Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Oktober 2021

Pentingnya dan Manfaat dari PON XX Bagi Masyarakat Papua

wrtsh papua


KNPB dan Orang Tak Berakal Harus Tau!

Beberapa hari sebelum pelasanaan PON XX Papua di Gelar, ada perntanyaan dari beberapa pihak terkait manfaat dan pentingnya kegiatan “Pesta Rakyat PON” ini dilasanakan di Papua, seperti kelompok Komite Nasional Papua Barat dan TPNPB-OPM.

”Saya mau kasih tau buat mereka-mereka yang tidak dapat melihat/menilai karena buta huruf dan hilang akalnya terkait manfaat PON XX bagi orang Papua”

Sebelumnya saya mau tanya juga ke mereka, apa pentingnya PON XX di Papua bagi KNPB dan TPNPB?

Kalau tidak penting kenapa KNPB dan TPNPB berencana mengganggu atau menggagalkan PON!, jadi stop dan hentikan provokasi-provokasi melalui medsos.

Ini adalah “PESTA RAKYAT INDONESIA” semua warga mulai dari aceh sampai papua ada mengikuti kegiatan ini, bahkan demi kenyamanan dan kedamaian pesta ini pasukan-pasukan pun diturunkan untuk menjaga keselamatan para peserta yang hadir.

Tidak berbeda dengan PESTA RAKYAT INTERNASIONAL seperti Sea Game, Olimpiade dan lain-lain semuanya menurunkan aparat keamanan, bahkan pasukan khususpun ikut disiagakan. Jadi kalau KNPB dan TPNPB atau OPM yang otaknya ingin mengganggu PON maka akan berhadapan dengan ribuan pasukan yang sudah disiagakan.

Seperti yang saya sampaikan diatas sebelumnya, bahwa poin-poin penting dan beberapa manfaat dari PON XX Papua yaitu Meningkatkan rasa persaudaraan yang Pancasilais dari Aceh sampai Papua, karena berkumpulnya masyarakat seluruh indonesia akan dapat menemukan saudara baru dan keluarga baru dalam konteks NKRI.

Memiliki kunjungan wisata dan peningkatan ekonomi yang kreatif dengan memperkenalkan budaya bumi cenderawasih dan tak kalah hebat lagi menjadi sorotan nasional, semua kosentrasi akan ke Papua.

Dari dua penyampaian diatas, sangat luas manfaatnya jika dilihat dengan akal yang sehat dan pikiran positif. Kalau menggunakan kaca mata atau sudut pandang KNPB dan TPNPB maka tidak akan menemukan manfaatnya karena mereka dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NKRI “TIDAK MEMILIKI AKAL” atau ”SUDAH HILANG AKALNYA”.

Ayo saudara-saudara..! saya mengajak kita gunakan akal sehat dan pola pikir yang baik untuk mendapatkan berkat dari PON XX Papua, gunakan kemampuan dan talenta kita untuk mendapatkan manfaatnya, jangan sampai Ketika PON berlalu kita tidak merasakan apa-apa, itu sama saja dengan kelompok yang “Tidak Berakal”.

Terima kasih

Salam Akal Sehat

Frederick Angguhatu (Pegiat PON)

03/10/2021

Sabtu, 02 Oktober 2021

Agus Kossay Sebut Jeffrey Bomanak Lebih Baik Pergi dan Fokus Bermain Facebook

wrtsh papua


Perjuangan dalam pergerakan pembebasan Papua diketahui punya banyak versi. Salah satunya oleh Jeffrey Bomanak. Dalam aksi-aksi yang dilakukan, Jeffrey selalu mengklaim diri sebagai Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM). Namun hal tersebut nyatanya tidak disukai oleh sejumlah pihak.

Agus Kossay sebagai Ketua KNPB Pusat, dalam keterangan menyebutkan jika Jeffrey Bomanak adalah personal yang jika dibiarkan berlarut-larut akan mengganggu perjuangan Papua. Hal tersebut disampaikannya melihat aksi Jeffrey Bomanak sibuk untuk mencari nama untuk kepentingannya sendiri.

“Orang-orang seperti Jeffrey itu tidak bisa dibiarkan, perjuangan nanti akan terganggu. Jadi kita harus lawan, dengan bagaimana pun caranya. Karena dia sudah menjual arti perjuangan untuk kepentingannya sendiri,”

Agus Kossay sebagai salah seorang tokoh dalam perjuangan di Papua juga mengatakan jika Jeffrey Bomanak tidak memiliki kontribusi nyata terhadap Papua.

“Sampai sekarang apa saja yang sudah dikerjakannya? Sama sekali tidak ada. Dia Cuma bisa sembunyi di markas, kalau tidak dia akan berlibur ke PNG (Papua Nugini). Perjuangan masih berjalanan,”

Atas sentimentalnya terhadap Jeffrey Bomanak, Agus Kossay yang menyebutkan dekat dengan Juru Bicara Sebby Sabom mengaku sempat marah ketika mendengar kabar jubir tersebut dirampok oleh sejumlah orang. Hal tersebut diketahui sebab perampok yang dimaksud adalah kelompok Jeffrey Bomanak.

“Dia juga pernah merampok Sebby Sambom. Ini apa maksudnya? Sesame pejuang tapi mau menjatuhkan. Makanya sampai sekarang tidak ada yang suka dengan dia. Jeffrey itu manusia yang tidak bisa dipercaya, dia juga suka korupsi uang-uang,”

Agus menambahkan jika kerja dari Jeffrey Bomanak hanya akan menyusahkan perjuangan pembebasan Papua. Dirinya bahkan menyebut jika Bomanak lebih pantas untuk meninggalkan Papua dan menikmati hari-harinya dengan bermain facebook.

“Hobinya kan hanya bermain facebook, sudah, lebih baik kamu itu pergi dari Papua. Perjuangan ini tidak membutuhkan orang-orang sepertimu. Jeffrey Bomanak itu pengkhianat,”

Hanya Orang Waras Yang Mampu Melihat Manfaat PON Papua, Bukan Orang Yang Hilang Akal

wrtsh papua


Pekan Olah Raga Nasional (PON) Papua hari ini dibuka oleh Presiden Jokowi, walaupun dilakukan ditengah pandemi covid-19, bagi orang Papua ini adalah wujud kepercayaan pemerintah pusat yang harus dijaga.

