Tampilkan postingan dengan label KRIMINALITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRIMINALITAS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 September 2021

Sebby Sambom Jangan Jadi Yudas, Bicara Yang Benar Sesuai Perintah Tuhan!

wrtsh papua


Sebby Sambon Manusia Terkutuk

Apa dasar anda mengatakan Dokter, Tukang Bangunan, Pilot, Sopir, Pastor yang ada di Papua semua Militer Indonesia, "Pakailah Akal Sehat, Jangan Akal Kotor Seperti Yudas"

Mereka yang menjadi korban dari kebiadaban kelompok anda (TPNPB-OPM) mereka semua murni pekerja sosial, mereka bagian dari umat Tuhan yang tidak punya hak nyawanya dicabut selain dari kuasa Tuhan.

"Maka anda sebagai juru bicara TPNPB - OPM akan mempertanggung jawabkan semuanya nanti kepada Tuhan"

Mereka bukan militer ataupun polisi, seperti yang anda katakan di media, "mereka adalah agen- agen  TNI - Polri yang bertugas di pedalaman".

Bukankah hal-hal ini sering anda sampaikan di media ketika kelompok anda TPNPB - OPM setiap melakukan penembakan terhadap warga sipil. Jadi siap-siaplah ketika Tuhan  memanggil anda, maka siapkan jawabannya.

Negara kami NKRI bukan menghancurkan umat manusia, apalagi di tanah Papua, justru kami membangun tanah Papua dengan "HATI" bukan dengan "KEKERASAN" sayangnya  selalu ada yang mengganggu bahkan mereka menantang perang dengan NKRI.

Negara kami sebenarnya sangat mudah menghancurkan dan menghabiskan kalian TPNPB - OPM dalam waktu singkat, namun bukan itu tujuan dan program pemerintah, NKRI bekerja dengan HATI sehingga semua masyarakat dilayani dengan ikhlas, termasuk kalian TPNPB - OPM.

"Kalau bukan genosida, imigran atau pendatang tinggalkan Papua, tidak ada lagi kalimat yang bisa anda sampaikan kepada publik selain itu, "Sebby Sambom Kehabisan Kata-kata".

Buktikan kalau NKRI membabi buta dan brutal selama ini, lihat generasi Papua yang saat ini, mereka semakin maju dan berkembang, dimana letaknya babi buta dan brutal itu.

Generasi papua telah menyadari selama ini termakan janji-janji kemerdekaan oleh TPNPB - OPM.

"Mau ikut perang?" Maaf generasi cerdas Papua tidak berpikir mundur kembali, silahkan berperang melawan TNI dan polri, tapi jangan lari dan cari perlindungan berkoar-koar di media dengan suara Yudas dan berharap PBB merespon.

Sampai kapanpun PBB tidak akan pernah merespon yang anda sebut dengan perjuangan, "Itu tidak mungkin karena perjuangan yang kalian lakukan itu perjuangan kotor, tidak murni, biadab, bukan dari HATI melainkan dari KOTORAN alias SAMPAH.

"Semoga Tuhan Membalas Perbuatan Kalian, Hukum Karma masih berlaku"

Indonesia, 17/09/2021

(Suara Hati Korban Kebiadaban KKB / TPNPB - OPM)

Oknum KNPB Kabur Bawa Uang Pengobatan Victor Yeimo

wrtsh papua


Tak habis-habisnya, kabar KNPB yang saat ini sedang diterpa masalah semakin dipersulit dengan dugaan korupsi yang dilakukan oleh pengurus KNPB sendiri. Aksi tersebut bermula dari terbongkarnya aksi pengumpulan dana untuk membantu biaya pengobatan Victor Yeimo.

Dalam kasus tersebut bahkan disebutkan Ones Suhuniap sebagai Jubir KNPB jika bukan hanya dana pengobatan Victor Yeimo yang digelapkan, melainkan ada dana kas KNPB Pusat dan KNPB Mamta.

“Awalnya dana dari para aktivis yang sudah dikumpulkan untuk membantu biaya pengobatan Victor Yeimo, tapi setelah ditelusuri lebih dalam kami curiga ada dana lain yang diambil secara diam-diam,”

Ones menyebut jika pelaku adalah anggota KNPB sendiri, dirinya bahkan tidak menyangka jika hal tersebut akan dilakukan. Menurutnya KNPB punya mekanisme tersendiri untuk menindak lanjuti kejadian korupsi dana tersebut.

“Pelakunya orang dekat kita semua, hanya memang tidak akan ada yang bisa menyangka. Kami akan lakukan upaya tindak lanjut, yang pasti uang itu harus bisa dikembalikan secepatnya,”

Sebelumnya istri Victor Yeimo juga diketahui sudah curiga dengan aksi penggalangan dana yang dilakukan KNPB dengan dalih membantu perawatan Victor. Sampai keadaan victor sudah membaik, dirinya mengaku sama sekali tidak menerima uang yang dimaksudkan.

“Awalnya saya sudah tidak percara, itu hanya atas nama saja. Akhirnya sampai sekarang, kondisi Victor juga sudah mulai membaik, uang itu tidak pernah kami terima,”

Jumat, 17 September 2021

Tenaga Kesehatan Pertanyakan Peran Pegiat Ham di Papua

wrtsh papua


Sebanyak ratusan tenaga kesehatan melakukan aksi unjuk rasa dan longmarch sebagai bentuk protes atas kekerasan terhadap rekan mereka yang menjadi korban kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Diketahui sebelumnya bahwa pada tanggal 13 September 2021, KKB melakukan penyerangan terhadap dokter dan perawat yang bertugas di Puskesmas Kiwirok Kab. Pegunungan Bintang. Atas peristiwa tersebut salah seorang korban bernama Gabriella Meilani diketahui meninggal dunia dan ditemukan di dasar jurang.

"Tenaga kesehatan hadir di masyarakat itu bukan untuk membunuh, mereka bahkan jauh-jauh bertugas sampai ke pedalaman Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ungkap Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabinus Uropmabin. (16/9)

Sebagai bentuk protes terhadap aksi kekerasan yang kerap dilakukan KKB, Sabinus mengatakan untuk sementara waktu telah menarik seluruh nakes dari sejumlah Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya yang berada di distrik-distrik.

"Seluruh tenaga medis di distrik-distrik sudah kami tarik semua, sehingga kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk sementara bisa bertanggung jawab pada kesehatan masing-masing,"

Yanuar sebagai salah seorang peserta aksi mengungkapkan rasa kesal dan amarahnya terkait peristiwa penyerangan KKB terhadap rekan-rekannya di Kiwirok.

"Menurut saya tidak ada aksi kekerasan yang bisa dibenarkan. KKB tidak punya alasan logis untuk membenarkan aksi biadabnya, itu sangat-sangat tidak terpuji, ini lah sesungguhnya aksi melanggar HAM,"

Dirinya juga mengaku sangat sakit hati jika melihat setiap aksi yang menyinggung eksistensi KKB, dimana masih ada sejumlah kelompok yang seolah membela dan membenarkan perilaku biadabnya.

