Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKONOMI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Januari 2022

Tokoh Pemuda Merauke Sebut Pemekaran Provinsi Segera Dilakukan

wrtsh papua


Dalam rentetan peristiwa aksi penolakan pembentukan provinsi baru dinilai oleh salah seorang Tokoh Pemuda sebagai cara yang sengaja dilakukan olehnkelomppl separatis untuk menghentikan upaya pemerintah dalam mensejahterakan rakyat Papua. 

Alex Gebze dalam keterangannya mengatakan bahwa upaya pemekaran akan dianggap oleh kelompok separatis sebagai bentuk ancaman tersendiri bagi pergerakannya. 

"Kuncinya adalah kesejahteraan bagi rakyat di Papua, jika hal itu terwujud maka gerakan separatis akan hilang sehingga sudah pasti mereka yang sekarang ada berusaha untuk menolaknya. Saya katakan demikian sebab kelompok separatis sudah pasti akan terdesak dan tidak lagi mendapat simpati raiyat," 

Meski demikian, Gebze menambahkan agar negara tetap diminta mewaspadai aksi penolakan yang tidak menutup kemungkinan akan berdampak menjadi perkara yang lebih luas. Dirinya menyoroti upaya kelompok separatis yang juga menggandeng influencer dan elit politik untuk menciptakan kegaduhan. 

"Saya yakin negara punya caranya sendiri, sebab harus kita sadari bahwa kelompok separatis ini punya banyak cara dan alasan. Bahkan kita kenal disana ada nama Natalius Pigai, sebagai seorang elit politik juga influencer yang dikenal kerap membuat kegaduhan atas setiap permasalahan yang terjadi," 

Sebagai generasi penerus dirinya menjelaskan bahwa pemekaran provinsi adalah salah satu harapan baru bagi Orang Papua untuk mendapatkan kesetaraan dan menerima hak-haknya sebagai warga negara. Alex juga menjelaskan bahwa Papua bagian selatan dianggapnya jarang mendapat perhatian dari pemerintah provinsi. 

"Bisa dibilang Papua bagian selatan ini tumbuh dan besar atas inisiatif orang-orangnya sendiri. Sebab disini kami jarang mendapat perhatian dari orang-orang di provinsi. Tentu dengan pemekaran itu menjadi harapan baru bagi kami khususnya orang Papua yang berada di bagian selatan untuk mendapatkan kesetaraan," 

Alex bahkan mengkritik kinerja seorang kepala daerah setingkat provinsi terkait kehadirannya untuk sekedar menengok langsung kondisi di wilayahnya. Selain faktor jarak yang cukup jauh, faktor terkait administrasi juga membuat Papua bagian selatan jarang terekspos untuk dikembangkan potensi-potensinya. 

"Coba hitung saja berapa kali gubernur mau datang ke Merauke untuk melihat langsung kondisi yang terjadi. Sehingga pemekaran itu penting dilakukan, untuk memangkas birokrasi, mempersingkat waktu, dan juga meningkatkan pelayanan masyarakat sehingga lebih aktif dan tepat sasaran,"

Selasa, 18 Januari 2022

Misi Terselubung Benny Wenda & ULMWP Terbongkar

wrtsh papua


Pengaruh Benny Wenda dalam gerakan pembebasan Papua Barat dinilai tidak pernah memberi dampak apapun. Keterkibatan Benny dalam upaya pembebasan dilakukan hanya untuk mengais keuntungan lewat serangkaian aksi-aksinya.

"Benny Wenda tidak sehebat yang orang pikirkan, dia adalah orang bodoh yang sedang dihujani kekayaan sehingga terlihat berpendidikan. Dasi yang dia pakai, hanya sekedar kamuflase agar terlihat lain," ungkap Jeffrey Pagawak dalam sebuah keterangan tertulis. (17/1)

Jeffrey mengkritik aksi politik Benny Wenda terkait diplomasi yang dianggap sedang dikerjakannya. Sebab Benny lebih memilih menggencarkan keinginannya dalam diplomasi ke wilayah-wilayah di Pasifik. Terkait hal tersebut, Jeffrey menaruh keraguan soal apakah diplomasi pembebasan Papua sudah mentah di tangan PBB.

"Dia hidup di Inggris sudah berapa tahun lamanya? Jika memang Benny adalah seorang pejuang tokoh kemerdekaan, seharusnya dia punya jalan yang bagus. Bukan malah bergeser ke negara Pasifik, ini adalah kemunduran, atau memang Benny seolah sudah masuk daftat hitam PBB,"

Bersama dengan organisasi yang dibentuknya hanya untuk dibawanya kabur ke luar negeri, Benny dan ULMWP dianggap sebagai duet maut untuk terus mendulang kekayaan. Lewat kebohongan pemerintahan sementara, UUDS, sampai misi negara hijau, semua dianggap Jeffrey telah sukses menambah pundi-pundi uangnya.

