Tampilkan postingan dengan label RAGAM PAPUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAGAM PAPUA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Oktober 2021

Lama Tidak Terdengar, Aktivis KNPB Beralih Fokus ke Bisnis Kopi di Wamena

wrtsh papua


Part 1:

Kekayaan melimpah di tanah Papua sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Mulai dari barang tambang, hasil laut, keindahan panorama, hingga perkebunan yang menghasilkan biji kopi yang nikmat. Ada dua kawasan penghasil kopi terbesar di Papua, yaitu di Nabire dan Wamena.Kopi adalah bisnis berkonsep kemitraan yang tumbuh pesat di Indonesia. Seperti brand pendahulunya yakni Foodpedia & Pasta Kangen. 

Perkebunan kopi Papua di Wamena terletak di sepanjang lembah yang letaknya mengelilingi Kota Wamena, Lembah Baliem. Lembah tersebut letaknya ada di sisi timur Gunung Jayawijaya dengan panjang kurang lebih 80 km.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Steven Itlay Aktivis Komite Nasional Papua Barat setelah sekian lama menghabiskan harinya bersama organisasi KNPB, , yang sudah lama tidak terdengar kabarnya ditemui di Wamena merasa kaget Ketika disapa “Kakak Apa Kabar, Sudah Alih Profesi kah?” Steven yang saat itu tidak menduga langsung tersenyum sambil membalas “Kabar Baik” yang berusaha untuk  menyimpan kegugupannya.

Sebelumnya, kami ke wamena mencari informasi terkait kopi wamena yang akan kami angkat untuk dipromosikan, lewat salah satu warga yang juga kebetulan kerabat dari Steven Itlay menyebutkan kalau Steven Itlay (Aktivis KNPB) ada di disini (Wamena).

”Saat ini kaka Steven Itlay berada di Wamena, kaka dia sedang mengurus kebun kopi, mungkin keberadaan kaka Steven juga bisa diangkat karena selama ini yang kita ketahui kaka Steven sibuk dengan urusan KNPB, namun sudah 3 bulan terakhir ini dia berada di wamena, dan sibuk dengan Kopi,” Ungkapnya.

Keesokan harinya kami mencoba menemui Steven Itlay tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepadanya, dan betul sekali Ketika kami bertemu dengan steven, dia apa adanya sedang berada di lahan kopi.

Lama bercerita dengan Steven, dia mengakui kaalu dirinya saat ini lagi focus kepada lahan kopi yang diolahnya di wamena, entah sampai kapan dirinya tidak tau, namun yang terpenting saat ini dirinya bisa memanfaatkan lahan kopi yang ada di wamena menjadi usahanya nanti.

Terungkap rasa penyesalan yang disampaikan oleh Steven “seharusnya dari dulu kita memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki ini, namun tida ada kata terlambat buat kita, kalau kita mau berubah dan melakukan kegiatan yang baik,” ungkap Steven.

Disinggung soal kegiatan KNPB, Steven saat ini tidak mau berkomentar soal KNPB, dirinya berpikir lebih baik kita membahas kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan, baik untuk kita sendiri maupun anak-anak kita serta orang lain.

Steven berpesan, kalau bisa kita memanfaatkan kondisi alam kita menjadi peluang yang dapat memberikan arti bagi kehidupan kedepan, dari pada mengurus sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, lebih baik kita mencoba untuk mengurus kopi yang kita miliki, imbuh steven. 

bersambung (13/10/21)

Kamis, 07 Oktober 2021

PON Berhasil Menunjang Aspek Pembangunan di Papua Meski Kelompok Separatis Masih Menutup Diri

wrtsh papua


Kesuksesan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak bisa membuka mata kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme. Tokoh senior Papua, Franz Korwa mengungkapkan jika kelompok tersebut hanya bisa menolak tanpa tahu dampak baik yang sedang dirasakan masyarakat Papua. (7/10)

“Kelompok seperti KNPB, ULMWP, dan seluruh bagian separatis itu tidak bisa berbuat banyak dengan suksesnya PON. Mereka hanya bisa menolak, padahal dibalik PON ini ada dampak baik bagi masyarakat Papua,”

Korwa menjelaskan jika aksi penolakan PON hanya sebuah propaganda murahan yang dilakukan kelompok separatis. Sebab masyarakat di Papua justru mengaku merasa senang dengan adanya event PON tersebut.

“Itu hanya cara mereka saja, propaganda murahan. Kita bisa lihat sendiri bagaimana masyarakat secara merasa terkesan dengan event seperti PON ini. Semuanya larut dalam kebahagiaan. Mereka ada yang berjualan, ada yang menjadi relawan, ada juga yang antusias untuk menonton setiap pertandingan,”

Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth menyebutkan jika masyarakat Papua antusias menyambut PON ke dua puluh. Sebab, pesta olahraga antar 34 provinsi di Indonesia itu bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia.

"Respon masyarakat baik. Antusias menyambut PON ini. Acara sebesar ini tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia,”

PON terbukti mampu menarik perhatian masyarakat di seluruh Indonesia, hal tersebut juga terlihat dari hadirnya berbagai sektor bisnis dan industri dalam peranan mendukung kesuksesasan PON.

“Terkait penyelenggaraan PON, mulai tercatat perusahaan bidang transportasi, industri kesehatan, bahkan perusahaan skala nasional hadir di Papua. Ini adalah kabar baik untuk menunjang segala aspek. Hal-hal semacam ini yang harus dilihat dengan sudut pandang objektif,”

Selasa, 05 Oktober 2021

PON Papua Sukses dan Diapresiasi, KNPB Gusar Coba Ganggu Pelaksanaannya

wrtsh papua


Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai perhelatan akbar diapresiasi sejumlah tokoh Papua. Berbagai ucapan serta dukungan mengalir selama berlangsungnya kompetisi olahraga terbesar se-Indonesia tersebut.

Titik balik kemajuan di Papua yang sukses menyelenggarakan PON, telah membuat kelompok anti pemerintah menjadi gusar. Hal tersebut diungkapkan Agustinus R yang melihat dari aksi-aksi mahasiswa dan KNPB untuk mencoba mengganggu pelaksanaan PON.

“Tidak ada kaitannya gelaran PON untuk menutup pelanggaran HAM. Orang-orang di KNPB itu pemikiran sudah terlalu sempit. Mereka memang mau mengganggu jalannya PON, mau membuat kekacauan sebagai bentuk kegusaran,”

Segala cara dilakukan oleh KNPB untuk mengungkit permasalah di Papua. Agustinus menjelaskan jika isu-isu hoaks terkait permasalahan Papua muncul setelah pembukaan PON berhasil dilaksanakan dengan begitu meriahnya.