"Ada kelompok-kelompok yang masih membenarkan aksi biadab, apalagi saya tahu mereka itu orang yang pernah mengenyam pendidikan tinggi. Saya tandai mereka, ada pegiat HAM juga,"

Yanuar juga menyebutkan jika ada kecenderungan para pegiat HAM yang masih subjektif dalam memandang situasi di Papua. Dirinya sadar jika ada kepentingan dari sejumlah pegiat HAM yang seolah mendukung KKB dalam upaya perlawanan terhadap negara.

"Yang namanya pegiat HAM itu mendukung setiap orang (sebagai korban) tanpa membedakan SARA, tapi dengan kejadian sekarang ini, mereka hanya membisu. Tentu ada perbedaan jika situasinya terbalik, mereka seperti anjing kelaparan yang sangat beringas mencoba menyalahkan pihak lain. Pandangan saya, pegiat HAM seperti itu (mereka) punya kepentingan sendiri, mereka mendukung gerakan separatisme di Papua,"

Kamis, 16 September 2021

Kesaksian Suster Puskesmas Kiwirok, Mengaku Punggungnya Ditebas Parang

wrtsh papua


Tindak kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah tidak bisa ditoleransi, terakhir (13/9) sekitar 50 orang KKB melakukan penyerangan ke Puskesmas Distrik Kiwirok dengan membabi buta. Hingga akhirnya Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan bagi warga Kiwirok pun dibakar. 

Atas penyerangan tersebut diketahui empat orang warga sipil yang merupakan pekerja Puskesmas Kiwirok menjadi korban. Dalam kesaksian salah satu korban, pihaknya terpaksa melompat ke jurang untuk menyelamatkan diri dari KKB. (16/9)

“Peristiwa itu terjadi begitu saja, tidak ada yang tahu. Mereka sudah terlanjur berada disini (Puskesmas), kami semua mendapat tindak kekerasan,”

Tokoh masyarakat Distrik Kiwirok Nelson Nawipa dalam keterangannya terkait penyerangan yang dilakukan oleh KKB, pihaknya menegaskan jika kelompok separatis tersebut tidak pernah mendapat tempat di masyarakat.

“Saya tegaskan KKB itu musuh bagi kami semua, sejak kedatangan KKB, Distrik Kiwirok ini menjadi sangat tidak kondusif. Masyarakat disini tidak ada yang suka dengan mereka,”

Nelson juga mengaku marah ketika sejumlah fasilitas umum berupa puskesmas, kantor Bank daerah, sampai sekolah sasaran amuk KKB. Ketiga fasilitas tersebut diketahui telah dibakar KKB saat melakukan penyerangan di Distrik Kiwirok.

“Kiwirok ini butuh tempat-tempat seperti itu. Puskesmas, sekolah, itu tempat yang penting bagi kami masyarakat Kiwirok. Tidak boleh membakar tempat-tempat, saya marah sekali,” 

Nelson lantas mengutuk aksi penyerangan KKB tersebut, pihaknya juga menegaskan akan mendukung sepenuhnya upaya aparat keamanan TNI Polri untuk segera menindak tegas KKB yang telah melakukan teror bagi masyarakat kiwirok.

“Alam Papua akan balas tindakan mereka, Tuhan juga marah melihat orang-orang perusak seperti mereka. Sepenuhnya kami serahkan penyelesaian ini kepada TNI Polri, segera saja tindak tegas KKB karena sudah merugikan,”

Rabu, 15 September 2021

KKB Serang Kiwirok, Tenaga Kesehatan Alami Kekerasan

wrtsh papua


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan teror dan aksi biadab di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. Aksi tersebut berupa teror penyerangan, pembakaran dan pengrusakan fasilitas, serta tindakan asusila terhadap sejumlah tenaga kesehatan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 13 September 2021 pukul 09.00 WIT, dimana KKB pimpinan Lamek Taplo berupaya mengacaukan situasi keamanan di Distrik Kiwirok. Aksi tersebut diduga masih berkaitan dengan ditangkapnya dua orang KKB pada 9 September sebelumnya.

“Tanggal 9 itu sudah ditangkap, baru kemarin (13/9) mereka serang lagi. Kami masyarakat takut karena mereka datang ke rumah-rumah, dari informasi mereka itu kelompok Lamek Taplo,” ungkap Nelson Kalakmabin sebagai tokoh masyarakat di Distrik Kiwirok.

Atas peristiwa tersebut sejumlah masyarakat mengaku mendapat tindak kekerasan, bahkan telah dikonfirmasi terkait 6 tenaga kesehatan dari Puskesmas Kiwirok yang sempat hilang hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan penuh luka.

“Kemarin kami sempat cari-cari mantri dengan suster yang hilang, puji tuhan sudah ditemukan. Mantri dia tangan patah, ada juga yang kena panah. Cuma suster-suster ini yang membuat kami sangat karena marah melihat keadaannya. Ada yang dapat parang, luka-luka, mereka juga dilecehkan (tindak asusila),”

Sementara Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Irreuw mengatakan salah seorang anggotanya terluka akibat serangan KKB. Prada Ansar diketahui mengalami luka akibat terkena rekoset (pantulan peluru).

"Memang benar dalam peristiwa terkait KKB itu Prada Ansar terluka di lengan kanan, namun kondisinya saat ini stabil,"

Penyerangan oleh KKB disebutkan oleh sejumlah pihak telah sangat merugikan banyak pihak, terkait aksi biadab yang dilakukan di Distrik Kiwirok, oleh pengamat Papua bidang keamanan, Stepi Anriani dirinya menyesalkan jika aksi penembakan, pengrusakan dan pembakaran terhadap fasilitas umum telah memperpanjang deretan kasus teror yang dilakukan KKB.

“Jika melihat dari berbagai kajian, upaya yang dilakukan KKB hanya untuk mengacaukan situasi keamanan. Sebab tidak ada kaitannya tentang perjuangan (bagi KKB) dengan keberadaan puskesmas, kantor bank, atau bahkan sekolah yang akhirnya sekarang dibakar. Seharusnya fasilitas umum itu dijaga karena memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,”

Stepi juga menyoroti terkait kasus serupa dimana seakan-akan banyak pihak yang memilih untuk bungkam dengan kondisi yang terjadi. Dirinya juga mempertanyakan peran Komnas HAM atau setiap organisasi yang sebelumnya banyak berbicara untuk membela hak-hak orang Papua.

“Saya juga soroti organisasi-organisasi yang sebelumnya banyak berbicara tentang HAM di Papua. Kondisi yang saat ini jelas memperlihatkan kebiadaban KKB, lalu kelompok-kelompok itu tidak bersuara sama sekali. Kalau hal itu yang ditunjukkan maka jangan salahkan publik jika ada anggapan kalau mereka juga bagian dari separatis,”

Selasa, 14 September 2021

Viktor Yeimo Tegaskan Perjuangan Berlanjut Meski Harus Dipenjara

wrtsh papua


Aktivis KNPB Kota Jayapura menyebutkan jika kondisi Viktor Yeimo sudah berangsung membaik dan bisa keluar dari rumah sakit. Viktor Yeimo yang sudah dirawat sejak 30 Agustus disebutkan telah sehat berkat kepedulian semua pihak.

Narasumber AD adalah anggota KNPB aktif yang turt menjaga Viktor dalam masa perawatannya di RSUD Kota Jayapura, dirinya lantas mengisyaratkan jika Viktor akan kembali berjuang dalam membela hak-hak orang Papua.

