Tampilkan postingan dengan label PON XX PAPUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PON XX PAPUA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2021

Ketua KNPB ditudung makan uang lewat perhelatan PON

wrtsh papua


Ketua Organisasi Papua Merdeka, Jeffrey Bomanak dalam sebuah keterangan di media sosial pribadinya menyebutkan jika Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak memberikan dampak bagi Orang Papua. Jeffrey menganggap jika PON hanya ambisi dan upaya politik yang sedang digencarkan di Papua.

Jeffrey Bomanak juga mengungkapkan kekesalannya melihat tingkah Agus Kossay yang dianggapnya ketakutan dan justru menghindar dari tuduhan-tuduhan yang mengatakan bahwa KNPB tidak terlibat dalam aksi mengganggu pelaksanaan PON.

“Saya sedih mendengar kabar itu, belum apa-apa kenapa dia (Agus Kossay) seperti ketakutan. Mungkin ini sebuah kemunduran dari KNPB dibawah kepemimpinan Agus Kossay,”

Tak hanya itu, Jeffrey Bomanak dengan kerasnya menuduh jika Agus Kossay ikut merasakan uang panas hasil penyelenggaraan PON. Hal tersebut diungkapkannya karena melihat Agus Kossay yang sempat mengatakan jika KNPB tidak akan mengganggu pelaksanaan PON.

“Sebagai pejuang tindakan yang dilakukan Agus Kossay itu sangat lucu. Ini tidak masuk akal karena seolah-olah KNPB berkampanye untuk ikut mendukung PON. Agus Kossay pasti mendapatkan uang dari itu semua,”

Jeffrey menegaskan jika perjuangan Papua sudah dicampuri urusan perut dari tokoh-tokoh perjuangan yang berkhianat. Dirinya juga mengungkapkan jika banyak oknum dalam tubuh KNPB yang berwatak kolonialis yang hanya bersembunyi dibalik identitas Papua.

“KNPB era saat ini berbeda dengan KNPB di tahun-tahun yang lalu, banyak orang-orang di KNPB sekarang yang memikirkan isi perutnya sendiri. Mereka sama saja, berwatak kolonialis. Bahkan lebih parah karena bersembunyi dibalik nama Papua,”

Selasa, 12 Oktober 2021

Beredarnya Himbauan Ketua OPM, Agus Kossay: Siapa Yang Sebenarnya Akan Menggagalkan PON!

wrtsh papua


Perseteruan terus terjadi di melalui media sosial, ruang public dunia maya kembali menjadi wadah untuk saling serang antara Ketua OPM dengan Ketua KNPB terkait tuduhan siapa yang menjadi otak dari rencana menggagalkan atau mengacaikan PON Papua.

Setelah tertangkapnya penyelundupan senjata dari PNG oleh anggota KNPB di Pegunungan Bintang, terungkap adanya rencana menggagalkan PON di Papua, baik di Jayapura, Merauke maupun Timika. Pelaku yang tertangkap yang juga merupakan anggota KNPB Pegunungan Bintang menuturkan kalau senjata yang dibawanya berasal dari Jefry Bomanak.

Agus Kossay selaku Ketua KNPB Pusat membantah kalau dirinya terlibat dalam pembelian senjata dari Jefry Bomanak, Agus mengaku tidak tahu menahu keterlibatan anggotanya dalam penyelundupan senjata tersebut.

“Saya saja tidak tau kalau ada pembelian senjata oleh anggota KNPB, karena kalau membeli satu senjata api hanya menghabiskan dana ratusan juta, KNPB dapat dana dari mana?” ungkapa Agus saat dikonfirmasi oleh awak media pada 7 Oktober lalu.

Justru sebenarnya otak dari perencanaan menggagalkan PON adalah Ketua OPM yang melibatkan anggotanya, yang punya senjata selama ini siapa? KNPB bergerak melalui politik tidak membutuhkan senjata, jadi Jefry Bomanaklah yang punya rencana mengacaukan PON.

Rencana ini dikuatkan lagi dengan adanya himbauan atau pernyataan Jefry Bomanak selaku ketua OPM yang meminta untuk segera membubarkan PON sebelum penutupan, pernyataan ini beredar melalui whatsapp pada hari Minggu, 10 Oktober kemaren.

“Dari sini sudah terlihat jelas kalau dia (Jefry Bomanak) yang mempunyai rencana untuk mengganggu keberlangsungan PON, jadi kalau ada sesutau yang terjadi terhadap PON, maka Ketua OPMlah yang bertanggung jawab,” tuturnya.

Saling serang melalui media antara kedua petinggi perjuangan papua barat merdeka mulai dirasakan oleh anak buahnya, salah satu anggota KNPB yang berinisial JP melontarkan kalimat kepada Jefry Bomanak bahwa tertangkapnya anggota KNPB akibat dari ulah bodoh Ketua OPM.

Jefry Bomanak sangat tidak menghargai legalitas KNPB sebagai sayap perjuangan politik, sehingga Langkah keliru yang dilakukan Ketua OPM sangat merugikan KNPB, Ketua OPM telah menjebak anggota KNPB sehingga KNPB dianggap otak dari rencana menggagalkan PON.

Jumat, 08 Oktober 2021

PON Diapresiasi Dunia Internasional, Fakta Papua Wilayah Aman dan Damai

wrtsh papua


Tak hanya jagad nasional, apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) muncul dari dunia internasional. Hal tersebut dianggap telah membuka mata dunia bahwa Papua berhasil mencatatkan kemajuan yang pesat.

“Saya mendapatkan banyak pesan selamat atas terselenggaranya PON di Papua, mereka adalah para kolega dan tokoh besar dari sejumlah negara sahabat. Ini adalah keberhasilan kita semua sebagai bangsa Indonesia yang patut disyukuri,” ungkap Mahfud md, Menko Polhukam RI.

Terselenggaranya PON yang digelar di 4 kota/kabupaten tersebut secara tidak langsung telah mematahkan stigma negative tentang situasi keamanan di Provinsi Papua.

“PON membuktikan bagaimana Papua itu wilayah yang tidak jauh berbeda dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia, tentang Papua yang tidak aman, terbukti sampai saat ini hal itu sama sekali tidak terjadi,” 

Gemerlap PON juga nampak dari keterlibatan masyarakat dalam memeriahkan event olahraga tingat nasional tersebut. Ribuan relawan hadir membantu jalannya acara, ditambah masyarakat asli Papua yang terkaryakan untuk bisa memperkenalkan produk lokal, ataupun bagi masyarakat lainnya yang selalu memadati tempat-tempat pertandingan.

“Saya saksikan sendiri bagaimana PON ini membawa pengaruh baik bagi Papua dan seluruh masyarakatnya. Ini adalah event yang sangat memberi pengaruh baik untuk Papua saat ini, dan untuk Papua dimasa yang akan datang,” ujar Agustinus R sebagai tokoh senior.