“Mereka membuat kabar hoaks, tentang pengungsian, tentang rasis, atau militerisme. Semua itu dilakukan karena khawatir kemegahan PON akan membuat KNPB mati kutu. Kalau memang seperti itu, artinya secara tidak langsung KNPB mengakui jika PON sukses terlaksana,”

Agustinus juga menjelaskan bahwa PON ke dua puluh sudah berhasil membuktikan jika Papua adalah wilayah yang terus bergerak maju. Dirinya pun mengungkit kisah kedekatan seorang Presiden dengan rakyatnya dalam sela-sela kunjungannya di Kota Jayapura.

“Papua sudah diakui seluruh Indonesia, semua mata sedang tertuju ke Papua lewat penyelenggaraan PON. Hari ini adalah bukti jika Papua sudah bergerak semakin maju,”

"Kelompok separatis seperti KNPB tentu akan menolak kebijakan pemerintah meskipun berdampak baik bagi masyarakat Papua. Padahal kita semua tahu kalau orang Papua senang dengan adanya PON ini, momen kedekatan seorang Presiden dengan rakyatnya benar-benar terjadi,"

Agustinus mengatakan jika PON juga memberi dampak atas bangkitnya kemajuan dari sejumlah aspek pada lapisan masyarakat, hal tersebut tumbuh atas dibangunnya sarana/prasarana infrastruktur dalam menunjang pelaksanaan PON.

"Banyak hal yang akhirnya dibangun oleh pemerintah, meski saat ini dikhususnya demi kesuksesan PON, namun banyak aspek di masyarakat yang mulai tergugah. Masyarakat juga proaktif mendukung kemajuan yang terjadi, bidang usaha ataupun biro jasa milik masyarakat terlihat mulai tumbuh,"

Agustinus lantas menegaskan jika problematika yang selalu dimunculkan oleh KNPB sebagai organisasi separatis tidak perlu ditanggapi secara serius, sebab hal itu hanya akan mengundang konflik yang tidak berguna. Lebih baik seluruh elemen di Papua berfokus untuk mengangkat wilayah ini menjadi maju dan lebih baik.

Senin, 04 Oktober 2021

Tokoh Pegubin Kutuk Lamek Taplo, Keberadaannya Harus Cepat Dibasmi

wrtsh papua


Intensitas aksi kekerasan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang telah meningkat. Melihat tak sedikitnya korban terus berjatuhan, menurut salah seorang tokoh setempat, Seni Uopdana menilai jika aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) harus segera diatasi. (4/10)

Uopdana dalam keterangannya mengatakan jika aksi-aksi biadab yang terus dilakukan oleh KKB tidak kunjung direspon cepat oleh aparat keamanan yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang, dirinya khawatir konflik akan terus meluas dan dampak yang ditimbulkan juga semakin besar.

“Saya sangat berduka dengan kabar akhir-akhir ini yang terjadi di Pegunungan Bintang. Memang kelompok bersenjata itu sudah membuat kacau situasi disini. Makanya saya berusaha membuka forum, dan meminta kepada aparat keamanan agar bisa segera bertindak,”

“Peristiwa hitam seperti sekarang ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena ada banyak nyawa yang akhirnya terancam. Saya takut kebiadaban KKB akan meluas,”

Uopdana juga menyebutkan jika keberadaan Lamek Alipki Taplo sebagai pemimpin gerakan separatis di wilayah Pegunungan Bintang telah meracuni moral dan pemikiran anak-anak muda. Lamek Taplo dianggap sudah memberi pengaruh buruk.

“Kerugian yang ditimbulkan dari kelompok separatis itu bukan hanya dari ancaman kekerasan, tapi dia dan kelompoknya juga akan merukan pikiran generasi penerus Papua terutama yang berada di Pegunungan Bintang,”

Atas dasar tersebut, Seni Uopdana tegas mengutuk keberadaan Lamek Alipki Taplo dan para kelompoknya. Dirinya mengatakan jika aksi yang dilakukan kelompok tersebut telah diluar batas nilai kemanusiaan dan melanggar ajaran adat dari para leluhur.

“Terkutuk Lamek Taplo bersama kelompoknya. Mereka sudah melakukan aksi biadab yang tak berperi kemanusiaan dan sudah melanggar adat leluhur. Tidak ada ampun baginya, kutukan itu akan segera datang,”

Jumat, 01 Oktober 2021

Manfaat Dan Keuntungan PON XX Bagi OAP Apa?

wrtsh papua


Merespon Tanggapan Ones Suhuniap

Bagi orang papua kehadiran Pekan Olah Raga Nasional di Papua sangat disambut baik kecuali bagi orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah seperti kelompok KNPB dan TPNPB-OPM, kelompok inilah yang selalu menciptakan gangguan serta penyebaraan Hoax terkait PON.

“Seperti yang kita ketahui release dari Polda Papua bahwa ada indikasi kelompok ini mengganggu berjalannya PON.”

Bertolak belakang dengan masyarakat papua pada umumnya mereka merasakan manfaat dari PON tersebut. Mulai dari banyak fasilitas olahraga baru yang dibangun, hingga publikasi gratis terhadap keindahan Papua. Sehingga Bumi Cendrawasih makin dikenal oleh netizen di seluruh dunia.

”Bahkan masyarakat dapat berkesempatan memperkenalkan budaya-budaya dan pariwisata yang ada di Papua”

Menanggapi pernyataan Ones Suhuniap selaku juru bicara knpb terkait apa manfaat PON di Papua? Perlu saya sejaskan bahwa yang pertama adalah anda (Ones Suhuniap) tidak ada urusan dengan PON, tetapi mengapa anda (KNPB) mencoba mengganggu berjalannya PON!

Kedua, anda hanya membangun opini dari sudut pandang anda sendiri sebagai kelompok yang melawan pemerintah, kalau anda menyadari bahwa PON tidak ada urusan dengannya anda, maka saya minta tutup mulut saja dan stop bangun provokasi serta hoax di media.

Saya sampaikan bahwa PON adalah Pesta Rakyat Yang Perlu Diamankan demi berlangsungnya PON yang nyaman, kehadiran aparat keamanan dipertaruhkan hanya untuk menjaga marwah dan martabat orang papua sebagai tuan rumah.

“Dimana-mana pelaksanaan PON sebelumnya pasti diamankan dengan melibatkan pasukan baik dari TNI maupun Polri, bahkan Asian Game pun lebih lebih extra lagi yang melibatkan pasukan-pasukan khusus yang jumlahnya beribu-ribu, tujuannya hanya untuk menjaga martabat sebagai tuan rumah dan menjaga keamanan dari adanya gangguan-gangguan keamanan.”