"Suksesnya PON XX akan memberi manfaat bagi orang Papua itu sendiri, terutama bagi orang-orang yang berpikiran waras"

Pemanfaatan yang didapat antara lain seperti peningkatan SDM, artinya mereka yang terlibat dalam penyelenggara harus punya kualitas sesuai kemampuan di bidangnya.

Dan orang-orang yang bisa mendapatkan atau menilai manfaat dari hadirnya PON di Papua hanya orang-orang yang waras saja (bukan orang yang akalnya sudah hilang).

Orang-orang yang hilang/habis akal seperti KNPB atau TPNPB OPM tidak akan pernah mampu untuk merasakan atau mendapatkan manfaat dari hadirnya PON XX di Papua, karena otak mereka hanya dipakai untuk pikiran kotor saja.

Mengganggu, merusak, menggagalkan PON itulah yang ada didalam otak dan pikiran Agus Kossay, Ones Suhuniap dan kelompoknya, mereka tidak bisa melihat berkat dari Tuhan yang diberikan lewat Pesta Rakyat ini.

Indikasi-indikasi otak kotor KNPB sudah terlihat, seperti tertangkapnya anggota KNPB yang bekerjasama mendistribusikan senjata ilegal di pegunungan bintang, berdasarkan release Polda Papua terungkap KNPB berencana mengacaukan PON Papua.

Ini akan menjadi bukti, ketika ada kekacauan pada keberlangsungan PON, maka tuduhan itu sudah jelas mengarah kepada KNPB dan TPNPB OPM nantinya.

"Sepertinya ancaman yang disampaikan oleh Jefry Pagawak selaku ketua Organisasi Papua Merdeka, yang mengancam Presiden Jokowi jika datang ke Papua"

Selanjutnya, Selain peningkatan SDM pelibatan wirausaha muda Papua yang memiliki produk yang relevan dengan PON akan menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat Papua.

Dampak ekonominya yaitu kegiatan jual beli barang dan jasa yang dimiliki akan merangsang roda bisnis masyarakat sekitar yang akan bertumbuh lebih besar lagi.

"Mereka akan mengiklankan komoditas lokal seperti kopi, coklat, kerajinan lokal dan juga tempat wisata"

Semuanya tentu mendatangkan manfaat, namun tidak bagi mereka-mereka yang akalnya sudah hilang yang terus dan selalu saja menuebarkan opini miring dan hoax, (itulah KNPB yang sudah tidak punya akal).

Jadi, kalau ada yang tidak memdapatkan manfaat dari PON ini, mereka bagian dari KNPB. Jangan bodoh! tolong gunakan otak dan pikiran yang positif.

Salam Sehat, Salam Orang Waras

Fernando Maubedari (mahasiswa Papua)

Oktober, 2/2021

Jumat, 01 Oktober 2021

Manfaat Dan Keuntungan PON XX Bagi OAP Apa?

wrtsh papua


Merespon Tanggapan Ones Suhuniap

Bagi orang papua kehadiran Pekan Olah Raga Nasional di Papua sangat disambut baik kecuali bagi orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah seperti kelompok KNPB dan TPNPB-OPM, kelompok inilah yang selalu menciptakan gangguan serta penyebaraan Hoax terkait PON.

“Seperti yang kita ketahui release dari Polda Papua bahwa ada indikasi kelompok ini mengganggu berjalannya PON.”

Bertolak belakang dengan masyarakat papua pada umumnya mereka merasakan manfaat dari PON tersebut. Mulai dari banyak fasilitas olahraga baru yang dibangun, hingga publikasi gratis terhadap keindahan Papua. Sehingga Bumi Cendrawasih makin dikenal oleh netizen di seluruh dunia.

”Bahkan masyarakat dapat berkesempatan memperkenalkan budaya-budaya dan pariwisata yang ada di Papua”

Menanggapi pernyataan Ones Suhuniap selaku juru bicara knpb terkait apa manfaat PON di Papua? Perlu saya sejaskan bahwa yang pertama adalah anda (Ones Suhuniap) tidak ada urusan dengan PON, tetapi mengapa anda (KNPB) mencoba mengganggu berjalannya PON!

Kedua, anda hanya membangun opini dari sudut pandang anda sendiri sebagai kelompok yang melawan pemerintah, kalau anda menyadari bahwa PON tidak ada urusan dengannya anda, maka saya minta tutup mulut saja dan stop bangun provokasi serta hoax di media.

Saya sampaikan bahwa PON adalah Pesta Rakyat Yang Perlu Diamankan demi berlangsungnya PON yang nyaman, kehadiran aparat keamanan dipertaruhkan hanya untuk menjaga marwah dan martabat orang papua sebagai tuan rumah.

“Dimana-mana pelaksanaan PON sebelumnya pasti diamankan dengan melibatkan pasukan baik dari TNI maupun Polri, bahkan Asian Game pun lebih lebih extra lagi yang melibatkan pasukan-pasukan khusus yang jumlahnya beribu-ribu, tujuannya hanya untuk menjaga martabat sebagai tuan rumah dan menjaga keamanan dari adanya gangguan-gangguan keamanan.”

Ini perlu dipahami untuk kita semua, terutama Ones Suhuniap (KNPB) dan kelompok-kelompok ataupun oknum yang berseberangan dengan NKRI, bahwa PON bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran baik saja, tidak bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran kotor.

“Salam Cerdas Untuk KNPB”

Johan Rumbino (Pengamat Papua)

Jumat, 01/10/21

Beda Pendapat, Ketua KNPB Kecam Aksi Perjuangan Lewat Cara Kekerasan

wrtsh papua


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam aksinya yang selalu mengklaim perjuangan atas nama Papua justru tidak selamanya mendapat dukungan. Hal tersebut bahkan dilontarkan oleh pemimpin salah satu organisasi perjuangan Papua lainnya KNPB.

Agus Kossay sebagai Ketua KNPB dalam pernyataannya menyampaikan jika perjuangan Papua tidak harus dilakukan dengan cara-cara kekerasan yang kemudian hari akan berpotensi mengancam Hak Asasi Manusia.

