Tampilkan postingan dengan label KRIMINALITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRIMINALITAS. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2021

Dipengaruhi Alkohol, Sekelompok Pemuda di Wamena Hujani Petugas dengan Batu

wrtsh papua


Kapolres Jayawijaya AKBP Muh. Safei menuturkan adanya korban jiwa atas peristiwa penyerangan terhadap anggota Brimob oleh sekelompok pemuda di jalan Pattimura, Kota Wamena (12/10). Dalam kronologi yang diungkapkan, kapolres menjelaskan kejaidan bermula ketika sekelompok pemuda melakukan pelemparan batu terhadap anggota Brimob yang sedang melewati lokasi kejadian.

“Bermula dari anggota yang mau pulang ke rumahnya, tapi dalam perjalanan anggota tersebut dilempari batu oleh sekelompok pemuda,”

Aksi pemuda anarkis tersebut bermula ketika yang bersangkutan menghadiri acara pengucapan syukur atas kelulusan wisuda salah seorang kerabat lainnya. Namun diduga kuat sekelompok pemuda juga mengkonsumsi minuman keras (miras).

“Kami dalami prosesnya, pemuda ini sebelumnya berkumpul untuk merayakan wisuda, dalam acara tersebut diduga mereka mengkonsumsi miras,”

Ditempat yang berbeda PM(35) sebagai salah seorang saksi dalam kejadian tersebut mengungkapkan jika kejadian juga bermula karena adanya provokasi dari salah satu pemuda yang ditegur oleh anggota Brimob.

“Situasinya masih tenang, saya melihat anggota yang sebelumnya dilempar batu minta agar perkumpulan malam itu bubar, tapi salah seorang pemuda lainnya justru marah, sambil berteriak-teriak memprovokasi, akhirnya (kekacauan) pecah, anggota tadi dilempari batu lagi”

PM menambahkan jika petugas mulai terdesak karena massa yang berjumlah belasan mulai bertindak anarkis. Dirinya juga membenarkan jika petugas sudah melakukan tembakan peringatan, namun massa yang terpengaruh alkohol tidak mengindahkan.

“Setelah provokasi itu sudah mulai kacau, pemuda yang mabuk jumlahnya ada belasan. Mereka terus melempari batu ke arah petugas yang mendatangi lokasi padahal sudah diperingatkan beberapa kali,”

Melihat kejadian yang semakin kacau, barulah anggota jaga Polres Jayawijaya berdatangan. Salah seorang pemuda (SW) diketahui dilarikan ke RSUD Kota Wamena, dan pada saat itu penyebabnya belum diketahui. Pasca kejadian tersebut barulah situasi mulai agak tenang.

“Iya, setelahnya anggota dari Polres datang, tapi pemuda-pemuda itu masih terus melawan dengan melempari batu. Setelah salah satu dari mereka ada yang dilarikan ke RSUD, baru situasi agak tenang,”

RSUD Kota Wamena dalam keterangannya menyebut jika korban (SW) tidak terkena tembakan secara langsung. Dari hasil pemeriksaan lanjut tidak ditemukan bukti proyektil, hanya terdapat serpihan pada bagian organ dalam saja.

Minggu, 17 Oktober 2021

Socratez Yoman: Dulu OPM Sekarang ULMWP

wrtsh papua


Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai oleh tokoh agama sekaligus Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis di Papua, Socratez Yoman, sebagai organisasi usang yang tidak lagi efektif untuk dipaksa terus-menerus melakukan perjuangan. Menurutnya zaman sudah berubah dan dunia terus berputar.

“OPM yang ada saat itu tidak bisa dipaksakan lagi untuk saat ini. Arah perjuangan sudah berbeda 180 derajat. Perkembangan zaman sudah berubah drastis, tidak seperti dulu lagi. Ini yang harus dipahami oleh semua elemen perjuangan,”

Menurut Yoman, perjuangan yang diwariskan oleh orang-orang tua terdahulu, menganggap bahwa OPM sudah selayaknya digantikan oleh organisasi ULMWP. Dirinya mengatakan jika ULMWP memiliki jangkauan yang lebih luas yang dirasa akan memberikan dampak bagi perjuangan pembebasan Papua.

“OPM punya orang-orang tua kita, dan sekarang sudah digantikan dengan ULMWP. Organisasi ULMWP ini sudah jauh lebih kompleks, kita punya semua sekarang, berbeda dengan OPM yang seakan hanya jalan ditempat,”

Menurut Yoman perjuangan OPM yang lekat dengan gerakan bersenjata juga menjadi faktor lain mengapa perjuangan di Papua tidak menemui hasil. Hal tersebut dikatakannya sebab Papua sudah menjadi sorotan dunia karena merebaknya simbol kekerasan atas dasar perjuangan.

“Memperjuangan sesuatu saat ini tidak bisa lagi menggunakan senjata. Justru penggunaan senjata itu yang akhirnya meruntuhkan perjuangan. Kasus pembunuhan tenaga medis di Kiwirok contohnya, itu sudah menghancurkan kepercayaan dunia, karena jelas-jelas pihak kita yang melakukannya,”

Ketua OPM Minta Agus Kossay Hentikan Mengatasnamakan TPNPB OPM

wrtsh papua


Ketua TPNPB OPM Jeffry Bomanak minta Agus Kossay tidak menggunakan nama TPNPB dalam pergerakan yang dilakukan oleh kelompok Kominte Nasional Papua Barat (KNPB) dalam menjalankan misinya. Hal ini disampaikan oleh Jeffry Bomanak setelah adanya laporan dari anggota TPNPB wilayah Timorbil.

"Anggota TPNPB wilayah Timorbil perbatasan dengan Pegunungan Bintang telah melaporkan adanya rencana pembelian senjata oleh KNPB yang mengatasnamakan TPNPB"

Jeffry Bomanak selaku ketua OPM menyampaikan pernyataan lewat media sosial yang kesal terhadap Agus Kossay yang diketahui menjual namanya untuk pembelian senjata di Timorbil.

"Saya ingatkan kepada Agus Kossay hentikan menjual nama TPNPB untuk melakukan pergerakan, jangan jadi pengecut kalau mau berjuang harus berani mengambil resiko"

Saya tau, Agus menggunakan nama TPNPB untuk membeli senjata karena kalau tertangkap maka yang disalahkan adalah TPNPB bukan KNPB, ini namanya pemimpin yang pengecut, namanya tetap baik dan nama saya akan hancur dan saya menjadi buronan baik dari aparat Indonesia maupun PNG.

