Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2021

Damianus Yogi Sebut Goliath Tabuni Terlalu Tua dan Tak Mampu Berjuang

wrtsh papua


Damianus Magay Yogi dalam keterangannya menegaskan jika tidak ada dualisme dalam tubuh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Dikatakan demikian sebab Damianus adalah pemimpin utama dalam organisasi tersebut, dirinya mengatakan jika komando perjuangan sebagai Panglima Tertinggi TPNPB menjadi tanggung jawabnya sepenuhnya.

Konverensi Tingkat Tinggi (KTT) Tetiyo di Paniai yang dilangsungkan pada 9-12 Agustus 2021 telah resmi mengukuhkan dirinya sebagai Panglime Tertinggi TPNPB-OPM. Damianus menegaskan jika menurut ketentuan hal tersebut sudah sah dan berlaku.

“Kegiatan di Tetiyo kemarin itu sudah resmi mengukuhkan saya sebagai panglima tertinggi. Tidak ada yang bisa menolak, karena semua sudah sah dan sesuai. Mereka yang menolak hanya haus kekuasaan dan tidak mau perjuangan ini terus maju,”

Dalam keterangannya Damianus juga menyebutkan jiak peran Goliath Tabuni sudah sangat sedikit bahkan cenderung tidak ada. Damianus beralasan jika Goliath sudah sangat tua dan tidak mampu lagi berjuang.

“Perjuangan ini keras, semua yang turun ke medan perang harus kuat. Kamu lihat saja bagaimana kondisi Goliath sekarang, saya justru kasihan melihatnya, sudah sangat tua,”

Damianus lantas menegaskan jika seluruh pasukan TPNPB-OPM tidak perlu khawatir dan jangan pernah ragu atas perjuangan saat ini. Damianus mengatakan arah komando dalam perjuangan yang sudah ada ditangannya akan beranjak lebih baik.

“Saya sendiri yang akan bawa TPNPB-OPM ini menjadi lebih baik. Ini juga sebagai kritik kepada orang-orang lama, karena mereka hanya manghabiskan waktu sehingga TPNPB-OPM tidak pernah bisa meraih keberhasilan nyata,”

Selasa, 05 Oktober 2021

Agus Kossay Taruhkan KNPB Jika Terbukti Gagalkan PON

wrtsh papua


Maraknya kabar dalam aksi penggagalan PON oleh kelompok KNPB rupanya justru memantik kemarahan Agus Kossay. Sebagai ketua Umum KNPB Pusat, dirinya tegas menolak tuduhan tersebut. Menurut Kossay PON bukan agenda serius yang harus digagalkan dalam masa perjuangan pembebasan Papua.

“PON itu agenda sebentar saja tidak sampai satu bulan, buat apa kita sibuk memikirkan hal itu. Saya tegaskan jika KNPB tidak boleh ada yang terlibat dalam aksi penggagalan PON,”

Agus kossay yang mengaku jika dirinya susah payah membangun citra KNPB sebagai organisasi anti kekerasan. Namun saat ini seakan dijatuhkan karena harus berbenturan dengan tuduhan dalam upaya penggagalan PON.

“Saya membangun KNPB, saya jaga reputasi organisasi ini. KNPB sejak awal berdirinya sudah anti kekerasan, tapi dengar kabar seperti ini tentu saya sangat marah,”

Bahkan Agus Kossay melontarkan kalimat untuk bertaruh seandainya KNPB terbukti melakukan aksi kekerasan untuk menggagalkan penyelenggaraan PON Papua.

“Kalau memang begitu, saya siap taruhkan KNPB, kepada aparat keamanan langsung saja tangkap dan adili mereka jika ada anggota KNPB yang melakukan aksi penggagalan PON. Saya berani bilang begini karena memang tidak ada orang KNPB yang mau gagalkan PON,”

Agus kossay mengatakan jika upaya penggagalan PON adalah aksi yang sia-sia. Terlebih dirinya melihat jika Jayapura hanya wilayah kecil yang tidak akan memberikan dampat besar atas perjuangan Papua.

“Kalau memang PON terganggu, itu bukan selamanya. Hanya hitungan hari bahkan mungkin dalam jam semua sudah kembali normal. Kami tahu medan, kami paham kekuatan aparat yang ada. Jayapura ini kecil saja, kalau mau bikin aksi itu tidak akan memberikan dampak,”

Rabu, 29 September 2021

KKB Ngalum Kupel Kembali Bakar Bangunan di Pegunungan Bintang, Bupati Minta Aparat Keamanan Mengambil Tindakan Tegas

wrtsh papua


www.cnnindonesia.com

baca: KKB Bakar Bangunan Sekolah di Pegunungan Bintang

29/09/21 08:16

Setidaknya ada empat bangunan yang dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabuaten Pegunungan Bintang, Papua. Keempat bangunan berada di distrik Oklip.

"Pada hari Selasa tanggal 18 September 2021 pagi bertempat di Distrik Oklip Kabupaten Pegunungan Bintang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek taplo  kembali melakukan pembakaran beberapa bangunan-bangunan di sana," ungkap salah seorang warga.

Bupati Pegunungan Bintang Spey Yan Birdana ST, M.Si saat dikonfirmasi mengungkapnya kondisi Kabupaten Pegunungan Bintang sebelumnya sangat kondusif aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang dilakukan oleh kelompok KKB, sehingga Kabupaten Pegunungan Bintang seminggu ini mengalami gangguan kamtibmas.

“Sebelumnya Kabupaten ini sangat aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang mengakibatkan tenaga Kesehatan meninggal akibat dar penyerangan KKB, sehingga perlu dilakukan Tindakan yang tegas untuk memberikan rasa aman dan damai”

Lebih lanjut Bupati kata Bupati, dirinya meminta kepada Kapolda, Pangdam, Dandim,  dan seluruh jajaran Polres untuk mengambil Tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok-kelompok yang mengacaukan kabupaten pegunungan Bintang.

“Siapa yang bermain agar diambil dan diproses secara hukum, kita harus kembalikan lagi kabupaten pegunungan bintang menjadi kabupaten yang aman dan damai” tuturnya

Kamis, 23 September 2021

Tokoh Papua Perjelas Benny Giay sebagai Simpatisan Separatis di Papua

wrtsh papua


Tidakkah Benny Giay merupakan sosok yang berpengaruh dari Papua, bahkan dirinya pernah bicara banyak soal tanah ini disaluran televisi nasional. Namun sangat disayangkan, ketokohannya yang juga merupakan seorang pendeta tidak lantas membuat pribadinya menerapkan kebesaran nilai agama.

