Tampilkan postingan dengan label PAPUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAPUA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Oktober 2021

Bicara Soal Smelter Baru PT Freeport, Jeffrey Bomanak Bermental Pengemis

wrtsh papua


Pernyataan Jeffrey Bomanak yang mengklaim diri sebagai Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia ditanggapi oleh salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa menyebutkan jika Jeffrey Bomanak adalah pribadi yang tidak terlalu pintar namun lancing memprovokasi rakyat Papua.

“Tidak perlu kita sibuk memikirkan apa yang disuarakan Jeffrey Bomanak. Dia hanya pandai memprovokasi namun tidak pernah sadar akan dirinya sendiri. Memangnya dia itu siapa? Orang perusahaan? Orang Freeport?”

“Yang dilakukan saat Ini semua berkaitan dengan pengembangan lini bisnis.Tidak ada yang salah karena negara punya berhak atas semua itu. Sedangkan Jeffrey Bomanak, dia hanya modal mengaku sebagai orang Papua. Sehingga aksi-aksinya ya hanya berkutat pada provokasi,”

Korwa juga mengaku tergelitik dengan pernyataan Jeffrey menyinggung keberadaan Papua yang seolah hanya dimanfaatkan untuk memberi makan rakyat di seluruh Indonesia. Hal tersebut dianggap keliru dan justru semakin memperlihatkan kebodohannya. Korwa juga menjelaskan jika ada kecenderungan berpikir masyarakat di Papua yang kerap terbuai dengan urusan ganti rugi dan berkaitan dengan nilai uang.

“Keliru, tidak ada satupun orang di negara ini yang mendapatkan uang secara cuma-cuma. Pernyataan Jeffrey ini memang tidak asing, seperti penyakit lama yang masih tertinggal di Papua. Contohnya kasus pemalangan, hak ulayat, seolah permasalahan itu harus diselesaikan dengan uang. Meski tidak sepenuhnya salah, menurut saya terkadang ada ketidak rasionalan disana,”

Korwa menegaskan jika mental budak dan mengemis harus dihilangkan dari Papua. Hukum timbal balik dalam urusan bekerja sehingga mendapatkan upah bekerja berupa gaji harus dipahami dalam era saat ini.

“Jeffrey dia masih bermental pengemis. Kalau mau punya uang, ya harus bekerja. Selama ini yang lakukannya untuk mendapat uang adalah dari cara meminta-minta, atau bahkan menipu dan merampok. Ini saya bicara fakta, belum lama ini nama Jeffrey Bomanak dikaitkan dengan aksi perampokan,”

Korwa menambahkan jika tipikal orang seperti Jeffrey Bomanak yang sempit pemikirannya namun memaksa pintar dan merasa paling bisa telah membuat Papua sulit untuk berkembang. Korwa juga menyindir Jeffrey yang bahkan belum pernah melihat Kota Gresik, menurutnya ada beberapa faktor utama yang menguntungkan terkait pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.

“Saya pingin tahu apakah Jeffrey sudah pernah ke Gresik atau belum. Sebab secara demografis, Kota Gresik yang memang dikhususkan sebagai kawasan industri untuk menopang ekonomi nasional memiliki beberapa faktor penunjang yang mumpuni. Salah satunya adalah keberadaan Pelabuhan tersibuk Tanjung Perak, yang letaknya tidak jauh dari Gresik,”

Korwa dalam akhir penyampaiannya justru bergurau menyarankan Jeffrey Bomanak agar kembali mempelajari ilmu pengetahuan secara lebih mendalam. Menurutnya belajar dan memperluas pengetahuan lebih diperlukan oleh Jeffrey saat ini. Sebab Korwa menilai jika Jeffrey Bomanak masih terbelenggu dengan kebodohan.

Rabu, 13 Oktober 2021

Lama Tidak Terdengar, Aktivis KNPB Beralih Fokus ke Bisnis Kopi di Wamena

wrtsh papua


Part 1:

Kekayaan melimpah di tanah Papua sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Mulai dari barang tambang, hasil laut, keindahan panorama, hingga perkebunan yang menghasilkan biji kopi yang nikmat. Ada dua kawasan penghasil kopi terbesar di Papua, yaitu di Nabire dan Wamena.Kopi adalah bisnis berkonsep kemitraan yang tumbuh pesat di Indonesia. Seperti brand pendahulunya yakni Foodpedia & Pasta Kangen. 

Perkebunan kopi Papua di Wamena terletak di sepanjang lembah yang letaknya mengelilingi Kota Wamena, Lembah Baliem. Lembah tersebut letaknya ada di sisi timur Gunung Jayawijaya dengan panjang kurang lebih 80 km.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Steven Itlay Aktivis Komite Nasional Papua Barat setelah sekian lama menghabiskan harinya bersama organisasi KNPB, , yang sudah lama tidak terdengar kabarnya ditemui di Wamena merasa kaget Ketika disapa “Kakak Apa Kabar, Sudah Alih Profesi kah?” Steven yang saat itu tidak menduga langsung tersenyum sambil membalas “Kabar Baik” yang berusaha untuk  menyimpan kegugupannya.

Sebelumnya, kami ke wamena mencari informasi terkait kopi wamena yang akan kami angkat untuk dipromosikan, lewat salah satu warga yang juga kebetulan kerabat dari Steven Itlay menyebutkan kalau Steven Itlay (Aktivis KNPB) ada di disini (Wamena).

”Saat ini kaka Steven Itlay berada di Wamena, kaka dia sedang mengurus kebun kopi, mungkin keberadaan kaka Steven juga bisa diangkat karena selama ini yang kita ketahui kaka Steven sibuk dengan urusan KNPB, namun sudah 3 bulan terakhir ini dia berada di wamena, dan sibuk dengan Kopi,” Ungkapnya.

Keesokan harinya kami mencoba menemui Steven Itlay tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepadanya, dan betul sekali Ketika kami bertemu dengan steven, dia apa adanya sedang berada di lahan kopi.

Lama bercerita dengan Steven, dia mengakui kaalu dirinya saat ini lagi focus kepada lahan kopi yang diolahnya di wamena, entah sampai kapan dirinya tidak tau, namun yang terpenting saat ini dirinya bisa memanfaatkan lahan kopi yang ada di wamena menjadi usahanya nanti.

Terungkap rasa penyesalan yang disampaikan oleh Steven “seharusnya dari dulu kita memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki ini, namun tida ada kata terlambat buat kita, kalau kita mau berubah dan melakukan kegiatan yang baik,” ungkap Steven.

Disinggung soal kegiatan KNPB, Steven saat ini tidak mau berkomentar soal KNPB, dirinya berpikir lebih baik kita membahas kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan, baik untuk kita sendiri maupun anak-anak kita serta orang lain.