Anggota KNPB Beberkan Aksi Terselubung Agus Kossay Usik PON Papua

wrtsh papua


Perhelatan event akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke dua puluh yang diselenggarakan di Papua menuai banyak pujian dari seluruh Indonesia. Meski demikian salah seorang anggota KNPB membocorkan sejumlah sisasat dari kelompoknya untuk mengganggu pelaksanaan PON.

“KNPB punya agenda lain karena PON ini berjalan, mereka (petinggi-petinggi) merasa kalau PON ini memang menjadi ancaman, khawatir kalau perjuangan menjadi terkikis,”

AK sebagai salah seorang anggota KNPB Numbay dalam keterangannya mengatakan jika rencana tersebut diminta langsung oleh Ketua Umum Pusat Agus Kossay. Dirinya juga mengaku sudah dilakukan serangkaian pertemuan membahas aksi tersebut.

Meski sebelumnya banyak ditemukan pernyataan Agus Kossay yang tidak mau mengganggu jalannya PON, namun dalam kenyataannya semua terbalik. AK menduga hal tersebut sebagai upaya Agus Kossay agar tidak terlalu mengundang perhatian.

“Sudah beberapa kali Ketua melakukan pertemuan untuk membahas agenda ini. Jadi apa yang sebelumnya banyak dipublikasi media itu tidak semuanya benar. Ketua menyembunyikan poin-poin lainnya agar tidak menarik perhatian,”

AK bahkan mengaku jika ada kemungkinan Agus Kossay dan KNPB akan turut melibatkan kelompok bersenjata dalam melancarkan aksinya.

“Mungkin Agus Kossay merasa kalau suaranya tidak cukup didengar, makanya dia minta bantuan juga ke TPNPB. Menurut saya hal-hal semacam ini yang tidak boleh terjadi karena melenceng dari misi organisasi yang menjunjung tinggi kedamaian,”

Atas ramainya kabar dan rencana yang dilakukan oleh Agus Kossay dengan membawa nama KNPB, dirinya mengaku khawatir jika nama baik KNPB justru rusak dan akhirnya dicap sebagai organisasi pemberontak. Jika hal tersebut benar terjadi, maka agenda KNPB secara menyeluruh akan terganggu dan tidak bisa berjalan dengan baik.

Kamis, 07 Oktober 2021

PON Berhasil Menunjang Aspek Pembangunan di Papua Meski Kelompok Separatis Masih Menutup Diri

wrtsh papua


Kesuksesan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak bisa membuka mata kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme. Tokoh senior Papua, Franz Korwa mengungkapkan jika kelompok tersebut hanya bisa menolak tanpa tahu dampak baik yang sedang dirasakan masyarakat Papua. (7/10)

“Kelompok seperti KNPB, ULMWP, dan seluruh bagian separatis itu tidak bisa berbuat banyak dengan suksesnya PON. Mereka hanya bisa menolak, padahal dibalik PON ini ada dampak baik bagi masyarakat Papua,”

Korwa menjelaskan jika aksi penolakan PON hanya sebuah propaganda murahan yang dilakukan kelompok separatis. Sebab masyarakat di Papua justru mengaku merasa senang dengan adanya event PON tersebut.

“Itu hanya cara mereka saja, propaganda murahan. Kita bisa lihat sendiri bagaimana masyarakat secara merasa terkesan dengan event seperti PON ini. Semuanya larut dalam kebahagiaan. Mereka ada yang berjualan, ada yang menjadi relawan, ada juga yang antusias untuk menonton setiap pertandingan,”

Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth menyebutkan jika masyarakat Papua antusias menyambut PON ke dua puluh. Sebab, pesta olahraga antar 34 provinsi di Indonesia itu bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia.

"Respon masyarakat baik. Antusias menyambut PON ini. Acara sebesar ini tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia,”

PON terbukti mampu menarik perhatian masyarakat di seluruh Indonesia, hal tersebut juga terlihat dari hadirnya berbagai sektor bisnis dan industri dalam peranan mendukung kesuksesasan PON.

“Terkait penyelenggaraan PON, mulai tercatat perusahaan bidang transportasi, industri kesehatan, bahkan perusahaan skala nasional hadir di Papua. Ini adalah kabar baik untuk menunjang segala aspek. Hal-hal semacam ini yang harus dilihat dengan sudut pandang objektif,”

Selasa, 05 Oktober 2021

PON Papua Sukses dan Diapresiasi, KNPB Gusar Coba Ganggu Pelaksanaannya

wrtsh papua


Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai perhelatan akbar diapresiasi sejumlah tokoh Papua. Berbagai ucapan serta dukungan mengalir selama berlangsungnya kompetisi olahraga terbesar se-Indonesia tersebut.

Titik balik kemajuan di Papua yang sukses menyelenggarakan PON, telah membuat kelompok anti pemerintah menjadi gusar. Hal tersebut diungkapkan Agustinus R yang melihat dari aksi-aksi mahasiswa dan KNPB untuk mencoba mengganggu pelaksanaan PON.

“Tidak ada kaitannya gelaran PON untuk menutup pelanggaran HAM. Orang-orang di KNPB itu pemikiran sudah terlalu sempit. Mereka memang mau mengganggu jalannya PON, mau membuat kekacauan sebagai bentuk kegusaran,”

Segala cara dilakukan oleh KNPB untuk mengungkit permasalah di Papua. Agustinus menjelaskan jika isu-isu hoaks terkait permasalahan Papua muncul setelah pembukaan PON berhasil dilaksanakan dengan begitu meriahnya.

“Mereka membuat kabar hoaks, tentang pengungsian, tentang rasis, atau militerisme. Semua itu dilakukan karena khawatir kemegahan PON akan membuat KNPB mati kutu. Kalau memang seperti itu, artinya secara tidak langsung KNPB mengakui jika PON sukses terlaksana,”

Agustinus juga menjelaskan bahwa PON ke dua puluh sudah berhasil membuktikan jika Papua adalah wilayah yang terus bergerak maju. Dirinya pun mengungkit kisah kedekatan seorang Presiden dengan rakyatnya dalam sela-sela kunjungannya di Kota Jayapura.

“Papua sudah diakui seluruh Indonesia, semua mata sedang tertuju ke Papua lewat penyelenggaraan PON. Hari ini adalah bukti jika Papua sudah bergerak semakin maju,”

"Kelompok separatis seperti KNPB tentu akan menolak kebijakan pemerintah meskipun berdampak baik bagi masyarakat Papua. Padahal kita semua tahu kalau orang Papua senang dengan adanya PON ini, momen kedekatan seorang Presiden dengan rakyatnya benar-benar terjadi,"

Agustinus mengatakan jika PON juga memberi dampak atas bangkitnya kemajuan dari sejumlah aspek pada lapisan masyarakat, hal tersebut tumbuh atas dibangunnya sarana/prasarana infrastruktur dalam menunjang pelaksanaan PON.