“Aksi kekerasan tidak boleh terjadi di Papua, terlebih dalam urusan perjuangan. Jangan sekali-sekali merusak perjuangan ini dengan tindakan biadab yang melanggar HAM. Papua adalah bangsa yang besar,”

Diketahui KNPB melalui Agus Kossay merasa geram dengan aksi KKB sebelumnya, dimana kelompok tersebut dengan sadar melakukan penyerangan terhadap sejumlah tenaga medis di Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. Agus Kossay bahkan meminta agar pelaku penyerangan dapat diadili sebagai bentuk pertanggung jawaban.

“Mendengar kabar itu saya sangat marah, perjuangan tidak boleh dilakukan dengan cara seperti itu, apalagi mereka tenaga medis yang tidak boleh diganggu dalam situasi perang sekalipun. Saya sampaikan waktu itu, harus diadili mereka yang melakukan penyerangan biadab,”

Agus Kossay menambahkan jika perjuangan harus dilakukan dengan cara damai dan demokratis, sehingga bisa menjunjung tinggu martabat manusia. Menurut Kossay, KKB harus mampu merefeksi diri untuk menyadari agar tidak menggunakan praktik kekerasan.

Menurutnya, KKB bisa melihat bagaimana KNPB berjuang. Sebab Agus Kossay mengklaim jika dirinya dan organisasi KNPB yang dibawanya selalu menjunjung tinggi nilai kedamaian. Bahkan Agus Kossay dengan tegas mengatakan jika setiap aksi kejahatan kemanusiaan akan dianggapnya sebagai bagian dari musuh,

“KNPB anti dengan kekerasan, kami berjuangan atas nama kemanusiaan. Saya tegas katakan kepada seluruh pihak yang masih terus melakukan aksi kekerasan, mereka juga sebagai musuh dari KNPB. Tidak terkecuali bagi KKB,”

Kamis, 30 September 2021

Terdesak Mundur, KKB Bakar Bangunan Di Distrik Oklip dan Bangun Isu Penggungsian

wrtsh papua


www.beritasatupapua.com

Baca: Komnas HAM Papua: Aksi KKB Papua Bercirikan Teroris

30/09/21 09:10

Eksistensi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) selalu mendatangkan maut dan sejumlah kekacauan lainnya. Terakhir beberapa bangunan di Distrik Oklip, Kabupaten Pagunungan Bintang, menjadi sasaran kebiadaban KKB dan sengaja dibakar. (29/9)

Menurut tokoh senior Papua, Franz Korwa, bahwa aksi KKB di Distrik Oklip terjadi lantaran kelompok separatis tersebut dalam keadaan terdesak pasca aparat TNI Polri berhasil mengamankan Distrik Kiwirok.

“Kiwirok dan Oklip ini bertetangga. Sekarang di Kiwirok pasti sudah banyak pasukan disana, makanya KKB lari ke Oklip, disana baru mereka berani melakukan pembakaran dan pengrusakan, karena hanya itu yang bisa mereka lakukan,” meski demikian, Korwa menjelaskan jika aksi serupa masih bisa terus terjadi sewaktu-waktu.

“Kalau sudah kalah dan terdesak dan mereka (KKB) sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, maka mereka hanya menebar ancaman dan teror untuk membuat perasaan tidak aman. Keberadaan KKB itu sangat mengganggu,”

Franz menduga jika pergerakan KKB dari Kiwirok ke Oklip akan dibarengi juga dengan isu tentang pengungsian masyarakat Papua.

“Setiap aksi ancaman dari KKB, selalu dibarengi dengan isu pengungsian. Mereka sendiri yang melakukan teror dan mereka juga yang membuat hoax tentang pengungsian masyarakat Papua. Konflik yang diawali dari KKB pasti akan meluas, makanya harus bisa segera dipotong (diselesaikan),”

Franz menambahkan jika aksi yang terjadi di Distrik Oklip murni sebagai dampak dari serangkaian konflik bersenjata yang terjadi di Kiwirok. Dirinya menjelaskan jika KKB ingin tetap menunjukkan eksistensinya setelah pada 7 September 2021 lalu kelompoknya ditangkap beserta 5 buah senjata api ilegal.

“Ini dampak dari penangkapan di awal bulan lalu, tapi tidak salah juga, justru setiap kasus demi kasus yang terjadi itu langsung ditangani pihak berwajib. Maka KKB semakin terdesak dan nanti akhirnya mereka semua itu akan hilang,” tuturnya.

KNPB Sumber Konflik di Papua, Eksistensinya Tidak Bisa Dibiarkan

wrtsh papua


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Agus Kossay sebagai ketua, menyebutkan jika organisasi yang dibawanya tidak akan mengganggu pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang saat ini tengah berlangsung di Papua. Dalam alasannya, Kossay mengatakan jika agenda PON tidak memiliki kaitannya dengan misi dalam organisasinya

Salah seorang pengamat dan tokoh senior Papua, Agustinus R dalam kesempatannya menanggapi terkait polemik yang mulai terjadi dalam penyelenggaraan PON. Dirinya menduga jika KNPB hanya berkelit dari sejumlah tuduhan, sebab faktor ancaman yang berasal dari simpatisan KNPB disebutkan Agustinus sudah mulai terlihat. (30/9)

“Seorang ketua bicara bagaimana, tapi orang-orang dibawahnya melakukannya bagaimana. Beberapa hari pelaksanaan PON sudah mulai terlihat jika KNPB punya maksud untuk mengganggu PON,”

Agustinus menyoroti kabar hoaks yang mencoba dilontarkan oleh beberapa orang yang diketahui juga sebagai kelompok/simpatisan organisasi separatis KNPB.

“Aksi mereka sudah bagus karena bisa dibatasi oleh aparat keamanan, tapi jangan dilupakan jika mereka ini bisa melakukan kekacauan melalui media sosial. Kita tahu semua kalau peristiwa lalu di Wamena yang berujung kerusuhan itu bermula dari kabar tidak benar,”

Dirinya juga mengutip nama seorang Ones Suhuniap yang diketahui merupakan juru bicara organisasi separatis KNPB. Menurutnya aksi Suhuniap berpotensi mengundang gejolak dan ancaman keamanan.

