunjung direspon cepat oleh aparat keamanan yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang, dirinya khawatir konflik akan terus meluas dan dampak yang ditimbulkan juga semakin besar.

“Saya sangat berduka dengan kabar akhir-akhir ini yang terjadi di Pegunungan Bintang. Memang kelompok bersenjata itu sudah membuat kacau situasi disini. Makanya saya berusaha membuka forum, dan meminta kepada aparat keamanan agar bisa segera bertindak,”

“Peristiwa hitam seperti sekarang ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena ada banyak nyawa yang akhirnya terancam. Saya takut kebiadaban KKB akan meluas,”

Uopdana juga menyebutkan jika keberadaan Lamek Alipki Taplo sebagai pemimpin gerakan separatis di wilayah Pegunungan Bintang telah meracuni moral dan pemikiran anak-anak muda. Lamek Taplo dianggap sudah memberi pengaruh buruk.

“Kerugian yang ditimbulkan dari kelompok separatis itu bukan hanya dari ancaman kekerasan, tapi dia dan kelompoknya juga akan merukan pikiran generasi penerus Papua terutama yang berada di Pegunungan Bintang,”

Atas dasar tersebut, Seni Uopdana tegas mengutuk keberadaan Lamek Alipki Taplo dan para kelompoknya. Dirinya mengatakan jika aksi yang dilakukan kelompok tersebut telah diluar batas nilai kemanusiaan dan melanggar ajaran adat dari para leluhur.

“Terkutuk Lamek Taplo bersama kelompoknya. Mereka sudah melakukan aksi biadab yang tak berperi kemanusiaan dan sudah melanggar adat leluhur. Tidak ada ampun baginya, kutukan itu akan segera datang,”

Penyerangan Puskesmas di Kiwirok Mencirikan Gerakan Terorisme

wrtsh papua


Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) angkat bicara menanggapi aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

Menurut Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey, kekerasan KKB terhadap petugas kesehatan di Kabupaten Kiwirok melanggar hak asasi manusia. Frits bahkan menyebut kekerasan yang dilakukan KKB itu termasuk aksi teroris.

“Meskipun Komnas HAM keberatan dengan pelabelan teroris terhadap OPM, tindakan berupa pembunuhan terhadap tenaga kesejatan tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kelompok yang bercirikan teroris,”

Pola yang digunakan KKB disebutkan sama dengan aksi di Kabupaten Nduga pada bulan April lalu, dalam aksi penyerangan tersebut KKB melakukan kekerasan terhadap guru pendidik. Komnas HAM Papua menyerukan kutukan keras atas aksi yang dilakukan KKB terhadap pekerja kemanusiaan.

Menurutnya, organisasi separatisme di Papua saat ini terfragmentasi menjadi tiga kelompok besar. Yakni, kelompok sipil bersenjata, kelompok yang dipelihara oleh korporasi dan kelompok yang memperjuangkan suksesi politik.

“Saat ini gerakan yang dilakukan oleh KKB memiliki pola baru yang menyasar warga sipil, ini dampak dari terfragmentasinya tiga organisasi searatis. Masing-masing dari mereka memiliki cara pandang yang tentu sudah berbeda juga,”

Komnas HAM mengaku jika penyerangan di Kiwirok yang menyasar warga sipil terlebih sebagai petugas kesehatan adalah kasus yang terakhir kali ditangani. menurut Komnas HAM, tindakan tersebut telah memenuhi unsur pelanggaran HAM, mengacu pada UU Nomor 39 Pasal 1 angka 1.

“Tindakan ini telah menghilangkan rasa aman, hak hidup dan merupakan tindakan penyerangan langsung terhadap tenaga Kesehatan,”

 Hal senada diungkapkan Staf Ahli Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr Sri Yunanto. Ia mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Menurutnya, tindakan KKB sudah masuk kriteria terorisme. Secara teori, suatu kelompok dikategorikan sebagai kelompok teroris jika memenuhi beberapa indikator.

“Artinya, menggunakan kekerasan sebagai strategi utama, menolak negosiasi, menyebarkan teror dan propaganda palsu, serta menyerang warga sipil. Berdasarkan indikator tersebut, OPM Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dapat dikategorikan sebagai kelompok teroris karena dilihat dari gerakannya menyerang warga sipil, menolak proses dialog, merusak objek vital publik dan menimbulkan ketakutan,”

Sri mengatakan pemerintah telah memprioritaskan dialog untuk menyelesaikan masalah di Papua. Pendekatan penanganan KKB di era reformasi jauh lebih baik dibandingkan era orde baru. Terlebih, otonomi khusus sebagai solusi permasalahan politik di Papua telah memberikan banyak manfaat.

Minggu, 03 Oktober 2021

Pentingnya dan Manfaat dari PON XX Bagi Masyarakat Papua

wrtsh papua


KNPB dan Orang Tak Berakal Harus Tau!

Beberapa hari sebelum pelasanaan PON XX Papua di Gelar, ada perntanyaan dari beberapa pihak terkait manfaat dan pentingnya kegiatan “Pesta Rakyat PON” ini dilasanakan di Papua, seperti kelompok Komite Nasional Papua Barat dan TPNPB-OPM.