Ini perlu dipahami untuk kita semua, terutama Ones Suhuniap (KNPB) dan kelompok-kelompok ataupun oknum yang berseberangan dengan NKRI, bahwa PON bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran baik saja, tidak bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran kotor.

“Salam Cerdas Untuk KNPB”

Johan Rumbino (Pengamat Papua)

Jumat, 01/10/21

Selasa, 28 September 2021

Kepala Suku Papua: PON sebagai Sarana Promosi Budaya Luhur

wrtsh papua


Arus globalisasi yang saat ini terjadi bahkan hingga kepelosok-pelosok negeri menurut salah seorang Kepala Suku Papua perlu disikapi dengan arif dan bijaksana. Naftali Mabel mengungkapkan jika era digital tak hanya memberi kemudahan namun juga menyimpan dampak lain yang akan merugikan.

“Dunia ini sudah ada digenggaman kita semua, mau memberi ataupun mencari informasi semua bisa dilakukan dengan mudah sekarang. Tetapi kita harus bisa menggunakannya dengan baik, artinya hendaknya kita bisa menahan diri. Opini di dunia maya itu sangat multitafsir,”

Hal tersebut diungkapkan Naftali Mabel melihat ramainya informasi yang tdiak tepat berkaitan dengan pelaksanaan PON di Papua yang tengah berlangsung saat ini.

“Banyak sekali berita miring seputar Papua terutama menjelang PON, seharusnya semua orang di Papua ini bisa lebih berhati-hati, Papua ini tanah yang damai, jangan dirusak dengan informasi-informasi tidak benar,”

Dirinya mengungkapkan harapan besar terutama kepada kelompok yang dikenal kerap menentang pemerintah seperti KNPB atau segala organisasi yang terafiliasi dengan gerakan separatis di Papua untuk menjaga suasana Damai, Aman, Nyaman, dan Indah.

“Terutama kepada kelompk-kelompok yang selalu bikin kacau. Ingat DANI, Damai Aman, Nyaman, dan Indah. Jangan kalian rusak dengan kepentingan-kepentingan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,”

Naftali juga meminta kepada seluruh elemen di Papua untuk menyebarkan berita-berita yang lebih bernilai baik demi nama Papua yang akan dikenal lebih dalam lewat perhelatan PON.

“PON jadi sarana kita semua untuk memperkenalkan budaya yang luhur dari Papua, maka jangan dirusak dan jangan diganggu. Kami minta sebarkan berita yang baik-baik mulai sekarang,”

Senin, 27 September 2021

Tokoh Agama Kecam KKB atas Aksi Teror di Hari Minggu

wrtsh papua


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua adalah organisasi separatis yang selalu menciptakan ketakutan akibat aksi teror yang dilakukan. Kelompok ini juga dianggap tidak merepresentasikan perjuangan bagi Papua karena aksi biadabnya hanya akan menghambat proses pembangunan dan terus merusak kesejahteraan di Papua. 

Menurut Pdt. Nason Gobay sebagai tokoh gereja di Kabupaten Mimika, aksi penembakan yang dilakukan KKB hingga menewaskan aparat keamanan pada hari Minggu 26 September lalu adalah bentuk penentangan atas hukum Tuhan. (27/9)

Dikatakan oleh Pdt. Nason Gobay bahwa hari Minggu seharusnya menjadi hari dimana seluruh umat berbondong-bondong ke gereja untuk beribadah. Terlebih di Papua, hari Minggu adalah sebuah hari yang sakral dan dihormati.

“Hari Minggu adalah waktu yang sangat dihormati oleh seluruh orang di Papua. Kabar tentang aksi penembakan yang dilakukan KKB kemarin itu adalah bentuk penentangan terhadap hukum Tuhan dan moyang bangsa Papua,”

Pdt. Nason menambahkan jika seharusnya hari Minggu harus diisi dengan kedamaian dan saling mengasihi, bukan menebar teror yang akhirnya hanya akan menimbulkan ketakutan dan kesedihan.

“Hari Minggu saya tercoreng aksi yang akhirnya membuat saya berduka, padahal hari Minggu seharusnya menjadi hari yang penuh kasih dengan segala berkat yang sudah diberikan oleh Tuhan,”

Menurut Pdt. Nason, bahwa jangan pernah ada anggapan untuk mendukung aksi KKB di Papua. Dirinya meyakinkan jika kelompok tersebut tidak sedang memperjuangkan suara orang Papua. Tokoh gereja tersebut justru menilai jika KKB hanya beraksi atas kepentingan dari segelintir kelompok yang akhirnya telah mengorbankan banyak kepentingan orang Papua sendiri.

“Mereka ada hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, karena tidak semua orang Papua sepakat dengan aksi-aksi biadab yang terus dilakukan. Lihatlah ada berapa banyak orang Papua yang akhirnya harus mengalah karena permasalah KKB ini tidak kunjung selesai,”

Sabtu, 25 September 2021

Dewan Gereja Papua Adalah Serigala Berbulu Domba, Kebusukan Mereka Terlihat Nyata

wrtsh papua


Dewan Gereja adalah salah satu perhimpunan antar gereja dunia yang dibentuk untuk menghimpun kesatuan, namun oleh Dewan Gereja Papua, mereka justru merusak perhimpunan tersebut dengan mendorong berbagai perpecahan lewat provokasi yang dilakukan oleh pengurus-pengurusnya.

Dewan Gereja Papua dianggap hanya menumpang nama dan tidak turut dalam struktur yang resmi. Bahkan menurut tokoh agama Joop Suebu bahwa di Papua lebih dikenal organisasi lain Bernama persekutuan gerejagereja Papua (PGGP).

“Dewan Gereja Papua memang sudah berkiprah diluar negeri, tapi Dewan Gereja Papua itu baru ada tahun 2020 lalu, tapi secara tidak langsung dalam waktu singkat itu mereka sudah membuat sedikit kegaduhan. Padahal di Papua kita semua sudah lebih mengenal PGGP,”

Menurut sejumlah tokoh, Dewan Gereja Papua hanya upaya terselubung dari sejumlah tokoh separatis yang mendukung aksi kekerasan lewat misi keagamaan.

“Dewan Gereja Papua itu isinya orang-orang separatis semua. Menjual nama agama untuk mendukung aksi terorisme. Jangan ada yang percaya nama-nama seperti Socratez, Benny Giay, atau Dorman. Mereka itu domba berbulu serigala,” ungkap Franz Korwa sebagai salah seorang tokoh senior Papua.