“Dia sebagai juru bicara sudah memberikan informasi yang tidak tepat, dia cuma bisa bicara tentang sudut pandangnya yang berbahaya,”

Agustinus lantas meminta kepada aparat keamanan untuk bisa mendeteksi ancaman sedini mungkin agar aksi-aksi terselubung yang dilakukan KNPB bisa segera diantisipasi. Bahkan Agustinus menjabarkan agar KNPB bisa dilarang eksistensinya karena sudah mengancam negara.

“Tindak saja secara tegas, orang-orang yang tahunya hanya membuat rusuh dan kacau ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Papua yang damai tidak membutuhkan orang -orang seperti KNPB. Bubarkan kalau perlu, larang semua aktivitasnya,”

Rabu, 29 September 2021

Klaim Diri Sebagai Panglima TPNPB-OPM, Damianus Yogi Disebut Pelacur

wrtsh papua


Juru Bicara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Sebby Sambom dalam keterangannya (29/09) mengatakan jika Damianus Magay Yogi sedang menjalankan praktik-praktik pelengseran terhadap Jendral Goliath Tabuni dengan cara yang hina.

Damianus Yogi yang sebelumnya mengklaim diri sebagai Panglima Tertinggi KKB, disebutkan oleh Sebby Sambom telah mencoba menghancurkan perjuangan bangsa Papua. Dirinya menegaskan jika aksi Damianus berpotensi menimbulkan konflik internal karena terjadi dualisme.

“Dualisme di tubuh KKB akan menghadirkan konflik baru. Kita semua sebagai pejuangan akan lupa dengan arah sebenarnya, semua akan sibuk sendiri untuk saling menyalahkan. Damianus sedang mengkhianati perjuangan bangsa Papua, dia sengaja melemahkan yang sudah dirintis sejak puluhan tahun lalu,”

Sambom menuturkan jika aksi Damianus Yogi mengklaim diri sebagai Panglima Terttinggi secara tidak langsung telah melacurkan perjuangan KKB untuk membebaskan Papua.

“Damianus Yogi adalah pelacur, dia melacurkan dirinya untuk mendapatkan sesendok nasi. Secara tegas kami menentang aksi Damianus karena perjuangannya pasti akan sia-sia. Kami semua sangat marah karena perjuangan ini sudah mulai dirusak oleh orang Papua sneidir, padahal dia tidak paham arti perjuangan sesungguhnya,”

Sambom lantas menegaskan jika Damianus Yogi sudah berkhianat terhadap Goliath Tabuni sebagai Panglima yang selalu dihormati sebagai orang tua. Oleh sebab itu dirinya mengatakan jika kelompok Damianus tak ubahnya sebagai pemberontah yang menjadi musuh dari pihaknya.

“Kamu (Damianus Yogi) itu pemberontak, artinya kamu adalah musuh. Jangan harap bisa bernafas lega setelah ini, kamu sudah menghancurkan perjuangan,”

KKB Ngalum Kupel Kembali Bakar Bangunan di Pegunungan Bintang, Bupati Minta Aparat Keamanan Mengambil Tindakan Tegas

wrtsh papua


www.cnnindonesia.com

baca: KKB Bakar Bangunan Sekolah di Pegunungan Bintang

29/09/21 08:16

Setidaknya ada empat bangunan yang dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabuaten Pegunungan Bintang, Papua. Keempat bangunan berada di distrik Oklip.

"Pada hari Selasa tanggal 18 September 2021 pagi bertempat di Distrik Oklip Kabupaten Pegunungan Bintang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek taplo  kembali melakukan pembakaran beberapa bangunan-bangunan di sana," ungkap salah seorang warga.

Bupati Pegunungan Bintang Spey Yan Birdana ST, M.Si saat dikonfirmasi mengungkapnya kondisi Kabupaten Pegunungan Bintang sebelumnya sangat kondusif aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang dilakukan oleh kelompok KKB, sehingga Kabupaten Pegunungan Bintang seminggu ini mengalami gangguan kamtibmas.

“Sebelumnya Kabupaten ini sangat aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang mengakibatkan tenaga Kesehatan meninggal akibat dar penyerangan KKB, sehingga perlu dilakukan Tindakan yang tegas untuk memberikan rasa aman dan damai”

Lebih lanjut Bupati kata Bupati, dirinya meminta kepada Kapolda, Pangdam, Dandim,  dan seluruh jajaran Polres untuk mengambil Tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok-kelompok yang mengacaukan kabupaten pegunungan Bintang.

“Siapa yang bermain agar diambil dan diproses secara hukum, kita harus kembalikan lagi kabupaten pegunungan bintang menjadi kabupaten yang aman dan damai” tuturnya

Selasa, 28 September 2021

Kepala Suku Papua: PON sebagai Sarana Promosi Budaya Luhur

wrtsh papua


Arus globalisasi yang saat ini terjadi bahkan hingga kepelosok-pelosok negeri menurut salah seorang Kepala Suku Papua perlu disikapi dengan arif dan bijaksana. Naftali Mabel mengungkapkan jika era digital tak hanya memberi kemudahan namun juga menyimpan dampak lain yang akan merugikan.

“Dunia ini sudah ada digenggaman kita semua, mau memberi ataupun mencari informasi semua bisa dilakukan dengan mudah sekarang. Tetapi kita harus bisa menggunakannya dengan baik, artinya hendaknya kita bisa menahan diri. Opini di dunia maya itu sangat multitafsir,”

Hal tersebut diungkapkan Naftali Mabel melihat ramainya informasi yang tdiak tepat berkaitan dengan pelaksanaan PON di Papua yang tengah berlangsung saat ini.

“Banyak sekali berita miring seputar Papua terutama menjelang PON, seharusnya semua orang di Papua ini bisa lebih berhati-hati, Papua ini tanah yang damai, jangan dirusak dengan informasi-informasi tidak benar,”

Dirinya mengungkapkan harapan besar terutama kepada kelompok yang dikenal kerap menentang pemerintah seperti KNPB atau segala organisasi yang terafiliasi dengan gerakan separatis di Papua untuk menjaga suasana Damai, Aman, Nyaman, dan Indah.

“Terutama kepada kelompk-kelompok yang selalu bikin kacau. Ingat DANI, Damai Aman, Nyaman, dan Indah. Jangan kalian rusak dengan kepentingan-kepentingan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,”

Naftali juga meminta kepada seluruh elemen di Papua untuk menyebarkan berita-berita yang lebih bernilai baik demi nama Papua yang akan dikenal lebih dalam lewat perhelatan PON.