”Saya mau kasih tau buat mereka-mereka yang tidak dapat melihat/menilai karena buta huruf dan hilang akalnya terkait manfaat PON XX bagi orang Papua”

Sebelumnya saya mau tanya juga ke mereka, apa pentingnya PON XX di Papua bagi KNPB dan TPNPB?

Kalau tidak penting kenapa KNPB dan TPNPB berencana mengganggu atau menggagalkan PON!, jadi stop dan hentikan provokasi-provokasi melalui medsos.

Ini adalah “PESTA RAKYAT INDONESIA” semua warga mulai dari aceh sampai papua ada mengikuti kegiatan ini, bahkan demi kenyamanan dan kedamaian pesta ini pasukan-pasukan pun diturunkan untuk menjaga keselamatan para peserta yang hadir.

Tidak berbeda dengan PESTA RAKYAT INTERNASIONAL seperti Sea Game, Olimpiade dan lain-lain semuanya menurunkan aparat keamanan, bahkan pasukan khususpun ikut disiagakan. Jadi kalau KNPB dan TPNPB atau OPM yang otaknya ingin mengganggu PON maka akan berhadapan dengan ribuan pasukan yang sudah disiagakan.

Seperti yang saya sampaikan diatas sebelumnya, bahwa poin-poin penting dan beberapa manfaat dari PON XX Papua yaitu Meningkatkan rasa persaudaraan yang Pancasilais dari Aceh sampai Papua, karena berkumpulnya masyarakat seluruh indonesia akan dapat menemukan saudara baru dan keluarga baru dalam konteks NKRI.

Memiliki kunjungan wisata dan peningkatan ekonomi yang kreatif dengan memperkenalkan budaya bumi cenderawasih dan tak kalah hebat lagi menjadi sorotan nasional, semua kosentrasi akan ke Papua.

Dari dua penyampaian diatas, sangat luas manfaatnya jika dilihat dengan akal yang sehat dan pikiran positif. Kalau menggunakan kaca mata atau sudut pandang KNPB dan TPNPB maka tidak akan menemukan manfaatnya karena mereka dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NKRI “TIDAK MEMILIKI AKAL” atau ”SUDAH HILANG AKALNYA”.

Ayo saudara-saudara..! saya mengajak kita gunakan akal sehat dan pola pikir yang baik untuk mendapatkan berkat dari PON XX Papua, gunakan kemampuan dan talenta kita untuk mendapatkan manfaatnya, jangan sampai Ketika PON berlalu kita tidak merasakan apa-apa, itu sama saja dengan kelompok yang “Tidak Berakal”.

Terima kasih

Salam Akal Sehat

Frederick Angguhatu (Pegiat PON)

03/10/2021

Sabtu, 02 Oktober 2021

Hanya Orang Waras Yang Mampu Melihat Manfaat PON Papua, Bukan Orang Yang Hilang Akal

wrtsh papua


Pekan Olah Raga Nasional (PON) Papua hari ini dibuka oleh Presiden Jokowi, walaupun dilakukan ditengah pandemi covid-19, bagi orang Papua ini adalah wujud kepercayaan pemerintah pusat yang harus dijaga.

"Suksesnya PON XX akan memberi manfaat bagi orang Papua itu sendiri, terutama bagi orang-orang yang berpikiran waras"

Pemanfaatan yang didapat antara lain seperti peningkatan SDM, artinya mereka yang terlibat dalam penyelenggara harus punya kualitas sesuai kemampuan di bidangnya.

Dan orang-orang yang bisa mendapatkan atau menilai manfaat dari hadirnya PON di Papua hanya orang-orang yang waras saja (bukan orang yang akalnya sudah hilang).

Orang-orang yang hilang/habis akal seperti KNPB atau TPNPB OPM tidak akan pernah mampu untuk merasakan atau mendapatkan manfaat dari hadirnya PON XX di Papua, karena otak mereka hanya dipakai untuk pikiran kotor saja.

Mengganggu, merusak, menggagalkan PON itulah yang ada didalam otak dan pikiran Agus Kossay, Ones Suhuniap dan kelompoknya, mereka tidak bisa melihat berkat dari Tuhan yang diberikan lewat Pesta Rakyat ini.

Indikasi-indikasi otak kotor KNPB sudah terlihat, seperti tertangkapnya anggota KNPB yang bekerjasama mendistribusikan senjata ilegal di pegunungan bintang, berdasarkan release Polda Papua terungkap KNPB berencana mengacaukan PON Papua.

Ini akan menjadi bukti, ketika ada kekacauan pada keberlangsungan PON, maka tuduhan itu sudah jelas mengarah kepada KNPB dan TPNPB OPM nantinya.

"Sepertinya ancaman yang disampaikan oleh Jefry Pagawak selaku ketua Organisasi Papua Merdeka, yang mengancam Presiden Jokowi jika datang ke Papua"

Selanjutnya, Selain peningkatan SDM pelibatan wirausaha muda Papua yang memiliki produk yang relevan dengan PON akan menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat Papua.