Korwa juga meyakinkan jika orang-orang di Dewan Gereja Papua adalah bagian dari kelompok separatis di Papua yang sudah terbukti selalu menciptakan ancaman kekerasan atau segala bentuk aksi pelanggaran HAM. Kelompok ini disebutkan selalu mendukung KKB yang telah merenggut nyawa orang-orang lewat aksi penembakan biadabnya.

Bahkan pernyataan tersebut tergambar dari sikap Dewan Gereja Papua atas peristiwa penyerangan terhadap para tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang. Dewan Gereja Papua tidak pernah sama sekali melontarkan pernyataan atas kecaman.

“Omong kosong orang-orang disana, mereka busuk semua, berdiri di dua kaki. Mana yang bisa memberi kekayaan, itu yang mereka dukung. Mereka tidak menggambarkan sama sekali bagaimana ajaran Kristen itu sehatusnya hadir,”

KNPB Coba Ganggu PON Papua, “Mereka Berhadapan dengan Hukum”

wrtsh papua


Aksi-aksi gangguan keamanan di Papua sering terjadi akibat eksisnya kelompok separatis seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Oleh karena itu sejumlah tokoh meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing hasutan atau provokasi yang bersumber dari kelompok tersebut.

“KNPB jadi salah satu organisasi yang harus dilawan oleh orang Papua karena mereka selalu menimbulkan kekacauan. Mereka terus berusaha untuk mengganggu keamanan di Papua,” ungkap pengamat dan tokoh senior Papua Eli Huby.

Sebagai penduduk Wamena, Eli mengatakan jika kelompok seperti KNPB sudah menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama demi terciptanya keamanan yang kondusif. Terlebih KNPB memiliki basis anggota yang rentang usianya masih muda, sebab KNPB dinilai cukup aktif melakukan kaderisasi pada kelompok mahasiswa.

Eli menegaskan akan mendorong penolakan terhadap aksi dan ajakan dari KNPB dan mahasiswa eksodus, hal tersebut diungkapkannya melihat KNPB adalah otak dari kekacauan dan kerusuhan di Papua.

“Jangan pernah mudah terhasut dengan aksi yang disebarkan KNPB atau mahasiswa, kalau kita lihat kejadian tahun 2019 kemarin, itu seharusnya sudah bisa menyadarkan kita semua untuk tegas menolak kelompok ini,”

Eli menambahkan jika penyelenggaraan PON di Papua sebagai bentuk pertaruhan harga diri dan martabat orang Papua. Dirinya juga mengandaikan jika baik dan buruknya pelaksanaan PON akan berdampak bagi orang Papua sendiri.

“Kalau PON itu bisa berjalan baik, nanti orang Papua sendiri yang akan memetik buahnya. Momen ini bisa mendorong kegiatan masyarakat untuk menunjang kesejahteraannya nanti. Untuk itu kita harus mendukung PON ini agar aman dan damai,”

Eli lantas menegaskan kepada KNPB dan mahasiswa eksodus untuk tidak membuat kekacauan dalam pelaksanaan PON. Pihaknya juga memberi dukungan kepada aparat keamanan agar dapat membantu keberhasilan jalannya PON Papua.

“Jadi intinya kalau sudah ada yang mau mengacaukan, siap-siap saja mereka berhadapan dengan hukum. Ada ribuan tantara dan polisi yang sudah disiagakan untuk mendukung suksesnya PON ini. KNPB dan mahasiswa eksodus jangan buat gerakan tambahan,”

Kamis, 23 September 2021

Tokoh Papua Perjelas Benny Giay sebagai Simpatisan Separatis di Papua

wrtsh papua


Tidakkah Benny Giay merupakan sosok yang berpengaruh dari Papua, bahkan dirinya pernah bicara banyak soal tanah ini disaluran televisi nasional. Namun sangat disayangkan, ketokohannya yang juga merupakan seorang pendeta tidak lantas membuat pribadinya menerapkan kebesaran nilai agama.

Benny Giay dikenal publik sebagai tokoh yang selalu membela aspirasi orang Papua, meski tak jarang aksinya kerap menyinggung dukungan terhadap gerakan separatisme di Papua. 

Bahkan Benny giay dianggap sebagai pribadi yang tidak tahu malu, mencampuri urusan lain untuk kepentingan pribadi. Padahal didalam namanya terdapat tanggung jawab jabatan sebagai Pendeta, sebagai hamba Tuhan.

“Pendeta itu besar tanggung jawabnya, pendeta juga harus bisa melihat sisi baik dan buruk. Tidak boleh membawa kepentingan untuk dirinya atas masalah yang sedang terjadi, hal ini yang tidak terlihat darinya atas penyerangan nakes di Kiwirok,” ungkap Franz Kowa sebagai tokoh senior Papua.

Dalam sebuah keterangan, Benny Giay sebagai seorang pendukung Gerakan separatisme pernah meminta agar kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) segera diselesaikan. Tentu pernyataan tersebut sangat berbanding terbalik dengan peristiwa saat saat ini terjadi.

“Itu juga yang harus diperhatikan, dulu bicara bagaimana dan sekarang faktanya bagaimana. Hanya saja, dunia ini tidak akan terbalik, hukum alam akan berjalan dengan sendirinya, dan akan semakin memperjelas siapa orang baik dan siapa orang jahat,”

Penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, telah membuat banyak mata merasa marah. Selain pelakukan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) fungsi tenaga kesehatan sangat dirasa vital bagi masyarakat setempat.

“Tidak banyak orang yang mampu mengabdi di wilayah terpencil seperti Kiwirok. Kehadiran nakes seharusnya mendapat apresiasi, bukan justru dibunuh dengan tuduhan yang tidak pernah akan terbukti,”

Rabu, 22 September 2021

Socratez Yoman Tutup Mata atas Penyerangan KKB terhadap Nakes

wrtsh papua


Sebagai seorang tokoh gereja seharusnya Socratez Yoman mampu menjadi penengah dalam konflik yang terjadi di Papua. Kita tahu masyarakat Papua sangat menghargai kedudukan seorang tokoh. Namun yang diperlihatkan Socratez Yoman sudah sangat berbeda, kehadirannya hanya memupuk konflik berkepanjangan.

Peristiwa biadab atas pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap tenaga kesehatan sampai saat ini tidak pernah menyentuh hati keras yang dimiliki Socratez. Franz Korwa dalam keterangannya menyebut jika Socratez tidak layak disebut sebagai gembala.

“Dia tidak sedang melayani, dia hanya seorang manusia berketerbatasan yang pandai melakukan provokasi,”

Tokoh-tokoh sepetri Socratez dianggap sebagai biang kekacauan di Papua. Melalui pengaruhnya kekerasan dalam bentuk perlawanan dirasa sebagai hal yang lumrah terjadi.