Steven berpesan, kalau bisa kita memanfaatkan kondisi alam kita menjadi peluang yang dapat memberikan arti bagi kehidupan kedepan, dari pada mengurus sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, lebih baik kita mencoba untuk mengurus kopi yang kita miliki, imbuh steven. 

bersambung (13/10/21)

Selasa, 12 Oktober 2021

Peristiwa di Yahukimo, Refleksi atas Provokasi KNPB terkait Kerusuhan di Wamena 2019

wrtsh papua


Kerusuhan di Dekai, Yahukimo (3/10) tercatat telah menewaskan enam penduduk setempat, mengakibatkan sejumlah bangunan terbakar, dan menyisakan trauma bagi ratusan warga. Tokoh senior Papua dalam keterangannya menyebut jika peristiwa tersebut memungkinkan adanya keterlibatan dari organisasi separatis KNPB.

Sem Kogoya mengatakan bahwa salah seorang pelaku yang merupakan pemimpin KNPB menjadi indikasi serius jika organisasi tersebut terlibat dalam kerusuhan yang terjadi. Selain itu dirinya meyakinkan jika sebelum kerusuhan terjadi, situasi di Yahukimo sudah memperlihatkan peningkatan terkait ancaman keamanan. (12/10)

“Bahkan sebelum kerusuhan, Yahukimo sudah ramai dengan kasus separatisme, dan lagi-lagi keterlibatan KNPB ada disana. Waktu itu Senat Soll ditangkat di markas KNPB, sekarang kerusuhan juga melibatkan tokoh KNPB,”

Kogoya dalam keterangannya mengungkapkan bahwa KNPB telah memanfaatkan situasi panas di Kabupaten Yahukimo untuk melancarkan aksi-aksi yang berujung pada timbulnya kekacauan.

“Bisa saja terlibat langsung, tapi kalaupun tidak terlibat secara langsung ada kemungkinan besar mereka (KNPB) sudah memanfaatkan situasi di Yahukimo. Mereka sengaja cari-cari untuk buat kerusuhan,”

Kogoya juga mengisyaratkan jika peristiwa di Yahukimo hampir mirip dengan kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena pada tahun 2019 silam. Menurutnya kekacauan bermula akibat provokasi sehingga aksi pengrusakan bahkan tindak pembunuhan tidak bisa dihindari karena massa sudah beringas.

“Seperti di Wamena dulu, KNPB yang provokasi massa, akhirnya kerusuhan pecah. Kalau sudah begitu tidak ada lagi yang bisa tahan, mereka brutal semua,”

Sabtu, 09 Oktober 2021

Jefry Bomanak: Ketua KNPB Jangan Asal Bicara

wrtsh papua


Adanya tuduhan KNPB terhadap Jefry Bomanak Yang akan mengacaukan PON di Papua, selaku Ketua OPM dirinya membantah tuduhan miring tersebut.

"Sebelumnya tersebar di media sosial tuduhan Agus Kossay selaku Ketua KNPB Pusat yang mengatakan penangkapan anggota KNPB dan anggota Tpnpb Pegunungan Bintang didalangi oleh Jefry Bomanak"

Jeffry Bomanak diketahui menyelundupkan senjata api melalui kabupaten pegunungan bintang dengan memanfaatkan KNPB dan TPNPB Pegunungan Bintang.

Dimana Hasil pemeriksaan terhadap pelaku disampaikan Kabid Humas Polda Papua beberapa waktu lalu, bahwa senjata tersebut dikirim oleh Jeffry Bomanak kepada KNPB untuk mengganggu jalannya PON.

Jeffry menyebutkan kalau sebelumnya dirinya dihubungi oleh Agus Kossay untuk diminta mencarikan senjata sebanyak 5 pucuk, ditanya untuk apa senjata tersebut Agus Kossay tidak mau menjelaskan, hanya minta untuk menyiapkan senjata.

Namun, setelah tertangkapnya senjata oleh aparat militer Indonesia di pegunungan bintang, beredar isu kalau Agus Kossay menuduh dirinya yang menyelundupkan senjata ke Papua untuk mengacaukan PON di Papua.

"Itu tidak benar, Agus Kossay sendiri yang meminta dirinya untuk mengirimkan senjata, dia jangan asal bicara di media, ini sama saja menjatuhkan saya selaku ketua OPM."

Jeffry menjelaskan senjata yang dibelinya dari PNG sampai sekarang belum dibayar oleh Agus Kossay, sebaliknya dirinya dituduh untuk mengacaukan PON Papua. Seharusnya senjata tersebut tidak diberikan selain kepada TPNPB, namun kami berikan karena Agus memaksa dengan alasan perjuangan. 

Setelah terungkapnya tujuan Agus Kossay meminta senjata kepada saya, sekarang Agus melarang KNPB untuk tidak mengganggu jalannya PON, itu bukan berarti karena senjata yang diminta Agus tertangkap aparat, tetapi kabar di kalangan KNPB menyebutkan kalau Ketua KNPB tersebut telah menerima dana dari pejabat PON.

Bisa jadi dana itu diberikan kepada Agus Kossay untuk menjaga PON tetap berjalan dengan baik, tidak ada gangguan dari KNPB.

Kalaupun nanti ada gangguan terhadap pelaksanaan PON di Papua, maka bisa saja itu dilakukan oleh kelompok KNPB yang tidak terima dengan kepemimpinan Agus Kossay yang sudah makan uang indonesia.

Sumber: media OPM (09/10/21)

Kerusuhan di Yahukimo Tak Terlepas Campur Tangan KNPB

wrtsh papua


Kepolisian menetapkan 24 orang sebagai tersangka atas kericuhan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo. Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri dalam keterangannya juga mengatakan jika jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat masih adanya pelaku dalam status pengejaran. (9/10)

“masih ada aktor utam ayang belum ditangkap, saya sudah perintahkan kepada Kapolres untuk segera menangkap. Ada juga aktor intelektualnya,” 

Kapolda dalam penuturannya menyayangkan aksi kerusuhan yang menyasar bangunan ibadah dan rumah-rumah warga, termasuk rumah pendeta yang habis dibakar massa.

"Saya sudah melihat langsung Gereja GIDI yang jadi sasaran pertama penyerangan dan ada empat rumah yang dibakar termasuk rumah pendeta. Di tempat ini lah korban-korban pertama (jatuh), baik meninggal maupun yang luka,"

Menurut salah seorang pengamat Papua, Johan RUmbino dirinya menyebut jika kerusuhan di Yahukimo tidak bisa terlepas dari keterlibatan organisasi KNPB. Hal tersebut diungkapkannya mengingat dari sejumlah pelaku yang ditangkap, terdapat nama Ruben Wakla yang merupakan tokoh KNPB Yahukimo.