Dampak ekonominya yaitu kegiatan jual beli barang dan jasa yang dimiliki akan merangsang roda bisnis masyarakat sekitar yang akan bertumbuh lebih besar lagi.

"Mereka akan mengiklankan komoditas lokal seperti kopi, coklat, kerajinan lokal dan juga tempat wisata"

Semuanya tentu mendatangkan manfaat, namun tidak bagi mereka-mereka yang akalnya sudah hilang yang terus dan selalu saja menuebarkan opini miring dan hoax, (itulah KNPB yang sudah tidak punya akal).

Jadi, kalau ada yang tidak memdapatkan manfaat dari PON ini, mereka bagian dari KNPB. Jangan bodoh! tolong gunakan otak dan pikiran yang positif.

Salam Sehat, Salam Orang Waras

Fernando Maubedari (mahasiswa Papua)

Oktober, 2/2021

Jumat, 01 Oktober 2021

Manfaat Dan Keuntungan PON XX Bagi OAP Apa?

wrtsh papua


Merespon Tanggapan Ones Suhuniap

Bagi orang papua kehadiran Pekan Olah Raga Nasional di Papua sangat disambut baik kecuali bagi orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah seperti kelompok KNPB dan TPNPB-OPM, kelompok inilah yang selalu menciptakan gangguan serta penyebaraan Hoax terkait PON.

“Seperti yang kita ketahui release dari Polda Papua bahwa ada indikasi kelompok ini mengganggu berjalannya PON.”

Bertolak belakang dengan masyarakat papua pada umumnya mereka merasakan manfaat dari PON tersebut. Mulai dari banyak fasilitas olahraga baru yang dibangun, hingga publikasi gratis terhadap keindahan Papua. Sehingga Bumi Cendrawasih makin dikenal oleh netizen di seluruh dunia.

”Bahkan masyarakat dapat berkesempatan memperkenalkan budaya-budaya dan pariwisata yang ada di Papua”

Menanggapi pernyataan Ones Suhuniap selaku juru bicara knpb terkait apa manfaat PON di Papua? Perlu saya sejaskan bahwa yang pertama adalah anda (Ones Suhuniap) tidak ada urusan dengan PON, tetapi mengapa anda (KNPB) mencoba mengganggu berjalannya PON!

Kedua, anda hanya membangun opini dari sudut pandang anda sendiri sebagai kelompok yang melawan pemerintah, kalau anda menyadari bahwa PON tidak ada urusan dengannya anda, maka saya minta tutup mulut saja dan stop bangun provokasi serta hoax di media.

Saya sampaikan bahwa PON adalah Pesta Rakyat Yang Perlu Diamankan demi berlangsungnya PON yang nyaman, kehadiran aparat keamanan dipertaruhkan hanya untuk menjaga marwah dan martabat orang papua sebagai tuan rumah.

“Dimana-mana pelaksanaan PON sebelumnya pasti diamankan dengan melibatkan pasukan baik dari TNI maupun Polri, bahkan Asian Game pun lebih lebih extra lagi yang melibatkan pasukan-pasukan khusus yang jumlahnya beribu-ribu, tujuannya hanya untuk menjaga martabat sebagai tuan rumah dan menjaga keamanan dari adanya gangguan-gangguan keamanan.”

Ini perlu dipahami untuk kita semua, terutama Ones Suhuniap (KNPB) dan kelompok-kelompok ataupun oknum yang berseberangan dengan NKRI, bahwa PON bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran baik saja, tidak bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran kotor.

“Salam Cerdas Untuk KNPB”

Johan Rumbino (Pengamat Papua)

Jumat, 01/10/21

Rabu, 29 September 2021

KKB Ngalum Kupel Kembali Bakar Bangunan di Pegunungan Bintang, Bupati Minta Aparat Keamanan Mengambil Tindakan Tegas

wrtsh papua


www.cnnindonesia.com

baca: KKB Bakar Bangunan Sekolah di Pegunungan Bintang

29/09/21 08:16

Setidaknya ada empat bangunan yang dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabuaten Pegunungan Bintang, Papua. Keempat bangunan berada di distrik Oklip.

"Pada hari Selasa tanggal 18 September 2021 pagi bertempat di Distrik Oklip Kabupaten Pegunungan Bintang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek taplo  kembali melakukan pembakaran beberapa bangunan-bangunan di sana," ungkap salah seorang warga.

Bupati Pegunungan Bintang Spey Yan Birdana ST, M.Si saat dikonfirmasi mengungkapnya kondisi Kabupaten Pegunungan Bintang sebelumnya sangat kondusif aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang dilakukan oleh kelompok KKB, sehingga Kabupaten Pegunungan Bintang seminggu ini mengalami gangguan kamtibmas.

“Sebelumnya Kabupaten ini sangat aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang mengakibatkan tenaga Kesehatan meninggal akibat dar penyerangan KKB, sehingga perlu dilakukan Tindakan yang tegas untuk memberikan rasa aman dan damai”

Lebih lanjut Bupati kata Bupati, dirinya meminta kepada Kapolda, Pangdam, Dandim,  dan seluruh jajaran Polres untuk mengambil Tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok-kelompok yang mengacaukan kabupaten pegunungan Bintang.