Kemaren dia bilang di media, kalau senjata yang tertangkap di pegunungan bintang adalah senjata yang dikirim oleh TPNPB, kemudian buat pernyataan lagi kalau KNPB berjuang lewat politik bukan dengan cara berperang.

Lantas, mau beli senjata melalui militer PNG di Timorbil untuk apa, Jeffry juga meminta agar Agus membayar senjata yang tertangkap tersebut, karena sampai sekarang senjata tersebut belum dilunasi.

Berdasarkan laporan dari anak buah Agus Kossay, bahwa Agus telah menerima sejumlah uang yang cukup banyak dari salah seorang pejabat di Papua, uang itu diberikan agar tidak mengganggu jalannya PON.

Sabtu, 16 Oktober 2021

Pengakuan Warga Kiwirok, KKB Perkosa Suster Sebelum Dibunuh dan Dibuang

wrtsh papua


Kabar terkait pembakaran markas Kelompok Kriminal Bersenata (KKB) di Distrik Kiwirok diragukan kebenarannya. Salah seorang warga Kiwirok, Merinus Uropmabin mengungkapkan terkait situasi di distriknya memang sempat mencekam, namun hal tersebut terjadi ketika KKB melakukan aksi penyerangan terhadap tenaga Kesehatan pada 13 September 2021.

“Sekarang tidak ada penyerangan, Kiwirok sudah mulai berangsur baik. Kalau kejadian kacau itu hanya kemarin waktu KKB menyerang Puskesmas. Untuk sekarang tidak ada,”

Dalam keterangannya Merinus mengaku sangat berharap agar kondisi di Distrik Kiwirok dapat segera pulih seperti sedia kala, oleh sebab itu dirinya menolak terkait segala informasi yang tidak benar. Masyarakat disebutkan menginginkan untuk segera bisa beraktivitas seperti dulu tanpa takut akan terjadi konflik.

“Jangan membuat kekacauan lagi di Kiwirok. Kami masyarakat sudah malas dan mau beraktivitas seperti dulu. Justru kami sekarang sangat berharap supaya pemerintah bisa meningkatkan penegakan hukum terhadap kelompok Lamek Alipki Taplo,”

Penduduk Kiwirok disampaikan oleh Merinus, sempat merasa khawatir karena aksi penyerangan anggota Lamek Taplo. Hal tersebut diungkapkannya sebab pada saat terjadi penyerangan KKB mulai menuduh warga sebagai bagian dari musuh mereka.

“Tentu kami takut, KKB sudah mulai menuduh warga kampung. Kami ini tidak bisa berbuat apa-apa, makanya kami berharap TNI-Polri segera amankan. Bahkan beberapa dari warga itu sempat mengungsi karena diancam akan dibunuh,”

Merinus juga mengaku sempat menyaksikan aksi penyerangan kkb terhadap tenaga medis di Puskesmas Kiwirok sebelumnya. Marinus membenarkan jika kelompok Lamek Taplo telah melakukan pembunuhan bahkan pemerkosaan.

“Saya lihat kejadian itu, awalnya ada suara tembakan, situasi mulai panik. Semua berlarian untuk kabur. Disitu saya lihat ibu suster diperkosa, dipukuli. Sebelum dibuang ke jurang kondisi ibu suster sudah tidak memakai pakaian,”

Sangat Biadab, Perbuatan Kelompok Lamek Taplo Lebih Keji Dari Binatang

wrtsh papua


Hanya Tuhan Yang Akan Menghukum Perbuatan Iblis

Peristiwa penyerangan dan pembunuhan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di pedalaman kwirok, kabupaten pegunungan Bintang belum bisa hilang dibenak kita, peristiwa ini sangat menyakiti setiap orang yang mendengar dan mengetahui perbuatan iblis ini.

Tentunya orang yang mengetahui peristiwa ini tidak akan pernah tidur nyenyak selama dia memyimpan atau menyembunyikan pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di kwirok.

Selaku umat manusia yang yakin dengan keberadaan Tuhan yang akan membalas setiap perbuatan dosa umatnya, maka saya pun akan menyampaikan peristiwa yang terjadi beberapa bulan lalu yang menimpa tenaga kesehatan di Kiwirok.

Ini sebagai bentuk pertanggung jawaban saya kepada Tuhan, karena saya telah mendengar dan mengetahui pengakuan dari kerabat saya di kwirok (maaf saya tidak menyebutkan namanya demi keamananya di kwirok).

Sebelum kejadian, kerabat saya mengetahui adanya rencana pembunuhan terhadap pendatang (bahasanya lamek taplo yaitu semua rambut lurus), hal ini sudah disampaikan kepada pihak aparat yang bertugas di sana, makanya sebelum kejadian aparat TNI dan Polri melakukan patroli dan himbauan kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati.

Namun tidak diduga penyerangan awal ke puskesmas, karena dianggap puskesmas dan tenaga kesehatan tidak akan diganggu oleh Lamek Taplo karena mereka sering membantu masyarakat bahkan sering memberi pengobatan kepada kelompok Lamek Taplo dan anak buahnya yang mengalami sakit.

Awal kejadian Lamek Taplo dan anak buahnya masuk ke mess tenaga kesehatan, hanya beberapa orang yang masuk (kerabat saya kenal mereka, mereka masih muda, bahkan ada anak dari pimpinan pelaku penyerangan). Tidak lama kemudian mereka keluar dari mess sambil berjalan dengan menodongkan senjata kepada tenaga kesehatan wanita yang saat itu sudah dalam keadaan telanjang.

Mereka dibawa ke belakang kemudian disuruh tidur (terlentang), ada satu yang terlihat dipukul-pukul mukanya dan badannya, suaranya sangat terdengar minta ampun sambil menangis, ada suara juga yang mengatakan "kenapa ko lakukan ini, selama ini kita sering beri bantuan dan obat" itu juga sambil menangis. Ada suara minta tolong sambil menjerit, tapi siapa yang mau tolong, bisa-bisa masyarakat yang juga dibunuh.

"Mendengar pengakuan kerabat saya ini, tidak bisa saya membayangkan betapa rasa sakit dan takut pada saat itu, mata saya langsung berkaca, membayangkan pemukulan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh kelompoknya Lamek Taplo, bagaimana kalau itu menimpah kepada saudara atau keluarga kita"

Lebih lanjut kerabat saya menceritakan, setelah itu melihat tenaga kesehatan tersebut ditarik dan didorong ke arah jurang dalam kondisi menangis dan telanjang, disitu dia (kerabat saya) sudah tidak tau lagi kondisi dari ketiga tenaga kesehatan tersebut.