Benny Giay dikenal publik sebagai tokoh yang selalu membela aspirasi orang Papua, meski tak jarang aksinya kerap menyinggung dukungan terhadap gerakan separatisme di Papua. 

Bahkan Benny giay dianggap sebagai pribadi yang tidak tahu malu, mencampuri urusan lain untuk kepentingan pribadi. Padahal didalam namanya terdapat tanggung jawab jabatan sebagai Pendeta, sebagai hamba Tuhan.

“Pendeta itu besar tanggung jawabnya, pendeta juga harus bisa melihat sisi baik dan buruk. Tidak boleh membawa kepentingan untuk dirinya atas masalah yang sedang terjadi, hal ini yang tidak terlihat darinya atas penyerangan nakes di Kiwirok,” ungkap Franz Kowa sebagai tokoh senior Papua.

Dalam sebuah keterangan, Benny Giay sebagai seorang pendukung Gerakan separatisme pernah meminta agar kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) segera diselesaikan. Tentu pernyataan tersebut sangat berbanding terbalik dengan peristiwa saat saat ini terjadi.

“Itu juga yang harus diperhatikan, dulu bicara bagaimana dan sekarang faktanya bagaimana. Hanya saja, dunia ini tidak akan terbalik, hukum alam akan berjalan dengan sendirinya, dan akan semakin memperjelas siapa orang baik dan siapa orang jahat,”

Penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, telah membuat banyak mata merasa marah. Selain pelakukan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) fungsi tenaga kesehatan sangat dirasa vital bagi masyarakat setempat.

“Tidak banyak orang yang mampu mengabdi di wilayah terpencil seperti Kiwirok. Kehadiran nakes seharusnya mendapat apresiasi, bukan justru dibunuh dengan tuduhan yang tidak pernah akan terbukti,”

Senin, 20 September 2021

Ketua LMA Kabupaten Mappi Dukung Program Otsus dan Realisasi Pemekaran Papua Selatan

wrtsh papua


Pelaksanaan Otsus dan rencana pemerkaran Provinsi Papua Selatan mendapat dukungan dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mappi, Valentinus Tanggipaimu. Disampaikan oleh Valentinus bahwa pemerintah telah memberikan harapan besar bagi Papua, sebab otsus dan pemekaran wilayah dinilai baik untuk mendukung percepatan pembangunan di Papua.

“Kami LMA Kabupaten Mappi sangat mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk membangun Papua. Ini adalah langkah nyata yang harus dihargai, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendukung. Justru kami sangat berterima kasih karena ada harapan baik lewat program itu,”

Valentinus menyebut jika otsus dan pemekaran wilayah akan memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, terselenggaranya pendidikan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang jauh lebih baik.

“Program itu juga demi kesejahteraan masyarakat, kami percaya nanti ekonomi pasti menjadi lebih baik, pendidikan, dan kesehatan, semua akan tumbuh menjadi lebih baik lagi,”

Oleh sebab itu, terkait pemekaran wilayah Papua Selatan, dirinya mewakili LMA Kabupaten Mappi mengharap program tersebut dapat segera direalisasikan.

“Segera saja pemerintah rumuskan semua yang berkaitan dengan rencana pemekaran ini, saya sangat berharap kalau pemekaran ini bisa segera direalisasikan. Masyarakat Mappi dan seluruh orang di selatan Papua tentu menyambut baik,”

Valentinus beralasan jika Provinsi Papua Selatan terealisasi maka segala hal menyangkut birokrasi akan terpangkas, hasilnya masyarakat sendiri yang merasakan manfaatnya.

“Yang jadi kendala di Mappi dan semua wilayah selatan sekarang ini adalah masalah birokrasi ke provinsi, kalau bisa diselesaikan tentu ini akan mempermudah masyarakat. Tidak perlu lagi kita jauh-jauh, biaya yang keluar dari hal-hal seperti itu akan sangat minim nanti. Setiap proses akan semakin cepat,”

Sabtu, 18 September 2021

Sebby Sambom Jangan Jadi Yudas, Bicara Yang Benar Sesuai Perintah Tuhan!

wrtsh papua


Sebby Sambon Manusia Terkutuk

Apa dasar anda mengatakan Dokter, Tukang Bangunan, Pilot, Sopir, Pastor yang ada di Papua semua Militer Indonesia, "Pakailah Akal Sehat, Jangan Akal Kotor Seperti Yudas"

Mereka yang menjadi korban dari kebiadaban kelompok anda (TPNPB-OPM) mereka semua murni pekerja sosial, mereka bagian dari umat Tuhan yang tidak punya hak nyawanya dicabut selain dari kuasa Tuhan.

"Maka anda sebagai juru bicara TPNPB - OPM akan mempertanggung jawabkan semuanya nanti kepada Tuhan"

Mereka bukan militer ataupun polisi, seperti yang anda katakan di media, "mereka adalah agen- agen  TNI - Polri yang bertugas di pedalaman".

Bukankah hal-hal ini sering anda sampaikan di media ketika kelompok anda TPNPB - OPM setiap melakukan penembakan terhadap warga sipil. Jadi siap-siaplah ketika Tuhan  memanggil anda, maka siapkan jawabannya.

Negara kami NKRI bukan menghancurkan umat manusia, apalagi di tanah Papua, justru kami membangun tanah Papua dengan "HATI" bukan dengan "KEKERASAN" sayangnya  selalu ada yang mengganggu bahkan mereka menantang perang dengan NKRI.

Negara kami sebenarnya sangat mudah menghancurkan dan menghabiskan kalian TPNPB - OPM dalam waktu singkat, namun bukan itu tujuan dan program pemerintah, NKRI bekerja dengan HATI sehingga semua masyarakat dilayani dengan ikhlas, termasuk kalian TPNPB - OPM.

"Kalau bukan genosida, imigran atau pendatang tinggalkan Papua, tidak ada lagi kalimat yang bisa anda sampaikan kepada publik selain itu, "Sebby Sambom Kehabisan Kata-kata".