“Saya dapati informasi tentang keterlibatan Ruben Wakla dalam aksi penyerangan di Yahukimo, saya bisa pastikan kalau KNPB punya keterlibatan disana,”

Johan menambahkan jika aksi-aksi KNPB di Papua tak ubahnya sebuah organisasi separatis yang terus-menerus menumbuhkan konflik berkepanjangan di Papua. Dirinya menilai jika keberadaan KNPB sudah membuat keresahan bagi masyarakat secara umum.

“Memang KNPB hanya menciptakan konflik di Papua, parahnya konflik itu pasti terus berkepanjangan. Disaat orang-orang Papua mau beranjak menjadi lebih baik, KNPB akan terus menghambat. Jadi mereka lah sumber keterbelakangan di Papua,”

Jumat, 08 Oktober 2021

PON Diapresiasi Dunia Internasional, Fakta Papua Wilayah Aman dan Damai

wrtsh papua


Tak hanya jagad nasional, apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) muncul dari dunia internasional. Hal tersebut dianggap telah membuka mata dunia bahwa Papua berhasil mencatatkan kemajuan yang pesat.

“Saya mendapatkan banyak pesan selamat atas terselenggaranya PON di Papua, mereka adalah para kolega dan tokoh besar dari sejumlah negara sahabat. Ini adalah keberhasilan kita semua sebagai bangsa Indonesia yang patut disyukuri,” ungkap Mahfud md, Menko Polhukam RI.

Terselenggaranya PON yang digelar di 4 kota/kabupaten tersebut secara tidak langsung telah mematahkan stigma negative tentang situasi keamanan di Provinsi Papua.

“PON membuktikan bagaimana Papua itu wilayah yang tidak jauh berbeda dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia, tentang Papua yang tidak aman, terbukti sampai saat ini hal itu sama sekali tidak terjadi,” 

Gemerlap PON juga nampak dari keterlibatan masyarakat dalam memeriahkan event olahraga tingat nasional tersebut. Ribuan relawan hadir membantu jalannya acara, ditambah masyarakat asli Papua yang terkaryakan untuk bisa memperkenalkan produk lokal, ataupun bagi masyarakat lainnya yang selalu memadati tempat-tempat pertandingan.

“Saya saksikan sendiri bagaimana PON ini membawa pengaruh baik bagi Papua dan seluruh masyarakatnya. Ini adalah event yang sangat memberi pengaruh baik untuk Papua saat ini, dan untuk Papua dimasa yang akan datang,” ujar Agustinus R sebagai tokoh senior.

Kamis, 07 Oktober 2021

PON Berhasil Menunjang Aspek Pembangunan di Papua Meski Kelompok Separatis Masih Menutup Diri

wrtsh papua


Kesuksesan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak bisa membuka mata kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme. Tokoh senior Papua, Franz Korwa mengungkapkan jika kelompok tersebut hanya bisa menolak tanpa tahu dampak baik yang sedang dirasakan masyarakat Papua. (7/10)

“Kelompok seperti KNPB, ULMWP, dan seluruh bagian separatis itu tidak bisa berbuat banyak dengan suksesnya PON. Mereka hanya bisa menolak, padahal dibalik PON ini ada dampak baik bagi masyarakat Papua,”

Korwa menjelaskan jika aksi penolakan PON hanya sebuah propaganda murahan yang dilakukan kelompok separatis. Sebab masyarakat di Papua justru mengaku merasa senang dengan adanya event PON tersebut.

“Itu hanya cara mereka saja, propaganda murahan. Kita bisa lihat sendiri bagaimana masyarakat secara merasa terkesan dengan event seperti PON ini. Semuanya larut dalam kebahagiaan. Mereka ada yang berjualan, ada yang menjadi relawan, ada juga yang antusias untuk menonton setiap pertandingan,”

Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth menyebutkan jika masyarakat Papua antusias menyambut PON ke dua puluh. Sebab, pesta olahraga antar 34 provinsi di Indonesia itu bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia.

"Respon masyarakat baik. Antusias menyambut PON ini. Acara sebesar ini tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia,”

PON terbukti mampu menarik perhatian masyarakat di seluruh Indonesia, hal tersebut juga terlihat dari hadirnya berbagai sektor bisnis dan industri dalam peranan mendukung kesuksesasan PON.

“Terkait penyelenggaraan PON, mulai tercatat perusahaan bidang transportasi, industri kesehatan, bahkan perusahaan skala nasional hadir di Papua. Ini adalah kabar baik untuk menunjang segala aspek. Hal-hal semacam ini yang harus dilihat dengan sudut pandang objektif,”

Senin, 04 Oktober 2021

Tokoh Pegubin Kutuk Lamek Taplo, Keberadaannya Harus Cepat Dibasmi

wrtsh papua


Intensitas aksi kekerasan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang telah meningkat. Melihat tak sedikitnya korban terus berjatuhan, menurut salah seorang tokoh setempat, Seni Uopdana menilai jika aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) harus segera diatasi. (4/10)

Uopdana dalam keterangannya mengatakan jika aksi-aksi biadab yang terus dilakukan oleh KKB tidak kunjung direspon cepat oleh aparat keamanan yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang, dirinya khawatir konflik akan terus meluas dan dampak yang ditimbulkan juga semakin besar.

“Saya sangat berduka dengan kabar akhir-akhir ini yang terjadi di Pegunungan Bintang. Memang kelompok bersenjata itu sudah membuat kacau situasi disini. Makanya saya berusaha membuka forum, dan meminta kepada aparat keamanan agar bisa segera bertindak,”

“Peristiwa hitam seperti sekarang ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena ada banyak nyawa yang akhirnya terancam. Saya takut kebiadaban KKB akan meluas,”

Uopdana juga menyebutkan jika keberadaan Lamek Alipki Taplo sebagai pemimpin gerakan separatis di wilayah Pegunungan Bintang telah meracuni moral dan pemikiran anak-anak muda. Lamek Taplo dianggap sudah memberi pengaruh buruk.

“Kerugian yang ditimbulkan dari kelompok separatis itu bukan hanya dari ancaman kekerasan, tapi dia dan kelompoknya juga akan merukan pikiran generasi penerus Papua terutama yang berada di Pegunungan Bintang,”

Atas dasar tersebut, Seni Uopdana tegas mengutuk keberadaan Lamek Alipki Taplo dan para kelompoknya. Dirinya mengatakan jika aksi yang dilakukan kelompok tersebut telah diluar batas nilai kemanusiaan dan melanggar ajaran adat dari para leluhur.