“Bodoh dan dia memang bodoh, mengambil peran agama sebagai jalan keluar sebuah masalah untuk dibelokkan pada kesesatan. Socratez harus bisa bertobat untuk dirinya sendiri,”

Aksi penyerangan KKB terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang disebutkan telah menghambat program kesehatan. Padahal menurut dr. Ronald sebagai Ketua IDI Papua, pihaknya menyebutkan jika wilayah Pegunungan Bintang adalah salah satu wilayah vital membutuhkan fasilitas Kesehatan.

“Ada dua hal yang seharusnya beriringan dan saling menguntungkan. Pertama masyarakat yang mendapatkan fasilitas kesehatan, dan kedua adalah terjaminnya rasa aman bagi para tenaga kesehatan yang mengabdikan diri mereka,”

Sebelumnya dua nakes di Papua dikabarkan hilang dalam penyerangan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9). Setelah melakukan pencarian, aparat menemukan dua orang nakes di jurang. Satu orang nakes Gabriella Meilani ditemukan dalam keadaan tewas. Adapun satu orang lainnya, Kristina Sampe, masih dalam keadaan hidup.

Alih-alih Bicara Penyerangan Kiwirok, Theo Hesegem Justru Dikecam atas Pernyataannya

wrtsh papua


Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM) Theo Hesegem buka suara soal penyerangan Puskesmas Kiwirok di Kabupaten Pegunungan Bintang. Dirinya mengatakan jika tenaga kesehatan seharusnya harus dihargai dalam tugasnya.

“Setiap orang baik itu Papua ataupun non-Papua, semua berhak untuk hidup di atas tanah ini, terutama bagi mereka para tenaga medis yang bekerja atas dasar kemanusiaan,”

Theo Hesegem juga berharap agar dibentuk tim independen untuk mengungkap kasus penyerangan di Distrik Kiwirok yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebelumnya. Namun pernyataan Theo tersebut justru menimbulkan polemik baru terkait aksi separatisme di Papua.

Menurut pengamat bidang keamanan Universitas Indonesia, Dian Sucipto menyebut jika pernyataan terkait pembentukan tim independen dinilai sebagai upaya pengalihan fakta terkait penyerangan yang dilakukan KKB. Menurutnya aksi tersebut cukup mendapatkan timbal balik berupa kecaman dan upaya penindakan oleh TNI/Polri.

“Saya rasa ini agak rancu, untuk apa lagi dilakukan penyelidikan oleh tim independen. Bukti sudah ada, korban sudah bersuara, bahkan sudah ada pihak pelaku yang mengakui. Tidak heran juga sebenarnya, Theo Hesegem memang seperti itu orangnya, mungkin dia punya kedekatan dengan aksi separatis. Jadi pernyataannya hanya diputar-putar ke hal sedangkal itu,”

Dian menambahkan jika pernyataan yang dilontarkan Theo hanya omong kosong belaka, bahkan cenderung akan membangkitkan pedih bagi para korban dan segenap tenaga kesehatan Indonesia.

“Apakah Theo ini tidak sadar jika pernyataannya hanya akan membangkitkan ingatan dan duka bagi keluarga atau juga bagi para tenaga kesehatan di Indonesia?”

Theo dianggap terlalu jauh dalam mempolitisasi peristiwa malang yang dialami suster Gabriela Meilan, seolah Theo masih berharap untuk mencari sudut pandang lain atas penyerangan di Distrik Kiwirok. 

“Ini adalah momen duka di langit Papua, cukup sudah kekerasan demi kekerasan terjadi. Saya agak kritisi dia tentang pernyataan-pernyataannya yang melenceng. Jangan coba mencari sudut pandang lain sehingga dapat menciptakan opini untuk membenarkan aksi biadab itu,”

Sebab Theo Hesegem dengan gamblang mengungkit kembali peristiwa penyerangan yang bukan kali ini saja terjadi. Theo menyebut telah ada beberapa wilayah yang seperti Nduga, Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, Mimika, Maybrat, yang sebelumnya terjadi peristiwa nahas secara berulang.

“Kalau seperti iu memang berarti Theo yang biadab, dia tidak punya hati karena telah membanding-bandingkan peristiwa yang notabene telah memakan korban. Cara pandang yang salah, pernyataan seperti itu tidak elok keluar dari mulut pegiat HAM,”

Selasa, 21 September 2021

Veronica Koman sebagai Aktivis Kemanusiaan Sesat, Pengaruhnya Merusak Generasi Papua

wrtsh papua


Sepak terjang Veronica Koman yang mengklaim diri sebagai aktivis Hak Asasi Manusia yang membela orang-orang Papua nyatanya ditentang oleh orang Papua itu sendiri. Salah seorang figur publik anak muda Papua, Olvah Alhamid menyeru jika Veronica Koman hanya sedang berdalih sebagai aktivis dan tidak sedang memperjuangkan hak orang Papua.

Dalam media sosial twitternya, @olvaholvah dirinya mengaku jika orang Papua adalah pribadi yang yang baik, damai dengan kasih sayang serta perhatian terhadap sesama. Namun pengaruh luar sudah membuat Papua terpecah-belah.

“Mereka yang punya kepentingan itu sedang mempengaruhi orang Papua, ini akan merugikan orang Papua sendiri. Jangan mau diperalat dengan segelintir orang,”

Olvah dalam kehidupannya selalu menentang aksi separatisme yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) karena dianggap telah meracuni generasi Papua dengan simbol-simbol kekerasan atas perlawanan. Mirisnya hal itu juga yang sedang digemborkan oleh Veronica Koman, menurut Koman aksi perlawanan seakan lumrah terjadi disebabkan catatan sejarah yang dipercayainya.

“Banyak pihak yang akan datang dan coba mempengaruhi kita, memprovokasi keadaan. Kita jangan malas membaca, kalau tidak tahu maka tanyakan kepada orang yang tepat. Jangan sesekali terpengaruh opini yang hanya akan merugikan kita sebagai orang Papua,”

Olvah juga menambahkan jika hak asasi manusia harus dijunjung tinggi, sehingga dirinya meminta kepada Veronica Koman untuk berhenti meremehkan kehidupan orang lain. HAM adalah hak yang melekat bagi seluruh orang, bukan hanya bagi orang Papua.

“HAM melekat bagi setiap orang, saya punya hak dan anda juga punya hak. Peristiwa penyerangan nakes di Kiwirok mengapa Veronica tidak menggebu-gebu bersuara seperti jika orang Papua yang mendapat tindak kekerasan?”

Olvah menegaskan jika tidak semua orang Papua ada dipihak Veronica Koman yang mendukung aksi separatisme, dirinya mengatakan jika makna perjuangan bukan berarti merampas kehidupan orang lain.