“Viktor sudah sehat, kondisi ini juga sudah dikonfirmasi dokter yang menangani. Setelah ini Viktor akan turun kembali untuk melanjutkan perjuangan,”

Viktor sebagai pejuang kemerdekaan dikatakan siap untuk berjuang meskipun dirinya berada dalam penjara. Menurutnya penjara bukan sebuah tempat yang harus dialergikan oleh para pejuang kemerdekaan sejati.

“Tidak ada, semua tempat sama saja. Viktor ada pejuang sejati yang siap membela hak orang Papua meski harus berpindah-pindah penjara. Pengaruh Nelson Mandela sudah melekat pasti dengan jati diri seorang Viktor,”

Dengan keberanian yang ditunjukkan Viktor, AD mengatakan jika hal tersebut akan mematahkan stigma terkait opini Viktor sebagai pejuang pengecut. Viktor Yeimo adalah simbol pemimpin perjuangan sejati yang sadar akan resiko.

“Meski akhirnya nanti mati di penjara, itu adalah jalan terbaik seorang pemimpin perjuangan. Viktor akan membuktikan hal itu, dia bukan pengecut. Viktor sendiri yang sampaikan jika pemimpin harus bisa menerima pahit dan kesengsaraan,”

Jalan yang dipilih Viktor Yeimo sebagai pejuang sepenuhnya disadari tentang segala resikonya, Viktor tidak akan gentar melawan sistem yang harus menghentikannya. Sel Mako Brimob bukan disebutkan AD sebagai momok yang membuat Viktor menjadi gentar.

“Mau itu di Mako Brimob juga tidak ada masalah bagi Viktor. Dia sendiri yang bicara kalau jangan ada upaya ‘merengek’ untuk minta pembebasan, perjuangan ini sepenuhnya harus diselesaikan, jangan meminta-minta,”

Meski demikian AD tetap menyampaikan jika Viktor berharap kepada seluruh pejuang untuk tetap melakukan perjuangan dengan cara masing-masing.

“Viktor sudah siap untuk melakukan perjuangan di dalam penjara, yang lain punya porsi berbeda sehingga lakukan perjuangan juga sesuai hati dan pikiran masing-masing,”

Senin, 13 September 2021

Buchtar Tabuni: KNPB Belum Paham Makna Perjuangan Sesungguhnya

wrtsh papua


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang didirikan pada medio tahun 2008, selalu lekat dengan anggapan kekerasan dan kriminalitas dalam aksi-aksi yang digelar. Hal itu juga yang akhirnya menjadi salah satu faktor salah seorang tokoh lawas KNPB untuk menyeberang ke organisasi lainnya.

Buchtar Tabuni yang saat ini telah menjadi tokoh penting dalam tubuh ULMWP menyebutkan jika peran KNPB dalam pergerakan perjuangan pembebasan Papua tidak pernah memberi arti positif.

“KNPB sudah banyak berubah sejak pertama kali didirikan, sekarang ini KNPB lebih cenderung ceroboh dalam melakukan aksi, makanya tidak jarang jika organisasi itu selalu sibuk berurusan dengan isu kekerasan,”

Buchtar Tabuni mengaku jika dirinya menjadi salah satu korban penangkapan aparat kepolisian pasca aksi yang digelar oleh KNPB tahun 2019 lalu. Bahkan dirinya mengaku jika peristiwa itu adalah sejarah kelam yang harus ditanggung oleh KNPB, dalam peristiwa tersebut total 33 orang warga sipil tewas dibantai para simpatisan KNPB.

“Pemenjaraan saya dulu juga karena aksi KNPB, informasinya ada 33 orang jadi korban karena aksi itu. Bagaimana tidak dicap sebagai organisasi kriminal kalau cara melakukan aksinya saja dengan membunuh orang,”

Atas kejadian itu tentu memudahkan aparat penegak hukum untuk mudah menjebloskan orang-orang dalam pergerakan pembebasan, hal tersebut yang dianggap Buchtar tidak pernah dipikirkan dengan baik oleh tokoh-tokoh KNPB. Karenanya Buchtar juga menyebut jika ULMWP lebih memiliki pengaruh berarti pada proses perjuangan.

“Orang-orang di KNPB tidak bisa memikirkan dampak atas aksi yang dilakukan, itu sangat salah karena bisa mengancam eksistensi organisasi. Berbeda dengan ULMWP, aksi kami selalu terencana dengan matang, yang terpenting tidak pernah ada simbol kekerasan disana,” 

Buchtar juga menyebutkan jika KNPB yang saat ini ada hanya sekedar kumpulan pemuda-pemuda yang masih labil dan perlu bimbingan. Buchtar menyebut kelompok tersebut sebagai orang yang baru mengenal sisi perjuangan lewat emosional. 

“Dengan cara kaderisasi yang dilakukan KNPB, mereka masih periu dibimbing untuk lebih mengenal makna perjuangan yang sesungguhnya. Karena yang saat ini terjadi, orang-orang KNPB masih mempercayai perjuangan dari emosinya saja,”

Buchtar juga menyoroti jika aksi KNPB terkait kekerasan juga telah menciptakan opini publik tentang upaya gangguan terhadap pelaksanaan PON yang akan digelar bulan Oktober mendatang. Bahkan Buchtar menuding jika KNPB telah bersekongkol dengan kelompok TPNPB pimpinan Jeffrey Pagawak.

“Sudah kelam jangan semakin dibuat kelam, KNPB mau apa main mata dengan Jeffrey Bomanak hanya untuk mengacaukan PON. Ingat jika KNPB itu organisasi sipil non-militer, senjata-senjata yang akhirnya berhasil diamankan itu fungsinya buat apa?”

Minggu, 12 September 2021

Sabby Sambom: Perjuangan di Papua Terancam Pengkhianatan Kelompok Sendiri

wrtsh papua


Juru Bicara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Sebby Sambom angkat suara terkait dua peristiwa penangkapan anggota KKB oleh aparat keamanan TNI Polri yang terjadi hanya dalam kurun waktu singkat. Dalam penangkapan tersebut juga didapati total 8 buah senjata laras panjang sebagai barang bukti.

Peristiwa penangkapan pertama terjadi di Kabupaten Jayapura (6/9) dimana Kepolisian berhasil meringkus AT dan DT sebagai penyupai persenjataan KKB, tak lama sehari berselang penangkapan dua orang lainnya berinisial YU dan KU oleh TNI di Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Atas peristiwa tersebut, sebagai Juru Bicara KKB Sabby justru memberi pernyataan lain. Dirinya meyakini jika penangkapan terhadap empat KKB sebelumnya merupakan buah karma dari perilaku mereka sendiri yang dianggap Sabby telah mencoba melakukan perlawanan dan kudeta.

“Mereka itu adalah orang-orang dibalik aksi perampokan dan misi kudeta terhadap panglima tertinggi. Awal tahun lalu (di Bougenville) saya sempat dirampok sampai saya trauma, aksi perampokan itu memang mereka sendiri yang melakukannya,”

Sambom kembali menjelaskan jika KKB yang telah ditangkap aparat keamanan adalah anggota Jeffrey Bomanak, disebutkan jika kelompok Jeffrey dianggap sedang merasa iri hati dan tidak puas atas perjuangan pergerakan pembebasan Papua. Jeffrey akhirnya berambisi buta untuk menjadi Ketua dari gerakan separatisme yang saat ini ada.