“Terkutuk Lamek Taplo bersama kelompoknya. Mereka sudah melakukan aksi biadab yang tak berperi kemanusiaan dan sudah melanggar adat leluhur. Tidak ada ampun baginya, kutukan itu akan segera datang,”

Penyerangan Puskesmas di Kiwirok Mencirikan Gerakan Terorisme

wrtsh papua


Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) angkat bicara menanggapi aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

Menurut Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey, kekerasan KKB terhadap petugas kesehatan di Kabupaten Kiwirok melanggar hak asasi manusia. Frits bahkan menyebut kekerasan yang dilakukan KKB itu termasuk aksi teroris.

“Meskipun Komnas HAM keberatan dengan pelabelan teroris terhadap OPM, tindakan berupa pembunuhan terhadap tenaga kesejatan tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai kelompok yang bercirikan teroris,”

Pola yang digunakan KKB disebutkan sama dengan aksi di Kabupaten Nduga pada bulan April lalu, dalam aksi penyerangan tersebut KKB melakukan kekerasan terhadap guru pendidik. Komnas HAM Papua menyerukan kutukan keras atas aksi yang dilakukan KKB terhadap pekerja kemanusiaan.

Menurutnya, organisasi separatisme di Papua saat ini terfragmentasi menjadi tiga kelompok besar. Yakni, kelompok sipil bersenjata, kelompok yang dipelihara oleh korporasi dan kelompok yang memperjuangkan suksesi politik.

“Saat ini gerakan yang dilakukan oleh KKB memiliki pola baru yang menyasar warga sipil, ini dampak dari terfragmentasinya tiga organisasi searatis. Masing-masing dari mereka memiliki cara pandang yang tentu sudah berbeda juga,”

Komnas HAM mengaku jika penyerangan di Kiwirok yang menyasar warga sipil terlebih sebagai petugas kesehatan adalah kasus yang terakhir kali ditangani. menurut Komnas HAM, tindakan tersebut telah memenuhi unsur pelanggaran HAM, mengacu pada UU Nomor 39 Pasal 1 angka 1.

“Tindakan ini telah menghilangkan rasa aman, hak hidup dan merupakan tindakan penyerangan langsung terhadap tenaga Kesehatan,”

 Hal senada diungkapkan Staf Ahli Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr Sri Yunanto. Ia mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Menurutnya, tindakan KKB sudah masuk kriteria terorisme. Secara teori, suatu kelompok dikategorikan sebagai kelompok teroris jika memenuhi beberapa indikator.

“Artinya, menggunakan kekerasan sebagai strategi utama, menolak negosiasi, menyebarkan teror dan propaganda palsu, serta menyerang warga sipil. Berdasarkan indikator tersebut, OPM Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dapat dikategorikan sebagai kelompok teroris karena dilihat dari gerakannya menyerang warga sipil, menolak proses dialog, merusak objek vital publik dan menimbulkan ketakutan,”

Sri mengatakan pemerintah telah memprioritaskan dialog untuk menyelesaikan masalah di Papua. Pendekatan penanganan KKB di era reformasi jauh lebih baik dibandingkan era orde baru. Terlebih, otonomi khusus sebagai solusi permasalahan politik di Papua telah memberikan banyak manfaat.

Minggu, 03 Oktober 2021

Pentingnya dan Manfaat dari PON XX Bagi Masyarakat Papua

wrtsh papua


KNPB dan Orang Tak Berakal Harus Tau!

Beberapa hari sebelum pelasanaan PON XX Papua di Gelar, ada perntanyaan dari beberapa pihak terkait manfaat dan pentingnya kegiatan “Pesta Rakyat PON” ini dilasanakan di Papua, seperti kelompok Komite Nasional Papua Barat dan TPNPB-OPM.

”Saya mau kasih tau buat mereka-mereka yang tidak dapat melihat/menilai karena buta huruf dan hilang akalnya terkait manfaat PON XX bagi orang Papua”

Sebelumnya saya mau tanya juga ke mereka, apa pentingnya PON XX di Papua bagi KNPB dan TPNPB?

Kalau tidak penting kenapa KNPB dan TPNPB berencana mengganggu atau menggagalkan PON!, jadi stop dan hentikan provokasi-provokasi melalui medsos.

Ini adalah “PESTA RAKYAT INDONESIA” semua warga mulai dari aceh sampai papua ada mengikuti kegiatan ini, bahkan demi kenyamanan dan kedamaian pesta ini pasukan-pasukan pun diturunkan untuk menjaga keselamatan para peserta yang hadir.

Tidak berbeda dengan PESTA RAKYAT INTERNASIONAL seperti Sea Game, Olimpiade dan lain-lain semuanya menurunkan aparat keamanan, bahkan pasukan khususpun ikut disiagakan. Jadi kalau KNPB dan TPNPB atau OPM yang otaknya ingin mengganggu PON maka akan berhadapan dengan ribuan pasukan yang sudah disiagakan.

Seperti yang saya sampaikan diatas sebelumnya, bahwa poin-poin penting dan beberapa manfaat dari PON XX Papua yaitu Meningkatkan rasa persaudaraan yang Pancasilais dari Aceh sampai Papua, karena berkumpulnya masyarakat seluruh indonesia akan dapat menemukan saudara baru dan keluarga baru dalam konteks NKRI.

Memiliki kunjungan wisata dan peningkatan ekonomi yang kreatif dengan memperkenalkan budaya bumi cenderawasih dan tak kalah hebat lagi menjadi sorotan nasional, semua kosentrasi akan ke Papua.

Dari dua penyampaian diatas, sangat luas manfaatnya jika dilihat dengan akal yang sehat dan pikiran positif. Kalau menggunakan kaca mata atau sudut pandang KNPB dan TPNPB maka tidak akan menemukan manfaatnya karena mereka dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NKRI “TIDAK MEMILIKI AKAL” atau ”SUDAH HILANG AKALNYA”.

Ayo saudara-saudara..! saya mengajak kita gunakan akal sehat dan pola pikir yang baik untuk mendapatkan berkat dari PON XX Papua, gunakan kemampuan dan talenta kita untuk mendapatkan manfaatnya, jangan sampai Ketika PON berlalu kita tidak merasakan apa-apa, itu sama saja dengan kelompok yang “Tidak Berakal”.

Terima kasih

Salam Akal Sehat

Frederick Angguhatu (Pegiat PON)

03/10/2021

Jumat, 01 Oktober 2021

Manfaat Dan Keuntungan PON XX Bagi OAP Apa?

wrtsh papua


Merespon Tanggapan Ones Suhuniap

Bagi orang papua kehadiran Pekan Olah Raga Nasional di Papua sangat disambut baik kecuali bagi orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah seperti kelompok KNPB dan TPNPB-OPM, kelompok inilah yang selalu menciptakan gangguan serta penyebaraan Hoax terkait PON.