"Banyak hal yang akhirnya dibangun oleh pemerintah, meski saat ini dikhususnya demi kesuksesan PON, namun banyak aspek di masyarakat yang mulai tergugah. Masyarakat juga proaktif mendukung kemajuan yang terjadi, bidang usaha ataupun biro jasa milik masyarakat terlihat mulai tumbuh,"

Agustinus lantas menegaskan jika problematika yang selalu dimunculkan oleh KNPB sebagai organisasi separatis tidak perlu ditanggapi secara serius, sebab hal itu hanya akan mengundang konflik yang tidak berguna. Lebih baik seluruh elemen di Papua berfokus untuk mengangkat wilayah ini menjadi maju dan lebih baik.

Minggu, 03 Oktober 2021

Pentingnya dan Manfaat dari PON XX Bagi Masyarakat Papua

wrtsh papua


KNPB dan Orang Tak Berakal Harus Tau!

Beberapa hari sebelum pelasanaan PON XX Papua di Gelar, ada perntanyaan dari beberapa pihak terkait manfaat dan pentingnya kegiatan “Pesta Rakyat PON” ini dilasanakan di Papua, seperti kelompok Komite Nasional Papua Barat dan TPNPB-OPM.

”Saya mau kasih tau buat mereka-mereka yang tidak dapat melihat/menilai karena buta huruf dan hilang akalnya terkait manfaat PON XX bagi orang Papua”

Sebelumnya saya mau tanya juga ke mereka, apa pentingnya PON XX di Papua bagi KNPB dan TPNPB?

Kalau tidak penting kenapa KNPB dan TPNPB berencana mengganggu atau menggagalkan PON!, jadi stop dan hentikan provokasi-provokasi melalui medsos.

Ini adalah “PESTA RAKYAT INDONESIA” semua warga mulai dari aceh sampai papua ada mengikuti kegiatan ini, bahkan demi kenyamanan dan kedamaian pesta ini pasukan-pasukan pun diturunkan untuk menjaga keselamatan para peserta yang hadir.

Tidak berbeda dengan PESTA RAKYAT INTERNASIONAL seperti Sea Game, Olimpiade dan lain-lain semuanya menurunkan aparat keamanan, bahkan pasukan khususpun ikut disiagakan. Jadi kalau KNPB dan TPNPB atau OPM yang otaknya ingin mengganggu PON maka akan berhadapan dengan ribuan pasukan yang sudah disiagakan.

Seperti yang saya sampaikan diatas sebelumnya, bahwa poin-poin penting dan beberapa manfaat dari PON XX Papua yaitu Meningkatkan rasa persaudaraan yang Pancasilais dari Aceh sampai Papua, karena berkumpulnya masyarakat seluruh indonesia akan dapat menemukan saudara baru dan keluarga baru dalam konteks NKRI.

Memiliki kunjungan wisata dan peningkatan ekonomi yang kreatif dengan memperkenalkan budaya bumi cenderawasih dan tak kalah hebat lagi menjadi sorotan nasional, semua kosentrasi akan ke Papua.

Dari dua penyampaian diatas, sangat luas manfaatnya jika dilihat dengan akal yang sehat dan pikiran positif. Kalau menggunakan kaca mata atau sudut pandang KNPB dan TPNPB maka tidak akan menemukan manfaatnya karena mereka dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NKRI “TIDAK MEMILIKI AKAL” atau ”SUDAH HILANG AKALNYA”.

Ayo saudara-saudara..! saya mengajak kita gunakan akal sehat dan pola pikir yang baik untuk mendapatkan berkat dari PON XX Papua, gunakan kemampuan dan talenta kita untuk mendapatkan manfaatnya, jangan sampai Ketika PON berlalu kita tidak merasakan apa-apa, itu sama saja dengan kelompok yang “Tidak Berakal”.

Terima kasih

Salam Akal Sehat

Frederick Angguhatu (Pegiat PON)

03/10/2021

Sabtu, 02 Oktober 2021

Hanya Orang Waras Yang Mampu Melihat Manfaat PON Papua, Bukan Orang Yang Hilang Akal

wrtsh papua


Pekan Olah Raga Nasional (PON) Papua hari ini dibuka oleh Presiden Jokowi, walaupun dilakukan ditengah pandemi covid-19, bagi orang Papua ini adalah wujud kepercayaan pemerintah pusat yang harus dijaga.

"Suksesnya PON XX akan memberi manfaat bagi orang Papua itu sendiri, terutama bagi orang-orang yang berpikiran waras"

Pemanfaatan yang didapat antara lain seperti peningkatan SDM, artinya mereka yang terlibat dalam penyelenggara harus punya kualitas sesuai kemampuan di bidangnya.

Dan orang-orang yang bisa mendapatkan atau menilai manfaat dari hadirnya PON di Papua hanya orang-orang yang waras saja (bukan orang yang akalnya sudah hilang).

Orang-orang yang hilang/habis akal seperti KNPB atau TPNPB OPM tidak akan pernah mampu untuk merasakan atau mendapatkan manfaat dari hadirnya PON XX di Papua, karena otak mereka hanya dipakai untuk pikiran kotor saja.

Mengganggu, merusak, menggagalkan PON itulah yang ada didalam otak dan pikiran Agus Kossay, Ones Suhuniap dan kelompoknya, mereka tidak bisa melihat berkat dari Tuhan yang diberikan lewat Pesta Rakyat ini.

Indikasi-indikasi otak kotor KNPB sudah terlihat, seperti tertangkapnya anggota KNPB yang bekerjasama mendistribusikan senjata ilegal di pegunungan bintang, berdasarkan release Polda Papua terungkap KNPB berencana mengacaukan PON Papua.

Ini akan menjadi bukti, ketika ada kekacauan pada keberlangsungan PON, maka tuduhan itu sudah jelas mengarah kepada KNPB dan TPNPB OPM nantinya.

"Sepertinya ancaman yang disampaikan oleh Jefry Pagawak selaku ketua Organisasi Papua Merdeka, yang mengancam Presiden Jokowi jika datang ke Papua"

Selanjutnya, Selain peningkatan SDM pelibatan wirausaha muda Papua yang memiliki produk yang relevan dengan PON akan menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat Papua.

Dampak ekonominya yaitu kegiatan jual beli barang dan jasa yang dimiliki akan merangsang roda bisnis masyarakat sekitar yang akan bertumbuh lebih besar lagi.

"Mereka akan mengiklankan komoditas lokal seperti kopi, coklat, kerajinan lokal dan juga tempat wisata"

Semuanya tentu mendatangkan manfaat, namun tidak bagi mereka-mereka yang akalnya sudah hilang yang terus dan selalu saja menuebarkan opini miring dan hoax, (itulah KNPB yang sudah tidak punya akal).