“Dia hanya iri hati dan berambisi pada diri sendiri, makanya dia dan anggotanya melakukan aksi serta skenario-skenario yang merusak. Ini adalah hukuman baginya, empat orang anggotanya ditangkap,”

Diduga masih terbawa emosi saat dirinya menjadi korban perampokan, Sebby Sambom mengaku sempat mengutuk aksi Jeffrey Bomanak yang telah merugikannya.

“Agar mereka paham bagaimana melakukan pergerakan secara benar, sekarang biarkan hukum Allah, hukum karma, dan hukum rohmat dari nenek moyang bangsa Papua yang membalas perilaku biadab Jeffrey dan kelompoknya,”

Terkait peristiwa tersebut, Sebby Sambom menilai agar penangkapan terhadap anggota Jeffrey Bomanak menjadi perhatian bagi anggota KKB diseluruh Papua. Dirinya bahkan mengaku tidak akan pernah merasa keberatan jika aparat keamanan TNI Polri akhirnya berhasil menangkap para pengkhianat dibarisannya.

Sabtu, 11 September 2021

Emanuel Gobay Tak Perlu Takut Yang Berlebihan, Negara Menjamin Hak Hidup Warganya

wrtsh papua


Jurnalpatroli.com

11/10/2021 14:05

Ramainya pemberitaan oleh media terkait pengiriman pasukan ke Papua dan Papua barat pasca dibunuhnya 4 orang prajurit TNI di Maybrat, ditanggapi oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Emanuel Gobay.

Pada konference pers, Jumat 10/10/2021 Emanuel mengutarakan ketakutannya kalau ada pengungsian setelah masuknya pasukan TNI ke Maybrat, dirinya meminta untuk pasukan Reskrim yang diturunkan ke Maybrat untuk mencari para pelaku.

Melihat ketakutan yang berlebihan, aktivis Papua juga merupakan generasi penerus Papua kakak Edward GM memberikan tanggapan atas penyampaian Emanuel Gobay.

Edward GM yang akrab disapa kakak Edo mengatakan Emanuel Gobay mulai mencari panggung baru, setelah panggung praperadilan penangkapan Victor dimenangkan oleh Polda Papua.

"Emanuel Gobay jangan terlalu panik dan ketakutan yang berlebihan karena pasukan yang dikirim ke Papua dan Papua barat khususnya pasca pembunuhan 4 prajurit TNI bertugas mencari pelaku penyerangan  pos TNI dan pembunuhan 4 prajurit tsb," terangnya.

Lebih lanjut kata Edo, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab prajurit TNI melakukan penumpasan terhadap kelompok yang mengganggu tegaknya NKRI.

Justru menjadi pertanyaan balik kepada Emanuel Gobay, dia ini warga negara Indonesia atau bukan? Setiap ada aksi yang mengrongrong tegaknya NKRI dia selalu membela para pelaku, tidak pernah berbicara membela negara dalam hal ini TNI dan polri.

"Sedikit-sedikit bicara soal HAM, bicara pengungsian, padahal yang menjadi korban sebelumnya prajurit TNI, dan kalau ada kelompok TPNPB-OPM yang menjadi korban baru dia berteriak HAM, ini sangat menjijikan," terangnya.

Pasca dari pembunuhan prajurit TNI dan dilakukannya pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan, merupakan langkah yang cepat dan tepat, terkait ketakutan Emanuel Gobay soal akan adanya pengungsian, Edo menghimbau masyarakat tidak perlu takut dan kwatir, dirinya yakin TNI dan Polri sangat profesional dalam menangani kelompok ini dan ini sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

"Saya yakin tidak ada pelanggaran HAM yang terjadi terhadap warga sipil di sana, karena Negara menjamin hak hidup setiap warganya, justru pelanggaran HAM itu sudah terjadi yang dilakukan oleh TPNPB-OPM, dan ini tidak pernah diangkat oleh para pegiat HAM maupun LBH, tidak boleh dibiarkan," tuturnya.

Diakhir penyampaiannya, Edward mendukung tindakan dan langkah-langkah yang dilakukan TNI dan Polri dalam menangani kelompok TPNPB-OPM maupun pelaku kriminalitas di Papua dan Papua barat, dan masyarakat diminta untuk tetap beraktifitas seperti biasa dan terus memberikan bantuan informasi tentang keberadaan para pelaku pembunuhan tersebut.

Semoga para pelaku dapat dibasmi dan ditangkap.

KNPB Didorong Masuk Jurang Kematian oleh Orang-orangnya Sendiri

wrtsh papua


Anggapan tentang tidak ada penjahat diseluruh dunia ini yang mau mengakui kesalahannya, hal  itu dianggap serupa dengan aksi-aksi KNPB dalam beberapa waktu terakhir. KNPB yang juga merupakan bagian dari kumpulan gerakan separatisme dinilai sebagai pengacau di Papua, namun dalam praktiknya mereka selalu mengklaim sebaliknya.

Agus kossay sebagai Ketua Umum KNPB Pusat dianggap hanya pintar menjual bibir untuk mengangkat ketenaran dirinya sendiri. Agus dinilai sedang menyiasati upaya lain untuk mengganggu pelaksanaan PON Papua yang akan digelar Oktober mendatang.

“Sejak keluar dari penjara, praktis tidak ada agenda yang mampu membangkitkan gairah KNPB. Kemudian agenda PON yang mau jalan itu coba digagalkan untuk mengangkat kembali nama Agus Kossay. Ini adalah momentum yang sangat prestisius baginya,” ungkap Buchtar Tabuni sebagai tokoh ULMWP.

Agus dianggap sedang mencari muka kepada para simpatisannya berkaitan dengan akan dilakukannya kembali pemilihan jabatan Ketua Umum di tubuh KNPB.

“Apa lagi kalau bukan untuk bisa dipilih lagi, semua tahu kalau Agus masih berambisi menjadi Ketua KNPB, meski dalam masa jabatannya organisasi KNPB hanya bisa jalan ditempat,”

Buchtar menilai isu menggagalkan pelaksanaan PON yang diusung oleh KNPB terlalu remeh dan tidak akan memberikan dampak berarti. Dirinya justru meragukan aksi-aksi terselubung KNPB tersebut yang hanya akan menmbuang waktu dan tenaga.

“Tidak bisa orang mau gagalkan PON tanpa tahu bagaimana sebenarnya yang terjadi, ini yang saya bingung. Kenapa KNPB begitu berambisi untuk mengganggu jalannya agenda itu. Saya pikir mereka sedang membuang-buang waktu dan tenaga karena tidak akan ada hasilnya,”

Buchtar menganggap PON hanya sebagai agenda kecil yang tidak perlu dipermasalahkan, pihaknya mengatakan jika lebih baik memikirkan agenda lain yang lebih bernilai dan akan berdampak besar bagi perjuangan Papua.