“PON jadi sarana kita semua untuk memperkenalkan budaya yang luhur dari Papua, maka jangan dirusak dan jangan diganggu. Kami minta sebarkan berita yang baik-baik mulai sekarang,”

Senin, 27 September 2021

Tokoh Agama Kecam KKB atas Aksi Teror di Hari Minggu

wrtsh papua


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua adalah organisasi separatis yang selalu menciptakan ketakutan akibat aksi teror yang dilakukan. Kelompok ini juga dianggap tidak merepresentasikan perjuangan bagi Papua karena aksi biadabnya hanya akan menghambat proses pembangunan dan terus merusak kesejahteraan di Papua. 

Menurut Pdt. Nason Gobay sebagai tokoh gereja di Kabupaten Mimika, aksi penembakan yang dilakukan KKB hingga menewaskan aparat keamanan pada hari Minggu 26 September lalu adalah bentuk penentangan atas hukum Tuhan. (27/9)

Dikatakan oleh Pdt. Nason Gobay bahwa hari Minggu seharusnya menjadi hari dimana seluruh umat berbondong-bondong ke gereja untuk beribadah. Terlebih di Papua, hari Minggu adalah sebuah hari yang sakral dan dihormati.

“Hari Minggu adalah waktu yang sangat dihormati oleh seluruh orang di Papua. Kabar tentang aksi penembakan yang dilakukan KKB kemarin itu adalah bentuk penentangan terhadap hukum Tuhan dan moyang bangsa Papua,”

Pdt. Nason menambahkan jika seharusnya hari Minggu harus diisi dengan kedamaian dan saling mengasihi, bukan menebar teror yang akhirnya hanya akan menimbulkan ketakutan dan kesedihan.

“Hari Minggu saya tercoreng aksi yang akhirnya membuat saya berduka, padahal hari Minggu seharusnya menjadi hari yang penuh kasih dengan segala berkat yang sudah diberikan oleh Tuhan,”

Menurut Pdt. Nason, bahwa jangan pernah ada anggapan untuk mendukung aksi KKB di Papua. Dirinya meyakinkan jika kelompok tersebut tidak sedang memperjuangkan suara orang Papua. Tokoh gereja tersebut justru menilai jika KKB hanya beraksi atas kepentingan dari segelintir kelompok yang akhirnya telah mengorbankan banyak kepentingan orang Papua sendiri.

“Mereka ada hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, karena tidak semua orang Papua sepakat dengan aksi-aksi biadab yang terus dilakukan. Lihatlah ada berapa banyak orang Papua yang akhirnya harus mengalah karena permasalah KKB ini tidak kunjung selesai,”

Minggu, 26 September 2021

KKB Jangan Putar Balik Fakta tentang Penyerangan Tenaga Medis di Pegunungan Bintang

wrtsh papua


Kondisi seorang tenaga Kesehatan (nakes) Gerald Sokoy yang sebelumnya melarikan diri ke hutan sesaat terjadi penyerangan di Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pagunungan Bintang, dikabarkan dalam kondisi sehat, meski ditawan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hampir dua pekan lamanya.

“Sebelumnya kKami sangat berharap yang terbaik untuk Gerald Sokoy, tentunya ini juga karena statusnya sebagai tenaga medis yang harusnya selalu dihormati peranannya dalam kondisi perang sekalipun,” ungkap Seni Uopdana sebagai tokoh masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dirinya bersama dengan sejumlah tokoh lain di Pegubin mengaku telah melakukan koordinasi agar Gerald Sokoy dipulangkan ke keluarganya. Dirinya juga berharap agar semua pihak bisa saling menjaga kondisi agar tetap aman dan kondusif.

“Tidak ada permintaan lain, kami hanya berharap Gerald segera dipulangkan. Kalau saja dari kemarin-kemarin sudah dipulangkan semua akan aman,”

Meski demikian, Seni juga menegaskan jika aksi KKB sudah cukup merugikan banyak pihak. Dirinya mengatakan jika KKB juga tidak boleh mengaburkan fakta terkait penyarangan dan teror yang dilakukan.

“Ini semua bermula dari penyerangan, mereka memang sudah merencanakan aksi untuk membunuh para tenaga medis, ini sebuah fakta yang tidak bisa dibantah. Apalagi korban lainnya sudah sempat dianiaya dan dibunuh,”

Seni mengatakan jika KKB sudah terdesak dan dianggap salah, sehingga satu-satunya cara untuk membela diri adalah dengan mengklaim sedang menyelamatkan Gerald Sokoy.

“Saya minta semua pahami jika Gerald Sokoy itu kan korban juga, dia sempat lari ke hutan, kemudian dia tertangkap. Nah ini yang jadi pertanyaan sekarang, kenapa tiba-tiba KKB berdalih sedang menyelamatkan Gerald,”

Atas peristiwa tersebut, sangat disayangkan KKB yang selalu menantang perang tidak mengerti aturan tentang hukum humaniter. Sehingga tekanan-tekanan dari pihak luar inilah yang pada akhirnya membuat Gerald Sokoy berhasil diserahkan walaupun dengan syarat-syarat lain yang harus diberikan kepada KKB.

Sabtu, 25 September 2021

Dewan Gereja Papua Adalah Serigala Berbulu Domba, Kebusukan Mereka Terlihat Nyata

wrtsh papua


Dewan Gereja adalah salah satu perhimpunan antar gereja dunia yang dibentuk untuk menghimpun kesatuan, namun oleh Dewan Gereja Papua, mereka justru merusak perhimpunan tersebut dengan mendorong berbagai perpecahan lewat provokasi yang dilakukan oleh pengurus-pengurusnya.

Dewan Gereja Papua dianggap hanya menumpang nama dan tidak turut dalam struktur yang resmi. Bahkan menurut tokoh agama Joop Suebu bahwa di Papua lebih dikenal organisasi lain Bernama persekutuan gerejagereja Papua (PGGP).