Jadi, kalau ada yang tidak memdapatkan manfaat dari PON ini, mereka bagian dari KNPB. Jangan bodoh! tolong gunakan otak dan pikiran yang positif.

Salam Sehat, Salam Orang Waras

Fernando Maubedari (mahasiswa Papua)

Oktober, 2/2021

Jumat, 01 Oktober 2021

Manfaat Dan Keuntungan PON XX Bagi OAP Apa?

wrtsh papua


Merespon Tanggapan Ones Suhuniap

Bagi orang papua kehadiran Pekan Olah Raga Nasional di Papua sangat disambut baik kecuali bagi orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah seperti kelompok KNPB dan TPNPB-OPM, kelompok inilah yang selalu menciptakan gangguan serta penyebaraan Hoax terkait PON.

“Seperti yang kita ketahui release dari Polda Papua bahwa ada indikasi kelompok ini mengganggu berjalannya PON.”

Bertolak belakang dengan masyarakat papua pada umumnya mereka merasakan manfaat dari PON tersebut. Mulai dari banyak fasilitas olahraga baru yang dibangun, hingga publikasi gratis terhadap keindahan Papua. Sehingga Bumi Cendrawasih makin dikenal oleh netizen di seluruh dunia.

”Bahkan masyarakat dapat berkesempatan memperkenalkan budaya-budaya dan pariwisata yang ada di Papua”

Menanggapi pernyataan Ones Suhuniap selaku juru bicara knpb terkait apa manfaat PON di Papua? Perlu saya sejaskan bahwa yang pertama adalah anda (Ones Suhuniap) tidak ada urusan dengan PON, tetapi mengapa anda (KNPB) mencoba mengganggu berjalannya PON!

Kedua, anda hanya membangun opini dari sudut pandang anda sendiri sebagai kelompok yang melawan pemerintah, kalau anda menyadari bahwa PON tidak ada urusan dengannya anda, maka saya minta tutup mulut saja dan stop bangun provokasi serta hoax di media.

Saya sampaikan bahwa PON adalah Pesta Rakyat Yang Perlu Diamankan demi berlangsungnya PON yang nyaman, kehadiran aparat keamanan dipertaruhkan hanya untuk menjaga marwah dan martabat orang papua sebagai tuan rumah.

“Dimana-mana pelaksanaan PON sebelumnya pasti diamankan dengan melibatkan pasukan baik dari TNI maupun Polri, bahkan Asian Game pun lebih lebih extra lagi yang melibatkan pasukan-pasukan khusus yang jumlahnya beribu-ribu, tujuannya hanya untuk menjaga martabat sebagai tuan rumah dan menjaga keamanan dari adanya gangguan-gangguan keamanan.”

Ini perlu dipahami untuk kita semua, terutama Ones Suhuniap (KNPB) dan kelompok-kelompok ataupun oknum yang berseberangan dengan NKRI, bahwa PON bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran baik saja, tidak bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran kotor.

“Salam Cerdas Untuk KNPB”

Johan Rumbino (Pengamat Papua)

Jumat, 01/10/21

Selasa, 28 September 2021

Kepala Suku Papua: PON sebagai Sarana Promosi Budaya Luhur

wrtsh papua


Arus globalisasi yang saat ini terjadi bahkan hingga kepelosok-pelosok negeri menurut salah seorang Kepala Suku Papua perlu disikapi dengan arif dan bijaksana. Naftali Mabel mengungkapkan jika era digital tak hanya memberi kemudahan namun juga menyimpan dampak lain yang akan merugikan.

“Dunia ini sudah ada digenggaman kita semua, mau memberi ataupun mencari informasi semua bisa dilakukan dengan mudah sekarang. Tetapi kita harus bisa menggunakannya dengan baik, artinya hendaknya kita bisa menahan diri. Opini di dunia maya itu sangat multitafsir,”

Hal tersebut diungkapkan Naftali Mabel melihat ramainya informasi yang tdiak tepat berkaitan dengan pelaksanaan PON di Papua yang tengah berlangsung saat ini.

“Banyak sekali berita miring seputar Papua terutama menjelang PON, seharusnya semua orang di Papua ini bisa lebih berhati-hati, Papua ini tanah yang damai, jangan dirusak dengan informasi-informasi tidak benar,”

Dirinya mengungkapkan harapan besar terutama kepada kelompok yang dikenal kerap menentang pemerintah seperti KNPB atau segala organisasi yang terafiliasi dengan gerakan separatis di Papua untuk menjaga suasana Damai, Aman, Nyaman, dan Indah.

“Terutama kepada kelompk-kelompok yang selalu bikin kacau. Ingat DANI, Damai Aman, Nyaman, dan Indah. Jangan kalian rusak dengan kepentingan-kepentingan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,”

Naftali juga meminta kepada seluruh elemen di Papua untuk menyebarkan berita-berita yang lebih bernilai baik demi nama Papua yang akan dikenal lebih dalam lewat perhelatan PON.

“PON jadi sarana kita semua untuk memperkenalkan budaya yang luhur dari Papua, maka jangan dirusak dan jangan diganggu. Kami minta sebarkan berita yang baik-baik mulai sekarang,”

Sabtu, 25 September 2021

KNPB Coba Ganggu PON Papua, “Mereka Berhadapan dengan Hukum”

wrtsh papua


Aksi-aksi gangguan keamanan di Papua sering terjadi akibat eksisnya kelompok separatis seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Oleh karena itu sejumlah tokoh meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing hasutan atau provokasi yang bersumber dari kelompok tersebut.

“KNPB jadi salah satu organisasi yang harus dilawan oleh orang Papua karena mereka selalu menimbulkan kekacauan. Mereka terus berusaha untuk mengganggu keamanan di Papua,” ungkap pengamat dan tokoh senior Papua Eli Huby.

Sebagai penduduk Wamena, Eli mengatakan jika kelompok seperti KNPB sudah menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama demi terciptanya keamanan yang kondusif. Terlebih KNPB memiliki basis anggota yang rentang usianya masih muda, sebab KNPB dinilai cukup aktif melakukan kaderisasi pada kelompok mahasiswa.

Eli menegaskan akan mendorong penolakan terhadap aksi dan ajakan dari KNPB dan mahasiswa eksodus, hal tersebut diungkapkannya melihat KNPB adalah otak dari kekacauan dan kerusuhan di Papua.

“Jangan pernah mudah terhasut dengan aksi yang disebarkan KNPB atau mahasiswa, kalau kita lihat kejadian tahun 2019 kemarin, itu seharusnya sudah bisa menyadarkan kita semua untuk tegas menolak kelompok ini,”

Eli menambahkan jika penyelenggaraan PON di Papua sebagai bentuk pertaruhan harga diri dan martabat orang Papua. Dirinya juga mengandaikan jika baik dan buruknya pelaksanaan PON akan berdampak bagi orang Papua sendiri.