“Seperti yang kita ketahui release dari Polda Papua bahwa ada indikasi kelompok ini mengganggu berjalannya PON.”

Bertolak belakang dengan masyarakat papua pada umumnya mereka merasakan manfaat dari PON tersebut. Mulai dari banyak fasilitas olahraga baru yang dibangun, hingga publikasi gratis terhadap keindahan Papua. Sehingga Bumi Cendrawasih makin dikenal oleh netizen di seluruh dunia.

”Bahkan masyarakat dapat berkesempatan memperkenalkan budaya-budaya dan pariwisata yang ada di Papua”

Menanggapi pernyataan Ones Suhuniap selaku juru bicara knpb terkait apa manfaat PON di Papua? Perlu saya sejaskan bahwa yang pertama adalah anda (Ones Suhuniap) tidak ada urusan dengan PON, tetapi mengapa anda (KNPB) mencoba mengganggu berjalannya PON!

Kedua, anda hanya membangun opini dari sudut pandang anda sendiri sebagai kelompok yang melawan pemerintah, kalau anda menyadari bahwa PON tidak ada urusan dengannya anda, maka saya minta tutup mulut saja dan stop bangun provokasi serta hoax di media.

Saya sampaikan bahwa PON adalah Pesta Rakyat Yang Perlu Diamankan demi berlangsungnya PON yang nyaman, kehadiran aparat keamanan dipertaruhkan hanya untuk menjaga marwah dan martabat orang papua sebagai tuan rumah.

“Dimana-mana pelaksanaan PON sebelumnya pasti diamankan dengan melibatkan pasukan baik dari TNI maupun Polri, bahkan Asian Game pun lebih lebih extra lagi yang melibatkan pasukan-pasukan khusus yang jumlahnya beribu-ribu, tujuannya hanya untuk menjaga martabat sebagai tuan rumah dan menjaga keamanan dari adanya gangguan-gangguan keamanan.”

Ini perlu dipahami untuk kita semua, terutama Ones Suhuniap (KNPB) dan kelompok-kelompok ataupun oknum yang berseberangan dengan NKRI, bahwa PON bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran baik saja, tidak bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran kotor.

“Salam Cerdas Untuk KNPB”

Johan Rumbino (Pengamat Papua)

Jumat, 01/10/21

Rabu, 29 September 2021

KKB Ngalum Kupel Kembali Bakar Bangunan di Pegunungan Bintang, Bupati Minta Aparat Keamanan Mengambil Tindakan Tegas

wrtsh papua


www.cnnindonesia.com

baca: KKB Bakar Bangunan Sekolah di Pegunungan Bintang

29/09/21 08:16

Setidaknya ada empat bangunan yang dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabuaten Pegunungan Bintang, Papua. Keempat bangunan berada di distrik Oklip.

"Pada hari Selasa tanggal 18 September 2021 pagi bertempat di Distrik Oklip Kabupaten Pegunungan Bintang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek taplo  kembali melakukan pembakaran beberapa bangunan-bangunan di sana," ungkap salah seorang warga.

Bupati Pegunungan Bintang Spey Yan Birdana ST, M.Si saat dikonfirmasi mengungkapnya kondisi Kabupaten Pegunungan Bintang sebelumnya sangat kondusif aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang dilakukan oleh kelompok KKB, sehingga Kabupaten Pegunungan Bintang seminggu ini mengalami gangguan kamtibmas.

“Sebelumnya Kabupaten ini sangat aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang mengakibatkan tenaga Kesehatan meninggal akibat dar penyerangan KKB, sehingga perlu dilakukan Tindakan yang tegas untuk memberikan rasa aman dan damai”

Lebih lanjut Bupati kata Bupati, dirinya meminta kepada Kapolda, Pangdam, Dandim,  dan seluruh jajaran Polres untuk mengambil Tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok-kelompok yang mengacaukan kabupaten pegunungan Bintang.

“Siapa yang bermain agar diambil dan diproses secara hukum, kita harus kembalikan lagi kabupaten pegunungan bintang menjadi kabupaten yang aman dan damai” tuturnya

Senin, 27 September 2021

Tokoh Agama Kecam KKB atas Aksi Teror di Hari Minggu

wrtsh papua


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua adalah organisasi separatis yang selalu menciptakan ketakutan akibat aksi teror yang dilakukan. Kelompok ini juga dianggap tidak merepresentasikan perjuangan bagi Papua karena aksi biadabnya hanya akan menghambat proses pembangunan dan terus merusak kesejahteraan di Papua. 

Menurut Pdt. Nason Gobay sebagai tokoh gereja di Kabupaten Mimika, aksi penembakan yang dilakukan KKB hingga menewaskan aparat keamanan pada hari Minggu 26 September lalu adalah bentuk penentangan atas hukum Tuhan. (27/9)

Dikatakan oleh Pdt. Nason Gobay bahwa hari Minggu seharusnya menjadi hari dimana seluruh umat berbondong-bondong ke gereja untuk beribadah. Terlebih di Papua, hari Minggu adalah sebuah hari yang sakral dan dihormati.

“Hari Minggu adalah waktu yang sangat dihormati oleh seluruh orang di Papua. Kabar tentang aksi penembakan yang dilakukan KKB kemarin itu adalah bentuk penentangan terhadap hukum Tuhan dan moyang bangsa Papua,”

Pdt. Nason menambahkan jika seharusnya hari Minggu harus diisi dengan kedamaian dan saling mengasihi, bukan menebar teror yang akhirnya hanya akan menimbulkan ketakutan dan kesedihan.

“Hari Minggu saya tercoreng aksi yang akhirnya membuat saya berduka, padahal hari Minggu seharusnya menjadi hari yang penuh kasih dengan segala berkat yang sudah diberikan oleh Tuhan,”

Menurut Pdt. Nason, bahwa jangan pernah ada anggapan untuk mendukung aksi KKB di Papua. Dirinya meyakinkan jika kelompok tersebut tidak sedang memperjuangkan suara orang Papua. Tokoh gereja tersebut justru menilai jika KKB hanya beraksi atas kepentingan dari segelintir kelompok yang akhirnya telah mengorbankan banyak kepentingan orang Papua sendiri.

“Mereka ada hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, karena tidak semua orang Papua sepakat dengan aksi-aksi biadab yang terus dilakukan. Lihatlah ada berapa banyak orang Papua yang akhirnya harus mengalah karena permasalah KKB ini tidak kunjung selesai,”

Minggu, 26 September 2021

KKB Jangan Putar Balik Fakta tentang Penyerangan Tenaga Medis di Pegunungan Bintang

wrtsh papua


Kondisi seorang tenaga Kesehatan (nakes) Gerald Sokoy yang sebelumnya melarikan diri ke hutan sesaat terjadi penyerangan di Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pagunungan Bintang, dikabarkan dalam kondisi sehat, meski ditawan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hampir dua pekan lamanya.