“Dewan Gereja Papua memang sudah berkiprah diluar negeri, tapi Dewan Gereja Papua itu baru ada tahun 2020 lalu, tapi secara tidak langsung dalam waktu singkat itu mereka sudah membuat sedikit kegaduhan. Padahal di Papua kita semua sudah lebih mengenal PGGP,”

Menurut sejumlah tokoh, Dewan Gereja Papua hanya upaya terselubung dari sejumlah tokoh separatis yang mendukung aksi kekerasan lewat misi keagamaan.

“Dewan Gereja Papua itu isinya orang-orang separatis semua. Menjual nama agama untuk mendukung aksi terorisme. Jangan ada yang percaya nama-nama seperti Socratez, Benny Giay, atau Dorman. Mereka itu domba berbulu serigala,” ungkap Franz Korwa sebagai salah seorang tokoh senior Papua.

Korwa juga meyakinkan jika orang-orang di Dewan Gereja Papua adalah bagian dari kelompok separatis di Papua yang sudah terbukti selalu menciptakan ancaman kekerasan atau segala bentuk aksi pelanggaran HAM. Kelompok ini disebutkan selalu mendukung KKB yang telah merenggut nyawa orang-orang lewat aksi penembakan biadabnya.

Bahkan pernyataan tersebut tergambar dari sikap Dewan Gereja Papua atas peristiwa penyerangan terhadap para tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang. Dewan Gereja Papua tidak pernah sama sekali melontarkan pernyataan atas kecaman.

“Omong kosong orang-orang disana, mereka busuk semua, berdiri di dua kaki. Mana yang bisa memberi kekayaan, itu yang mereka dukung. Mereka tidak menggambarkan sama sekali bagaimana ajaran Kristen itu sehatusnya hadir,”

KNPB Coba Ganggu PON Papua, “Mereka Berhadapan dengan Hukum”

wrtsh papua


Aksi-aksi gangguan keamanan di Papua sering terjadi akibat eksisnya kelompok separatis seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Oleh karena itu sejumlah tokoh meminta kepada masyarakat untuk tidak terpancing hasutan atau provokasi yang bersumber dari kelompok tersebut.

“KNPB jadi salah satu organisasi yang harus dilawan oleh orang Papua karena mereka selalu menimbulkan kekacauan. Mereka terus berusaha untuk mengganggu keamanan di Papua,” ungkap pengamat dan tokoh senior Papua Eli Huby.

Sebagai penduduk Wamena, Eli mengatakan jika kelompok seperti KNPB sudah menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama demi terciptanya keamanan yang kondusif. Terlebih KNPB memiliki basis anggota yang rentang usianya masih muda, sebab KNPB dinilai cukup aktif melakukan kaderisasi pada kelompok mahasiswa.

Eli menegaskan akan mendorong penolakan terhadap aksi dan ajakan dari KNPB dan mahasiswa eksodus, hal tersebut diungkapkannya melihat KNPB adalah otak dari kekacauan dan kerusuhan di Papua.

“Jangan pernah mudah terhasut dengan aksi yang disebarkan KNPB atau mahasiswa, kalau kita lihat kejadian tahun 2019 kemarin, itu seharusnya sudah bisa menyadarkan kita semua untuk tegas menolak kelompok ini,”

Eli menambahkan jika penyelenggaraan PON di Papua sebagai bentuk pertaruhan harga diri dan martabat orang Papua. Dirinya juga mengandaikan jika baik dan buruknya pelaksanaan PON akan berdampak bagi orang Papua sendiri.

“Kalau PON itu bisa berjalan baik, nanti orang Papua sendiri yang akan memetik buahnya. Momen ini bisa mendorong kegiatan masyarakat untuk menunjang kesejahteraannya nanti. Untuk itu kita harus mendukung PON ini agar aman dan damai,”

Eli lantas menegaskan kepada KNPB dan mahasiswa eksodus untuk tidak membuat kekacauan dalam pelaksanaan PON. Pihaknya juga memberi dukungan kepada aparat keamanan agar dapat membantu keberhasilan jalannya PON Papua.

“Jadi intinya kalau sudah ada yang mau mengacaukan, siap-siap saja mereka berhadapan dengan hukum. Ada ribuan tantara dan polisi yang sudah disiagakan untuk mendukung suksesnya PON ini. KNPB dan mahasiswa eksodus jangan buat gerakan tambahan,”

Jumat, 24 September 2021

Jubir KKB Sabby Sambom Cuci Tangan atas Penyerangan Nakes di Kiwirok

wrtsh papua


Pernyataan Juru Bicara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Sabby Sambom diragukan dalam keterangan yang menyebutkan telah melindungi Gerald Sokoy sebagai mantri Puskesmas Kiwirok, di Pegunungan Bintang, Papua. 

Menurut Pakar Terorisme UNNES, Juan Rismantoro menganggap jika Sebby Sambom hanya sedang berupaya membersihkan nama baik organisasinya setelah mendapat banyak kecaman atas aksi biadab terkait penyerangan terhadap tenaga Kesehatan.

“Ini cuma upaya cuci tangan saja, karena sudah banyak yang mengecam jadi mereka berusaha bersihkan nama. Tapi saya yakin upaya ini tdak mungkin berhasil, tindakan KKB sudah sangat biadab dan tidak bisa ditoleransi lagi,”

Alasan-alasan yang disampaikan Sambom mulai dipertanyakan, hal tersebut disebutkan oleh Juan mengingat KKB hanya melakukan penyanderaan terhadap Gerald Sokoy, sedangkan tenaga kesehatan yang lain terlanjur mendapat penyiksaan dan pembunuhan dengan keji.

“Omong kosong Sebby Sambom, jangan coba membalikkan kebenaran. Sudah ada korban nyawa, korban lain juga mendapatkan luka serius disekujur tubuh,”

KKB dalam tahun ke tahun dianggap sebagai organisasi yang sudah sangat meresahkan aktivitas masyarakat di Papua, beberapa peristiwa pembunuhan sudah sangat sering terjadi. Tak jarang aksi-aksinya selalu menimbulkan amarah karena perilaku biadabnya.

“Atas serangkaian aksi biadab yang dilakukan, saya minta kepada aparat TNI Polri untuk segera menuntaskan teror KKB. tentu ini semua untuk masyarakat Papua sendiri,”

Dorman Wandikbo Hilang Moral atas Kasus Penyerangan di Kiwirok

wrtsh papua


Dorman Wandikbo sebagai tokoh Gereja Injil di Indonesia (GIDI) dianggap tidak peduli dengan kondisi dan permasalahan masayarakat di Papua. Padahal GIDI merupakan denominasi gereja yang cukup mayoritas bagi masyarakat di pegunungan.