Kemudian tidak begitu lama terlihat beberapa bangunan terbakar dan ada suara bunyi tembakan, apakah itu suara tembakan dari pos TNI atau dari kelompoknya Lamek Taplo, dia tidak tau pasti.

Dari penyampaian kerabat saya ini, membuktikan kalau mereka kelompok dari Lamek Taplo sangat biadab dan keji seperti binatang, menyiksa, menelanjangi, memperkosa dan kemudian dibunuh dengan cara membuang ke jurang.

Kerabat saya mengatakan, dia merasa bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa, namun dia merasa lebih berdosa lagi kalau hal ini disembunyikan.

Tuhan pasti akan membalas setiap pebuatan biadab dan keji dari Lamek Taplo.

Pegunungan Bintang, 15 Oktober 2021

Septinus Uopka

Jumat, 15 Oktober 2021

Agus Kossay: Cukup Saya, dan Tidak Ada Lagi Aktivis KNPB yang Di Penjara

wrtsh papua


Perseteruan antara kelompok perjuangan Papua mulai terkuak, Ketua KNPB minta tidak ada lagi aktivis KNPB yang ditahan aparat penegak hukum ataupun di penjara, hal ini disampaikan oleh @JP Jr. Pahabol melalui postingannya di media sosial.

@JP Jr. Pahabol menuliskan permintaan Agus Kossay selaku ketua KNPB agar anggota dan kelompoknya tidak terlibat dalam rencana pergerakan TPNPB yang dipimpin oleh Jeffry Bomanak.

"Jangan ikut-ikutan pergerakan yang dilakukan oleh kelompok garis keras (kekerasan) karena cara perjuangan kita (KNPB) melalui jalur diplomatis, sangat berbeda dengan kelompok mereka,"

Di negara manapun kemerdekaan tidak pernah diraih melalui kekerasan, semua kemerdekaan hanya bisa didapat melalui politik bukan perang.

Agus tidak ingin anggotanya dipenjara dan ditahan, cukup dirinya saja, Agus memberikan contoh dirinya yang ditangkap dan ditahan kemudian dipenjarakan di Kalimantan.

"Di Penjara Itu sangat sakit dan menderita, makanya saya, dan teman-teman yang lain pernah dipenjara di Kalimantan tidak ingin yang lainnya merasakannya"

Agus juga mencontohkan Victor Yeimo yang tidak ingin dipenjara, di tahanan brimob itu masih enak karena di brimob bukan sebuah penjara, tapi Victor pun tidak mau sampai akhirnya dia beralasan sakit.

Diketahui, Jefry Bomanak Pagawak selaku ketua OPM berdasarkan keterangan pers pihak keamanan merelease pernyataan bahwa kelompok TPNPB dan KNPB akan melakukan gangguan keamanan terhadap berlangsungnya PON.

Namun, Jeffry pada akhirnya menyebut Agus Kossay pengecut setelah Agus memberikan perintah kepada seluruh anggota KNPB tidak terlibat aksi dengan TPNPB. Jeffry menuduh Agus telah menerima dana dari ketua PON Yunus Wonda untuk tidak mengganggu jalannya PON.

Sampai dengan berita ini di release, Agus Kossay belum bisa dihubungi untuk diminta memberikan klarifikasi atas tuduhan yang disampaikan oleh Jeffry Bomanak.

Sumber: Catatan Digital @JP Jr. Pahabol

Kamis, 14 Oktober 2021

Tidak Mau Maju, Simpatisan KNPB/ULMWP Sibuk Jual 'Papua'

wrtsh papua


Gerakan separatisme di Papua tak hanya menyoal tentang aksi perlawanan bersenjata, melainkan juga terkait propaganda politik yang dibangun oleh para simpatisan.

Hal tersebut yang akhirnya menimbulkan opini negatif terkait situasi Papua, padahal kehidupan di Papua tak jauh berbeda dengan aktivitas masyarakat lainnya di seluruh Indonesia.

Menurut pengamatan Papua, Franz Korwa menyebutkan ada kecenderungan dari simpatisan untuk mengikuti karakteristik dari pemimpinnya. Maka tak heran sebab para aktor penting gerakan separatisme selalu menjual segala hal yang berkaitan dengan Papua untuk kepentingan pribadinya masing-masing.

"Itu yang tergambar saat ini, melihat bagaimana para pemimpin itu selalu menjual nama Papua, maka sampai akar rumput dan pengikutnya ya seperti itu. Hanya saja, buat mereka yang dibawah tidak mendapat keuntungan. Ini namanya mereka sedang dibodohi,"

Korwa menambahkan jika aksi-aksi yang dipertontonkan oleh aktor separatisme seperti KNPB ataupun ULMWP tidak akan memberi kemajuan bagi Papua. Dirinya justru merasa miris karena kelompok tersebut hanya mengungkit masalah lampau dan tidak bisa memberi solusi tepat.

"Selalu mereka berpandangan tentang masa lalu yang kelam, padahal dunia ini sudah berkembang, kita ini semua kan mau maju. Peribahasa katak dalam tempurung, ya itu lah mereka,"

Korwa menjelaskan bahwa orang-orang yang berada di KNPB atau ULMWP telah menghabiskan waktu hidupnya dengan sia-sia. Mengingat pembangunan yang masif di Papua sudah digencarkan oleh pemerintah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Papua.

"Pembangunan sudah ramai digencarkan pemerintah, fungsinya juga sudah jelas, artinya kita tinggal memanfaatkan apa yang sudah ada,"

Rabu, 13 Oktober 2021

Kemajuan Papua Terhambat Rayuan Setan Dua Organisasi Separatis

wrtsh papua


Perkembangan di Papua terjadi begitu pesat, semua semua akses dan fasilitas yang menunjang kesejahteraan bagi masyarakat di Papua telah dihadirkan. Menurut salah seorang tokoh pemuda Papua, hal tersebut harus mampu dijangkau untuk bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat di Papua.

“Menarik jika kita melihat perkembangan dan dinamukan yang terjadi di Papua, semua terjadi begitu pesat. Hal seperti ini yang harusnya sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap Ali Kabiay dalam keterangannya.