“Siapa yang bermain agar diambil dan diproses secara hukum, kita harus kembalikan lagi kabupaten pegunungan bintang menjadi kabupaten yang aman dan damai” tuturnya

Sabtu, 25 September 2021

KNPB Coba Ganggu PON Papua, “Mereka Berhadapan dengan Hukum”

wrtsh papua


Aksi-aksi gangguan keamanan di Papua sering terjadi akibat eksisnya kelompok separatis seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Oleh karena itu sejumlah tokoh meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing hasutan atau provokasi yang bersumber dari kelompok tersebut.

“KNPB jadi salah satu organisasi yang harus dilawan oleh orang Papua karena mereka selalu menimbulkan kekacauan. Mereka terus berusaha untuk mengganggu keamanan di Papua,” ungkap pengamat dan tokoh senior Papua Eli Huby.

Sebagai penduduk Wamena, Eli mengatakan jika kelompok seperti KNPB sudah menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama demi terciptanya keamanan yang kondusif. Terlebih KNPB memiliki basis anggota yang rentang usianya masih muda, sebab KNPB dinilai cukup aktif melakukan kaderisasi pada kelompok mahasiswa.

Eli menegaskan akan mendorong penolakan terhadap aksi dan ajakan dari KNPB dan mahasiswa eksodus, hal tersebut diungkapkannya melihat KNPB adalah otak dari kekacauan dan kerusuhan di Papua.

“Jangan pernah mudah terhasut dengan aksi yang disebarkan KNPB atau mahasiswa, kalau kita lihat kejadian tahun 2019 kemarin, itu seharusnya sudah bisa menyadarkan kita semua untuk tegas menolak kelompok ini,”

Eli menambahkan jika penyelenggaraan PON di Papua sebagai bentuk pertaruhan harga diri dan martabat orang Papua. Dirinya juga mengandaikan jika baik dan buruknya pelaksanaan PON akan berdampak bagi orang Papua sendiri.

“Kalau PON itu bisa berjalan baik, nanti orang Papua sendiri yang akan memetik buahnya. Momen ini bisa mendorong kegiatan masyarakat untuk menunjang kesejahteraannya nanti. Untuk itu kita harus mendukung PON ini agar aman dan damai,”

Eli lantas menegaskan kepada KNPB dan mahasiswa eksodus untuk tidak membuat kekacauan dalam pelaksanaan PON. Pihaknya juga memberi dukungan kepada aparat keamanan agar dapat membantu keberhasilan jalannya PON Papua.

“Jadi intinya kalau sudah ada yang mau mengacaukan, siap-siap saja mereka berhadapan dengan hukum. Ada ribuan tantara dan polisi yang sudah disiagakan untuk mendukung suksesnya PON ini. KNPB dan mahasiswa eksodus jangan buat gerakan tambahan,”

Selasa, 21 September 2021

Aktivis HAM Nasional Disindir karena Bungkam Soal Pembunuhan Nakes di Kiwirok

wrtsh papua


Pasca penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, banyak kalangan telah bersimpatik dan mengecam aksi biadab yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut.

Namun sangat disayangkan jika masih ada saja kelompok yang memilih bungkam karena menganggap hal itu sebagai tindak kejahatan biasa yang tidak menyangkut aksi pelanggaran HAM.

Ketua Umum Pemuda Adat Papua, Jan Chritian Arebo mengungkapkan jika permasalah di Kiwirok adalah sebuah bentuk kebiadaban yang telah melukai hati banyak orang. Terlebih menurutnya korban merupakan perempuan seorang tenaga Kesehatan.

“Kejadian itu adalah kebiadaban, tidak ada yang bisa dibenarkan. Kita semua tahu korbannya adalah seorang perempuan juga sebagai tenaga kesehatan, apalagi korban sudah mendedikasikan diri untuk mengabdi bagi masyarakat disana,”

Oleh sebab itu Arebo menegaskan jika tidak ada lagi bentuk toleransi yang bisa diberikan kepada KKB. Dirinya juga mempertayakan kembali para pegiat HAM yang beberapa waktu terakhir selalu menjual nama Papua. Hariz Azhar disebut sebagai aktivis Hak Asasi Manusia. Menurut Arebo, Hariz perlu mendapat kritik karena berstandar ganda dalam melihat kasus pelanggaran HAM di Papua.

“Kemarin dia teriak-teriak tentang HAM di papua, sekarang dengan kejadian di kiwirok tak sedikitpun saya dengar pernyataannya. Ini adalah kasus besar, masa seorang aktivis melewatkan peristiwa biadab yang dilakukan KKB ini,”

Arebo menegaskan tentang jiwa seorang aktivis adalah untuk membela setiap kebenaran, dan bukan sebagai upaya menciptakan pembenaran.