Selain kepada Agus Kossay yang menginisiasi aksi, Buchtar juga mengkritik Ones Suhuniap sebagai Juru Bicara KNPB. Buchtar yang diketahui pernah menjadi bagian dari KNPB di masa yang lalu menganggap jika pengaruh Jubir KNPB saat ini sudah sangat berpotensi menjerumuskan KNPB ke jurang kematian.

“Ada yang perlu dikritisi dari diri seorang Suhuniap, dia sebagai juru bicara harus pintar memilih kabar untuk ditanggapi, yang terpenting dalam setiap pernyataannya jangan sekali-kali mengatakan opini yang bersifat menguntungkan pribadi. Mungkin ini bisa jadi pelajaran untuk dia,”

Jumat, 10 September 2021

KNPB Sudah Habis Akal, Sampah Pembongkaran Rusunawa Dilaporkan ke DPRP

wrtsh papua


www.beritapapua.com

10/09/2021 08:40

Aksi demo yang berlangsung di kantor DPRP Papua menuntut pertanggung jawaban dari Yunus Wonda selaku Ketua PON XX terkait pembongkaran asrama Rusunawa yang dilakukan beberapa waktu berakhir dengan pembubaran oleh pihak kepolisian dari Polresta Jayapura, Kamis 09/09.

Pasca menyampaikan tuntutan di kantor DPRP Papua, beberapa mahasiswa yang diketahui berafiliasi dengan kelompok KNPB mengaku kecewa pasalnya, mereka tidak dapat menemui Wakil Ketua DPRP Ynus Wonda yang juga merupakan Ketua PON XX Papua.

“Kami kecewa dengan Yunus Wonda karena tidak mau menemui kami, mahasiswa hanya meminta pertanggung jawaban dari Yunus Wonda yang saat itu melakukan perbaikan asrama Rusunawa untuk penggunaan atlit PON, karena sampai saat ini beberapa mahasiswa tidak mendapatkan tempat tinggal setelah pengsongan asrama rusunawa,” ungkap Fitalis.

Disinggung soal keterlibatan beberapa mahasiswa dengan KNPB dirinya tidak menampik tuduhan itu, karena memang ada sebagian dari mahasiswa yang telah bergabung dengan KNPB dan setiap aksi demo merka selalu didukung oleh KNPB bahkan disokong berupa dana atau makanan saat beraksi.

Bahkan seruan aksi ke DPRP Papua  untuk minta pertanggung jawaban kepada Yunus Wonda dan Rektor Uncen merupakan dorongan dari KNPB yang diserukan oleh Agus Kossay, walaupun pada akhirnya tidak bisa dijawab langsung oleh Yunus Wonda.

Namun dalam pesan digital yang tersebar melalui media whatsapp Yunus Wonda menyampaikan “mahasiswa dan KNPB jangan membuat isu yang tidak benar, papua akan mengahadapi PON agar bisa menjaga sitkamtibmas.”

Melihat dari gambar-gambar yang diposting oleh KNPB terkait pembongkaran asrama rusunawa itu awak media mencoba menghubungi salah satu mahasiswa yang menjadi penghuni rusunawa mengatakan kalau foto-foto tersebut merupakan foto pada saat pengosongan rusunawa yang merupakan sampah-sampah dari barang-barang yang tidak terpakai atau rusak.

“Itu semua barang-barang rusak yang sudah tidak terpakai lagi yang ditumpuk jadi sampah, termasuk beberapa barang milik saya,” ungkapnya.

Ini sangat tidak masuk akal sampah-sampah barang bekas milik mahasiswa yang sudah dibuang saat pengosongan rusunawa dijadikan bahan propaganda oleh KNPB, mereka sudah hilang akal, tuturnya.

KNPB Sebagai Organisasi Sarang Pelaku Kriminalitas

wrtsh papua


Sebagai salah satu organisasi terafiliasi dengan gerakan separatisme, KNPB yang diketuai oleh Agus Kossay menjadi sarang dari para pelaku kejahatan. Berbagai kasus telah melilit tubuh KNPB dengan permasalahan terkait ancaman dan kekerasan.

Pengamat menilai meningkatnya intensitas gangguan keamanan yang dilakukan oleh KNPB memiliki pengaruh dari keberhasilan Polisi dalam menangkap Viktor Yeimo sebagai aktor dalam aksi kerusuhan di Papua pada tahun 2019 silam.

“Secara tidak langsung ada kaitannya dengan penangkapan Viktor Yeimo, mereka orang-orang KNPB itu simpatisan buta, sehingga tidak rasional cara berpikirnya,” ujar Yulian Ardianto.

Sebelumnya disebutkan juga bahwa penangkapan dua orang anggota separatis di Kabupaten Pegunungan Bintang yang membawa lima pucuk senjata laras Panjang juga memiliki kaitannya dengan KNPB.

“Itu perlu ditelusuri bagaimana KNPB mulai memikirkan melakukan gangguan keamanan menggunakan senjata,”

Meningkatnya eksistensi KNPB sebagai organisasi separatisme telah dianggap sebagai ancaman nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Papua. Kasus lain, di Kabupaten Maybrat saat ini masyarakat setempat mendapat teror ancaman pembunuhan oleh KNPB.

Disebutkan oleh salah seorang tokoh masyarakat, Yakson Jitmau mengungkapkan bahwa KNPB telah menebar ancaman teror agar warga tidak kembali ke kampung.

“kemarin kami semua ketakutan, kami mengungsi, lari ke hutan. Sekarang kami mau pulang tapi dilarang KNPB. Mereka bilang akan membunuh warga kampung kalau kami berani pulang,”

Kondisi tersebut tentu sudah sangat mengkhawatirkan, KNPB yang terus melancarkan aksi teror dianggap oleh masyarakat telah mengganggu aktivitas keseharian. Oleh sebab itu Yakson meminta kepada aparat TNI-Polri untuk segera menangkap para pelaku teror tersebut.

Kamis, 09 September 2021

KNPB Terlibat Distribusi Senjata Ilegal untuk Ganggu Pelaksanaan PON Papua

wrtsh papua


Operasi penegakan hukum terus dilakukan aparat keamanan TNI Polri terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selalu menebar ancaman di Papua. KKB dan berbagai organisasi yang terafiliasi dengan gerakan separatisme dianggap sudah cukup membuat Provinsi Papua semakin tertinggal dengan wilayah lain di Indonesia.

Salah seorang pengamat bidang pertahanan dan keamanan, Yulian Ardianto menyebutkan jika terdapat kelompok lain yang masih terafiliasi dengan gerakan pembebasan Papua sedang mencoba menggaggu penyelenggaraan agenda nasional di Papua.

“Soal separatisme di Papua maka bukan hanya kelompok bersenjata yang eksis, mereka ada juga organisasi sipil. Meski seperti itu mereka masih terafiliasi dalam pergerakan untuk memisahkan Papua,”

Ardianto menyebutkan jika kelompok sipil yang disebutkannya sebagai Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tersebut, sedang mencoba melakukan upaya gangguan pada pelaksaan PON yang digelar bulan Oktober tahun 2021 mendatang.