Buktikan kalau NKRI membabi buta dan brutal selama ini, lihat generasi Papua yang saat ini, mereka semakin maju dan berkembang, dimana letaknya babi buta dan brutal itu.

Generasi papua telah menyadari selama ini termakan janji-janji kemerdekaan oleh TPNPB - OPM.

"Mau ikut perang?" Maaf generasi cerdas Papua tidak berpikir mundur kembali, silahkan berperang melawan TNI dan polri, tapi jangan lari dan cari perlindungan berkoar-koar di media dengan suara Yudas dan berharap PBB merespon.

Sampai kapanpun PBB tidak akan pernah merespon yang anda sebut dengan perjuangan, "Itu tidak mungkin karena perjuangan yang kalian lakukan itu perjuangan kotor, tidak murni, biadab, bukan dari HATI melainkan dari KOTORAN alias SAMPAH.

"Semoga Tuhan Membalas Perbuatan Kalian, Hukum Karma masih berlaku"

Indonesia, 17/09/2021

(Suara Hati Korban Kebiadaban KKB / TPNPB - OPM)

Oknum KNPB Kabur Bawa Uang Pengobatan Victor Yeimo

wrtsh papua


Tak habis-habisnya, kabar KNPB yang saat ini sedang diterpa masalah semakin dipersulit dengan dugaan korupsi yang dilakukan oleh pengurus KNPB sendiri. Aksi tersebut bermula dari terbongkarnya aksi pengumpulan dana untuk membantu biaya pengobatan Victor Yeimo.

Dalam kasus tersebut bahkan disebutkan Ones Suhuniap sebagai Jubir KNPB jika bukan hanya dana pengobatan Victor Yeimo yang digelapkan, melainkan ada dana kas KNPB Pusat dan KNPB Mamta.

“Awalnya dana dari para aktivis yang sudah dikumpulkan untuk membantu biaya pengobatan Victor Yeimo, tapi setelah ditelusuri lebih dalam kami curiga ada dana lain yang diambil secara diam-diam,”

Ones menyebut jika pelaku adalah anggota KNPB sendiri, dirinya bahkan tidak menyangka jika hal tersebut akan dilakukan. Menurutnya KNPB punya mekanisme tersendiri untuk menindak lanjuti kejadian korupsi dana tersebut.

“Pelakunya orang dekat kita semua, hanya memang tidak akan ada yang bisa menyangka. Kami akan lakukan upaya tindak lanjut, yang pasti uang itu harus bisa dikembalikan secepatnya,”

Sebelumnya istri Victor Yeimo juga diketahui sudah curiga dengan aksi penggalangan dana yang dilakukan KNPB dengan dalih membantu perawatan Victor. Sampai keadaan victor sudah membaik, dirinya mengaku sama sekali tidak menerima uang yang dimaksudkan.

“Awalnya saya sudah tidak percara, itu hanya atas nama saja. Akhirnya sampai sekarang, kondisi Victor juga sudah mulai membaik, uang itu tidak pernah kami terima,”

Kodap II Baliem Tepis Pernyataan Damianus Yogi Bentuk Kodap Baru di Wamena

wrtsh papua


Kodap II Baliem angkat suara atas pernyataan Damianus Magay Yogi untuk membentuk Kodap tandingan dibawah pimpinannya. Menurut salah seorang sumber yang merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap II, pihaknya membantah segala permintaan Damianus Yogi dan dianggap tidak memiliki dasar.

Pembentukan Kodap II sebagai tandingan dinilai upaya percuma yang dilakukan oleh Damianus Yogi, bahkan menurut berbagai sumber peran Damianus Yogi tidak akan berpengaruh besar untuk perjuangan di Wamena.

“Siapa yang mau peduli dengan Damianus Yogi, dia mengklaim punya kuasa sebagai Panglima Teritinggi TPNPB-OPM, siapa yang mengakuinya? Kalau mau buat Kodap tandingan di Wamena, itu tidak akan membuahkan hasil,” ungkap Erman Walilo sebagai anggota Kodap II Baliem.

Pihaknya menuturkan jika kesepakatan bersama tentang polemik kepemimpinan di tubuh TPNPB sudah diputuskan oleh seluruh anggota dan pimpinan Kodap II Baliem. Menurut Erman, Kodap II masih mengakui kepemimpinan Goliat Tabuni sebagai panglima.

“Kami sudah melakukan pertemuan minggu lalu, Kodap II sudah tegaskan kalau tidak akan membiarkan Damianus Yogi untuk bertindak seenaknya di Wamena. Kami akan tolak, kami akan lawan demi perjuangan yang murni,”

Erman menambahkan jika Kodap II Baliem akan mengambil langkah tergas jika Damianus Yogi masih terus berupaya mengganggu. Dijabarkan dari pernyataan Yusen Tabuni sebagai Pangkodap II Baliem, bahwa pembentukan kodap baru akan dianggap sebagai aksi liar yang tidak terstruktur.

“Kodap baru artinya itu Kodap liar, tidak boleh terjadi dualisme dalam perjuangan ini. Lebih baik Damianus Yogi dia bisa sadar diri dan menghentikan segala aksinya. Jangan sampai ada pertumpahan darah sesame orang Papua,”

Damianus Yogi dalam setiap aksinya disebut oleh Erman hanya sedang mencari sensasi untuk keuntungan pribadi. Lebih dari itu Damianus Yogi dianggap sedang melakukan kerjasama gelap untuk terus melemahkan perjuangan TPNPB.

"Saya yakin kalau Yogi cuma mau cari keuntungan dari kontroversinya sekarang, dia pasti sedang bekerjasama dengan kelompok lain untuk menjatuhkan TPNPB-OPM,”

Kamis, 16 September 2021

Damianus Yogi Desak Pembentukan Kodap Baru di Wamena

wrtsh papua


Kurang dari dua bulan masa transisi kepemimpinan Damianus Magay Yogi sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), saat ini dirinya mendesak jajaran untuk membentuk Kodap baru di Wamena.