Ali Kabiay menambahkan jika fasilitas penunjang di Papua juga terdorong berkat hadirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sedang berlangsung saat ini. dirinya menambahkan jika terselenggaranya PON juga memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat di Papua.

“Kita juga tidak bisa menutup mata kalau PON membawa berkah. PON juga membentuk pengalaman baru bagi masyarakat Papua. Kita semua tahu kalau saat ini masyarakat dikaryakan untuk mendorong bidang usaha mandiri. Artinya nadi-nadi ekonomi tumbuh mulai dari skala terkecil,”

Senada dengan Ali Kabiay, salah seorang tokoh senior Franz Korwa, sebelumnya juga mengungkapkan jika dinamika yang terjadi di Papua memperlihatkan dua sisi antara baik dan buruk. Korwa menjelaskan jika pada akhirnya masyarakat Papua sendiri yang akan memilih diantara keduanya.

“Pada akhirnya masyarakat yang akan memilih sendiri, antara baik dan buruk, juga kemauan berpikir maju kedepan atau hanya berdiam diri untuk terus mengingat sejarah buruk dimasa lalu,”

Korwa menyebutkan jika kelompok separatis seperti KNPB atau ULMWP adalah pihak yang menjerumuskan orang-orang Papua pada jurang kemunduran. Hal tersebut dikatakannya melihat kedua organisasi tersebut selalu menebar ketakutan bagi  masyarakat untuk terus melihat sisi buruk tentang Papua.

“Sebenarnya yang baik-baik itu sangat banyak, tapi kedua organisasi yang saya sebut tadi lebih memilih melihat Papua dalam perspektif buruk. Ini lah yang dinamakan meracuni orang Papua,”

Selasa, 12 Oktober 2021

Beredarnya Himbauan Ketua OPM, Agus Kossay: Siapa Yang Sebenarnya Akan Menggagalkan PON!

wrtsh papua


Perseteruan terus terjadi di melalui media sosial, ruang public dunia maya kembali menjadi wadah untuk saling serang antara Ketua OPM dengan Ketua KNPB terkait tuduhan siapa yang menjadi otak dari rencana menggagalkan atau mengacaikan PON Papua.

Setelah tertangkapnya penyelundupan senjata dari PNG oleh anggota KNPB di Pegunungan Bintang, terungkap adanya rencana menggagalkan PON di Papua, baik di Jayapura, Merauke maupun Timika. Pelaku yang tertangkap yang juga merupakan anggota KNPB Pegunungan Bintang menuturkan kalau senjata yang dibawanya berasal dari Jefry Bomanak.

Agus Kossay selaku Ketua KNPB Pusat membantah kalau dirinya terlibat dalam pembelian senjata dari Jefry Bomanak, Agus mengaku tidak tahu menahu keterlibatan anggotanya dalam penyelundupan senjata tersebut.

“Saya saja tidak tau kalau ada pembelian senjata oleh anggota KNPB, karena kalau membeli satu senjata api hanya menghabiskan dana ratusan juta, KNPB dapat dana dari mana?” ungkapa Agus saat dikonfirmasi oleh awak media pada 7 Oktober lalu.

Justru sebenarnya otak dari perencanaan menggagalkan PON adalah Ketua OPM yang melibatkan anggotanya, yang punya senjata selama ini siapa? KNPB bergerak melalui politik tidak membutuhkan senjata, jadi Jefry Bomanaklah yang punya rencana mengacaukan PON.

Rencana ini dikuatkan lagi dengan adanya himbauan atau pernyataan Jefry Bomanak selaku ketua OPM yang meminta untuk segera membubarkan PON sebelum penutupan, pernyataan ini beredar melalui whatsapp pada hari Minggu, 10 Oktober kemaren.

“Dari sini sudah terlihat jelas kalau dia (Jefry Bomanak) yang mempunyai rencana untuk mengganggu keberlangsungan PON, jadi kalau ada sesutau yang terjadi terhadap PON, maka Ketua OPMlah yang bertanggung jawab,” tuturnya.

Saling serang melalui media antara kedua petinggi perjuangan papua barat merdeka mulai dirasakan oleh anak buahnya, salah satu anggota KNPB yang berinisial JP melontarkan kalimat kepada Jefry Bomanak bahwa tertangkapnya anggota KNPB akibat dari ulah bodoh Ketua OPM.

Jefry Bomanak sangat tidak menghargai legalitas KNPB sebagai sayap perjuangan politik, sehingga Langkah keliru yang dilakukan Ketua OPM sangat merugikan KNPB, Ketua OPM telah menjebak anggota KNPB sehingga KNPB dianggap otak dari rencana menggagalkan PON.

Peristiwa di Yahukimo, Refleksi atas Provokasi KNPB terkait Kerusuhan di Wamena 2019

wrtsh papua


Kerusuhan di Dekai, Yahukimo (3/10) tercatat telah menewaskan enam penduduk setempat, mengakibatkan sejumlah bangunan terbakar, dan menyisakan trauma bagi ratusan warga. Tokoh senior Papua dalam keterangannya menyebut jika peristiwa tersebut memungkinkan adanya keterlibatan dari organisasi separatis KNPB.

Sem Kogoya mengatakan bahwa salah seorang pelaku yang merupakan pemimpin KNPB menjadi indikasi serius jika organisasi tersebut terlibat dalam kerusuhan yang terjadi. Selain itu dirinya meyakinkan jika sebelum kerusuhan terjadi, situasi di Yahukimo sudah memperlihatkan peningkatan terkait ancaman keamanan. (12/10)

“Bahkan sebelum kerusuhan, Yahukimo sudah ramai dengan kasus separatisme, dan lagi-lagi keterlibatan KNPB ada disana. Waktu itu Senat Soll ditangkat di markas KNPB, sekarang kerusuhan juga melibatkan tokoh KNPB,”

Kogoya dalam keterangannya mengungkapkan bahwa KNPB telah memanfaatkan situasi panas di Kabupaten Yahukimo untuk melancarkan aksi-aksi yang berujung pada timbulnya kekacauan.

“Bisa saja terlibat langsung, tapi kalaupun tidak terlibat secara langsung ada kemungkinan besar mereka (KNPB) sudah memanfaatkan situasi di Yahukimo. Mereka sengaja cari-cari untuk buat kerusuhan,”

Kogoya juga mengisyaratkan jika peristiwa di Yahukimo hampir mirip dengan kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena pada tahun 2019 silam. Menurutnya kekacauan bermula akibat provokasi sehingga aksi pengrusakan bahkan tindak pembunuhan tidak bisa dihindari karena massa sudah beringas.