Hal tersebut tersirat dalam aksi pembunuhan tenaga Kesehatan (nakes) Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang yang dilakukan oleh gerombolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Sebagai salah satu tokoh agama harusnya Dorman bisa membangun rasa damai di lingkungan masyarakat lewat pengaruh keagamaan, tapi hal itu tidak nampak saat terjadi peristiwa biadab berupa pembunuhan nakes di Kiwirok,” kata Tokoh Senior Papua Agustinus R.

Berbagai pertanyaan muncul terkait dimana moral seorang Dorman sebagai tokoh gereja, terlebih Dorman sendiri kerap berbicara menyinggung sikap anti kekerasan terhadap umat manusia.

“Kita banyak temui pernyataannya dalam sikap menolak kekerasan di Tanah Papua, tapi sampai dengan hari ini, tidak ada sama sekali kita mendengar itu lagi. Padahal peristiwa di Kiwirok sudah begitu badab dan keji dilakukan,”

Jika peristiwa berupa penyerangan terhadap tenaga kesehatan saja tidak nampak di mata Dorman Wandikbo, lalu peristiwa biadab seperti apa lagi yang harus terulang dan mampu meluluhkan hati kerasnya.

“Sebagai orang Papua, sudah hilang rasa hormat kepada Dorman. Kalau memang tidak bisa mengemban kehormatan sebagai pendeta yang bisa memberi rasa damai, berhenti saja,”

Kamis, 23 September 2021

Tokoh Papua Perjelas Benny Giay sebagai Simpatisan Separatis di Papua

wrtsh papua


Tidakkah Benny Giay merupakan sosok yang berpengaruh dari Papua, bahkan dirinya pernah bicara banyak soal tanah ini disaluran televisi nasional. Namun sangat disayangkan, ketokohannya yang juga merupakan seorang pendeta tidak lantas membuat pribadinya menerapkan kebesaran nilai agama.

Benny Giay dikenal publik sebagai tokoh yang selalu membela aspirasi orang Papua, meski tak jarang aksinya kerap menyinggung dukungan terhadap gerakan separatisme di Papua. 

Bahkan Benny giay dianggap sebagai pribadi yang tidak tahu malu, mencampuri urusan lain untuk kepentingan pribadi. Padahal didalam namanya terdapat tanggung jawab jabatan sebagai Pendeta, sebagai hamba Tuhan.

“Pendeta itu besar tanggung jawabnya, pendeta juga harus bisa melihat sisi baik dan buruk. Tidak boleh membawa kepentingan untuk dirinya atas masalah yang sedang terjadi, hal ini yang tidak terlihat darinya atas penyerangan nakes di Kiwirok,” ungkap Franz Kowa sebagai tokoh senior Papua.

Dalam sebuah keterangan, Benny Giay sebagai seorang pendukung Gerakan separatisme pernah meminta agar kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) segera diselesaikan. Tentu pernyataan tersebut sangat berbanding terbalik dengan peristiwa saat saat ini terjadi.

“Itu juga yang harus diperhatikan, dulu bicara bagaimana dan sekarang faktanya bagaimana. Hanya saja, dunia ini tidak akan terbalik, hukum alam akan berjalan dengan sendirinya, dan akan semakin memperjelas siapa orang baik dan siapa orang jahat,”

Penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, telah membuat banyak mata merasa marah. Selain pelakukan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) fungsi tenaga kesehatan sangat dirasa vital bagi masyarakat setempat.

“Tidak banyak orang yang mampu mengabdi di wilayah terpencil seperti Kiwirok. Kehadiran nakes seharusnya mendapat apresiasi, bukan justru dibunuh dengan tuduhan yang tidak pernah akan terbukti,”

Dunia Internasional Harus Paham Keterlibatan Victor Yeimo sebagai Aktor Kerusuhan Papua

wrtsh papua


Kondisi Kesehatan yang dialami Victor Yeimo dalam beberapa hari terakhir sudah dinyatakan pulih, itu artinya Victor bersiap untuk melanjutkan proses hukumnya yang sebelumnya sempat tertunda. Pihak RSUD Jayapura telah mengkonfirmasi jika penyakit yang dialami Victor bukan permasalahan serius.

“Sudah sepenuhnya sehat, penyakit yang dialami juga bukan permasalahan yang cukup serius. Ini hanya pengaruh dari gaya hidup Victor saja,”

Terkait hal tersebut, justru banyak kabar miring yang tak jarang menciptakan kegaduhan. Menurut tokoh Senior Papua, Agustinus R mengatakan jika kasus Victor Yeimo penuh dengan rekayasa.

“Pejabat selevel dunia tentu tidak punya data akurat tentang situasi, yang mereka dapat hanya laporan-laporan rekayasa yang dibuat oleh para simpatisan kelompok separatis seperti KNPB sendiri. Juga kepada Benny Wenda, sudah bisa dipastikan tidak akan sesuai fakta, karena mereka punya kepentingan lain,”

Menurut Agustinus bahwa PBB tidak memahami konteks secara menyeluruh terkait kasus di Papua. Mereka hanya membuka diri atas laporan yang sifatnya dari pihak korban. Padahal baik itu KNPB, mereka juga kawanan pelaku kejahatan.

“Kita persoalkan tentang kerusuhan yang terjadi di Jayapura pada tahun 2019 sampai ada aksi pembakaran bahkan terjadi juga ancaman terhadap orang-orang pendatang. Ini juga masalah rasis kan?”

Agustinus menambahkan jika aksi KNPB yang menyuarakan anti rasisme dan kekerasan justru menimbulkan permasalahan lain terkait rasisme dan kekerasan juga. Sebab pelaku rasis di Kota Surabaya diketahui sudah diringkus dan diproses hukum.