“Saya bersuara atas nama kemanusiaan yang Veronica Koman tidak punya itu. Maka stop menjual Papua atas nama perjuangan padahal yang dilakukan adalah merampas hak hidup seseorang. Veronica Koman harus tahu makna perjuangan itu bukan berarti membunuh,”

Jumat, 17 September 2021

Tenaga Kesehatan Pertanyakan Peran Pegiat Ham di Papua

wrtsh papua


Sebanyak ratusan tenaga kesehatan melakukan aksi unjuk rasa dan longmarch sebagai bentuk protes atas kekerasan terhadap rekan mereka yang menjadi korban kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Diketahui sebelumnya bahwa pada tanggal 13 September 2021, KKB melakukan penyerangan terhadap dokter dan perawat yang bertugas di Puskesmas Kiwirok Kab. Pegunungan Bintang. Atas peristiwa tersebut salah seorang korban bernama Gabriella Meilani diketahui meninggal dunia dan ditemukan di dasar jurang.

"Tenaga kesehatan hadir di masyarakat itu bukan untuk membunuh, mereka bahkan jauh-jauh bertugas sampai ke pedalaman Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ungkap Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabinus Uropmabin. (16/9)

Sebagai bentuk protes terhadap aksi kekerasan yang kerap dilakukan KKB, Sabinus mengatakan untuk sementara waktu telah menarik seluruh nakes dari sejumlah Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya yang berada di distrik-distrik.

"Seluruh tenaga medis di distrik-distrik sudah kami tarik semua, sehingga kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk sementara bisa bertanggung jawab pada kesehatan masing-masing,"

Yanuar sebagai salah seorang peserta aksi mengungkapkan rasa kesal dan amarahnya terkait peristiwa penyerangan KKB terhadap rekan-rekannya di Kiwirok.

"Menurut saya tidak ada aksi kekerasan yang bisa dibenarkan. KKB tidak punya alasan logis untuk membenarkan aksi biadabnya, itu sangat-sangat tidak terpuji, ini lah sesungguhnya aksi melanggar HAM,"

Dirinya juga mengaku sangat sakit hati jika melihat setiap aksi yang menyinggung eksistensi KKB, dimana masih ada sejumlah kelompok yang seolah membela dan membenarkan perilaku biadabnya.

"Ada kelompok-kelompok yang masih membenarkan aksi biadab, apalagi saya tahu mereka itu orang yang pernah mengenyam pendidikan tinggi. Saya tandai mereka, ada pegiat HAM juga,"

Yanuar juga menyebutkan jika ada kecenderungan para pegiat HAM yang masih subjektif dalam memandang situasi di Papua. Dirinya sadar jika ada kepentingan dari sejumlah pegiat HAM yang seolah mendukung KKB dalam upaya perlawanan terhadap negara.

"Yang namanya pegiat HAM itu mendukung setiap orang (sebagai korban) tanpa membedakan SARA, tapi dengan kejadian sekarang ini, mereka hanya membisu. Tentu ada perbedaan jika situasinya terbalik, mereka seperti anjing kelaparan yang sangat beringas mencoba menyalahkan pihak lain. Pandangan saya, pegiat HAM seperti itu (mereka) punya kepentingan sendiri, mereka mendukung gerakan separatisme di Papua,"

Rabu, 15 September 2021

KKB Serang Kiwirok, Tenaga Kesehatan Alami Kekerasan

wrtsh papua


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan teror dan aksi biadab di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. Aksi tersebut berupa teror penyerangan, pembakaran dan pengrusakan fasilitas, serta tindakan asusila terhadap sejumlah tenaga kesehatan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 13 September 2021 pukul 09.00 WIT, dimana KKB pimpinan Lamek Taplo berupaya mengacaukan situasi keamanan di Distrik Kiwirok. Aksi tersebut diduga masih berkaitan dengan ditangkapnya dua orang KKB pada 9 September sebelumnya.

“Tanggal 9 itu sudah ditangkap, baru kemarin (13/9) mereka serang lagi. Kami masyarakat takut karena mereka datang ke rumah-rumah, dari informasi mereka itu kelompok Lamek Taplo,” ungkap Nelson Kalakmabin sebagai tokoh masyarakat di Distrik Kiwirok.

Atas peristiwa tersebut sejumlah masyarakat mengaku mendapat tindak kekerasan, bahkan telah dikonfirmasi terkait 6 tenaga kesehatan dari Puskesmas Kiwirok yang sempat hilang hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan penuh luka.

“Kemarin kami sempat cari-cari mantri dengan suster yang hilang, puji tuhan sudah ditemukan. Mantri dia tangan patah, ada juga yang kena panah. Cuma suster-suster ini yang membuat kami sangat karena marah melihat keadaannya. Ada yang dapat parang, luka-luka, mereka juga dilecehkan (tindak asusila),”

Sementara Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Irreuw mengatakan salah seorang anggotanya terluka akibat serangan KKB. Prada Ansar diketahui mengalami luka akibat terkena rekoset (pantulan peluru).

"Memang benar dalam peristiwa terkait KKB itu Prada Ansar terluka di lengan kanan, namun kondisinya saat ini stabil,"

Penyerangan oleh KKB disebutkan oleh sejumlah pihak telah sangat merugikan banyak pihak, terkait aksi biadab yang dilakukan di Distrik Kiwirok, oleh pengamat Papua bidang keamanan, Stepi Anriani dirinya menyesalkan jika aksi penembakan, pengrusakan dan pembakaran terhadap fasilitas umum telah memperpanjang deretan kasus teror yang dilakukan KKB.

“Jika melihat dari berbagai kajian, upaya yang dilakukan KKB hanya untuk mengacaukan situasi keamanan. Sebab tidak ada kaitannya tentang perjuangan (bagi KKB) dengan keberadaan puskesmas, kantor bank, atau bahkan sekolah yang akhirnya sekarang dibakar. Seharusnya fasilitas umum itu dijaga karena memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,”

Stepi juga menyoroti terkait kasus serupa dimana seakan-akan banyak pihak yang memilih untuk bungkam dengan kondisi yang terjadi. Dirinya juga mempertanyakan peran Komnas HAM atau setiap organisasi yang sebelumnya banyak berbicara untuk membela hak-hak orang Papua.