Yogi dalam keterangannya menyebutkan jika Wamena adalah daerah sentral yang harus memiliki peran aktif untuk TPNPB di kawasan Pegunungan Tengah. Hal tersebut kemudian ditekankan agar segera terealisasi karena sudah menjadi ketentuan dan perintah langsung darinya sebagai panglima tertinggi. (16/9)

"Wamena harus menjadi wilayah yang kuat untuk bisa mengendalikan perjuangan di Pegunungan Tengah. Ini harus segera dibentuk Kodap baru, permintaan ini sifatnya harus dilakukan karena menyangkut perintah dari komando pusat dan kalau ada kodap yang menolak maka mereka bukan bagian dari TPNPB-OPM."

Pembentukan Kodap baru di Wamena disebut Yogi sebagai bentuk realisasi atas terselenggaranya KTT Tetiyo, Paniai, pada 8-13 Agustus 2021 lalu.

"Setelah saya dikukuhkan sebagai panglima tertinggi, sekarang saatnya membangun apa yang sudah menjadi pembahasan bersama, yaitu dengan mendirikan Kodap baru. Ini kesepakatan bersama yang sudah disetujui,"

Yogi beranggapan jika pembentukan Kodap baru di Wamena akan melahirkan kembali semangat juang pasukan TPNPB. Sebab dirinya beralasan jika Kodap lama yang berada di Wamena sudah tidak berdaya lagi dalam melakukan perjuangan.

"Tidak ada apa-apa lagi disana, siapa pasukan yang masih kuat berjuangan di Wamena? Semua sudah habis termakan zaman, termasuk Goliath Tabuni. Makanya saya sebagai panglima tertinggi saat ini mau menghidupkan lagi perjuangan disana,"

Sebagai panglima tertinggi yang baru, Damianus Yogi meminta kepada seluruh jajaran komando TPNPB untuk merekrut pemuda-pemuda di Wamena sebagai prajurit TPNPB.

Selasa, 14 September 2021

Viktor Yeimo Tegaskan Perjuangan Berlanjut Meski Harus Dipenjara

wrtsh papua


Aktivis KNPB Kota Jayapura menyebutkan jika kondisi Viktor Yeimo sudah berangsung membaik dan bisa keluar dari rumah sakit. Viktor Yeimo yang sudah dirawat sejak 30 Agustus disebutkan telah sehat berkat kepedulian semua pihak.

Narasumber AD adalah anggota KNPB aktif yang turt menjaga Viktor dalam masa perawatannya di RSUD Kota Jayapura, dirinya lantas mengisyaratkan jika Viktor akan kembali berjuang dalam membela hak-hak orang Papua.

“Viktor sudah sehat, kondisi ini juga sudah dikonfirmasi dokter yang menangani. Setelah ini Viktor akan turun kembali untuk melanjutkan perjuangan,”

Viktor sebagai pejuang kemerdekaan dikatakan siap untuk berjuang meskipun dirinya berada dalam penjara. Menurutnya penjara bukan sebuah tempat yang harus dialergikan oleh para pejuang kemerdekaan sejati.

“Tidak ada, semua tempat sama saja. Viktor ada pejuang sejati yang siap membela hak orang Papua meski harus berpindah-pindah penjara. Pengaruh Nelson Mandela sudah melekat pasti dengan jati diri seorang Viktor,”

Dengan keberanian yang ditunjukkan Viktor, AD mengatakan jika hal tersebut akan mematahkan stigma terkait opini Viktor sebagai pejuang pengecut. Viktor Yeimo adalah simbol pemimpin perjuangan sejati yang sadar akan resiko.

“Meski akhirnya nanti mati di penjara, itu adalah jalan terbaik seorang pemimpin perjuangan. Viktor akan membuktikan hal itu, dia bukan pengecut. Viktor sendiri yang sampaikan jika pemimpin harus bisa menerima pahit dan kesengsaraan,”

Jalan yang dipilih Viktor Yeimo sebagai pejuang sepenuhnya disadari tentang segala resikonya, Viktor tidak akan gentar melawan sistem yang harus menghentikannya. Sel Mako Brimob bukan disebutkan AD sebagai momok yang membuat Viktor menjadi gentar.

“Mau itu di Mako Brimob juga tidak ada masalah bagi Viktor. Dia sendiri yang bicara kalau jangan ada upaya ‘merengek’ untuk minta pembebasan, perjuangan ini sepenuhnya harus diselesaikan, jangan meminta-minta,”

Meski demikian AD tetap menyampaikan jika Viktor berharap kepada seluruh pejuang untuk tetap melakukan perjuangan dengan cara masing-masing.

“Viktor sudah siap untuk melakukan perjuangan di dalam penjara, yang lain punya porsi berbeda sehingga lakukan perjuangan juga sesuai hati dan pikiran masing-masing,”

Minggu, 12 September 2021

Sabby Sambom: Perjuangan di Papua Terancam Pengkhianatan Kelompok Sendiri

wrtsh papua


Juru Bicara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Sebby Sambom angkat suara terkait dua peristiwa penangkapan anggota KKB oleh aparat keamanan TNI Polri yang terjadi hanya dalam kurun waktu singkat. Dalam penangkapan tersebut juga didapati total 8 buah senjata laras panjang sebagai barang bukti.

Peristiwa penangkapan pertama terjadi di Kabupaten Jayapura (6/9) dimana Kepolisian berhasil meringkus AT dan DT sebagai penyupai persenjataan KKB, tak lama sehari berselang penangkapan dua orang lainnya berinisial YU dan KU oleh TNI di Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Atas peristiwa tersebut, sebagai Juru Bicara KKB Sabby justru memberi pernyataan lain. Dirinya meyakini jika penangkapan terhadap empat KKB sebelumnya merupakan buah karma dari perilaku mereka sendiri yang dianggap Sabby telah mencoba melakukan perlawanan dan kudeta.

“Mereka itu adalah orang-orang dibalik aksi perampokan dan misi kudeta terhadap panglima tertinggi. Awal tahun lalu (di Bougenville) saya sempat dirampok sampai saya trauma, aksi perampokan itu memang mereka sendiri yang melakukannya,”

Sambom kembali menjelaskan jika KKB yang telah ditangkap aparat keamanan adalah anggota Jeffrey Bomanak, disebutkan jika kelompok Jeffrey dianggap sedang merasa iri hati dan tidak puas atas perjuangan pergerakan pembebasan Papua. Jeffrey akhirnya berambisi buta untuk menjadi Ketua dari gerakan separatisme yang saat ini ada.