“Seperti di Wamena dulu, KNPB yang provokasi massa, akhirnya kerusuhan pecah. Kalau sudah begitu tidak ada lagi yang bisa tahan, mereka brutal semua,”

Senin, 11 Oktober 2021

Damianus Yogi Sebut Goliath Tabuni Terlalu Tua dan Tak Mampu Berjuang

wrtsh papua


Damianus Magay Yogi dalam keterangannya menegaskan jika tidak ada dualisme dalam tubuh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Dikatakan demikian sebab Damianus adalah pemimpin utama dalam organisasi tersebut, dirinya mengatakan jika komando perjuangan sebagai Panglima Tertinggi TPNPB menjadi tanggung jawabnya sepenuhnya.

Konverensi Tingkat Tinggi (KTT) Tetiyo di Paniai yang dilangsungkan pada 9-12 Agustus 2021 telah resmi mengukuhkan dirinya sebagai Panglime Tertinggi TPNPB-OPM. Damianus menegaskan jika menurut ketentuan hal tersebut sudah sah dan berlaku.

“Kegiatan di Tetiyo kemarin itu sudah resmi mengukuhkan saya sebagai panglima tertinggi. Tidak ada yang bisa menolak, karena semua sudah sah dan sesuai. Mereka yang menolak hanya haus kekuasaan dan tidak mau perjuangan ini terus maju,”

Dalam keterangannya Damianus juga menyebutkan jiak peran Goliath Tabuni sudah sangat sedikit bahkan cenderung tidak ada. Damianus beralasan jika Goliath sudah sangat tua dan tidak mampu lagi berjuang.

“Perjuangan ini keras, semua yang turun ke medan perang harus kuat. Kamu lihat saja bagaimana kondisi Goliath sekarang, saya justru kasihan melihatnya, sudah sangat tua,”

Damianus lantas menegaskan jika seluruh pasukan TPNPB-OPM tidak perlu khawatir dan jangan pernah ragu atas perjuangan saat ini. Damianus mengatakan arah komando dalam perjuangan yang sudah ada ditangannya akan beranjak lebih baik.

“Saya sendiri yang akan bawa TPNPB-OPM ini menjadi lebih baik. Ini juga sebagai kritik kepada orang-orang lama, karena mereka hanya manghabiskan waktu sehingga TPNPB-OPM tidak pernah bisa meraih keberhasilan nyata,”

Jayapura dan Wamena, Saksi Bisu Kebiadaban KNPB di Papua

wrtsh papua


Keterlibatan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam berbagai catatan terkait situasi di Papua dianggap oleh salah seorang pengamat sebagai aksi yang telah merugikan. Franz Korwa dalam keterangannya mengatakan kehadiran KNPB membentuk segmentasi yang dapat mengancam stabilitas keamanan.

Korwa menjelaskan jika seluruh elemen di Papua harus waspada dengan berbagai hasutan dan bujukan yang berasal dari KNPB atau berbagai organisasi turunan dan sejenisnya. Dirinya menambahkan utamanya bagi generasi muda yang rawan menjadi target.

“Harus ada kesadaran dari seluruh masyarakat itu sendiri, sama-sama kita yakini jika KNPB organisasi yang mengancam. Terutama untuk anak-anak muda, harus berani menolak ajakan, karena kalau sampai terjerumus, mereka sendiri yang akan rugi,”

Ditambahkan, oleh Korwa yang juga merupakan tokoh senior Papua tersebut bahwa KNPB sudah terkenal dengan aksi-aksi biadabnya. Barisan yang dipimpin oleh Agus Kossay tersebut sudah lama disorot sebagai aktor dari sejumlah kerusuhan yang terjadi di Papua.

“Fakta sudah membuktikan jika KNPB itu dalang dibalik kekacauan Papua. Kota Jayapura dan Wamena yang luluh lantah akibat kerusuhan menjadi saksi bisu bagaimana biadabnya orang-orang KNPB itu,”

Dilain tempat, Korwa bahkan menyebutkan jika KNPB di Kabupaten Maybrat sudah mampu menguasai senjata api dan bergerak untuk melakukan aksi pembunuhan. Korban yang berjatuhan tak hanya dari pihak militer Indonesia namun juga warga sipil setempat.

“Tidak bisa mengelak jika KNPB di Maybat adalah musuh nyata. Dalam dua tahun terakhir saja, eksistensi mereka sudah membuat Maybrat selalu bercucuran darah. Apalagi mereka sudah mempu menguasai senjata api,”

Oleh sebab itu Korwa menegaskan jika KNPB harus segera dihentikan kegiatannya. Hal yang kian krisis menurut Korwa adalah upaya KNPB menyasar generasi muda di Papua. Bahkan KNPB sengaja melibatkan kelompok muda yang mayoritas sebagai pelajar mahasiswa untuk mendongkrak kaderisasi dalam organisasi di wilayah-wilayah setingkat kabupaten.

Minggu, 10 Oktober 2021

Organisasi Separatis KNPB Meracuni Generasi Penerus di Papua

wrtsh papua


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai organisasi separatis politik selalu membawa konflik bagi Tanah Papua. Berbekal simpatisan dari kalangan muda remaja, kelompok tersebut berpotensi menjadi ancaman keamanan yang nyata lewat aktivitas dan doktrin perlawanan terhadap negara.

Nerius Yoman sebagai salah seorang mahasiswa Papua yang aktif mengenyam pendidikan di Universitas Cenderawasih, Papua, mengungkapkan jika KNPB telah meracuni generasi penerus terutama bagi para mahasiswa. Dirinya juga mengungkapkan jika kehadiran organisasi separatis politik KNPB sudah kronis dalam memasuki wilayah-wilayah kampus. (10/10)

“KNPB sebagai organisasi yang menjadi ancaman sudah terlalu dalam masuk ke wilayah-wilayah kampus. Mereka melakukan aktivitasnya untuk terus meracuni generasi muda Papua, terutama bagi mereka para mahasiswa baru,”

Dalam praktiknya, para mahasiswa tidak pernah bisa menolak ajakan dari KNPB. Menurut Nerius hal tersebut lebih dipengaruhi pada upaya ancaman dan kekerasan yang akan diterima para mahasiswa ataupun pelajar nantinya.