“Saya juga soroti organisasi-organisasi yang sebelumnya banyak berbicara tentang HAM di Papua. Kondisi yang saat ini jelas memperlihatkan kebiadaban KKB, lalu kelompok-kelompok itu tidak bersuara sama sekali. Kalau hal itu yang ditunjukkan maka jangan salahkan publik jika ada anggapan kalau mereka juga bagian dari separatis,”

Selasa, 14 September 2021

Viktor Yeimo Tegaskan Perjuangan Berlanjut Meski Harus Dipenjara

wrtsh papua


Aktivis KNPB Kota Jayapura menyebutkan jika kondisi Viktor Yeimo sudah berangsung membaik dan bisa keluar dari rumah sakit. Viktor Yeimo yang sudah dirawat sejak 30 Agustus disebutkan telah sehat berkat kepedulian semua pihak.

Narasumber AD adalah anggota KNPB aktif yang turt menjaga Viktor dalam masa perawatannya di RSUD Kota Jayapura, dirinya lantas mengisyaratkan jika Viktor akan kembali berjuang dalam membela hak-hak orang Papua.

“Viktor sudah sehat, kondisi ini juga sudah dikonfirmasi dokter yang menangani. Setelah ini Viktor akan turun kembali untuk melanjutkan perjuangan,”

Viktor sebagai pejuang kemerdekaan dikatakan siap untuk berjuang meskipun dirinya berada dalam penjara. Menurutnya penjara bukan sebuah tempat yang harus dialergikan oleh para pejuang kemerdekaan sejati.

“Tidak ada, semua tempat sama saja. Viktor ada pejuang sejati yang siap membela hak orang Papua meski harus berpindah-pindah penjara. Pengaruh Nelson Mandela sudah melekat pasti dengan jati diri seorang Viktor,”

Dengan keberanian yang ditunjukkan Viktor, AD mengatakan jika hal tersebut akan mematahkan stigma terkait opini Viktor sebagai pejuang pengecut. Viktor Yeimo adalah simbol pemimpin perjuangan sejati yang sadar akan resiko.

“Meski akhirnya nanti mati di penjara, itu adalah jalan terbaik seorang pemimpin perjuangan. Viktor akan membuktikan hal itu, dia bukan pengecut. Viktor sendiri yang sampaikan jika pemimpin harus bisa menerima pahit dan kesengsaraan,”

Jalan yang dipilih Viktor Yeimo sebagai pejuang sepenuhnya disadari tentang segala resikonya, Viktor tidak akan gentar melawan sistem yang harus menghentikannya. Sel Mako Brimob bukan disebutkan AD sebagai momok yang membuat Viktor menjadi gentar.

“Mau itu di Mako Brimob juga tidak ada masalah bagi Viktor. Dia sendiri yang bicara kalau jangan ada upaya ‘merengek’ untuk minta pembebasan, perjuangan ini sepenuhnya harus diselesaikan, jangan meminta-minta,”

Meski demikian AD tetap menyampaikan jika Viktor berharap kepada seluruh pejuang untuk tetap melakukan perjuangan dengan cara masing-masing.

“Viktor sudah siap untuk melakukan perjuangan di dalam penjara, yang lain punya porsi berbeda sehingga lakukan perjuangan juga sesuai hati dan pikiran masing-masing,”

Sabtu, 11 September 2021

Emanuel Gobay Tak Perlu Takut Yang Berlebihan, Negara Menjamin Hak Hidup Warganya

wrtsh papua


Jurnalpatroli.com

11/10/2021 14:05

Ramainya pemberitaan oleh media terkait pengiriman pasukan ke Papua dan Papua barat pasca dibunuhnya 4 orang prajurit TNI di Maybrat, ditanggapi oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Emanuel Gobay.

Pada konference pers, Jumat 10/10/2021 Emanuel mengutarakan ketakutannya kalau ada pengungsian setelah masuknya pasukan TNI ke Maybrat, dirinya meminta untuk pasukan Reskrim yang diturunkan ke Maybrat untuk mencari para pelaku.

Melihat ketakutan yang berlebihan, aktivis Papua juga merupakan generasi penerus Papua kakak Edward GM memberikan tanggapan atas penyampaian Emanuel Gobay.

Edward GM yang akrab disapa kakak Edo mengatakan Emanuel Gobay mulai mencari panggung baru, setelah panggung praperadilan penangkapan Victor dimenangkan oleh Polda Papua.

"Emanuel Gobay jangan terlalu panik dan ketakutan yang berlebihan karena pasukan yang dikirim ke Papua dan Papua barat khususnya pasca pembunuhan 4 prajurit TNI bertugas mencari pelaku penyerangan  pos TNI dan pembunuhan 4 prajurit tsb," terangnya.

Lebih lanjut kata Edo, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab prajurit TNI melakukan penumpasan terhadap kelompok yang mengganggu tegaknya NKRI.

Justru menjadi pertanyaan balik kepada Emanuel Gobay, dia ini warga negara Indonesia atau bukan? Setiap ada aksi yang mengrongrong tegaknya NKRI dia selalu membela para pelaku, tidak pernah berbicara membela negara dalam hal ini TNI dan polri.

"Sedikit-sedikit bicara soal HAM, bicara pengungsian, padahal yang menjadi korban sebelumnya prajurit TNI, dan kalau ada kelompok TPNPB-OPM yang menjadi korban baru dia berteriak HAM, ini sangat menjijikan," terangnya.

Pasca dari pembunuhan prajurit TNI dan dilakukannya pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan, merupakan langkah yang cepat dan tepat, terkait ketakutan Emanuel Gobay soal akan adanya pengungsian, Edo menghimbau masyarakat tidak perlu takut dan kwatir, dirinya yakin TNI dan Polri sangat profesional dalam menangani kelompok ini dan ini sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

"Saya yakin tidak ada pelanggaran HAM yang terjadi terhadap warga sipil di sana, karena Negara menjamin hak hidup setiap warganya, justru pelanggaran HAM itu sudah terjadi yang dilakukan oleh TPNPB-OPM, dan ini tidak pernah diangkat oleh para pegiat HAM maupun LBH, tidak boleh dibiarkan," tuturnya.

Diakhir penyampaiannya, Edward mendukung tindakan dan langkah-langkah yang dilakukan TNI dan Polri dalam menangani kelompok TPNPB-OPM maupun pelaku kriminalitas di Papua dan Papua barat, dan masyarakat diminta untuk tetap beraktifitas seperti biasa dan terus memberikan bantuan informasi tentang keberadaan para pelaku pembunuhan tersebut.

Semoga para pelaku dapat dibasmi dan ditangkap.

Kamis, 26 Agustus 2021

Theo Hesegem Sebut Pembunuhan di Yahukimo Biadab dan Melanggar HAM

wrtsh papua


Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM Sedunia) Theo Hesegem melontarkan kalimat kecaman terkait aksi pembunuhan dua pekerja jembatan di Kali Brazza Kabupaten Yahukimo, Papua. (26/8)

Theo dalam keterangannya saat dihubungi mengungkapkan amarahnya, pihaknya menilai aksi yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 22 Agustus 2021 lalu sungguh biadab dan melanggar HAM.