“Seorang aktivis mempunyai integritas yang tertanam dalam diri, bukan hasil dipengaruhi dan bukan atas kepentingan tertentu. Aktivis harus siap membela segala kebenaran, namun bukan untuk menciptakan sebuah pembenaran. Katakana salah jika itu memang salah. Jangan berkelik,”

Selain itu, Arebo seakan memberikan opsi terhadap Hariz Azhar terkait Papua, dirinya mengatakan jika Hariz tidak bisa memahami seluk-beluk permasalahan yang terjadi di Papua secara utuh, lebih baik sudahi berbiacra tentang Papua dan jangan pernah mau ikut campur.

“Atau mungkin kalau memang dia tidak paham situasi di Papua, yasudah, tinggalkan saja Papua sebagai fokusnya. Dia bisa bantu orang-orang ditempat lain yang masih membutuhkan suara seorang aktivis. Saya hanya khawatir, jika nanti ketika ada kasus lain dan dia tiba-tiba muncul kembali, tentu itu hanya akan memberi ketimpangan dalam opini,”

Senin, 20 September 2021

KKB Bunuh Nakes, Amnesti Internasional Indonesia Justru Permasalahkan Pendekatan Keamanan di Papua

wrtsh papua


Aksi penyerangan dan pembunuhan terhadap nakes di kiwirok membuka tabir dunia tentang kebiadaban KKB dalam melakukan aksi dan teror. Kecaman diketahui muncul dari kalangan masyarakat hingga organisasi ataupun Lembaga dan instansi.

Bahkan salah seorang pegiat HAM yang dikenal mendukung upaya pembebasan papua, Vernonica Koman mengecam aksi tersebut. Menurutnya tindakan biadab dengan melakukan pembunuhan terhadap warga sipil tidak bisa dibenarkan.

“Saya mengutuk keras aksi biadab KKB yang melakukan penyerangan ke Puskesmas Kiwirok hingga akhirnya memakan korban jiwa seorang perawat. Saya turut berduka atas peristiwa tersebut,”

Aksi-aksi KKB dalam melakukan teror bukan baru saat ini terjadi, dalam beberapa tahun silam eksistensi KKB selalu memakan korban dan masih menjadi momok bagi situasi keamanan. Menurut Sandi Simatupang sebagai praktisi hukum yang mengaku pernah melakukan observasi ke Nduga menyebutkan jika KKB selalu membuat kekacauan yang meresahkan untuk mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

Sandi mengatakan jika ada kecenderungan dari sejumlah elemen baik dalam tingkat keorganisasian masyarakat ataupun lembaga berbadan hukum yang secara sembunyi-sembunyi mendukung aksi separatisme di Papua.

“Seakan sudah menjadi rahasia umum, ya. Tentang bagaimana peran sejumlah organisasi atau lembaga di Papua yang menyembunyikan dukungan terhadap kelompok separatis. Ini menjadi PR besar bagi pemecahan masalah keamanan di Papua. Tentu hal semacam ini telah menyulitkan semua pihak untuk segera menuntaskannya, istilahnya musuh dalam selimut,”

Atas banyaknya kekerasan dan aksi biadab yang dilakukan oleh KKB, dirinya terus berupaya mendesak aparat keamanan agar segera melakukan tindakan tegas. Dirinya juga memperingatkan kepada lembaga yang sebelumnya kerap berkoar tentang keadilan dan hak asasi manusia untuk objektif dalam menilai sebuah kasus.

“Saya tidak mendengar ucapan bela sungkawa ataupun kecaman dari praktisi HAM terkait kasus di Kiwirok, sebagai orang yang menjunjung tinggi martabat manusia kalian jangan pernah menutup mata dan hati. Katakana salah jika itu salah,”

Secara terang Sandi juga mengkritik pernyataan Amnesti Internasional Indonesia yang meminta pendekatan keamanan dalam penanganan kasus Papua kembali ditinjau. Dirinya mengatakan jika pernyataan Amnesti Internasional Indonesia tidak tepat dalam melihat situasi yang ada saat ini.

“Saya kira tidak ada korelasi yang mendasar, jangan mulai beropini seolah mendukung separatisme. KKB adalah ancaman nyata, tidak akan ada ruang diskusi seperti yang mereka pikirkan. Saya juga keheranan bagaimana situasi perang di dalam hutan masih berharap aparat bisa melakukan penangkapan untuk diadili dalam peradilan umum,”

Sandi mengingatkan agar Amnesty Internasional Indonesia bisa lebih bijak menyikapi permasalahan teror bersenjata. Aparat keaman dikatakan Sandi juga memahami bagaimana penerapan dalam menghormati HAM, namun situasi dalam ancaman peluru tentu tidak semudah yang dipikirkan. Sandi lantas menjabarkan peristiwa penangkapan Senat Soll di Yahukimo pada 2 September 2021 lalu.

“Tentu saya hormati mereka sebagai lembaga HAM. Namun coba lebih pahami situasi di Papua, jangan hanya ikut campur saat terjadi peristiwa besar. terakhir seorang KKB Yahukimo ditangkap tanpa dibunuh, ini sudah mementahkan pernyataannya sebelumnya ya. Entah mereka tahu atau tidak tentang peristiwa itu,”

Ketua LMA Kabupaten Mappi Dukung Program Otsus dan Realisasi Pemekaran Papua Selatan

wrtsh papua


Pelaksanaan Otsus dan rencana pemerkaran Provinsi Papua Selatan mendapat dukungan dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mappi, Valentinus Tanggipaimu. Disampaikan oleh Valentinus bahwa pemerintah telah memberikan harapan besar bagi Papua, sebab otsus dan pemekaran wilayah dinilai baik untuk mendukung percepatan pembangunan di Papua.