“Dia hanya iri hati dan berambisi pada diri sendiri, makanya dia dan anggotanya melakukan aksi serta skenario-skenario yang merusak. Ini adalah hukuman baginya, empat orang anggotanya ditangkap,”

Diduga masih terbawa emosi saat dirinya menjadi korban perampokan, Sebby Sambom mengaku sempat mengutuk aksi Jeffrey Bomanak yang telah merugikannya.

“Agar mereka paham bagaimana melakukan pergerakan secara benar, sekarang biarkan hukum Allah, hukum karma, dan hukum rohmat dari nenek moyang bangsa Papua yang membalas perilaku biadab Jeffrey dan kelompoknya,”

Terkait peristiwa tersebut, Sebby Sambom menilai agar penangkapan terhadap anggota Jeffrey Bomanak menjadi perhatian bagi anggota KKB diseluruh Papua. Dirinya bahkan mengaku tidak akan pernah merasa keberatan jika aparat keamanan TNI Polri akhirnya berhasil menangkap para pengkhianat dibarisannya.

Selasa, 07 September 2021

KKB Dorong Perundingan terhadap Indonesia, Pemuda Papua Tegaskan Tak Mungkin Terjadi

wrtsh papua


Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Mandala Trikora (DPD PMT) Provinsi Papua Ali Kabiay tanggapi pernyataan Jubir Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terkait permintaannya berunding dengan pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan polemik bersenjata di Papua.

Menurut Ali Kabiay, KKB adalah kelompok separatis yang sudah membuat kekacauan di Papua. Atas dasar itu pihaknya menyebutkan jika tidak perlu ada upaya perundingan dengan KKB. Ali beralasan jika perundingan hanya akan mengakomodir kriminalitas yang dilakukan kelompok separatis.

“Kalau berunding dengan masyarakat Papua itu mungkin terjadi, karena tujuannya jelas untuk membangun Papua dan kesejahteraan bersama. Tapi kalau berunding dengan KKB, untuk apa? Mereka ada sumber kekacauan di Papua,”

Sebagai pemuda Papua, Ali menjelaskan jika eksistensi KKB harus segera dituntaskan tanpa ada toleransi. KKB dianggap Ali sudah sangat merugikan, tidak hanya merusak situasi keamanan namun juga telah menghambat proses pembangunan.

“Bukan hanya ancaman keamanan, banyak hal yang sudah membuat Papua ini terus dirugikan, termasuk pembangunan daerah yang terus terhambat,”

Atas ancaman KKB yang tidak akan berhenti melakukan perlawanan, Ali Kabiay juga menyebut hal serupa. Dirinya tegas mengatakan jika aparat TNI Polri tidak akan mundur sejengkal pun untuk menjaga keamanan di Papua.

“Ya itu kan klaim mereka, kita juga bisa, dan TNI Polri tidak akan pernah gentar sebab kita ini ada dipihak yang benar. Tidak ada namanya mundur, penegakan hukum harus tetap dilakukan,”

Ali juga meminta kepada Sabby Sambom sebagai Juru Bicara KKB bahwa jangan sekali-kali membawa alasan Hak Asasi Manusia dalam aksi-aksinya, ataupun menyinggung dunia internasional sebagai ancaman.

“Aneh kalau mereka menyinggung HAM, padahal mereka sendiri yang selalu melanggar HAM. Lihat saja setiap korban yang berjatuhan, dengan cara bagaimana mereka membunuhnya, itu saja sudah sangat biadab. Terlebih membawa nama dunia internasional dalam konflik Papua, seharusnya mereka sadar kalau dunia internasional pun sudah mengecam aksi separatisme yang dilakukan KKB itu sendiri,”

Senin, 06 September 2021

Damianus Yogi Singgung Goliath Tabuni Sudah Tua dan Tak Mampu Pimpin Perjuangan

wrtsh papua


Setelah disahkannya hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Tetiyo Kabupaten Paniai, Damianus Yogi mulai menyadari jika ada kelompok yang merasa sakit hati dan tidak suka dengan pengangkatannya sebagai Panglima Tertinggi TPNPB-OPM. (6/9)

Damianus dalam keterangannya mengungkapkan jika pertemuan pada 9-12 Agustus 2021 sebelumnya sudah dinyatakan sah atas dirinya sebagai pemegang komando perjuangan TPNPB-OPM.

“Pertemuan itu tidak main-main, mereka yang sudah tua dan tidak bisa berbuat apa-apa pasti merasa sakit hati. Padahal secara dasar KTT itu juga sudah benar sehingga sekarang aaya adalah pemegang komando perjuangan TPNPB yang sah,”

Atas klaim sejumlah kelompok yang dianggapnya tidak bertanggung jawab tersebut, Damianus menegaskan agar jangan lagi menggangu ketetapan bersama yang juga sudah disepakati. Dirinya juga menegaskan bahwa tidak bisa lagi ada kelompok yang mengkalim terkait posisinya sebagai Panglima Tertinggi TPNPB-OPM.

“Komando perang sudah resmi menjadi tanggung jawab saya. Sehingga tidak bisa lagi ada orang lain yang mau klaim tentang ini. Mereka tidak boleh mengganggu ketetapan yang sudah disepakati, saya adalah Panglima Tertinggi,”

Perihal KTT yang sudah sah, Damianus Yogi menyebutkan jika hal tersebut dalam rangka mempertimbangkan kondisi Goliath Tabuni yang sudah tidak memungkinkan untuk memimpin pergerakan. Damianus secara tegas menyebutkan jika faktor usia tidak bisa ditoleransi.

“Kita menghargai dirinya sebagai orang tua, tapi urusan perang perjuangan tidak bisa. Goliath sudah sangat tua dan tidak mungkin maju membawa senjata untuk berperang, itu namanya bunuh diri. Goliath tidak bisa lagi memimpin pergerakan,”

Bahkan Damianus merasa kasihan melihat kondisi Goliath Tabuni, dirinya bahkan menuding jika orang-orang disekitar Goliath pun tidak memikirkan kondisi tersebut. Pihaknya menganggap kelompok TPNPB-OPM sedang terbuai dengan glorifikasi kejayaan zaman dahulu.