“Ini sudah menjadi rahasia umum, mahasiswa mau tidak mau harus ikut terlibat dalam aktivitas KNPB. Mereka tidak bisa menolak karena pasti nanti akan mendapatkan ancaman, atau setidaknya mereka akan dikucilkan dalam lingkungannya,”

Nerius menegaskan jika dirinya tidak setuju dengan aksi KNPB yang mencampuri urusan pendidikan para mahasiswa di Papua secara menyeluruh. Dirinya melihat jika eksistensi KNPB hanya menghadirkan kegaduhan dan tidak memberikan dampak positif bagi kemajuan Papua.

“Ya, masalah ini saya sama sekali tidak setuju dengan KNPB. Urusan para mahasiswa itu hanya belajar dan belajar, bukan teralihkan untuk menghidupi organisasi yang tidak ada kaitannya dengan proses belajar. Sejatinya mereka (KNPB) sudah menghambar kemajuan bagi Papua,”

KNPB dianggap Nerius sebagai momok yang merugikan, terkait hal tersebut, dirinya mengungkapkan kegelisahannya agar dapat dilakukan Langkah strategis untuk segera membubarkan KNPB yang hanya menghadirkan konflik dan tidak memberi nilai manfaat.

“Apapun caranya, langkah-langkah strategis harus dilakukan oleh negara untuk menghentikan aktivitas KNPB terutama yang berada di lingkungan kampus. Bubarkan saja, karena mereka tidak memberi manfaat,”

Sabtu, 09 Oktober 2021

Jefry Bomanak: Ketua KNPB Jangan Asal Bicara

wrtsh papua


Adanya tuduhan KNPB terhadap Jefry Bomanak Yang akan mengacaukan PON di Papua, selaku Ketua OPM dirinya membantah tuduhan miring tersebut.

"Sebelumnya tersebar di media sosial tuduhan Agus Kossay selaku Ketua KNPB Pusat yang mengatakan penangkapan anggota KNPB dan anggota Tpnpb Pegunungan Bintang didalangi oleh Jefry Bomanak"

Jeffry Bomanak diketahui menyelundupkan senjata api melalui kabupaten pegunungan bintang dengan memanfaatkan KNPB dan TPNPB Pegunungan Bintang.

Dimana Hasil pemeriksaan terhadap pelaku disampaikan Kabid Humas Polda Papua beberapa waktu lalu, bahwa senjata tersebut dikirim oleh Jeffry Bomanak kepada KNPB untuk mengganggu jalannya PON.

Jeffry menyebutkan kalau sebelumnya dirinya dihubungi oleh Agus Kossay untuk diminta mencarikan senjata sebanyak 5 pucuk, ditanya untuk apa senjata tersebut Agus Kossay tidak mau menjelaskan, hanya minta untuk menyiapkan senjata.

Namun, setelah tertangkapnya senjata oleh aparat militer Indonesia di pegunungan bintang, beredar isu kalau Agus Kossay menuduh dirinya yang menyelundupkan senjata ke Papua untuk mengacaukan PON di Papua.

"Itu tidak benar, Agus Kossay sendiri yang meminta dirinya untuk mengirimkan senjata, dia jangan asal bicara di media, ini sama saja menjatuhkan saya selaku ketua OPM."

Jeffry menjelaskan senjata yang dibelinya dari PNG sampai sekarang belum dibayar oleh Agus Kossay, sebaliknya dirinya dituduh untuk mengacaukan PON Papua. Seharusnya senjata tersebut tidak diberikan selain kepada TPNPB, namun kami berikan karena Agus memaksa dengan alasan perjuangan. 

Setelah terungkapnya tujuan Agus Kossay meminta senjata kepada saya, sekarang Agus melarang KNPB untuk tidak mengganggu jalannya PON, itu bukan berarti karena senjata yang diminta Agus tertangkap aparat, tetapi kabar di kalangan KNPB menyebutkan kalau Ketua KNPB tersebut telah menerima dana dari pejabat PON.

Bisa jadi dana itu diberikan kepada Agus Kossay untuk menjaga PON tetap berjalan dengan baik, tidak ada gangguan dari KNPB.

Kalaupun nanti ada gangguan terhadap pelaksanaan PON di Papua, maka bisa saja itu dilakukan oleh kelompok KNPB yang tidak terima dengan kepemimpinan Agus Kossay yang sudah makan uang indonesia.

Sumber: media OPM (09/10/21)

Kerusuhan di Yahukimo Tak Terlepas Campur Tangan KNPB

wrtsh papua


Kepolisian menetapkan 24 orang sebagai tersangka atas kericuhan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo. Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri dalam keterangannya juga mengatakan jika jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat masih adanya pelaku dalam status pengejaran. (9/10)

“masih ada aktor utam ayang belum ditangkap, saya sudah perintahkan kepada Kapolres untuk segera menangkap. Ada juga aktor intelektualnya,” 

Kapolda dalam penuturannya menyayangkan aksi kerusuhan yang menyasar bangunan ibadah dan rumah-rumah warga, termasuk rumah pendeta yang habis dibakar massa.

"Saya sudah melihat langsung Gereja GIDI yang jadi sasaran pertama penyerangan dan ada empat rumah yang dibakar termasuk rumah pendeta. Di tempat ini lah korban-korban pertama (jatuh), baik meninggal maupun yang luka,"

Menurut salah seorang pengamat Papua, Johan RUmbino dirinya menyebut jika kerusuhan di Yahukimo tidak bisa terlepas dari keterlibatan organisasi KNPB. Hal tersebut diungkapkannya mengingat dari sejumlah pelaku yang ditangkap, terdapat nama Ruben Wakla yang merupakan tokoh KNPB Yahukimo.

“Saya dapati informasi tentang keterlibatan Ruben Wakla dalam aksi penyerangan di Yahukimo, saya bisa pastikan kalau KNPB punya keterlibatan disana,”

Johan menambahkan jika aksi-aksi KNPB di Papua tak ubahnya sebuah organisasi separatis yang terus-menerus menumbuhkan konflik berkepanjangan di Papua. Dirinya menilai jika keberadaan KNPB sudah membuat keresahan bagi masyarakat secara umum.

“Memang KNPB hanya menciptakan konflik di Papua, parahnya konflik itu pasti terus berkepanjangan. Disaat orang-orang Papua mau beranjak menjadi lebih baik, KNPB akan terus menghambat. Jadi mereka lah sumber keterbelakangan di Papua,”

Jumat, 08 Oktober 2021

Anggota KNPB Beberkan Aksi Terselubung Agus Kossay Usik PON Papua

wrtsh papua


Perhelatan event akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke dua puluh yang diselenggarakan di Papua menuai banyak pujian dari seluruh Indonesia. Meski demikian salah seorang anggota KNPB membocorkan sejumlah sisasat dari kelompoknya untuk mengganggu pelaksanaan PON.