“Kalau pelaku sudah diproses seharusnya semua pihak bisa menahan diri, bukan malah merancang aksi tandingan yang berakibat kerusuhan. Aksi demo anarkis itu sudah pasti melanggar hukum,”

Perlu diingat jika KNPB dan Victor Yeimo adalah aktor yang merancang aksi kerusuhan di Kota Jayapura dan Wamena hingga mengakibatkan puluhan orang korban tewas. Saat ini, dikatakan Agustinus bahwa KNPB sedang melakukan aksi perlawanan untuk mengaburkan fakta terkait kerusuhan tahun 2019 sebelumnya.

“Semua adalah aksi yang dirancang, ini bagian dari politisasi untuk mengaburkan fakta jika KNPB adalah organisasi biadab. Peristiwa 2019 akan terus teringat karena korbannya saja sampai puluhan orang,”

Agustinus menambahkan jika seharusnya pemerintah bisa mengeluarkan keputusan yang tegas terhadap KNPB untuk bisa dilarang dan dibubarkan keberadaannya. Dirinya berharap KNPB di Papua bisa ditindak seperti FPI sebagai organisasi yang merugikan.

Rabu, 22 September 2021

Socratez Yoman Tutup Mata atas Penyerangan KKB terhadap Nakes

wrtsh papua


Sebagai seorang tokoh gereja seharusnya Socratez Yoman mampu menjadi penengah dalam konflik yang terjadi di Papua. Kita tahu masyarakat Papua sangat menghargai kedudukan seorang tokoh. Namun yang diperlihatkan Socratez Yoman sudah sangat berbeda, kehadirannya hanya memupuk konflik berkepanjangan.

Peristiwa biadab atas pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap tenaga kesehatan sampai saat ini tidak pernah menyentuh hati keras yang dimiliki Socratez. Franz Korwa dalam keterangannya menyebut jika Socratez tidak layak disebut sebagai gembala.

“Dia tidak sedang melayani, dia hanya seorang manusia berketerbatasan yang pandai melakukan provokasi,”

Tokoh-tokoh sepetri Socratez dianggap sebagai biang kekacauan di Papua. Melalui pengaruhnya kekerasan dalam bentuk perlawanan dirasa sebagai hal yang lumrah terjadi.

“Bodoh dan dia memang bodoh, mengambil peran agama sebagai jalan keluar sebuah masalah untuk dibelokkan pada kesesatan. Socratez harus bisa bertobat untuk dirinya sendiri,”

Aksi penyerangan KKB terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang disebutkan telah menghambat program kesehatan. Padahal menurut dr. Ronald sebagai Ketua IDI Papua, pihaknya menyebutkan jika wilayah Pegunungan Bintang adalah salah satu wilayah vital membutuhkan fasilitas Kesehatan.

“Ada dua hal yang seharusnya beriringan dan saling menguntungkan. Pertama masyarakat yang mendapatkan fasilitas kesehatan, dan kedua adalah terjaminnya rasa aman bagi para tenaga kesehatan yang mengabdikan diri mereka,”

Sebelumnya dua nakes di Papua dikabarkan hilang dalam penyerangan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9). Setelah melakukan pencarian, aparat menemukan dua orang nakes di jurang. Satu orang nakes Gabriella Meilani ditemukan dalam keadaan tewas. Adapun satu orang lainnya, Kristina Sampe, masih dalam keadaan hidup.

Alih-alih Bicara Penyerangan Kiwirok, Theo Hesegem Justru Dikecam atas Pernyataannya

wrtsh papua


Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM) Theo Hesegem buka suara soal penyerangan Puskesmas Kiwirok di Kabupaten Pegunungan Bintang. Dirinya mengatakan jika tenaga kesehatan seharusnya harus dihargai dalam tugasnya.

“Setiap orang baik itu Papua ataupun non-Papua, semua berhak untuk hidup di atas tanah ini, terutama bagi mereka para tenaga medis yang bekerja atas dasar kemanusiaan,”

Theo Hesegem juga berharap agar dibentuk tim independen untuk mengungkap kasus penyerangan di Distrik Kiwirok yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebelumnya. Namun pernyataan Theo tersebut justru menimbulkan polemik baru terkait aksi separatisme di Papua.

Menurut pengamat bidang keamanan Universitas Indonesia, Dian Sucipto menyebut jika pernyataan terkait pembentukan tim independen dinilai sebagai upaya pengalihan fakta terkait penyerangan yang dilakukan KKB. Menurutnya aksi tersebut cukup mendapatkan timbal balik berupa kecaman dan upaya penindakan oleh TNI/Polri.

“Saya rasa ini agak rancu, untuk apa lagi dilakukan penyelidikan oleh tim independen. Bukti sudah ada, korban sudah bersuara, bahkan sudah ada pihak pelaku yang mengakui. Tidak heran juga sebenarnya, Theo Hesegem memang seperti itu orangnya, mungkin dia punya kedekatan dengan aksi separatis. Jadi pernyataannya hanya diputar-putar ke hal sedangkal itu,”

Dian menambahkan jika pernyataan yang dilontarkan Theo hanya omong kosong belaka, bahkan cenderung akan membangkitkan pedih bagi para korban dan segenap tenaga kesehatan Indonesia.

“Apakah Theo ini tidak sadar jika pernyataannya hanya akan membangkitkan ingatan dan duka bagi keluarga atau juga bagi para tenaga kesehatan di Indonesia?”

Theo dianggap terlalu jauh dalam mempolitisasi peristiwa malang yang dialami suster Gabriela Meilan, seolah Theo masih berharap untuk mencari sudut pandang lain atas penyerangan di Distrik Kiwirok. 

“Ini adalah momen duka di langit Papua, cukup sudah kekerasan demi kekerasan terjadi. Saya agak kritisi dia tentang pernyataan-pernyataannya yang melenceng. Jangan coba mencari sudut pandang lain sehingga dapat menciptakan opini untuk membenarkan aksi biadab itu,”

Sebab Theo Hesegem dengan gamblang mengungkit kembali peristiwa penyerangan yang bukan kali ini saja terjadi. Theo menyebut telah ada beberapa wilayah yang seperti Nduga, Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, Mimika, Maybrat, yang sebelumnya terjadi peristiwa nahas secara berulang.

“Kalau seperti iu memang berarti Theo yang biadab, dia tidak punya hati karena telah membanding-bandingkan peristiwa yang notabene telah memakan korban. Cara pandang yang salah, pernyataan seperti itu tidak elok keluar dari mulut pegiat HAM,”