“Kalau PON itu bisa berjalan baik, nanti orang Papua sendiri yang akan memetik buahnya. Momen ini bisa mendorong kegiatan masyarakat untuk menunjang kesejahteraannya nanti. Untuk itu kita harus mendukung PON ini agar aman dan damai,”

Eli lantas menegaskan kepada KNPB dan mahasiswa eksodus untuk tidak membuat kekacauan dalam pelaksanaan PON. Pihaknya juga memberi dukungan kepada aparat keamanan agar dapat membantu keberhasilan jalannya PON Papua.

“Jadi intinya kalau sudah ada yang mau mengacaukan, siap-siap saja mereka berhadapan dengan hukum. Ada ribuan tantara dan polisi yang sudah disiagakan untuk mendukung suksesnya PON ini. KNPB dan mahasiswa eksodus jangan buat gerakan tambahan,”

Rabu, 21 Juli 2021

Pemuda Saireri Minta Semua Pihak Dukung PON XX Papua

wrtsh papua


Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Saireri, sebagai organ induk pemuda dan mahasiswa wilayah adat Saireri, menyatakan sikap mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

“Kami sebagai elemen pemuda yang berasal dari Saireri merasa perlu proaktif, untuk berkontribusi dan memberikan aspirasi kepada pemerintah Papua, untuk pelaksanaan PON XX Papua 2021,” ungkap Ketua Umum DPP Pemuda Saireri Gifli Buine di Jayapura, Rabu (21/7/2021).

Pihaknya dalam poin pertama pernyataan sikap tersebut menegaskan, pelaksanaan PON Papua harus sukses dan tak boleh ada penolakan dari pihak manapun.

“Mewakili tokoh pemuda di Papua, kami mengimbau untuk semua komponen masyarakat di Papua, agar mendukung  PON Papua, sehingga pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar. Jika masih ada penolakan dari cluster yang ada, KONI dan Mempora perlu turun tangan. Dan mengenai transparansi anggaran harus ada keterbukaan,” kata Gifli Buinei membacakan poin kedua dari pernyataan sikap tersebut.

Pemuda Saireri berpendapat bahwa PON merupakan ajang unjuk prestasi bagi anak-anak generasi muda Papua, karena itu perlu dukungan penuh dari semua pihak, termasuk pemuda.

“Kita sudah diberikan kepercayaan penuh oleh pemerintah pusat, untuk menyelenggarakannya, sepatutnya semua pihak ikut mendukung, bukan sebaliknya,” katanya lagi.

Pemuda Saireri juga mengharapkan, Papua sebagai tuan rumah dapat menunjukkan yang terbaik dalam perhelatan PON nanti.

“Jadi bukan hanya sukses sebagai penyelenggara tetapi juga sukses raih prestasi demi menjaga nama baik Tanah Papua. Jika ada pihak yang sependapat atau mencoba menggagalkan pelaksanaan PON, berarti oknum tersebut tidak paham kemajuan,” kata Gifli.

Di tengah isu keamanan Papua, ia juga meminta agar PB PON dapat menjamin pelaksanaan PON. PB PON bersama TNI/Polri diminta lebih optimal menyiapkan langkah teknis pengamanan hingga pesta olahraga nasional empat tahunan itu berlangsung sukses.

Sebagai usulan, mereka juga minta Pemprov Papua, untuk segera menutup jalur masuk ke Papua, baik melalui udara maupun melalui jalur laut. Hal ini disampaikan dengan maksud, agar pelaksanaan PON tak terganggu situasi Covid-19 saat ini.

Senin, 05 April 2021

Aktivis Papua Kecam Oknum dan Organisasi Melawan Pemerintah yang Memprovokasi Mahasiswa

wrtsh papua


Jakarta - Dalam sebuah pertemuan diskusi yang dilakukan oleh Alumni Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Papua Bersatu, membahas persoalan tentang arah mahasiswa papua kedepan.

Kegiatan yang berlangsung di sebuah café di Jakarta beberapa mahasiswa menyampaikan arah masa depan generasi papua selanjutnya terutama bagi mereka yang saat ini sedang melanjutkan study di beberapa fakultas baik di Jakarta, Jogya, Semarang, malang dan beberapa wilayah lainnya.

Salah seorang mahasiswa bernama chaterin menyampaikan bahwasanya hingga saat ini masih terjadi provokasi dan hasutan-hasutan terhadap mahasiswa papua dari kelompok-kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

Chaterin menjelaskan, mereka didatangi ke asrama-asrama dan menghasut agar para mahasiswa menolak program pemerintah, seperti menolak Otsus, Pemekaran, dan Rehabilitasi Asrama, mereka diketahui berasal dari organisasi ULMWP Bersama Yusni Iyouw yang merupakan mantan ketua mahasiswa Eksodus.

Menanggapi hal itu, Edward GM yang merupakan Inisiator pertemuan mengatakan saat ini banyak asrama-asrama yang huni oleh kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NKRI, mereka hampir sebagian besar adalah mahasiswa yang di DO dan sebenarnya mereka ini sudah tidak berhak menempati asrama-asrama papua lagi, hal ini butuh ketegasan dari pihak pemerintah papua.

“Sangat disesalkan, adek-adek kita yang seharusnya berhak menempati fasilitas asrama yang diberikan kepada mereka yang masih study akhirnya harus menyewa rumah kontrakan Bersama mahasiswa lainnya,” ungkap Edward saat dikonfirmasi.

Edward juga menambahkan agar pemerintah dan pihak terkait untuk mengusut atau melakukan tindakan tegas terhadap mereka karena mereka sudah sewenang-wenangnya melakukan tindakan intimidasi dan provokasi terhadap mahasiswa papua.

Dirinya juga mengecam tindakan oknum mahasiswa eksodus Bersama kelompok ULMWP atau organisasi yang bertentangan dengan pemerintah melakukan aksi yang merugikan masa depan generasi papua.

Sumber: JurnalJakarta 

Selasa, 23 Maret 2021

KKB Papua Akan Masuk Kategori Organisasi Teroris

wrtsh papua

Ketua Komponen Pemuda Merah Putih Indonesia Provinsi Papua,Ali Albert Kabiay
saat memberikan penjelasan terkait aksi KKB sama dengan Organisasi Terorisme.

Papua - Aliansi Pemuda Merah Putih Indonesia Provisni Papua,  mendorong pemerintah pusat menanggapi perkembangan isu yang berdampak panjang bagi kesejahteraan masyarakat bahkan stabilitas keamanan di Provisni Papua.