“Kondisi saat ini dan zaman dahulu itu sudah sangat-sangat berbeda, dan yang menjadi perhatian adalah mereka semua itu tidak sadar. Padahal sekarang ini organisasi sedang jalan di tempat dan tidak berbuat apa-apa. Ya itu karena pemimpinnya hanya diam saja,”

Terkait perencanaan operasi TPNPB-OPM dalam jangka pendek, Damianus Yogi mengaku sudah melakukan diskusi dan telah mempersiapkan segala hal yang diperlukan.

“Surat perintah tentang operasi sudah dipersiapkan, ada banyak rencana yang sudah disusun. Kami dari Komando Markas Pusat sudah mempersiapkan segala hal terkait pergerakan yang harus tetap dilanjutkan. Sehingga jangan ada lagi yang mengganggu urusan perjuangan ini,”

Minggu, 05 September 2021

TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Dukung Damianus Yogi Rebut Komando Kepemimpinan

wrtsh papua


Dualisme kasus kepemimpinan TPNPB-OPM tidak hanya menjadi sengketa pada kalangan pemimpin organisasi tersebut, saat ini diketahui bahwa sudah terjadi polemik pada kalangan prajurit dan pasukan diarus bawah. 

Egianus Kogoya sebagai Pangkodap III Ndugama mengungkapkan pernyataan terkait diri dan kelompoknya dalam mendukung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) I di Paniai atas pengukuhan Damianus Magay Yogi sebagai Panglima Tertinggi TPNPB-OPM.

Fakta tersebut diungkapkan Egianus dalam keterangan tertulisnya (4/9), Egianus menganggap jika pergantian struktur organisasi harus terus dilakukan untuk menggerakkan perubahan pada tubuh TPNPB. Bahkan diungkapkan jika pergerakan TPNPB dibawah komando Goliath Tabuni hanya jalan di tempat.

“Tidak ada keberhasilan selama ini, salah satu faktornya menurut jajaran Kodap III Ndugama adalah karena pasufnya seorang pemimpin. Goliath tidak mau melakukan inisiatif dan pergerakan nyata,”

Egianus yang menjabarkan jika kelompoknya menolak operasi di Puncak dan Tembagapura juga berkaitan dengan ketidak sepahamannya dengan Goliath Tabuni karena dianggap oportunis.

“Operasi di Puncak dan Tembagapura itu tujuannya tidak pasti, tidak mungkin pergerakan operasi dilakukan hanya untuk mencari sensasi, sedangkan harga yang dibayar sangat mahal. Sudah berapa anggota yang mati tertembak karena operasi yang tidak dipikirkan dengan baik?”

Diketahui saat ini Egianus Kogoya dan Kodap III Ndugama/Darakma sedang menunggu surat operasi dari Komando Markas Pusat dibawah komando Damianus Magay Yogi. Aksi tersebut diakhui Egianus sebagai salah satu pengakuan mendukung kepemimpinan panglima tertinggi yang baru.

“Kami dari Ndugama sepakati saat ini sedang menunggu sutay operasi dari Komando Markas Pusat TPNPB-OPM, pilihan yang kami ambil ini sebagai dukungan terhadap Damianus Yogi sebagai panglima tertinggi,”

Sabtu, 04 September 2021

Jubir Sebby sambom: TPNPB Versi Damianus Yogi Dianggap Musuh Karena Berkhianat

wrtsh papua


Dualisme kepemimpinan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) secara tegas ditolak oleh Sebby Sambom segai juru bicara. Sambom mengatakan jika perjuanan Papua jangan lagi dipersulit, terlebih hanya karena saling klaim.

“Sata sampaikan kepada Damianus Magai Yogi agar jangan persulit kemenangan, cukup sudah untuk menghambat perjuangan. Jangan ada klaim secara sepihak karena TPNPB punya mekanisme dan struktur yang jelas,”

Sabby menegaskan jika Damianus Yogi yang menyelenggarakan KTT terkait pengangkatannya sebagai panglima TPNPB-OPM tidak memiliki dasar yang jelas.

“Mereka membuat acara sendiri, membuat seremonial sendiri, dan melantiknya sendiri. Ini secara dasar hukum tidak benar bahkan cenderung mempermainkan organisasi sendiri,”

Pihaknya juga mengatakan jika seluruh komando dan perencanaan operasi masih eksis dipegang oleh kelompoknya dan tidak pernah sekalipun berpindah tangan kepada Damianus Yogi.

“Saya sampaikan lagi jika komando masih kami yang pegang, kalau memang Damianus punya inisiatif lain, saya sarankan dia untuk bentuk organisasi lain tanpa harus membawa-bawa nama TPNPB-OPM. Dia tidak punya peran penting saat ini,”

Sebby lantas menjabarkan jika struktur TPNPB-OPM masih dikepalai oleh Goliath Tabuni. Selain sebagai pejuang, Goliath Tabuni dianggap pihaknya sebagai tokoh tua yang patut dihormati kedudukannya.

“Bicara soal Papua, kita paham tentang hukum alam. Orang tua (Goliath Tabuni) masih punya pengaruh bagi perjuangan organisasi ini. Saya menentang itu Damianus Yogi yang berani-berani menggulingkan struktur komando,”

Pada akhir penyampaiannya Sabby Sambom menegaskan terkait setiap kelompok yang bertolak belakang dengan TPNPB, maka mereka adalah musuh yang perlu diwaspadai.

“Ada musuh dalam selimut, ada pengkhianat, itu kami sudah tahu orang-orangnya. Maka setiap siapa yang tidak setuju dengan TPNPB-OPM mereka itu juga musuh,”

Dunia Internasional Dukung Penegakan Hukum atas Gangguan Separatisme di Papua

wrtsh papua


Proses hukum terhadap terdakwa Viktor Yeimo terkait aksi kerusuhan di Papua pada akhirnya mulai menyeret nama Emanuel Gobay dalam lingkaran permasalahan. Emanuel Gobay sebagai kuasa hukum sebelumnya banyak dicecar kritikan terkait prefesionalismenya menangani kasus Viktor Yeimo, bahkan dirinya dianggap tidak memiliki kompetensi mumpuni.

Gobay dianggap telah menentang norma dan aturan atas upaya membenarkan tindakan kriminal. Sebab banyak pihak menyebutkan jika peran Viktor Yeimo sudah kepalang basah dalam menggerakkan massa terkait aksi kerusuhan yang terjadi di Papua pada tahun 2019 lalu.