“Sebelumnya kKami sangat berharap yang terbaik untuk Gerald Sokoy, tentunya ini juga karena statusnya sebagai tenaga medis yang harusnya selalu dihormati peranannya dalam kondisi perang sekalipun,” ungkap Seni Uopdana sebagai tokoh masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dirinya bersama dengan sejumlah tokoh lain di Pegubin mengaku telah melakukan koordinasi agar Gerald Sokoy dipulangkan ke keluarganya. Dirinya juga berharap agar semua pihak bisa saling menjaga kondisi agar tetap aman dan kondusif.

“Tidak ada permintaan lain, kami hanya berharap Gerald segera dipulangkan. Kalau saja dari kemarin-kemarin sudah dipulangkan semua akan aman,”

Meski demikian, Seni juga menegaskan jika aksi KKB sudah cukup merugikan banyak pihak. Dirinya mengatakan jika KKB juga tidak boleh mengaburkan fakta terkait penyarangan dan teror yang dilakukan.

“Ini semua bermula dari penyerangan, mereka memang sudah merencanakan aksi untuk membunuh para tenaga medis, ini sebuah fakta yang tidak bisa dibantah. Apalagi korban lainnya sudah sempat dianiaya dan dibunuh,”

Seni mengatakan jika KKB sudah terdesak dan dianggap salah, sehingga satu-satunya cara untuk membela diri adalah dengan mengklaim sedang menyelamatkan Gerald Sokoy.

“Saya minta semua pahami jika Gerald Sokoy itu kan korban juga, dia sempat lari ke hutan, kemudian dia tertangkap. Nah ini yang jadi pertanyaan sekarang, kenapa tiba-tiba KKB berdalih sedang menyelamatkan Gerald,”

Atas peristiwa tersebut, sangat disayangkan KKB yang selalu menantang perang tidak mengerti aturan tentang hukum humaniter. Sehingga tekanan-tekanan dari pihak luar inilah yang pada akhirnya membuat Gerald Sokoy berhasil diserahkan walaupun dengan syarat-syarat lain yang harus diberikan kepada KKB.

Sabtu, 25 September 2021

KNPB Coba Ganggu PON Papua, “Mereka Berhadapan dengan Hukum”

wrtsh papua


Aksi-aksi gangguan keamanan di Papua sering terjadi akibat eksisnya kelompok separatis seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Oleh karena itu sejumlah tokoh meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing hasutan atau provokasi yang bersumber dari kelompok tersebut.

“KNPB jadi salah satu organisasi yang harus dilawan oleh orang Papua karena mereka selalu menimbulkan kekacauan. Mereka terus berusaha untuk mengganggu keamanan di Papua,” ungkap pengamat dan tokoh senior Papua Eli Huby.

Sebagai penduduk Wamena, Eli mengatakan jika kelompok seperti KNPB sudah menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama demi terciptanya keamanan yang kondusif. Terlebih KNPB memiliki basis anggota yang rentang usianya masih muda, sebab KNPB dinilai cukup aktif melakukan kaderisasi pada kelompok mahasiswa.

Eli menegaskan akan mendorong penolakan terhadap aksi dan ajakan dari KNPB dan mahasiswa eksodus, hal tersebut diungkapkannya melihat KNPB adalah otak dari kekacauan dan kerusuhan di Papua.

“Jangan pernah mudah terhasut dengan aksi yang disebarkan KNPB atau mahasiswa, kalau kita lihat kejadian tahun 2019 kemarin, itu seharusnya sudah bisa menyadarkan kita semua untuk tegas menolak kelompok ini,”

Eli menambahkan jika penyelenggaraan PON di Papua sebagai bentuk pertaruhan harga diri dan martabat orang Papua. Dirinya juga mengandaikan jika baik dan buruknya pelaksanaan PON akan berdampak bagi orang Papua sendiri.

“Kalau PON itu bisa berjalan baik, nanti orang Papua sendiri yang akan memetik buahnya. Momen ini bisa mendorong kegiatan masyarakat untuk menunjang kesejahteraannya nanti. Untuk itu kita harus mendukung PON ini agar aman dan damai,”

Eli lantas menegaskan kepada KNPB dan mahasiswa eksodus untuk tidak membuat kekacauan dalam pelaksanaan PON. Pihaknya juga memberi dukungan kepada aparat keamanan agar dapat membantu keberhasilan jalannya PON Papua.

“Jadi intinya kalau sudah ada yang mau mengacaukan, siap-siap saja mereka berhadapan dengan hukum. Ada ribuan tantara dan polisi yang sudah disiagakan untuk mendukung suksesnya PON ini. KNPB dan mahasiswa eksodus jangan buat gerakan tambahan,”

Kamis, 23 September 2021

Tokoh Papua Perjelas Benny Giay sebagai Simpatisan Separatis di Papua

wrtsh papua


Tidakkah Benny Giay merupakan sosok yang berpengaruh dari Papua, bahkan dirinya pernah bicara banyak soal tanah ini disaluran televisi nasional. Namun sangat disayangkan, ketokohannya yang juga merupakan seorang pendeta tidak lantas membuat pribadinya menerapkan kebesaran nilai agama.

Benny Giay dikenal publik sebagai tokoh yang selalu membela aspirasi orang Papua, meski tak jarang aksinya kerap menyinggung dukungan terhadap gerakan separatisme di Papua. 

Bahkan Benny giay dianggap sebagai pribadi yang tidak tahu malu, mencampuri urusan lain untuk kepentingan pribadi. Padahal didalam namanya terdapat tanggung jawab jabatan sebagai Pendeta, sebagai hamba Tuhan.

“Pendeta itu besar tanggung jawabnya, pendeta juga harus bisa melihat sisi baik dan buruk. Tidak boleh membawa kepentingan untuk dirinya atas masalah yang sedang terjadi, hal ini yang tidak terlihat darinya atas penyerangan nakes di Kiwirok,” ungkap Franz Kowa sebagai tokoh senior Papua.

Dalam sebuah keterangan, Benny Giay sebagai seorang pendukung Gerakan separatisme pernah meminta agar kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) segera diselesaikan. Tentu pernyataan tersebut sangat berbanding terbalik dengan peristiwa saat saat ini terjadi.

“Itu juga yang harus diperhatikan, dulu bicara bagaimana dan sekarang faktanya bagaimana. Hanya saja, dunia ini tidak akan terbalik, hukum alam akan berjalan dengan sendirinya, dan akan semakin memperjelas siapa orang baik dan siapa orang jahat,”

Penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, telah membuat banyak mata merasa marah. Selain pelakukan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) fungsi tenaga kesehatan sangat dirasa vital bagi masyarakat setempat.