“KNPB punya agenda lain karena PON ini berjalan, mereka (petinggi-petinggi) merasa kalau PON ini memang menjadi ancaman, khawatir kalau perjuangan menjadi terkikis,”

AK sebagai salah seorang anggota KNPB Numbay dalam keterangannya mengatakan jika rencana tersebut diminta langsung oleh Ketua Umum Pusat Agus Kossay. Dirinya juga mengaku sudah dilakukan serangkaian pertemuan membahas aksi tersebut.

Meski sebelumnya banyak ditemukan pernyataan Agus Kossay yang tidak mau mengganggu jalannya PON, namun dalam kenyataannya semua terbalik. AK menduga hal tersebut sebagai upaya Agus Kossay agar tidak terlalu mengundang perhatian.

“Sudah beberapa kali Ketua melakukan pertemuan untuk membahas agenda ini. Jadi apa yang sebelumnya banyak dipublikasi media itu tidak semuanya benar. Ketua menyembunyikan poin-poin lainnya agar tidak menarik perhatian,”

AK bahkan mengaku jika ada kemungkinan Agus Kossay dan KNPB akan turut melibatkan kelompok bersenjata dalam melancarkan aksinya.

“Mungkin Agus Kossay merasa kalau suaranya tidak cukup didengar, makanya dia minta bantuan juga ke TPNPB. Menurut saya hal-hal semacam ini yang tidak boleh terjadi karena melenceng dari misi organisasi yang menjunjung tinggi kedamaian,”

Atas ramainya kabar dan rencana yang dilakukan oleh Agus Kossay dengan membawa nama KNPB, dirinya mengaku khawatir jika nama baik KNPB justru rusak dan akhirnya dicap sebagai organisasi pemberontak. Jika hal tersebut benar terjadi, maka agenda KNPB secara menyeluruh akan terganggu dan tidak bisa berjalan dengan baik.

Kamis, 07 Oktober 2021

Netizen Berdoa Untuk Victor Yeimo “Lekas Membaik dan Sadar Untuk Melayani Tuhan"

wrtsh papua


Netizen mendoakan kesembuhan juru bicara internasional KNPB (Komite Nasional Papua Barat), Victor Yeimo pada Rabu (6/10/2021) kemarin. Victor saat ini masih menjalani proses perawatan di Rumah Sakit Jayapura.

”Bapa yang Kami Sembah di Dalam Nama Tuhan Yesus, Kami juga Mendoakan Sodara Kami Victor Yeimo agar Beliau dapat Kembali ke Jalan yang Benar serta Beriman KepadaMu dan MelayaniMu dengan Hati yang Baru untuk Menjadi Pemuda Papua yang Baik kepada Bangsa Indonesia terlebih Khusus Tanah Papua.*

Itulah salah satu doa yang sampaikan oleh netizen melalui akun facebooknya (@Maria) untuk Viktor Yeimo. “Mendengar kabar Victor Yeimo, @Maria mengajak mari kita doakan beliau lekas sembuh.,” tulis Maria lewat akun @Maria.

Selain akun @maria, akun @Nugroho juga ikut memberikan doa untuk kesembuhan Victor Yeimo “Tuhan di Saat ini Saudara Kami Viktor Yeimo sedang sakit, Berikan dia kesembuhan dan Kesehatan.”

Inilah Doa lengkap untuk Victor Yeimo yang disampaikan oleh Maria:

"Selamat Pagi, Tuhan Yesus

Kembali Lagi Kami Anak-anakMu ke HadapanMu seraya Mengucap Syukur dan Berterima Kasih atas Berkat Anugrah dan PenyertaanMu, Engkau masih Berada Bersama-sama dengan Kami Hingga Saat Ini Bapa.

Bapa yang Kami Sembah didalam Nama Tuhan Yesus, Bapa di Saat ini Kami Mendoakan Saudara Kami Viktor Yeimo yang mengalami sakit penyakit, Bapa Engkau Tuntun dan Angkat Segala Penyakit serta Berikan dia kesembuhan dan Kesehatan serta Umur yang Panjang sehingga kita dapat bertemu kembali dengan Saudara Kami, Viktor Yeimo Bapa.

Bapa, Kami juga Mendoakan Sodara Kami Victor Yeimo agar Beliau dapat Kembali ke Jalan yang Benar serta Beriman KepadaMu dan MelayaniMu dengan Hati yang Baru untuk Menjadi Pemuda Papua yang Baik kepada Bangsa Indonesia terlebih Khusus Tanah Papua.

Bapa Yang Baik, Saat ini Kami serahkan Seluruh Permohonan Kami kepadaMu, biarkan Engkau yang bekerja Seturut dengan KehendakMu Saja Bapa, Hanya ini Doa dan Ungkapan Syukur Kami, Ampuni Salah dan Dosa Kami, Baik Dosa Pikiran, Perkataan Maupun Perbuatan.

Terima Kasih Tuhan Yesus

AMIN."

Rabu, 06 Oktober 2021

Tokoh Agama Sebut KNPB Aktor Kerusuhan di Papua, Penyerangan Gereja dan PON jadi Perhatian

wrtsh papua


Masa depan Papua ada ditangan generasi mudanya. Hal tersebut dikatakan oleh tokoh agama Pdt. Pilemon Gobay, yang mengaku merasa sedih sekaligus miris dengan situasi di Papua terkait ramainya aksi kekerasan.

Pdt, Pilemon dalam keterangannya mengisyaratkan bahwa kedamaian di Papua telah dirusak oleh kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok. Dirinya bahkan menyebutkan organisasi KNPB sebagai salah satu sumber permasalahan yang terjadi di seluruh antero Papua.

“Saya ikuti bagaimana perkembangan di Papua ini terjadi. Mau dari sisi politiknya, kesejahteraannya, dan semua yang berkaitan dengan masayarakatnya. Tidak bisa dipungkiri juga jika KNPB menjadi salah satu faktor ancaman itu terjadi,”

Sebagai tokoh keagamaan, Pdt. Pilemon meminta kepada generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajaran-ajaran KNPB yang selalu menyiggung kekerasan dan perlawanan. Dirinya mencoba meyakinkan jika kehidupan damai akan lebih menguntungkan.