Tak hanya itu, Viktor Yeimo bahkan secara terang-terangan menyebutkan kalimat terkait perlawanan terhadap pemerintahan Indonesia. Salah seorang tokoh Agustinus R pun menyebut jika sosok Gobay sebagai kuasa hukum tidak punya kompetensi mumpuni. Hal tersebut dikatakan sebab Gobay tidak pernah sekalipun memenangkan perkara kliennya dalam persidangan.

“Kalau memang dia membela sebuah kebenaran, tentu hukum yang terang akan memenangkannya dalam sidang. Tetapi faktanya kan berbeda, dia tidak pernah menang, karena apa? Ya karena dia itu kan membela pihak yang salah, itu saja sebenarnya,”

Terkait internasionalisasi isu tentang Papua, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberikan pakem terkait upaya penegakan hukum terhadap kelompok pelaku kejahatan. PBB tidak pernah membatasi upaya penegakan hukum bagi negara berdaulat terhadap gangguan separatisme.

“Pada hakikatnya setiap negara berdaulat diberikan keleluasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri, termasuk dalam hal penegakan hukum terhadap aksi-aksi separatisme yang mengganggu keaman. Poin itu termaktub dalam Prinsip Dasar HAM PBB terkait Penegakan Hukum,” ungkap Rafael Ramirez sebagai Komite Dekolonisasi PBB.

Terkait eksistensi gerakan separatisme di Papua, Komisioner Tinggi HAM PBB melalui Michelle Bachelet juga telah menegaskan jika PBB sangat mendukung upaya penuh pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan perkara di Papua.

“Atas dasar menghormati kedaulatan bagi Indonesia, kami (PBB) selalu mendukung aksi pemerintah Indonesia untuk menuntaskan permasalahan terkait Papua. Kami juga menyadari jika konflik di Papua erat berkaitan dengan eksistensi separatisme,”

Michelle juga menambahkan jika PBB menyadari eksistensi separatisme di Papua telah menciptakan disinformasi yang luas. Terkait hal tersebut, dirinya menjelaskan terkait aksi separatisme di Papua adalah murni sebagai aksi yang tidak bisa dibenarkan, sehingga setiap bentuk pembalaan terhadapnya juga termasuk didalamnya.

Sabtu, 28 Agustus 2021

Ketua DPN Pemuda Adat Papua, Yan Arebo: Haris Azhar dan Fatia Jangan Terlalu Jauh Beropini Soal Papua

wrtsh papua


Ketua Umum DPN Pemuda Adat Papua, Yan Christian Arebo menanggapi pernyataan Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti dinilai terlalu jauh mengkaitkan sebuah fakta yang terjadi di Papua.

Yan mengatakan, Opini terkait konflik dan operasi militer di Papua sebagai upaya terselubung melindungi kelompok elit terkait pemanfaatan sumber daya alam dianggap tidak memiliki korelasi dengan Fakta Penegakkan Hukum yang Terjadi di Papua Saat ini.

“Kritikan terhadap personal atau kelompok jangan dicampuri dengan urusan yang sifatnya jauh lebih urgensi. Artinya dalam sudut pandang Haris dan Fatia cukup terbatas pada penolakan terkait tambang emas di Kabupaten Intan Jaya, tidak perlu diperluas dengan opini terkait keterlibatan militer dalam konflik bersenjata dan penanganannya terhadap aksi teroris Papua atau KKB,” Tegas Yan saat diwawancarai via telepon redaksi reportasepapua.co.id jumat 27 agustus 2021.

Arebo Mengungkapkan bahwa Fungsi aparat keamanan di Papua ataupun di Intan Jaya sudah sangat Jelas karena itu Mereka Murni sebagai upaya pencegahan maraknya aksi terorisme yang dilakukan oleh KKB.

“Terkait pos-pos keamanan yang dibangun dan dianggap menguntungkan rencana sejumlah elit, tentu hal tersebut juga sangat berlebihan. Aparat keamanan TNI Polri sama sekali tidak memiliki kepentingan terkait pemanfaatan sumber daya alam di Papua,” Tambahnya.

Tokoh pemuda Papua ini menilai, Sebaliknya, tambang emas ilegal merupakan salah satu sumber pendanaan bagi KKB dalam melakukan aksi teror di Papua.

“Penarikan upeti terhadap sejumlah pendulang kerap dilakukan, bahkan tak jarang anggota KKB sendiri juga melakukan aktivitas mendulang emas untuk pemenuhan kebutuhan ataupun sebagai cara mengumpulkan uang dalam pembelian sejumlah senjata illegal,” katanya.

Dirinya juga menegaskan bahwa Maraknya aksi ancaman yang dilakukan anggota teroris papuam untuk menunjang eksistensinya juga pernah disampaikan oleh Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni.

“mereka inikan selain melakukan teror juga melakukan tindakan yang tidak manusiawi seperti memerkosa perempuan dengan ancaman senjata, mengambil ternak, serta mengancam kepala kampung hanya untuk kepentingan perut mereka,” katanya.

Bahkan menurutnya Konflik bersenjata atau teror yang terjadi di Intan Jaya, menunjukkan peningkatan gangguan keamanan.

“Aksi pembakaran pesawat dan pengancaman terhadap pilot WNA, pengrusakan fasilitas Pendidikan dan Kesehatan, pembunuhan terhadap guru dan pelajar, ataupun aksi penyerangan terhadap warga sipil dan aparat keamanan telah nyata terjadi. Aksi tersebut belum termasuk gangguan atas sejumlah agenda nasional terkait pemilihan umum,” Jelasnya.

Menurut Data yang ia peroleh, Dalam tiga tahun terakhir sebanyak 95 orang telah menjadi korban tewas atas aksi kekerasan teroris atau KKB, diantaranya 59 orang merupakan warga sipil, 27 orang prajurit TNI, dan 9 orang anggota Polri.

“Tentu data tersebut tidak termasuk kerugian materiil, ataupun korban tidak langsung terkait pengungsian warga yang beberapa kali tercatat pernah terjadi,” Tuturnya.

Berdasarkan fakta terkait aksi teror bersenjata yang terus hal tersebut tentu sudah menjadi tanggung jawab negara melalui aparat keamanan untuk menyelesaikannya. Namun penyelesaian konflik di Papua.