“Tidak banyak orang yang mampu mengabdi di wilayah terpencil seperti Kiwirok. Kehadiran nakes seharusnya mendapat apresiasi, bukan justru dibunuh dengan tuduhan yang tidak pernah akan terbukti,”

Dunia Internasional Harus Paham Keterlibatan Victor Yeimo sebagai Aktor Kerusuhan Papua

wrtsh papua


Kondisi Kesehatan yang dialami Victor Yeimo dalam beberapa hari terakhir sudah dinyatakan pulih, itu artinya Victor bersiap untuk melanjutkan proses hukumnya yang sebelumnya sempat tertunda. Pihak RSUD Jayapura telah mengkonfirmasi jika penyakit yang dialami Victor bukan permasalahan serius.

“Sudah sepenuhnya sehat, penyakit yang dialami juga bukan permasalahan yang cukup serius. Ini hanya pengaruh dari gaya hidup Victor saja,”

Terkait hal tersebut, justru banyak kabar miring yang tak jarang menciptakan kegaduhan. Menurut tokoh Senior Papua, Agustinus R mengatakan jika kasus Victor Yeimo penuh dengan rekayasa.

“Pejabat selevel dunia tentu tidak punya data akurat tentang situasi, yang mereka dapat hanya laporan-laporan rekayasa yang dibuat oleh para simpatisan kelompok separatis seperti KNPB sendiri. Juga kepada Benny Wenda, sudah bisa dipastikan tidak akan sesuai fakta, karena mereka punya kepentingan lain,”

Menurut Agustinus bahwa PBB tidak memahami konteks secara menyeluruh terkait kasus di Papua. Mereka hanya membuka diri atas laporan yang sifatnya dari pihak korban. Padahal baik itu KNPB, mereka juga kawanan pelaku kejahatan.

“Kita persoalkan tentang kerusuhan yang terjadi di Jayapura pada tahun 2019 sampai ada aksi pembakaran bahkan terjadi juga ancaman terhadap orang-orang pendatang. Ini juga masalah rasis kan?”

Agustinus menambahkan jika aksi KNPB yang menyuarakan anti rasisme dan kekerasan justru menimbulkan permasalahan lain terkait rasisme dan kekerasan juga. Sebab pelaku rasis di Kota Surabaya diketahui sudah diringkus dan diproses hukum.

“Kalau pelaku sudah diproses seharusnya semua pihak bisa menahan diri, bukan malah merancang aksi tandingan yang berakibat kerusuhan. Aksi demo anarkis itu sudah pasti melanggar hukum,”

Perlu diingat jika KNPB dan Victor Yeimo adalah aktor yang merancang aksi kerusuhan di Kota Jayapura dan Wamena hingga mengakibatkan puluhan orang korban tewas. Saat ini, dikatakan Agustinus bahwa KNPB sedang melakukan aksi perlawanan untuk mengaburkan fakta terkait kerusuhan tahun 2019 sebelumnya.

“Semua adalah aksi yang dirancang, ini bagian dari politisasi untuk mengaburkan fakta jika KNPB adalah organisasi biadab. Peristiwa 2019 akan terus teringat karena korbannya saja sampai puluhan orang,”

Agustinus menambahkan jika seharusnya pemerintah bisa mengeluarkan keputusan yang tegas terhadap KNPB untuk bisa dilarang dan dibubarkan keberadaannya. Dirinya berharap KNPB di Papua bisa ditindak seperti FPI sebagai organisasi yang merugikan.

Selasa, 21 September 2021

Veronica Koman sebagai Aktivis Kemanusiaan Sesat, Pengaruhnya Merusak Generasi Papua

wrtsh papua


Sepak terjang Veronica Koman yang mengklaim diri sebagai aktivis Hak Asasi Manusia yang membela orang-orang Papua nyatanya ditentang oleh orang Papua itu sendiri. Salah seorang figur publik anak muda Papua, Olvah Alhamid menyeru jika Veronica Koman hanya sedang berdalih sebagai aktivis dan tidak sedang memperjuangkan hak orang Papua.

Dalam media sosial twitternya, @olvaholvah dirinya mengaku jika orang Papua adalah pribadi yang yang baik, damai dengan kasih sayang serta perhatian terhadap sesama. Namun pengaruh luar sudah membuat Papua terpecah-belah.

“Mereka yang punya kepentingan itu sedang mempengaruhi orang Papua, ini akan merugikan orang Papua sendiri. Jangan mau diperalat dengan segelintir orang,”

Olvah dalam kehidupannya selalu menentang aksi separatisme yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) karena dianggap telah meracuni generasi Papua dengan simbol-simbol kekerasan atas perlawanan. Mirisnya hal itu juga yang sedang digemborkan oleh Veronica Koman, menurut Koman aksi perlawanan seakan lumrah terjadi disebabkan catatan sejarah yang dipercayainya.

“Banyak pihak yang akan datang dan coba mempengaruhi kita, memprovokasi keadaan. Kita jangan malas membaca, kalau tidak tahu maka tanyakan kepada orang yang tepat. Jangan sesekali terpengaruh opini yang hanya akan merugikan kita sebagai orang Papua,”

Olvah juga menambahkan jika hak asasi manusia harus dijunjung tinggi, sehingga dirinya meminta kepada Veronica Koman untuk berhenti meremehkan kehidupan orang lain. HAM adalah hak yang melekat bagi seluruh orang, bukan hanya bagi orang Papua.

“HAM melekat bagi setiap orang, saya punya hak dan anda juga punya hak. Peristiwa penyerangan nakes di Kiwirok mengapa Veronica tidak menggebu-gebu bersuara seperti jika orang Papua yang mendapat tindak kekerasan?”

Olvah menegaskan jika tidak semua orang Papua ada dipihak Veronica Koman yang mendukung aksi separatisme, dirinya mengatakan jika makna perjuangan bukan berarti merampas kehidupan orang lain.

“Saya bersuara atas nama kemanusiaan yang Veronica Koman tidak punya itu. Maka stop menjual Papua atas nama perjuangan padahal yang dilakukan adalah merampas hak hidup seseorang. Veronica Koman harus tahu makna perjuangan itu bukan berarti membunuh,”

Aktivis HAM Nasional Disindir karena Bungkam Soal Pembunuhan Nakes di Kiwirok

wrtsh papua


Pasca penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, banyak kalangan telah bersimpatik dan mengecam aksi biadab yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut.

Namun sangat disayangkan jika masih ada saja kelompok yang memilih bungkam karena menganggap hal itu sebagai tindak kejahatan biasa yang tidak menyangkut aksi pelanggaran HAM.