Ketua Aliansi Pemuda Merah Putih Indonesia Provinsi Papua, Ali Kabiay  menjelaskan ada 10 poin pernyataan sikap yang nantinya akan di teruskan ke DPR RI Komisi 1, Menkopolhukam, Polda Papua dan DPR Papua.

Ia pun menjelaskan 10 poin pernyataan sikap yakni mendukung keberlanjutan otonomi khusus untuk kesejahteraan masyarakat Papua, meminta KPK untuk melakukan pemeriksaan di Papua, lantaran banyak indikasi korupsi, mendukung pemekaran dan daerah otonomi baru di Papua, menaikan status teroris bagi OPM, hingga melakukan pemeriksaan terhadap ketua MRP terkait anggaran RDP yang dipergunakan termasuk hasil rapat dengar pendapat (RDP) yang dilakukan di tiga wilayah adat.

“Banyak dinamika yang terjadi di Papua, olah karena itu kami sebagai aliansi Pemuda Merah Putih Indonesia Provinsi Papua berhak menyuarakan hal ini, untuk menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah pusat,” tegasnya.

Ali merincihkan, keberlangsungan otsus dan pemekaran daerah otonomi baru di Provinsi Papua sangat berpengaruh, oleh karena itu aliansi pemuda merah putih Indonesia sangat mendukung.

Sementara status OPM menjadi teroris, lanjut Ali harus di berlakukan secepatnya mengingat aski-aksi yang dilakukan sudah sama seperti teroris, dari penggunaan senjata api, pengancaman, pembunuhan sampai dengan penyanderaan.

“Kami meminta teroris harus di cap OPM, Dan kami meminta kepada Komisi I DPR RI, bahkan kami akan mengirim pernyataan sikap,” ungkapnya.

Dirinya sangat setuju dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bicara soal definisi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Dimana keberadaan KKB di Papua  bisa masuk kategori organisasi terorisme. Dia menyebut pihaknya sedang menggagas diskusi dengan kementerian dan lembaga untuk menentukan penyebutan atau nomenklatur KKB masuk kategori organisasi teroris.

"Kami sangat sependapat dengan BNPT yang akan memasukan KKB Papua sebagai organisasi teroris, karena, Ini Harus dilakukan karena kebiadaban KKB tidak bedanya dengan Teroris yang mengancam, mengintimidasi, meneror, merekrut, dan membuat rasa takut orang lain yang mengganggu hak-hak asasi manusia," terangnya.


Rabu, 03 Maret 2021

Dukung Pemekaran DOB dan Keberlanjutan Otsus, KPMP Nyatakan Sikap

wrtsh papua
Komponen Pemuda Merah Putih memberikan pernyataan sikap mendukung pemekaran dan keberlanjutan Otsus

Jayapura - Papua. Komponen Pemuda Merah Putih (KPMP) menanggapi Isu akhir ini soal Otonomi khusus dan Pemekaran Akhirnya Menyatakan sikapnya.  Mereka Mendukung Penuh keberlangsungan Otsus serta pemekaran provinsi baru di Papua.

Hal itu diungkapkan Ketua pemuda merah Putih KPMP Papua, Ali Kabiay saat memberikan keterangan pers di salah satu hotel di Jayapura, Selasa (2/3/2021) siang.

Menurut Ali, keberlangsung otsus sangatlah penting, mengingat otsus selama ini telah mendongkrang kemajuan di Papua maupun Papua Barat, karena telah mendukung kemajuan di segala sektor.

“Otsus yang diberikan merupakan bukti keseriusan Pemerintah dalam membangun Papua dan Papua Barat menjadi lebih baik, dan menjawab semua tantangan yang ada. Bahkan Otsus adalah berkat tuhan yang harus di syukuri oleh siapapun yang ada di negeri ini,” bebernya.

Ali pun berharap dengan keberlangsungan otsus selama ini, diharapkan adanya evaluasi terkait dengan penggunaan anggaran yang diguncurkan sangat besar.

“Kami harap ada evaluasi dari pusat terkait penggunaan anggaran, mengingat ada dugaan indikasi penyalah gunaa oleh para pemangku kepentingan di Papua,” Tegasnya.

Dirinya beserta para komponen pemuda Papua juga mendukung kebijakan pemerintah dalam pemekaran wilayah serta pembentukan daerah otonomi baru. Hal itu bertujuan untuk pembangunan yang lebih baik lagi kedepannya. “Dengan adanya pemekaran daerah baru, maka sudah tentu akan membawa dampak positif bagi akselerasi pembangunan yang lebih baik lagi,” bebernya.

Mereka Juga Meminta Polisi dan kejaksaan Serta KPK mengusut dugaan penyelewengan dana OTSUS sejak tahun 2002, yang Tak memberikan hasil yang signifikan di Papua terutama dibidang pendidikan kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Minggu, 21 Februari 2021

Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Prov. Papua Himbau Masyarakat Mendukung PON XX

wrtsh papua


Papua akan mengadakan agenda nasional PON XX 2021. Untuk itu selaku Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua saya mengimbau kepada segenap elemen masyarakat yang ada di provinsi paling timur Indonesia untuk mensukeskan penyelenggaraan PON XX.


Marilah kita bekerja sama dengan seluruh lapisan elemen masyarakat, tokoh agama, masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten/Kota, bersatu padu untuk mendorong agar PON XX terlaksana dengan baik.


Kita tahu bahwa dengan pergelaran PON di Papua menjadi berkat bagi kita semua, dan ini adalah harga diri kita sebagai orang Papua. kehadiran para atlet dan official dari 34 provinsi di Papua itu menjadi sebuah kebanggaan. Kita sambut kegiatan PON XX, sebagai tuan rumah yang baik, kita tinggalkan segala perbedaan, kita lihat bahwa ajang ini juga memberi dampak positif dan memberi nilai-nilai hubungan relasi kemanusiaan yang baik, kita bisa mengenal semua suku bangsa yang ada di Indonesia.


Sukses sebagai penyelenggara, sukses sebagai tuan rumah yang baik, dan yang sukses utama dalam pencapaian olahraga yang akan dilombakan.


Ali Kabiay (Ketua DPD PMT Prov. PAPUA)

Jayapura, 21 Februari 2021

Sabtu, 20 Februari 2021

7 Komitmen Komponem Merah Putih Mendukung Otsus

wrtsh papua

Papua - Komponen Barisan Merah Putih (BMP) RI di Papua mengeluarkan pernyataan sikap soal komitmen, untuk mengawal seluruh kebijakan pemerintah RI. Mereka menyampaikan 7 poin sebagai sikap komitmen mereka.