"Ini saya lihat kondisi korban seperti itu, memang itu adalah aksi biadab yang tidak berperi kemanusiaan. Saya tegaskan jika pembunuhan itu merupakan pelanggaran HAM berat yang tidak bisa ditolerir lagi,"

Atas kondisi korban yang telah hangus terbakar, Theo mengungkapkan jika hal tersebut akan menjadi satu catatan kelam yang terus dilakukan oleh KKB.

"Ini akan menjadi satu catatan kelam lagi yang dilakukan KKB, parahnya aksi pembunuhan dilakukan dengan cara yang biadab dan tidak manusiawi. Saya merasakan bagaimana kejadian itu terjadi, pasti ketakutan yang luar biasa dialami korban sebelum dibakar,"

Atas peristiwa tersebut disebutkannya jika tim gabungan harus segera dikerahkan untuk melakukan investigas dan pengejaran terhadap pelaku (KKB).

"Saya mendorong berbagai tim untuk bisa segera melakukan investigasi, ini demi kebaikan Bersama, demi keamanan Papua. Aparat keamanan harus juga melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sudah melakukan perbuatan melanggar hukum,"

Sementara dalam siaran pers yang dilakukan Juru Bicara KKB, Sebby Sambom mengungkapkan jika aksi pembunuhan terhadap dua pekerja PT Indo Papua di Yahukimo dilakukan oleh KKB pimpinan Elius Kobak.

"Kami bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut, kelompok Elkias Kobak sebagai pelaku dari pembunuhan dua pekerja di Yahukimo,"

Sabtu, 21 Agustus 2021

Stop Teriak Merdeka!, Gunakan Otsus Untuk Membangun Papua

wrtsh papua


Pemuda Papua harus mengisi kemerdekaan dengan memanfaatkan perpanjangan Undang-undang Otsus Papua.

Kebijakan perpanjangan Otsus di Papua merupakan anugrah dari Tuhan kepada Papua lewat Pemerintah Pusat. Kita bersyukur pemerintah telah memberikan program keberlanjutan Otsus sesuai aspirasi masyarakat Papua seutuhnya.

“Pemerintah Pusat dan DPR RI terus memperhatikan masyarakat di wilayah paling timur Indonesia. Perpanjangan Otsus yang diberikan ini merupakan solusi buat generasi di Papua untuk bisa membangun agar sama dengan wilayah bagian barat di Indonesia, ini perlu kita berterima kasih dan bersyukur.“

Para pemuda di Papua yang merupakan generasi penerus bangsa tidak lagi mengotak-ngotakkan diri apalagi mengaitkan dengan seruan Papua Merdeka lewat aksi demonstrasi dan provokasi.

“Kita di Papua ini sudah merdeka!, sekarang tinggal bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan memajukan kesejahteraan melalui kebijakan otonomi khusus yang sudah disahkan" 

Semua elemen masyaralat di papua agar terus bergandengan tangan menciptakan suasana yang damai dan kondusif.

“Kalau kita di Papua damai, maka pembangunan bisa berjalan dengan baik, dan kita bisa sejahtera,”

Kepada DPR Papua dan DPRD agar bersama-sama rakyat ikut mengawal penggunaan dana Otsus, sehingga dana yang di berikan dari pusat tersebut bisa dirasakan hingga ke masyarakat paling bawah.

“Sekarang tinggal bagaimana kita yang di Papua ikut bersama mengawasi penggunaan dana Otsus tersebut, baik DPR Papua maupun DPRD bersama semua elemen, mari kita terlibat untuk ikut mengawasi dana Otsus yang di berikan ini untuk kemajuan Papua Tercinta,”

Berhenti diskusi Papua Merdeka kalau tidak mau terbelakang.

Jakarta, 21 Agustus 2021

Aliansi mahasiswa Papua Sejabotabek

Senin, 16 Agustus 2021

Sesuai Prosedur, Demo KNPB Dianggap Upaya Provokasi Dibubarkan

wrtsh papua


Aksi demonstrasi oleh sekelompok orang di wilayah Kota Jayapura dianggap sebagai salah satu bentuk gerakan separatisme dan perlawanan terhadap kedaulatan negara.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok KNPB sebagai salah satu organisasi separatis tersebut dibubarkan karena tidak mengindahkan instruksi pihak Kepolisian.

"Kelompok ini sengaja menebar provokasi yang mengganggu situasi kamtibmas. Aksi yang dilakukan juga tanpa ada ijin pihak keamanan. Secara hukum itu sudah melanggar, bisa dikatakan ilegal," ujar Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Gustav Urbinas.

Kapolres juga mengatakan jika demonstran telah melakukan aksi provokasi dan upaya perlawanan terhadap kepolisian. Selain ilegal, aksi yang dilakukan KNPB juga melawan instruksi terkait pencegahan persebaran Covid-19.

Dilain tempat, salah seorang tokoh pemuda kenamaan di Papua, Ali Kabiay menegaskan jika aksi KNPB selayaknya dibubarkan oleh aparat keamanan. Menurutnya aksi tersebut berpotensi menciptakan gangguan Kamtibmas yang akan berujung panjang, sebagai masyarakat kami mendukung penuh tindakan kepolisian melakukan pembubaran.

"Secara terang-terangan mereka ini mencoba melawan hukum, tidak ada dasar yang sesuai dalam tuntutan untuk membebaskan Victor Yeimo. Lebih pantas untuk dibubarkan, mengingat dampaknya nanti akan semakin merugikan jika terus dibiarkan,"

Ali Kabiay lantas menegaskan terkait aksi demonstrasi KNPB yang tidak mewakili aspirasi seluruh orang Papua. Dirinya menganggap jika aksi tersebut hanya upaya provokasi demi kepentingan KNPB sebagai salah satu organisasi separatis di Papua, dan tindakan yang dilakukan pihak keamanan sudah sesuai dengan prosedur.

"Tidak mewakili orang Papua secara umum, kami orang Papua tidak sibuk atas hal itu. Kami lebih memilih untuk bekerja, atau melakukan aktivitas yang lebih bernilai positif. Terlebih kasus Victor Yeimo sudah ditangani Kejaksaan, yang jelas, selesaikan saja secara hukum, bila perlu demi kedamaian dan kenyamanan pindahkan saja proses hukumnya ke luar Papua."

Aksi unjuk rasa yang dilakukan organisasi separatis KNPB tersebut tidak mendapat perhatian khusus oleh masyarakat di Jayapura. Sebaliknya justru mereka mendukung aksi Kepolisian dalam membubarkan kegiatan yang merugikan tersebut.