Ketua Umum Pemuda Adat Papua, Jan Chritian Arebo mengungkapkan jika permasalah di Kiwirok adalah sebuah bentuk kebiadaban yang telah melukai hati banyak orang. Terlebih menurutnya korban merupakan perempuan seorang tenaga Kesehatan.

“Kejadian itu adalah kebiadaban, tidak ada yang bisa dibenarkan. Kita semua tahu korbannya adalah seorang perempuan juga sebagai tenaga kesehatan, apalagi korban sudah mendedikasikan diri untuk mengabdi bagi masyarakat disana,”

Oleh sebab itu Arebo menegaskan jika tidak ada lagi bentuk toleransi yang bisa diberikan kepada KKB. Dirinya juga mempertayakan kembali para pegiat HAM yang beberapa waktu terakhir selalu menjual nama Papua. Hariz Azhar disebut sebagai aktivis Hak Asasi Manusia. Menurut Arebo, Hariz perlu mendapat kritik karena berstandar ganda dalam melihat kasus pelanggaran HAM di Papua.

“Kemarin dia teriak-teriak tentang HAM di papua, sekarang dengan kejadian di kiwirok tak sedikitpun saya dengar pernyataannya. Ini adalah kasus besar, masa seorang aktivis melewatkan peristiwa biadab yang dilakukan KKB ini,”

Arebo menegaskan tentang jiwa seorang aktivis adalah untuk membela setiap kebenaran, dan bukan sebagai upaya menciptakan pembenaran.

“Seorang aktivis mempunyai integritas yang tertanam dalam diri, bukan hasil dipengaruhi dan bukan atas kepentingan tertentu. Aktivis harus siap membela segala kebenaran, namun bukan untuk menciptakan sebuah pembenaran. Katakana salah jika itu memang salah. Jangan berkelik,”

Selain itu, Arebo seakan memberikan opsi terhadap Hariz Azhar terkait Papua, dirinya mengatakan jika Hariz tidak bisa memahami seluk-beluk permasalahan yang terjadi di Papua secara utuh, lebih baik sudahi berbiacra tentang Papua dan jangan pernah mau ikut campur.

“Atau mungkin kalau memang dia tidak paham situasi di Papua, yasudah, tinggalkan saja Papua sebagai fokusnya. Dia bisa bantu orang-orang ditempat lain yang masih membutuhkan suara seorang aktivis. Saya hanya khawatir, jika nanti ketika ada kasus lain dan dia tiba-tiba muncul kembali, tentu itu hanya akan memberi ketimpangan dalam opini,”

Senin, 20 September 2021

KKB Bunuh Nakes, Amnesti Internasional Indonesia Justru Permasalahkan Pendekatan Keamanan di Papua

wrtsh papua


Aksi penyerangan dan pembunuhan terhadap nakes di kiwirok membuka tabir dunia tentang kebiadaban KKB dalam melakukan aksi dan teror. Kecaman diketahui muncul dari kalangan masyarakat hingga organisasi ataupun Lembaga dan instansi.

Bahkan salah seorang pegiat HAM yang dikenal mendukung upaya pembebasan papua, Vernonica Koman mengecam aksi tersebut. Menurutnya tindakan biadab dengan melakukan pembunuhan terhadap warga sipil tidak bisa dibenarkan.

“Saya mengutuk keras aksi biadab KKB yang melakukan penyerangan ke Puskesmas Kiwirok hingga akhirnya memakan korban jiwa seorang perawat. Saya turut berduka atas peristiwa tersebut,”

Aksi-aksi KKB dalam melakukan teror bukan baru saat ini terjadi, dalam beberapa tahun silam eksistensi KKB selalu memakan korban dan masih menjadi momok bagi situasi keamanan. Menurut Sandi Simatupang sebagai praktisi hukum yang mengaku pernah melakukan observasi ke Nduga menyebutkan jika KKB selalu membuat kekacauan yang meresahkan untuk mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

Sandi mengatakan jika ada kecenderungan dari sejumlah elemen baik dalam tingkat keorganisasian masyarakat ataupun lembaga berbadan hukum yang secara sembunyi-sembunyi mendukung aksi separatisme di Papua.

“Seakan sudah menjadi rahasia umum, ya. Tentang bagaimana peran sejumlah organisasi atau lembaga di Papua yang menyembunyikan dukungan terhadap kelompok separatis. Ini menjadi PR besar bagi pemecahan masalah keamanan di Papua. Tentu hal semacam ini telah menyulitkan semua pihak untuk segera menuntaskannya, istilahnya musuh dalam selimut,”

Atas banyaknya kekerasan dan aksi biadab yang dilakukan oleh KKB, dirinya terus berupaya mendesak aparat keamanan agar segera melakukan tindakan tegas. Dirinya juga memperingatkan kepada lembaga yang sebelumnya kerap berkoar tentang keadilan dan hak asasi manusia untuk objektif dalam menilai sebuah kasus.

“Saya tidak mendengar ucapan bela sungkawa ataupun kecaman dari praktisi HAM terkait kasus di Kiwirok, sebagai orang yang menjunjung tinggi martabat manusia kalian jangan pernah menutup mata dan hati. Katakana salah jika itu salah,”

Secara terang Sandi juga mengkritik pernyataan Amnesti Internasional Indonesia yang meminta pendekatan keamanan dalam penanganan kasus Papua kembali ditinjau. Dirinya mengatakan jika pernyataan Amnesti Internasional Indonesia tidak tepat dalam melihat situasi yang ada saat ini.

“Saya kira tidak ada korelasi yang mendasar, jangan mulai beropini seolah mendukung separatisme. KKB adalah ancaman nyata, tidak akan ada ruang diskusi seperti yang mereka pikirkan. Saya juga keheranan bagaimana situasi perang di dalam hutan masih berharap aparat bisa melakukan penangkapan untuk diadili dalam peradilan umum,”

Sandi mengingatkan agar Amnesty Internasional Indonesia bisa lebih bijak menyikapi permasalahan teror bersenjata. Aparat keaman dikatakan Sandi juga memahami bagaimana penerapan dalam menghormati HAM, namun situasi dalam ancaman peluru tentu tidak semudah yang dipikirkan. Sandi lantas menjabarkan peristiwa penangkapan Senat Soll di Yahukimo pada 2 September 2021 lalu.

“Tentu saya hormati mereka sebagai lembaga HAM. Namun coba lebih pahami situasi di Papua, jangan hanya ikut campur saat terjadi peristiwa besar. terakhir seorang KKB Yahukimo ditangkap tanpa dibunuh, ini sudah mementahkan pernyataannya sebelumnya ya. Entah mereka tahu atau tidak tentang peristiwa itu,”