Tergabung di dalam komponen tersebut yakni, Yonas Nusi selaku Pimpinan Barisan Merah Putih (BMP) RI, Yanto Eluay selaku Ketua Presedium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5), Jan Christian Arebo selaku Ketum Pemuda Adat Papua, Max Abner Ohee Ketua BMP Papua, Nico Mauri selaku Ketua Dewan Paripurna Daerah (Deparda) Provinsi Papua, Hendrikus Eben Gebze selaku Masyarakat Tokoh Adat Papua Selatan, Jack Puraro selaku Ketum Gerakan Pemuda Jayapura  dan Rando Rudamaga dari DPP Forum Masirei.

Perkumpulan ini merupakan organisasi pejuang setia pengawal ideologi Pancasila yang tergabung dalam Komponen Merah Putih Republik Indonesia di Papua.

Pernyataan sikap dibacakan oleh Yonas Nusi, Jumat (19/02/2021) sore. 

Adapun pernyataan sikap komitmen tersebut sebagai berikut :

1. Kami Putra dan Putri Komponen Merah Putih RI di Papua berkomitmen menjaga kedaulatan NKRI bersama-sama TNI dan Polri dari Sabang sampai Merauke.

2. Kami Putra dan Putri Komponen Merah Putih RI di Papua, tetap memberikan dukungan terhadap setiap keputusan pemerintah dimana, telah teragendakan pembahasan Revisi UU No. 21 tahun 2001 atau UU Otsus dan tetap menjaga hak-hak dasar Rakyat Papua yang di amanatkan dalam UU dimaksud.

3. Kami Putra dan Putri Kompenen Merah Putih RI di Papua, memohon kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi), agar dapat membentuk Lembaga Independen Pengelola Dana Otonomi khusus terpisah dari APBD.

4. Kami Putra dan Putri Komponen Merah Putih RI di Papua, mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah pusat di mana telah menerima aspirasi masyarakat dari berbagai daerah, untuk ada kebijakan pemekaran Provinsi dan juga dapat diakomodir pemekaran Kabupaten Kota yang sesuai dengan dokumen usulan pemekaran yang telah ada.

5. Kami Putra dan Putri kompenen Merah Putih RI di Papua menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua di mana saja berada untuk tidak terhasut dengan berita berita yang berasal dari oknum atau pihak-pihak yang ingin memecah bela persatuan dan kesatuan anak bangsa dan Memohon kepada pihak Polri lndonesia, untuk bertindak tegas melakukan penegakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

6. Kami Putra dan Putri kompenen Merah Putih RI di Papua, mendukung sepenuhnya TNI dan Polri untuk mengejar dan menangkap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang telah membuat jatuhnya Korban dari pihak sipil maupun TNI- Polri.

7. Kami Putra dan Putri kompenen Merah Putih RI di Papua, mendukung pihak aparat penegak hukum agar menindak tegas pejabat atau siapapun pelaku atau siapapun yang melakukan tindakan penyalahgunaan dana Otsus yang mengakibatkan kerugian Negara yang berimbas pada instabilitas di wilayah Papua.

Mengenai hal ini, Yanto Eluay menjelaskan terlepas pro kontra pemekaran, sebenarnya pemekaran tanah Papua didasari oleh tujuan pemerintah menyetujui aspirasi masyarakat dengan adanya daerah otonomi baru.

“Ini untuk kesejahteraan masyarakat dan juga untuk kedamaian masyarakat, untuk kepentingan masyarakat dan tak ada tujuan lain. Inti dari pemekaran ini untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun meminta setiap tokoh di Papua tidak menyampaikan pendapat ataupun sikap pribadi yang seolah-olah adalah sikap seluruh rakyat Papua.

“Kami sangat mengapresiasi pemerintah pusat dengan hal ini. Kepada seluruh tokoh-tokoh saya ingin sampaikan jangan menggeneralisir bahwa pernyataan Anda adalah pernyataan seluruh rakyat Papua,” tegasnya.

Ia pun meminta pemerintah pusat tak lagi mengabaikan pemimpin masyarakat hukum adat. Menurutnya pemimpin masyarakat adat punya hak yang mengikat. “Kita sama-sama punya tanggungjawab menjaga kedamaian wilayah adat kami,” tutupnya.

Yonas Nusi mengatakan, Lembaga Independen Pengelola Dana Otonomi khusus terpisah dari APBD perlu dilakukan, agar dapat mengawal dana Otsus hingga ke rakyat.

“Ini penting karena akan mengawal dana terstruktur dengan baik dari Istana ke kampung-kampung,” ucapnya lagi.

Selain itu, Max Abner Ohee menambahkan, ia meminta pihak-pihak yang memanfaatkan isu-isu Papua untuk kepentingannya agar berhenti. “TNI Polri silahkan data mereka dan menegakkan hukum agar mereka berhenti,” ucapnya.

Jack Puraro selaku Ketum Gerakan Pemuda Jayapura menyatakan, 7 poin yang disampaikan adalah pikiran yang disampaikan seluruh rakyat yang ingin hidup damai.

“Saya ingin sampaikan agar negara lebih tegas dan gunakan powernya untuk tindak  segala tindakan yang memprovokasi dan mengacaukan keamanan di Papua,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Nico Mauri, ia mengajak semua komponen di Papua ikut mendukung pemerintah dalam membangun Papua.

Jan Christian Arebo dalam kesempatan itu meminta perhatian serius dari pemerintah mengenai situasi Kamtibmas di Intan Jaya. “Jadi ada perhatian serius dari Pemprov Papua, jangan hanya berharap kepada TNI- Polri,” ucapnya.

Ia juga meminta tak perlu ada oknum di luar Papua yang berbicara soal Otsus dan pemekaran di Papua, karena hal itu sudah ada yang mengakomodir. 

Senin, 25 Januari 2021

Tokoh Papua Minta Natalius Pigai Jangan Provokasi

wrtsh papua



YESUS KRISTUS MENGAJARKAN CINTA KASIH YANG DAMAI

Memang, tidak ada yang membenarkan perilaku rasis, termasuk Ambrosius Nababan yang melontarkan pernyataan pahit kepada Natalis Pigai. Yang perlu menjadi pedoman adalah tentang menanamkan kesadaran dalam diri bahwa setiap manusia harus mendambakan kedamaian. 


Sebagai pegiat media sosial, perlu kita sadari bahwa DAMPAK YANG DITIMBULKAN LEWAT MEDIA SOSIAL SANGATLAH BIAS, sebab setiap penggunanya memiliki perspektif yang berbeda-beda. Kita harus  saling menjaga dampak buruk dengan tidak mudah terhasut atau menghasut. Terlebih oleh mereka yang didaulat sebagai tokoh publik.


Meskipun demikian, perlu menjadi sebuah catatan juga bahwa dari lini masa di media sosial seorang Natalis Pigai selalu mencoba mendorong perbedaan dan upaya provokasi. Berdalih kritik, sejatinya aksi yang disampaikannya lebih mengarah pada upaya perlawanan terhadap pemerintahan.