“Kami LMA Kabupaten Mappi sangat mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk membangun Papua. Ini adalah langkah nyata yang harus dihargai, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendukung. Justru kami sangat berterima kasih karena ada harapan baik lewat program itu,”

Valentinus menyebut jika otsus dan pemekaran wilayah akan memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, terselenggaranya pendidikan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang jauh lebih baik.

“Program itu juga demi kesejahteraan masyarakat, kami percaya nanti ekonomi pasti menjadi lebih baik, pendidikan, dan kesehatan, semua akan tumbuh menjadi lebih baik lagi,”

Oleh sebab itu, terkait pemekaran wilayah Papua Selatan, dirinya mewakili LMA Kabupaten Mappi mengharap program tersebut dapat segera direalisasikan.

“Segera saja pemerintah rumuskan semua yang berkaitan dengan rencana pemekaran ini, saya sangat berharap kalau pemekaran ini bisa segera direalisasikan. Masyarakat Mappi dan seluruh orang di selatan Papua tentu menyambut baik,”

Valentinus beralasan jika Provinsi Papua Selatan terealisasi maka segala hal menyangkut birokrasi akan terpangkas, hasilnya masyarakat sendiri yang merasakan manfaatnya.

“Yang jadi kendala di Mappi dan semua wilayah selatan sekarang ini adalah masalah birokrasi ke provinsi, kalau bisa diselesaikan tentu ini akan mempermudah masyarakat. Tidak perlu lagi kita jauh-jauh, biaya yang keluar dari hal-hal seperti itu akan sangat minim nanti. Setiap proses akan semakin cepat,”

Minggu, 19 September 2021

KNPB dan Aktivis Kemanusiaan Murka atas Aksi Biadab TPNPB di Kiwirok, Pegubin

wrtsh papua


Aksi penyerangan TPNPB sebagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua telah menyebabkan seorang tenaga kesehatan meninggal dunia dengan tragis. Gabriela Meilan mendapat tindak kekerasan dan pelecehan seksual sebelum akhirnya dibuang ke jurang.

Atas kabar tersebut, KNPB mendesak agar TPNPB segera menghentikan konflik yang dibalut dengan aksi kekerasan bersenjata. Menurut Ones Suhuniap sebagai Jubir KNPB, bahwa aksi tersebut akan meruntuhkan perjuangan pembebasan Papua, terlebih korban adalah kalangan sipil bahkan juga sebagai tenaga Kesehatan. (19/9)

“Dalam berkonflik kelompok medis dilindungi undang-undang, itu menjadi kesepakatan seluruh dunia. Kami dari KNPB mendesak evaluasi total pada tubuh TPNPB yang sudah kelewatan dalam melakukan aksi karena menabrak kaidah kemanusiaan,”

Suhuniap dalam keterangannya menyebutkan jika KNPB sedang membangun upaya negosiasi dengan cara damai, namun upaya tersebut seolah mental dan tak akan digubris karena peristiwa malang di Kiwirok, Pegubin.

“Ini sama saja menghancurkan perjuangan sendiri. Kami sangat menyesali peristiwa itu terjadi. Soal kekerasan ditubuh TPNPB itu menjadi penyakit lama yang sudah seharusnya bisa dihilangkan,”

Suhuniap menambahkan jika TPNPB tidak boleh terus-menerus membiarkan dan memelihara aksi kejahatan kemanusiaan di tanah Papua. Hal yang sama dilontarkan Veronica Koman yang juga merupakan aktivis kemanusiaan. Dirinya mengaku marah dan mengutuk keras aksi biadab TPNPB tersebut. Koman beralasan jika tenaga Kesehatan memiliki peran yang tidak boleh diganggu dalam situasi konflik.

“Tenaga kesehatan tidak turut dalam konflik, peran mereka untuk merawat kehidupan. Saya sebagai aktivis mengutuk keras aksi KKB atas cara-cara biadab yang dilakukan. Ini sebuah kebodohan yang perlu disingkirkan,”

Veronica yang mengaku kerap melakukan diskusi dengan para pegiat HAM Internasional lantas menuturkan jika saat ini dirinya seakan dihantui jalan buntu akibat penyerangan KKB di Kiwirok.

“Lobi internasional akan terganggu dengan kabar tersebut, selama ini kita yang dianggap korban, tapi dengan kejadian itu dunia internasional mulai meragukan dan menganggap sebenarnya kita juga bagian dari pelaku. Ini situasi yang sulit, saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,”

Aktivis Luar Negeri Mengutuk Pembunuhan Nakes di Papua, Pintu PBB Tertutup Untuk Papua Merdeka

wrtsh papua


Batamtoday.com

Baca: Tertutup Pintu Referendum untuk Papua

Aksi penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Papua kabupaten pegunungan bintang, distrik Kiwirok ditanggapi dengan kecaman keras oleh aktivis Papua luar merdeka di luar negeri.

