Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2021

Pengamat Minta Negara Tuntaskan Aksi Separatisme di Papua, Rakyat Sudah Menunggu

wrtsh papua



Kelompok separatis di Papua yang terdiri dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan yang terafiliasi pada gerakan politik dikatakan oleh pengamat Irfan Idris telah mengacaukan stabilitas keamanan di Bumi Cenderawasih.

 

Menurutnya, kondisi di Papua saat ini sudah terlalu banyak dikotori oleh campur tangan kelompok separatis, ia bahkan mengatakan jika banyak sektor penting tidak lepas dari setiap aksi dan agenda separatisme yang merugikan.

 

“Sektor pemerintahan mencoba digerogoti, pelaksanaan kebijakan otonomi khusus yang pro-rakyat juga dihantam, bahkan seudah mengakar lagi di majelisnya (MRP), adalagi agenda pemilihan umum dan berbagai ancaman-ancaman yang bersumber dari kelompok itu, semua terlihat jelas merugikan,” (19/1)


Penembakan Misionaris, Berkaitan dengan Dualisme Perjuangan Bangsa Papua

 

Menurutnya, kelompok separatis berpotensi menjadi penghambat dalam percepatan pembangunan di Papua. Hal ini dikatakannya sebab banyak seruan aksi seperti mogok sipil, penolakan otsus, dan berbagai kampanye negatif lainnya.

 

Dalam penyampaiannya, pakar dan pengamat Papua tersebut menegaskan bahwa Kelompok separatis tidak akan pernah memberikan dampak yang baik bagi kesejahteraan di Papua.

 

“Tidak pernah ada nilai yang baik dari mereka. Saya tegaskan kalau apa yang selalu dikampanyekan hanya sebagai gebrakan tanpa ada tindak lanjut. Kembali lagi pada dasarnya bahwa mereka (kelompok spearatis) hanya berorientasi pada kepentingan dan keuntungan,


Menilik KKB Papua jika Dilabeli Organisasi Teroris

 

Melalui keabsahan Papua yang merupakan bagian dari NKRI, pihaknya ingin menegaskan bahwa perlu diambil langkah tegas yang konkrit untuk memangkas eksistensi kelompok separatis.

 

“Melihat dampak yang ditimbulkan maka sudah jelas kelompok itu merugikan negara, sehingga harus dipangkas agar tidak semakin menjadi. Ini sekaligus mendorong banyak pihak agar negara segera menuntaskan permasalahan di Papua, ada banyak masyarakat yang tertekan dengan aksi kelompok separatis,” pungkasnya.

Senin, 18 Januari 2021

Kelompok Tolak Otsus Punya Kepentingan Khusus yang Merugikan OAP

wrtsh papua

 


 

Hampir dua puluh tahun kebijakan otonimi khusus bagi Papua telah dicanangkan, selam itu pula berbagai kemajuan mulai menjamur pada beberapa sektor penting di masyarakat. menurut salah seorang tokoh Papua, Alex Doga mengatakan bahwa otsusu adalah solusi dalam memajukan Papua dengan cara yang baik dan terhormat.

 

Doga sebagai tokoh masyarakat di pegunungan tengah Papua tersebut mengatakan bahwa adanya anggapan tentang kegagalan otsus adalah hasil dari provokasi kelompok-kelompok yang terafiliasi pada gerakan Papua merdeka.

 

“Otsus sudah menjadi solusi terbaik bagi Papua, jika ada yang bilang gagal pasti mereka punya kepentingan lain, mungkin juga mereka adalah bagian dari kelompok yang tidak menginginkan Papua menjadi daerah yang maju,” ujarnya. (18/1)


Mahasiswa Papua di Yogyakatya Keroyok Anggota Polri, Ada Indikasi Jaringan Kelompok Separatis

 

Tokoh veteran Papua tersebut juga menilai bahwa pernyelenggaraan otsus bagi Papua telah memberikan manfaat terutama dalam bidang pembangunan yang sangat signifikan.

 

“Pembanguann jalan adalah yang paling terlihat, dan itu sangatlah penting karena menyambungkan daerah-daerah di Papua ini saling terintegritas. sehingga masyaraat terdorong untuk bergerakan, dan inilah yang diharapkan agar roda kehidupan Papua terus berjalan,”

 

Menurut Alex, otsus yang lahir sebagai upaya mengangkat jati diri orang asli Papua (OAP) juga perlu disikapi sebagai ‘payung’ perlindungan. Sebab sampai saat ini pun OAP masih dirundung ketakutan sebab ancaman yang dilakukan kelompok separatis dalam setiap aksi-aksi kejinya.


Netizen Kecam Aksi Pembakaran Pesawat MAF oleh TPNPB - OPM di Intan Jaya

 

“Otsus memperjelas kedudukan OAP, dengan otsus juga seluruh orang Papua seakan diangkat kemuliaannya dan tidak lagi terpengaruh dengan provokasi kelompok separatis yang sangat merugikan,” ujarnya.

 

Ditambahkan oleh Alex Doga bahwa kelompok separatis yang selalu mendorong upaya refenrndum adalah kesesatan yang akan mencelakakan orang asli Papua.


Socratez Yoman Tanggapi Pembakaran Pesawat MAF di Intan Jaya

 

“Referendum tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak hal yang akan berbenturan dengan budaya dan kehidupan di Papua. Makanya upaya refendum saya anggap tidak tepat,”

 

Pada akhir kesempatannya Alex mengatakan bahwa secara persentase orang yang menolak otsus jauh lebih sedikit dari orang Papua yang mendukung terselenggaranya otsus. Ia mengatakan bahwa beberapa orang tersebut memiliki kepentingan tersendiri dalam aksinya menolak otsus, sebab otsus adalah anugerah yang telah Tuhan turunkan untuk membangun Papua.

Senin, 30 November 2020

Demi Acara Ini, Pesawat Hercules TNI Angkut 59 Ekor Babi Hutan dari Ambon ke Timika

wrtsh papua




Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan bantuan 59 ekor Babi Hutan yang akan digunakan untuk upacara adat bakar batu di Papua.

 

Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules C-130 milik TNI dari Lanud Pattimura Ambon menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika Papua, Kamis (26/11/2020).

 

baca juga:

NRFPB Tolak MRP Dan ULMWP, Ada Kepentingan Dalam Evaluasi Otsus


Ketua MRP Sebut KNPB Kelompok Tak Tahu Malu


Bantuan 59 ekor babi hutan yang diberikan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk memeriahkan upacara adat bakar batu di bulan cinta kasih menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

 

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Aspotwil Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Dadang Rukhiyana kepada kepala suku di beberapa wilayah seperti Wamena, Sugapa, Ilaga, Puncak Jaya, dan Timika.