“Berbagai kajian menganggap jika keberhasilan penyelenggaraan PON akan semakin memojokkan eksistensi gerakan separatis di Papua.Sehingga kampanye-kampanye untuk menolak PON itu mulai dilakukan, bahkan sudah terjadi sejak tahun lalu oleh KNPB sendiri,”

Terkait penangkapan dua orang separatis di Kabupaten Pegunungan Bintang yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, hal tersebut dianggap Ardianto Sebagai bukti kuat jika KNPB memiliki rencana terorganisir untuk mengganggu pelaksanaan PON. Sebab dalam penangkapan tersebut ditemukan 5 pucuk senjata laras panjang.

“Kurang dari sebulan pelaksanaan PON, dan penangkapan dua orang KKB di Pegunungan Bintang terjadi. Kemudian 5 buah senjata yang berhasil diamankan juga itu tidak main-main, tentu hal itu semakin menguatkan bahwa ada rencana untuk mengganggu PON,”

Meski mengkalim pihaknya sebagai organisasi pergerakan sipil non militer, rekam jejak KNPB lekat dengan aksi-aksi kekerasan yang berujung jatuhnya korban jiwa. Tak hanya itu penangkapan Senat Soll (2/9) yang merupakan pimpinan KKB Yahukimo juga terjadi di markas KNPB.

“KNPB mengkalim jika mereka non militer, tapi yang terjadi selama ini tidak demikian. Fakta terakhir saja terkait penangkapan Senat Soll itu terjadi di markas KNPB. Aksi separatisme itu akan tetap berkaitan satu sama lain, termasuk bagi KNPB,”

Rabu, 08 September 2021

2 Anggota TPNPB-OPM Ditangkap, Sebby Sambom Jadi Pecundang

wrtsh papua


linkpapua.com

08/09/2021 10:09

Minta Presiden Hentikan Pengejaran dan Tawarkan Perundingan

Sebelumnya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka, menegaskan bertanggung jawab atas tewasnya 4 anggota TNI Angkatan Darat di Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9/2021).

4 militer Indonesia tewas dalam operasi penyerangan Sebby mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perang rakyat dalam pembebasan tanah Papua. Perang dilakukan atas komando para pimpinan TPNPB-OPM.

"Jadi perang pembebasan Papua ini tidak akan berhenti, tetap berlanjut di seluruh tanah Papua, di semua kodap, kapan saja, Kami menantang TNI dan Polri untuk perang di tempat terbuka, seperti kami memerangi Indonesia di pos-pos militer." Ucap Sebby sambom dalam sebuah pernyataannya di media.

Tantangan tersebut ditindak lanjuti oleh pasukan TNI yang melakukan pengejaran ke markas TPNPB-OPM dan menangkap 2 (dua) pelaku penyerangan dan pembunuhan prajurit TNI, dari hasil penangkapan tersebut laporan dari Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM mengeluarkan permohonan resmi kepada presiden Jokowi untuk menghentikan pengejaran terhadap pasukan TPNPB-OPM.

Permohonan tersebut disampaikan oleh Sebby Sambom pada hari selasa 7 September 2021 “Kami (TPNPB-OPM) meminta kepada pemerintahan Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo agar menghentikan pengejaran dan penangkapan, kami bersedia duduk di meja perundingan”.

Dengan permohonan resmi tersebut telah menunjukan betapa pengecutnya Sebby Sambom (TPNPB-OPM) yang telah memohon untuk tidak dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap TPNPB-OPM di markas- markasnya.

Sebby mengaku permohonan perundingan yang dibuat dengan alasan HAM, dan meminta Gereja, Pegiat HAM, masyarakat Internasional untuk bersuara, namun hingga saat ini belum ada satupun pegiat HAM yang berbicara soal ini, termasuk pembunuhan terhadap 4 (empat) prajurit TNI.

“Hingga saat ini para pegiat HAM seperti Haris Azhar, Theo Hesegem, Natalius Pigay dll belum angkat suara terkait pembunuhan dan pembantaian 4 prajurit TNI di Maybrat,”

Para pegiat HAM ini bukan manusia yang berkeadilan kemanusiaan, Ketika korbannya TPNPB-OPM atau KBB mereka akan bersuara seolah-olah negara telah melakukan pelanggaran HAM, kita tunggu saja!

Sebby Sambom sebenarnya adalah pecundang alias pengecut, menantang TNI untuk berperang di tempat terbuka, setelah dilakukan perang di markas-markas TPNPB-OPM, malah mengeluarkan permohonan perundingan diatas meja. Ini lucu dan pengecut.

Selamat buat Sebby Sambom dengan gelar Penipu Besar dan Pecundang.

Kerap Dapat Penolakan, Sebby Sambom Jubir KKB Mulai Sibuk Membela Diri

wrtsh papua


Meski sudah lekat dengan stigma bahwa kelompok separatis kerap melakukan kebiadaban, masih terdapat sejumlah pihak yang secara terang-terangan membenarkan aksi tersebut. Sebby Sambom sebagai juru bicara kelompok separatis dalam keterangannya bahkan menyebut jika aksi terkait masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Menanggapi kondisi yang ramai terjadi di Papua berkaitan dengan eksistensi gerakan separatisme, tokoh masyarakat di Kabupaten Mimika, Yulius Pigome menyampaikan jika tindakan serius dari pemerintah harus segera dilakukan untuk menghentikan aksi kelompok separatis. (8/9)

Yulius menilai jika aksi-aksi mengancam keamanan sudah membuat masyarakat menjadi tidak nyaman. Hal tersebut disampaikannya sebab aksi teror yang dilakukan KKB atau kelompok separatis lainnya kerap menyasar warga sipil yang tidak tahu akar permasalahan.

“Kami masyarakat ini jadi kelompok yang paling rentan, kami tidak punya kuasa, jadi kalau tiba-tiba ada aksi teror tidak ada jalan lain. Kami bingung mau berbuat apa,”

Pihaknya yang menyampaikan aspirasi rakyat Papua mengatakan jika tidak ada alasan untuk mendukung gerakan separatisme yang dilakukan oleh KKB. Bahkan Yulius menyebutkan jika setiap pembelaan yang seakan muncul di publik adalah sebuah kebohongan.

“Tidak ada yang bisa dibenarkan, semua aksi-aksinya saja sudah biadab begitu. Mau bicara kalau mereka membela hak orang Papua, tapi kadang orang Papua juga yang mereka bunuh,”

Pada akhir penyampaiannya Yulius menekankan agar ada upaya serius yang dilakukan TNI Polri sebagai aparat keamanan untuk menuntaskan aksi KKB yang dinilai sudah sangat dirugikan. Dirinya juga menegaskan jika upaya tersebut akan mendapat dukungan penuh oleh seluruh elemen di Papua termasuk dari lapisan masyarakat.

“Maju saja, tidak perlu khawatir tentang bagaimana-bagaimananya. Karena memang TNI Polri yang bisa berhadap-hadapan dengan KKB. Kami sebagai masyarakat hanya bisa mendukung penuh upaya yang dilakukan,”

Senin, 06 September 2021

Kejahatan Itu Tidak dapat disembunyikan, Ibarat pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat akan jatuh juga”

wrtsh papua


Kejahatan Itu Tidak dapat disembunyikan, Ibarat pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat akan jatuh juga”

Oleh: Dwika Adythama (Pengamat Papua)

Akhir Pelarian Senat Soll

Tiga tahun sudah pencarian terhadap Senat Soll pelaku kejahatan dan kerusuhan di kabupaten Yahukimo Papua, Senat Soll yang diketahui merupakan pecatan TNI ditangkap oleh kepolisian resort Yahukimo.