Veronica koman yang merupakan aktivis Papua merdeka di luar negeri sekaligus sebagai pembela hak-hak kemanusiaan mengutuk dan mengecam penyerangan yang dilakukan oleh klien perjuangannya sendiri yaitu kelompok TPNPB-OPM pimpinan lemak taplo.

Aksi penyerangan yang dilakukan kelompok TPNPB-OPM akibatnya Gabriella Meilani meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan, selain itu seorang perawat bernama Gerald Sokoy hingga saat ini belum ditemukan.

"Sebelum dibunuh Gabriella mengalami kekerasan dan pelecehan seksual, jenazahnya ditemukan dalam kondisi telanjang dan terdapat beberapa luka dibeberapa bagian tubuhnya termasuk di kemaluannya"

Atas aksi penyerangan tersebut Veronica mengutuk sekeras-kerasnya TPNPB - OPM yang tidak mengerti perjuangan dan peperangan sampai harus tenaga kesehatan menjadi korban.

"Tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan adalah kelompok sipil sakral dalam hukum humaniter, sejengkal rambut pun mereka tidak boleh disentuh," tulis Veronica.

Dirinya menyesali atas perbuatan yang dilakukan oleh kelompok Papua merdeka yang selama ini menjadi kliennya.

Kalau begini terus maka pintu PBB akan tertutup bagi perjuangan TPNPB - OPM, dan veronica pun akan berhenti memperjuangkan kebebasan untuk Papua merdeka.

Aktivis Papua merdeka Brahm Seseray mengatakan menelanjangi dan membunuh warga sipil tidak dibenarkan dalam perang apalagi seseorang yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, seharusnya mereka ini dilindungi.

Melihat perjuangan TPNPB -OPM seperti ini tidak pakai logika, membabi buta seperti binatang, ini sama saja perbuatan kriminalitas, perlu dihukum seberat-beratnya bila perlu dihukum mati, terangnya.

Sumber: Veronica Koman (18/09/21)

Sabtu, 18 September 2021

Sebby Sambom Jangan Jadi Yudas, Bicara Yang Benar Sesuai Perintah Tuhan!

wrtsh papua


Sebby Sambon Manusia Terkutuk

Apa dasar anda mengatakan Dokter, Tukang Bangunan, Pilot, Sopir, Pastor yang ada di Papua semua Militer Indonesia, "Pakailah Akal Sehat, Jangan Akal Kotor Seperti Yudas"

Mereka yang menjadi korban dari kebiadaban kelompok anda (TPNPB-OPM) mereka semua murni pekerja sosial, mereka bagian dari umat Tuhan yang tidak punya hak nyawanya dicabut selain dari kuasa Tuhan.

"Maka anda sebagai juru bicara TPNPB - OPM akan mempertanggung jawabkan semuanya nanti kepada Tuhan"

Mereka bukan militer ataupun polisi, seperti yang anda katakan di media, "mereka adalah agen- agen  TNI - Polri yang bertugas di pedalaman".

Bukankah hal-hal ini sering anda sampaikan di media ketika kelompok anda TPNPB - OPM setiap melakukan penembakan terhadap warga sipil. Jadi siap-siaplah ketika Tuhan  memanggil anda, maka siapkan jawabannya.

Negara kami NKRI bukan menghancurkan umat manusia, apalagi di tanah Papua, justru kami membangun tanah Papua dengan "HATI" bukan dengan "KEKERASAN" sayangnya  selalu ada yang mengganggu bahkan mereka menantang perang dengan NKRI.

Negara kami sebenarnya sangat mudah menghancurkan dan menghabiskan kalian TPNPB - OPM dalam waktu singkat, namun bukan itu tujuan dan program pemerintah, NKRI bekerja dengan HATI sehingga semua masyarakat dilayani dengan ikhlas, termasuk kalian TPNPB - OPM.

"Kalau bukan genosida, imigran atau pendatang tinggalkan Papua, tidak ada lagi kalimat yang bisa anda sampaikan kepada publik selain itu, "Sebby Sambom Kehabisan Kata-kata".

Buktikan kalau NKRI membabi buta dan brutal selama ini, lihat generasi Papua yang saat ini, mereka semakin maju dan berkembang, dimana letaknya babi buta dan brutal itu.

Generasi papua telah menyadari selama ini termakan janji-janji kemerdekaan oleh TPNPB - OPM.

"Mau ikut perang?" Maaf generasi cerdas Papua tidak berpikir mundur kembali, silahkan berperang melawan TNI dan polri, tapi jangan lari dan cari perlindungan berkoar-koar di media dengan suara Yudas dan berharap PBB merespon.

Sampai kapanpun PBB tidak akan pernah merespon yang anda sebut dengan perjuangan, "Itu tidak mungkin karena perjuangan yang kalian lakukan itu perjuangan kotor, tidak murni, biadab, bukan dari HATI melainkan dari KOTORAN alias SAMPAH.