“Lebih baik kita Bersama-sama menjaga kerukunan dan hidup dalam kedamaian. Para mahasiswa ataupun seluruh pemuda masih memiliki perjalanan hidup yang Panjang, maka persiapkanlah dengan baik. bekali diri dengan ilmu yang bermanfaat,”

Menurut Pdt. Pilemon, organisasi KNPB akan menjerumuskan masa depan para generasi penerus Papua. Dirinya mengatakan jika pengaruh KNPB hanya menghambat proses kemajuan di tanah Papua.

“Mari Bersama-sama membangun Papua in menjadi lebih baik lagi, jangan sampai kita sibuk dan akhirnya terjerumus ke organisasi seperti KNPB. Saya pastikan tidak ada masa depan yang jelas jika sudah sibuk untuk hal itu,”

Bahkan Pdt. Pilemon menyinggung aksi penyerangan di Gereja GIDI Dekai yang diketahui ada keterlibatan dari organisasi KNPB.

“Semua hanya dimanfaatkan oleh KNPB. Peristiwa terakhir di Gereja GIDI Dekai juga demikian, ibadah sedang berlangsung, tapia da sekelompok orang yang tiba-tiba melakukan penyerangan. Ini sudah diluar batas, tidak benar melakukan aksi seperti itu,”

Aksi KNPB dalam mengganggu jalannya PON yang sedang terlaksana juga mendapat perhatian dari Pdt. Pilemon.

“Pada dasarnya KNPB memang organisasi yang patut dijauhi. PON adalah acara besar yang sudah bisa membangkitkan jiwa nasionalisme dan kecintaan terhadap Papua. Harusnya hal semacam ini diapresiasi, namun KNPB justru mencoba untuk merusaknya,”

Setelah Bunuh Tenaga Medis, KKB Kembali Lakukan Teor dengan Menembak Ojek

wrtsh papua


Aksi biadab terkait penyerangan terhadap warga sipil kembali terjadi. Kkb melakukan penembakan terhadap tukang ojek di kabupaten puncak, papua. Atas insiden tersebut dikeahui korban mengalami luka serius dibagian wajah.

Menurut keterangan, disebutkan jika korban bernama J (48), sebelumnya dihadang oleh dua orang KKB di jembatan Kali Ilame, Kampung Wako. Salah satu diantara mereka memaksa untuk diantarkan ke Distrik Gome. Namun sekembalinya ke Kali Ilame korban justru mendapat ancaman, beruntung tembakan bisa dihindari.

“Korban itu awalnya diminta untuk mengantarkan KKB ke Gome. Kemudian waktu kembali lagi ke Kali Ilame (tempat semula), korban justru diancam. Mukanya langsung ditodong pistol dan ditembak,”ujar Awaludin sebagai rekan korban.

Insiden tersebut terus menambah daftar panjang aksi kekerasan yang dilakukan KKB, setelah sebelumnya banyak terjadi rentetan peristiwa terkait aksi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan juga oleh KKB.

Seni Oupdana dalam keterangannya mengenai eksistensi KKB dalam rentang waktu satu bulan terakhir, mengatakan KKB adalah organisasi separatis yang tidak malu melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil. Pernyataan tersebut didasari atas fakta penyerangan sebelumnya, terkait kematian tenaga Kesehatan di Kiwirok, Pegunungan Bintang.

“Rupanya aksi kecaman terhadap KKB setelah kemarin membunuh tenaga kesehatan tidak membuat mereka sadar diri. Kejadian di Puncak ini lagi-lagi tidak bisa dibiarkan, kelompok-kelompok kecil seperti mereka sudah nyata menantang sehingga harus segera ditindak tegas,”

Meski demikian, Oupdana meyakini akan ada aksi pembenaran dari sejumlah elit dan tokoh separatis terkait penembakan terhadap tukang ojek tersebut.

“Kita lihat saja nanti, pasti ada unsur pembenaran. Bisa jadi nanti aka nada tuduhan kalau tukang ojek itu intel, atau TNI yang menyamar. Tuduhan seperti itu selalu digunakan oleh KKB untuk melegalisasi aksi penembakan yang dilakukan, ini kan biadab,”

Selasa, 05 Oktober 2021

Agus Kossay Taruhkan KNPB Jika Terbukti Gagalkan PON

wrtsh papua


Maraknya kabar dalam aksi penggagalan PON oleh kelompok KNPB rupanya justru memantik kemarahan Agus Kossay. Sebagai ketua Umum KNPB Pusat, dirinya tegas menolak tuduhan tersebut. Menurut Kossay PON bukan agenda serius yang harus digagalkan dalam masa perjuangan pembebasan Papua.

“PON itu agenda sebentar saja tidak sampai satu bulan, buat apa kita sibuk memikirkan hal itu. Saya tegaskan jika KNPB tidak boleh ada yang terlibat dalam aksi penggagalan PON,”

Agus kossay yang mengaku jika dirinya susah payah membangun citra KNPB sebagai organisasi anti kekerasan. Namun saat ini seakan dijatuhkan karena harus berbenturan dengan tuduhan dalam upaya penggagalan PON.

“Saya membangun KNPB, saya jaga reputasi organisasi ini. KNPB sejak awal berdirinya sudah anti kekerasan, tapi dengar kabar seperti ini tentu saya sangat marah,”

Bahkan Agus Kossay melontarkan kalimat untuk bertaruh seandainya KNPB terbukti melakukan aksi kekerasan untuk menggagalkan penyelenggaraan PON Papua.

“Kalau memang begitu, saya siap taruhkan KNPB, kepada aparat keamanan langsung saja tangkap dan adili mereka jika ada anggota KNPB yang melakukan aksi penggagalan PON. Saya berani bilang begini karena memang tidak ada orang KNPB yang mau gagalkan PON,”

Agus kossay mengatakan jika upaya penggagalan PON adalah aksi yang sia-sia. Terlebih dirinya melihat jika Jayapura hanya wilayah kecil yang tidak akan memberikan dampat besar atas perjuangan Papua.

“Kalau memang PON terganggu, itu bukan selamanya. Hanya hitungan hari bahkan mungkin dalam jam semua sudah kembali normal. Kami tahu medan, kami paham kekuatan aparat yang ada. Jayapura ini kecil saja, kalau mau bikin aksi itu tidak akan memberikan dampak,”