Senat Soll merupakan DPO beberapa kasus kekerasan pada 30 Novemver 2019. Mantan anggota TNI ini ditangkap di Jalan Samaru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pukul 05.28 WIT. 

Selama 3 tahun ini sudah tercatat sebanyak 12 kejahatan yang dilakukan oleh Senat Soll setelah bergabung dengan kelompok criminal bersenjata (KKB): pada tahun 2018 Senat Soll terlibat kasus jual beli amunisi bersama anggota KNPB Yahukimo, Ruben Wakla yang telah masuk Daftar Pencarian Orang Nomor : DPO/86/X/2018/RESKRIM.

Awal Desember 2019, Senat Soll terlibat aksi pembakaran ATM BRI Unit Dekai berdasarkan laporan polisi Nomor 55 / I / 2019 / PAPUA / RES Yahukimo. Senat Soll terlibat dalam aksi pembunuhan Staf KPU Yahukimo Henry Jovinsky di Jembatan Brasa Dekai, 11 Agustus 2020.

Senat Soll juga terlibat kasus pembunuhan terhadap Sayib di Dekai Yahukimo pada 2019. Disusul aksi pada 26 Agustus terkait pembunuhan terhadap masyarakat bernama Yausan di Jalan Gunung Dekai Yahukimo.

Pada 18 Mei 2021 Senat Soll terlibat kasus pembunuhan terhadap dua anggota TNI di Ujung Bandara Dekai Selain membunuh anggota TNI, Senat Soll merampas 2 senjata jenis SS2V4. Senat Soll terlibat kasus penembakan terhadap pengendara motor di Jalan Longpon, Dekai, pada 21 Juni 2021. 

Pada 24 Juni 2021 Senat Soll kembali melakukan penembakan terhadap truk di Kali Seridala, pada hari yang sama, Senat Soll kembali melakukan penembakan di Kampung Bengki, Yahukimo hingga menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan satu mengalami luka-luka yang memakan banyak korban.

Pada 25 Juni 2021Senat Soll melakukan pembakaran alat berat di Kali Seridala. Tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut, namun tindakan Senat telah membuat warga ketakutan. 

Penembakan kembali terjadi terhadap anggota Polri di Area Kali  El Dekai pada 9 Juli 2021. Aksi ini menyebabkan satu anggota Polri terluka dan telah ditangani Polres Yahukimo.

Terakhir Senat Soll terlibat kasus pembunuhan karyawan PT Indo Papua di Jembatan Kali Brasa Yahukimo, 22 Agustus 2021. Kejahatan ini menjadi catatan terakhir Senat Soll yang menyebabkan dua orang meninggal dengan cara mengenaskan.

Disini saya sampaikan bahwa kejahatan itu sama dengan “KARMA” apa yang diperbuat setiap manusia maka dia akan mendapatkannya juga suatu saat. 

“siapa yang menanam, maka dia akan menuai”

Tuhan Tidak Buta

06/09/2021

Minggu, 05 September 2021

Simpatisan Victor Yeimo Kecewa Emanuel Gobay Diketahui Hanya Mencari Panggung

wrtsh papua


www.jurnalpapua.co.id

05/09/2021

Jurnalpapua.co.id - Hasil putusan sidang praperadilan yang memutuskan menolak seluruh  gugatan dari  PH Victor Yeimo,  didasari proses hukum terhadap Victor  Yeimo   sudah  masuk  dalam rana proses peradilan pidana,  sehingga segala  tindakan kepolisian dalam melakukan penangkapan dan penahaanan terhadap Victor Yeimo sudah  sesuai prosedur  hukum.

Hasil putusan yang dibacakan oleh Hakim Ketua dengan Nomor Perkara: 6 / PID.PRA / 2021 / PN JAP tentang "Penangkapan dan Penahanan tidak Sah Sdr. VICTOR F. YEIMO oleh Satgas Gakum Nemangkawi Polda Papua" yaitu Permohonan Pemohon dinyatakan gugur dan putusan perkara Praperadilan tidak ada upaya Banding.

Dengan diputusnya sidang praperadilan penangkapan Victor Yeimo, membuat beberapa kalangan kecewa dengan Emanuel Gobay, khususnya dari kalangan simpatisan Victor Yeimo dan KNPB yang dari awal sudah meragukan Emanuel Gobay sebagai Penasehat Hukum dari Victor Yeimo.

Beberapa simpatisan dan juga anggota KNPB seperti Martinis Komber, Lahamis Weripang, Yakobus mandokba, Nopek Keromau, Nias Gwijangge, Yeri Mabel menyampaikan kekecewaan dan kekesalannya terhadap Agus Kossay yang selama ini mengikuti dan mendampingi proses hukum Victor Yeimo.

“Dari awal mereka meragukan kemampuan Emanuel Gobay, karena beberapa kasus KNPB dia selalu menjadi penasehat hukum KNPB, namun hasilnya tidak pernah menang, berdasarkan pengalaman ini kita sudah mengingatkan Agus Kossay untuk tidak memakai Emanuel Gobay sebagai Kuasa Hukum Victor,”

Kasus-kasus yang dimaksud yaitu kasus KNPB di Merauke, Pembubaran markas KNPB di Rusunawa, kasus KNPB di Yahukimo, semuanya tidak pernah menghasilkan kemenangan buat KNPB. Sebelumnya mereka juga menyarankan untuk menggunakan Michael Hilman saja sebagai penasehat hukum victor.

Namun belakangan diketahui kalau penunjukan Emanuel Gobay ada permainan kotor dengan Agus Kossay. Diketahui kalau Emanuel memanfaatkan media KNPB untuk mencari panggung, begitu juga dengan Agus Kossay yang ternyata masih ingin menjadi Ketua KNPB Pusat, ungkap salah satu simpatisan KNPB yang tidak mau disebutkan Namanya.

“Kita sudah mengetahui adanya kepentingan Emanuel Gobay dan Agus Kosay yang menafaatkan posisi Victor Yeimo, Agus Koosay sendiri tidak ingin Victor Bebas karena ingin menajdi Ketua Pusat KNPB, sedangkan Emanuel Gobay ingin mencari panggung untuk naikan Namanya,”

Ini menjadi penyesalan dan kekecewaan beberapa teman-teman di KNPB, sehingga kedepannya kami akan mencari Kuasa Hukum yang betul-betul punya kualitas dan tidak memiliki tujuan-tujuan tertentu selain memperjuangkan kelompok KNPB, tuturnya.

Sumber: mediaknpb.com

TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Dukung Damianus Yogi Rebut Komando Kepemimpinan

wrtsh papua


Dualisme kasus kepemimpinan TPNPB-OPM tidak hanya menjadi sengketa pada kalangan pemimpin organisasi tersebut, saat ini diketahui bahwa sudah terjadi polemik pada kalangan prajurit dan pasukan diarus bawah. 