Kita mudah mengkritik orang lain namun tak semudah mengintrospeksi diri sendiri. Pandangan-pandangan yang dilakukan Natalis Pigai dalam membangun negeri perlu dipertanyakan. Sudah sejauh apa kontribusinya membangun bangsa, atau mendorong kemajuan yang lebih baik bagi tanah kelahirannya? Atau Natalius hanya bisa melontarkan kritik tanpa menyertakan alasan dan solusi? Apakah semua kritikannya hanya untuk kepentingannya?


Terlepas dari persoalan Natalis Pigai dengan Ambrocius Nababan, Mengapa kita harus terhasut dengan seruan kebenciannya? Tidakkah kita semua sama?


Jokowi memang bukan Orang Asli Papua (OAP), tidak keriting rambutnya atau hitam kulitnya, tapi sejauh republik ini berdiri, belum ada yang seberani Jokowi dalam mengangkat jati diri orang Papua, belum ada yang bisa menandingi kecintaan Jokowi kepada saudaranya di Papua. 


Jokowi telah mengajarkan kepada kita bahwa Papua adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia yang harus didukung kesejahteraannya untuk kemajuan bangsa Indonesia seutuhnya. Adat dan budaya bangsa Papua lebih lekat dikenal lewat kehidupan yang penuh cinta dan kasih, seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus sang Juru Selamat. Maka tidakkah kritik yang didasari pada amarah dan dendam akan menjadikan manusia saling berjauhan. Mari merawat kehidupan yang lebih baik, serta membangun negeri yang damai.


SERAHKAN PERSOALAN INDIVIDU ANTARA NATALIS PIGAI DENGAN AMBROCIUS NABABAN KEPADA PIHAK KEPOLISIAN, KITA DUKUNG PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU RASIS.


TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA


Franz Korwa, 24 Januari 2021

Kamis, 07 Januari 2021

ULMWP Telah Mengadu Domba OAP Lewat Politik di Gereja

wrtsh papua

 





Klarifikasi atas beredarnya deklarasi dan dukungan terhadap Benny Wenda dan ULMWP oleh Masyarakat Adat Saireri Kabupaten Biak Numfor terungkap, faktanya kegiatan tersebut dilakukan dengan cara yang licik dan sarat akan penindasan.

 

Salah seorang Jemaat Gereja Betlehem Manwor bernama IR (identitas disembunyikan) yang juga menjadi tetua adat Kampung Inswambesi mengatakan jika kegiatan peribadatan di Gerejanya telah disusupi oleh anggota ULMWP yang dimaksudkan untuk mencari dukungan sepihak. (7/1)

 

“Memang kemarin mereka datang waktu ibadah (3/1), terus meminta kami bicara dan diambil gambar sebagai dukungan-dukungan,” ungkap IR kepada redaksi.


Baca juga:

Otsus Menjadi Solusi, Tokoh Papua Minta Evaluasi Sehingga Rakyat Diuntungkan

 

IR juga mengatakan bahwa mulanya pihak masyarakat dan jemaat sempat menolak permintaan anggota ULMWP tersebut. Namun karena didesak dengan berbagai ancaman maka terpaksa dilakukan. Ditambahkannya bahwa ada dua oknum yang diketahui tergabung dengan gerakan ULMWP dalam aksi tersebut.

 

“Kami sempat menolak dan bernegosiasi, tapi mereka tetap memaksakan, bahkan ada ancaman. Sehingga dengan keadaan terpaksa kami mengiyakan. Kami tahu siapa mereka, dan memang dua orang tersebut selalu menjadi sumber konflik karena terus berbicara yang tidak-tidak (topik papua merdeka),” ujarnya.

 

Setelah video tersebut viral, IR mewakili seluruh jemaat GKI Betlehem Manwor meminta maaf atas keresahan yang ditimbulkan. Dikatakan oleh IR bahwa seharusnya gereja sebagai tempat peribadatan tidak boleh digunakan untuk mencampuri urusan politik.


Baca juga:

Disinformasi, KNPB Ciptakan Ancaman Perayaan Natal Di Papua

 

“Tempat ibadah harus dijaga dari paham-paham radikalisme dan separatisme, karena setiap orang yang datang ke Gereja itu untuk mencari kedekatan dengan Tuhan, bukan bermain-main dan akhirnya memberi dampak buruk,” ujarnya.

 

Dalam video yang berdurasi singkat tersebut memang terlihat bahwa pihak Gereja sedang didekte untuk mengucapkan sesuatu yang tujuannya menciptakan kegaduhan. Video tersebut juga semakin menampakkan sisi buruk ULMWP yang terus berupaya membuat kekacauan di Papua dengan cara mengadu domba untuk kepentingan sepihak.

Benny Giay Dituduh Campuri Agama dengan Urusan Politik

wrtsh papua

 



Ketua Pusat KNPB Agus Kossay meminta Dewan Geraja agar tidak mencampuri urusan politik di Papua dengan muatan agama. (7/1)

 

Agsu Kossay menganggap keberpihakan Dewan Gereja terutama pada kubu United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) cukup meresahkan, dan akan memberi dampak buruk pada jemaat.

 

“Kami menilai kalau Dewan Gereja telah bekerja diluar fungsinya sebagai elemen keagamaan. Saya juga merasa bahwa tidak perlu mereka mencampuri politik dengan dasar-dasar agama kalau tujuannya hanya untuk menghasut,” ujar Agus dalam keterangannya.


Baca juga:

Mentahnya Demo Penolakan Otsus, Telah Lahir Ribuan Generasi Emas Bagi Papua

 

Sebagai bagian dari Dewan Gereja, KNPB melalui Agus Kossay dengan tegas langsung menyebutkan nama Benny Giay yang dirasa sebagai faktor utama yang membawa pengaruh dalam rumitnya dunia perpolitikan di Papua.

 

“Benny Giay ada di dalam Dewan Gereja, saya tegaskan kalau dia tidak perlu mencampuri politik dengen muatan agamanya, apalagi yang dibelanya adalah ULMWP. Semua bahkan tahu kalau sejak awal ULWMP terus dipertanyakan agendanya karena dirasa ganjil,” ungkapnya.


Baca juga:

Otsus Menjadi Solusi, Tokoh Papua Minta Evaluasi Sehingga Rakyat Diuntungkan

 

Agus juga memnta kepada Benny Giay harus bisa bijak dalam bersikap, menurutnya jika Benny Giay ingin meneruskan tugasnya sebagai pendeta maka dia harus melepaskan urusan politik dan setiap kelicikan yang ada.

 

“Politik itu kotor, sebaiknya Benny Giay tidak usah terlalu dalam mau mencari tahu. Atau jika dia mau terjun ke politik, maka tinggalkan dunia keagamaan. Harus bisa dibedakan, jangan agama itu kamu kotori dengan tipu-tipu politik,” pungkasnya.