“Tidak selalu dilakukan hanya melalui aspek pendekatan keamanan, pemerintah telah berkomitmen untuk menyelesaikan perkara di Papua dengan berbagai pendekatan komprehensif dan itu terbukti sedang berjalan,” Tutupnya.

Sebelumnya, beredar soal berita : http://hakasasi.id/2021/08/21/haris-azhar-warga-korban-tipu-tipu-operasi-militer-dan-bisnis-di-papua/

Minggu, 22 Agustus 2021

Hancurlah Vanuatu Negara Yang Suka Ikut Campur Urusan Indonesia

wrtsh papua


Dikabarkan Vanuatu menjadi sorotan dunia internasional setelah diketahui menjual paspor warga negara kepada para buron.

Selalu ikut campur dengan urusan Indonesia apalagi urusan Papua merdeka, ternyata Vanuatu selama ini disokong oleh negara kangguru Australia.

Ibarat pepatah mengatakan sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat akan jatuh juga.

Seperti inilah yang akan dialami oleh Vanuatu, selama ini bersembunyi dibalik negara kangguru, maka bersiap-siaplah menjadi negara yang disoroti melindungi para penjahat alias buronan.

Warga Vanuatu menuturkan untuk mendapatkan warga negara di Vanuatu tidak sulit cukup mengeluarkan dana senilai 2 milyar sudah mendapatkan hak menjadi warga negara Vanuatu.

Ini kebijakan pemerintahan negaranya, dana yang diterima sebesar 2 Milyar itu oleh pemerintah Vanuatu digunakan untuk kesejahteraan rakyatnya.

"Negara vanuatu memang kecil dan miskin, namun pemerintahnya juga tidak boleh melindungi para buronan dari negara luar,"

Skema ini sudah lama menjadi kontroversi, dan menjadi sorotan luas setelah laporan the investigasi diterbitkan,  hal ini akan membuat pemerintah Vanuatu menghadapi pilihan sulit antara potensi sanksi internasional atau kerugian ekonomi karena para pembeli paspor ini termasuk sejumlah pengusaha dan individu yang sedang dicari polisi.

Rijick Cadhrunic

Sabtu, 21 Agustus 2021

Stop Teriak Merdeka!, Gunakan Otsus Untuk Membangun Papua

wrtsh papua


Pemuda Papua harus mengisi kemerdekaan dengan memanfaatkan perpanjangan Undang-undang Otsus Papua.

Kebijakan perpanjangan Otsus di Papua merupakan anugrah dari Tuhan kepada Papua lewat Pemerintah Pusat. Kita bersyukur pemerintah telah memberikan program keberlanjutan Otsus sesuai aspirasi masyarakat Papua seutuhnya.

“Pemerintah Pusat dan DPR RI terus memperhatikan masyarakat di wilayah paling timur Indonesia. Perpanjangan Otsus yang diberikan ini merupakan solusi buat generasi di Papua untuk bisa membangun agar sama dengan wilayah bagian barat di Indonesia, ini perlu kita berterima kasih dan bersyukur.“

Para pemuda di Papua yang merupakan generasi penerus bangsa tidak lagi mengotak-ngotakkan diri apalagi mengaitkan dengan seruan Papua Merdeka lewat aksi demonstrasi dan provokasi.

“Kita di Papua ini sudah merdeka!, sekarang tinggal bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan memajukan kesejahteraan melalui kebijakan otonomi khusus yang sudah disahkan" 

Semua elemen masyaralat di papua agar terus bergandengan tangan menciptakan suasana yang damai dan kondusif.

“Kalau kita di Papua damai, maka pembangunan bisa berjalan dengan baik, dan kita bisa sejahtera,”

Kepada DPR Papua dan DPRD agar bersama-sama rakyat ikut mengawal penggunaan dana Otsus, sehingga dana yang di berikan dari pusat tersebut bisa dirasakan hingga ke masyarakat paling bawah.

“Sekarang tinggal bagaimana kita yang di Papua ikut bersama mengawasi penggunaan dana Otsus tersebut, baik DPR Papua maupun DPRD bersama semua elemen, mari kita terlibat untuk ikut mengawasi dana Otsus yang di berikan ini untuk kemajuan Papua Tercinta,”

Berhenti diskusi Papua Merdeka kalau tidak mau terbelakang.

Jakarta, 21 Agustus 2021

Aliansi mahasiswa Papua Sejabotabek

Kamis, 12 Agustus 2021

Kepala Suku Papua Tolak Aksi Demo dan Provokasi Tuntut Dibebaskannya Victor Yeimo

wrtsh papua

 


Proses hukum terhadap Victor Yeimo mendapat dukungan dari Kepala Suku di Kabupaten Jayawijaya. Hengky Heselo dalam penyampaiannya mengatakan jika aktor perusak negara harus ditindak tegas.

“Victor Yeimo itu perusak negara Republik Indonesia. Bapak Kapolda Papua jalankan saja proses hukum, tidak bisa begitu saja dibebaskan,”

Heselo mengatakan jika tuntutan pembebasan Victor Yeimo yang dilakukan oleh mahasiswa dan KNPB sangat tidak mendasar. Pihaknya menegaskan jika proses hukum harus tetap dilakukan sebab negara Indonesia adalah negara hukum.

“Negara ini bukan punya KNPB yang semaunya sendiri melawan hukum. Tetap lakukan proses hukum terhadap setiap orang yang melanggar hukum. Victor Yeimo ini sudah merusak (keamanan) negara,”

Heselo juga meminta kepada jajaran Polres Jayawijaya untuk menolak setiap aksi demo karena rawan akan provokasi.

“Kepada Polres Jayawijaya, saya minta tidak boleh ada aksi demo dari mahasiswa dan KNPB di Wamena. Mereka hanya akan membuat kekacauan dengan berbagai provokasi,”

Pihaknya menambahkan jika semangat menjaga kedamaian di Wamena sudah kembali terbangun, oleh sebab itu setiap aksi yang mengancam kedamaian negara harus dihindarkan. Mengingat kerusuhan yang terjadi di Wamena pada tahun 2019 mencatatkan sebanyak 33 warga tewas mengenaskan.

Proses hukum terhadap Victor Yeimo harus tetap jalan, jangan dibebaskan begitu saja, tuturnya.