Egianus Kogoya sebagai Pangkodap III Ndugama mengungkapkan pernyataan terkait diri dan kelompoknya dalam mendukung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) I di Paniai atas pengukuhan Damianus Magay Yogi sebagai Panglima Tertinggi TPNPB-OPM.

Fakta tersebut diungkapkan Egianus dalam keterangan tertulisnya (4/9), Egianus menganggap jika pergantian struktur organisasi harus terus dilakukan untuk menggerakkan perubahan pada tubuh TPNPB. Bahkan diungkapkan jika pergerakan TPNPB dibawah komando Goliath Tabuni hanya jalan di tempat.

“Tidak ada keberhasilan selama ini, salah satu faktornya menurut jajaran Kodap III Ndugama adalah karena pasufnya seorang pemimpin. Goliath tidak mau melakukan inisiatif dan pergerakan nyata,”

Egianus yang menjabarkan jika kelompoknya menolak operasi di Puncak dan Tembagapura juga berkaitan dengan ketidak sepahamannya dengan Goliath Tabuni karena dianggap oportunis.

“Operasi di Puncak dan Tembagapura itu tujuannya tidak pasti, tidak mungkin pergerakan operasi dilakukan hanya untuk mencari sensasi, sedangkan harga yang dibayar sangat mahal. Sudah berapa anggota yang mati tertembak karena operasi yang tidak dipikirkan dengan baik?”

Diketahui saat ini Egianus Kogoya dan Kodap III Ndugama/Darakma sedang menunggu surat operasi dari Komando Markas Pusat dibawah komando Damianus Magay Yogi. Aksi tersebut diakhui Egianus sebagai salah satu pengakuan mendukung kepemimpinan panglima tertinggi yang baru.

“Kami dari Ndugama sepakati saat ini sedang menunggu sutay operasi dari Komando Markas Pusat TPNPB-OPM, pilihan yang kami ambil ini sebagai dukungan terhadap Damianus Yogi sebagai panglima tertinggi,”

Sabtu, 04 September 2021

Jubir Sebby sambom: TPNPB Versi Damianus Yogi Dianggap Musuh Karena Berkhianat

wrtsh papua


Dualisme kepemimpinan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) secara tegas ditolak oleh Sebby Sambom segai juru bicara. Sambom mengatakan jika perjuanan Papua jangan lagi dipersulit, terlebih hanya karena saling klaim.

“Sata sampaikan kepada Damianus Magai Yogi agar jangan persulit kemenangan, cukup sudah untuk menghambat perjuangan. Jangan ada klaim secara sepihak karena TPNPB punya mekanisme dan struktur yang jelas,”

Sabby menegaskan jika Damianus Yogi yang menyelenggarakan KTT terkait pengangkatannya sebagai panglima TPNPB-OPM tidak memiliki dasar yang jelas.

“Mereka membuat acara sendiri, membuat seremonial sendiri, dan melantiknya sendiri. Ini secara dasar hukum tidak benar bahkan cenderung mempermainkan organisasi sendiri,”

Pihaknya juga mengatakan jika seluruh komando dan perencanaan operasi masih eksis dipegang oleh kelompoknya dan tidak pernah sekalipun berpindah tangan kepada Damianus Yogi.

“Saya sampaikan lagi jika komando masih kami yang pegang, kalau memang Damianus punya inisiatif lain, saya sarankan dia untuk bentuk organisasi lain tanpa harus membawa-bawa nama TPNPB-OPM. Dia tidak punya peran penting saat ini,”

Sebby lantas menjabarkan jika struktur TPNPB-OPM masih dikepalai oleh Goliath Tabuni. Selain sebagai pejuang, Goliath Tabuni dianggap pihaknya sebagai tokoh tua yang patut dihormati kedudukannya.

“Bicara soal Papua, kita paham tentang hukum alam. Orang tua (Goliath Tabuni) masih punya pengaruh bagi perjuangan organisasi ini. Saya menentang itu Damianus Yogi yang berani-berani menggulingkan struktur komando,”

Pada akhir penyampaiannya Sabby Sambom menegaskan terkait setiap kelompok yang bertolak belakang dengan TPNPB, maka mereka adalah musuh yang perlu diwaspadai.

“Ada musuh dalam selimut, ada pengkhianat, itu kami sudah tahu orang-orangnya. Maka setiap siapa yang tidak setuju dengan TPNPB-OPM mereka itu juga musuh,”

Jumat, 03 September 2021

Kabar Penangkapan Pimpinan KKB, Tokoh Masyarakat Turut Tolak Setiap Aksi Separatisme di Yahukimo

wrtsh papua


Salah seorang pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang juga merupakan DPO kasus separatisme di Yahukimo berhasil ditangkap Kepolisian. Penangkapan tersebut terjadi pada 2 September (kemarin) di Jl. Samaru, Dekai, Yahukimo.

Senat Soll alias Ananias Yalak yang merupakan pimpinan KKB Yahukimo baru-baru ini telah menggegerkan publik dengan aksi biadabnya membakar dua pekerja PT. Indo Papua yang tengah menyelesaikan pembangunan jembatan untuk jalan trans Papua.

Robi Silak sebagai tokoh masyarakat Yahukimo menanggapi baik penangkapan terhadap Senat Soll, dirinya menyebutkan jika upaya tegas aparat cukup membuat masyarakat Yahukimo menjadi tenang dan tidak takut atas ancaman-ancaman yang sering dilakukan KKB.

“Kami masyarakat Yahukimo sangat senang dengan kabar ini. TNI Polri harus tegas, tangkap semua itu KKB. Setelah kejadian terakhir itu (pembunuhan dua pekerja PT Indo Papua) kami takut beraktivitas, tidak ada masyarakat yang berani jauh-jauh dari kota,”

Senat Soll yang juga sebagai aktor dalam pembunuhan Staff Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tahun Agustus tahun 2020, dikatakan Robi telah mengganggu kenyamanan masyarakat. 

“Senat Soll, dia itu sangat mengganggu. Masyarakat disini sudah berulang kali mendapat ancaman sampai teror pembunuhan, padahal kita ini masyarakat sipil tidak tahu masalah. Memang sudah mengganggu jadi kami senang dengar kabar dia ditangkap,”

Selain itu Robi melihat jika aksi separatisme bukan hanya dilakukan oleh gerombolan KKB Senat Soll, pihaknya menyadari jika aksi-aksi organisasi KNPB juga menjadi salah satu bentuk ancaman keamanan di wilayah Yahukimo.

“Saya berharap lagi kalau KNPB itu juga bisa ditindak tegas, mereka juga salah satu sumber penyakit (faktor ancaman keamanan) di Yahukimo. Kami orang-orang tua tidak suka dengan mereka yang selalu membuat kekacauan atau melakukan provokasi,”

Robi menambahkan jika Yahukimo adalah wilayah yang menjunjung tinggi adat kebersamaan dan menolak segala bentuk kekacauan/kekerasan. Oleh sebab itu dirinya berharap besar agar embrio-embrio kekerasan yang dibawa oleh kelompok separatis bisa dimusnahkan.

“Jangan membuat Yahukimo ini menjadi daerah merah, kami orang adat menjaga Yahukimo ini dalam damai. Sudah seharusnya aksi kekerasan atau ancaman dari kelompok separatis itu harus dihilangkan dari sini,”