"Semoga Tuhan Membalas Perbuatan Kalian, Hukum Karma masih berlaku"

Indonesia, 17/09/2021

(Suara Hati Korban Kebiadaban KKB / TPNPB - OPM)

Oknum KNPB Kabur Bawa Uang Pengobatan Victor Yeimo

wrtsh papua


Tak habis-habisnya, kabar KNPB yang saat ini sedang diterpa masalah semakin dipersulit dengan dugaan korupsi yang dilakukan oleh pengurus KNPB sendiri. Aksi tersebut bermula dari terbongkarnya aksi pengumpulan dana untuk membantu biaya pengobatan Victor Yeimo.

Dalam kasus tersebut bahkan disebutkan Ones Suhuniap sebagai Jubir KNPB jika bukan hanya dana pengobatan Victor Yeimo yang digelapkan, melainkan ada dana kas KNPB Pusat dan KNPB Mamta.

“Awalnya dana dari para aktivis yang sudah dikumpulkan untuk membantu biaya pengobatan Victor Yeimo, tapi setelah ditelusuri lebih dalam kami curiga ada dana lain yang diambil secara diam-diam,”

Ones menyebut jika pelaku adalah anggota KNPB sendiri, dirinya bahkan tidak menyangka jika hal tersebut akan dilakukan. Menurutnya KNPB punya mekanisme tersendiri untuk menindak lanjuti kejadian korupsi dana tersebut.

“Pelakunya orang dekat kita semua, hanya memang tidak akan ada yang bisa menyangka. Kami akan lakukan upaya tindak lanjut, yang pasti uang itu harus bisa dikembalikan secepatnya,”

Sebelumnya istri Victor Yeimo juga diketahui sudah curiga dengan aksi penggalangan dana yang dilakukan KNPB dengan dalih membantu perawatan Victor. Sampai keadaan victor sudah membaik, dirinya mengaku sama sekali tidak menerima uang yang dimaksudkan.

“Awalnya saya sudah tidak percara, itu hanya atas nama saja. Akhirnya sampai sekarang, kondisi Victor juga sudah mulai membaik, uang itu tidak pernah kami terima,”

Jumat, 17 September 2021

Tenaga Kesehatan Pertanyakan Peran Pegiat Ham di Papua

wrtsh papua


Sebanyak ratusan tenaga kesehatan melakukan aksi unjuk rasa dan longmarch sebagai bentuk protes atas kekerasan terhadap rekan mereka yang menjadi korban kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Diketahui sebelumnya bahwa pada tanggal 13 September 2021, KKB melakukan penyerangan terhadap dokter dan perawat yang bertugas di Puskesmas Kiwirok Kab. Pegunungan Bintang. Atas peristiwa tersebut salah seorang korban bernama Gabriella Meilani diketahui meninggal dunia dan ditemukan di dasar jurang.

"Tenaga kesehatan hadir di masyarakat itu bukan untuk membunuh, mereka bahkan jauh-jauh bertugas sampai ke pedalaman Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ungkap Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabinus Uropmabin. (16/9)

Sebagai bentuk protes terhadap aksi kekerasan yang kerap dilakukan KKB, Sabinus mengatakan untuk sementara waktu telah menarik seluruh nakes dari sejumlah Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya yang berada di distrik-distrik.

"Seluruh tenaga medis di distrik-distrik sudah kami tarik semua, sehingga kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk sementara bisa bertanggung jawab pada kesehatan masing-masing,"

Yanuar sebagai salah seorang peserta aksi mengungkapkan rasa kesal dan amarahnya terkait peristiwa penyerangan KKB terhadap rekan-rekannya di Kiwirok.

"Menurut saya tidak ada aksi kekerasan yang bisa dibenarkan. KKB tidak punya alasan logis untuk membenarkan aksi biadabnya, itu sangat-sangat tidak terpuji, ini lah sesungguhnya aksi melanggar HAM,"

Dirinya juga mengaku sangat sakit hati jika melihat setiap aksi yang menyinggung eksistensi KKB, dimana masih ada sejumlah kelompok yang seolah membela dan membenarkan perilaku biadabnya.

"Ada kelompok-kelompok yang masih membenarkan aksi biadab, apalagi saya tahu mereka itu orang yang pernah mengenyam pendidikan tinggi. Saya tandai mereka, ada pegiat HAM juga,"

Yanuar juga menyebutkan jika ada kecenderungan para pegiat HAM yang masih subjektif dalam memandang situasi di Papua. Dirinya sadar jika ada kepentingan dari sejumlah pegiat HAM yang seolah mendukung KKB dalam upaya perlawanan terhadap negara.

"Yang namanya pegiat HAM itu mendukung setiap orang (sebagai korban) tanpa membedakan SARA, tapi dengan kejadian sekarang ini, mereka hanya membisu. Tentu ada perbedaan jika situasinya terbalik, mereka seperti anjing kelaparan yang sangat beringas mencoba menyalahkan pihak lain. Pandangan saya, pegiat HAM seperti itu (mereka) punya kepentingan sendiri, mereka mendukung gerakan separatisme di Papua,"