"ULMWP dibentuk hanya untuk keperluannya sendiri, supaya ketika dia mencari suaka sudah ada jabatan yang dipegangnya, padahal itu semua palsu. Ternyata memang benar, semua yang dilakukan hanya untuk menambah kekayaan Benny sendiri. Sangat miris karena orang Papua sedang ditipu,"

Jeffrey mencontohkan hal lain seperti janji kemerdekaan yang dikaitkan dengan pengaruh MSG, PIF, dan ACP. Saat ini ketiga organisasi tersebut dianggap tidak memiliki pengaruh berarti. Bahkan klaim dukungan kemerdekaan Papua oleh 79 negara dari total 84 negara juga seakan menguap begitu saja.

"Kalau mau dijabarkan ada banyak aksi yang tidak pernah terwujud, semuanya hilang begitu saja. Contohnya adalah klaim dukungan MSG, PIF, ACP, semua hilang dan tidak pernah terjadi. Bahkan harapan besar yang membuat orang Papua sempat senang terkait dukungan 79 negara, sampao sekarang ini tidak lagi ada kelanjutannya,"

Kamis, 06 Januari 2022

Tokoh Masyarakat Ilaga Luruskan Diskriminasi dan Kekerasan terhadap OAP

wrtsh papua


Kondisi geografis Papua menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi pemerataan kesejahteraan. Cakupan wilayah yang cukup luas dan minimnya akses penghubung antar daerah menjadi hambatan yang harus dihadapi.

Meski demikian menurut Usai Alom sebagai Tokoh Masyarakat Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Pemerintah Daerah dinilainya sudah berupaya penuh untuk mengakomodir segala kebutuhan terkait menunjang kesejahteraan warga.

"Terdapat hal-hal yang harus kita sadari, Bapak Bupati selalu bekerja keras untuk membawa Kabupaten ini lebih baik dari waktu ke waktu. Padahal sama-sama kita sadari kalau Puncak adalah wilayah yang cukup sulit aksesnya,"

Alom menambahkan bahwa pembangunan demi kemajuan Kabupaten Puncak juga terhambat oleh aksi-aksi separatisme. Sebab kelompok separatis selalu melakukan gangguan ketika elemen pemerintahan di Kabupaten Puncak sedang merintis program-program kemajuan.

"Ketika pemerintah menggalakkan bidang pendidikan, guru menjadi sasaran tembak. Ketika ada pembangunan jalan, kontraktor juga menjadi sasaran. Hal-hal seperti ini tentu sangat mengganggu, mereka menghambat. Padahal masyarakat di Puncak membutuhkan program-program itu dari pemerintah,"

Komitmen Pemerintah Daerah untuk berupaya meningkatkan standar hidup masyarakatnya telah dianggap sebagai sebuah keberhasilan tersendiri bagi Usai Alom. Hal tersebut sekaligus mementahkan pernyataan adanya aksi diskriminasi yabg dilakukan perangkat negara terhadap orang Papua.

"Tidak ada yang terdiskriminasi, pemerintah sudah berupaya maksimal, seharusnya itu bisa kita apresiasi. Bahasa diskiriminasi itu hanya permainan. Saya menebak kalau mereka yang merasa terdiskriminasi adalah kelompok-kelompok kecil bagian dari separatis,"

Klaim tindak kekerasan terhadap orang Papua juga ditegaskan oleh Alom tidak pernah terjadi. Dirinya menolak penggolongan aksi penangkapan sebagai bagian dari kekerasan terhadap Orang Papua. Bahkan Alom menjelaskan justru aksi kekerasan selalu bermula dari adanya pengaruh kelompok separatis.

"Mereka yang ditangkap, itu pasti karena melanggar hukum. Hal-hal semacam itu tentu bukan bagian dari kekerasan, wajar aparat menangkap orang-orang yang mengganggu keamanan. Justru aksi gangguan keamanan itu selalu dimulai oleh kelompok separatis sendiri,"

Alom juga mengatakan bahwa dinamika yang terjadi di Papua tidak akan mengubah status Papua yang sudah menjadi bagian terintegrasi dalam NKRI. Oleh sebab itu pihaknya mendukung upaya pemerintah untuk tetap tegas melakukan penegakan hukum terhadap kelompok separatis yang berulang kali melakukan aksi melawan hukum.

"Mau seperti apapun Papua adalah NKRI, itu hal yang tidak bisa lagi ditawar. Makanya kami sangat berharap kepada aparat keamanan untuk terus melakukan upaya-upaya penegakan hukum kepada kelompok separatis,"

Sabtu, 25 Desember 2021

Aksi Pengacara dan Aktivis HAM dalam Jual-Beli Isu Papua

wrtsh papua


Menyadari perjuangan pembebasan Papua rawan dimanfaatkan, Jeffry Wenda sebagai salah seorang tokoh senior pergerakan Papua mengungkapkan jika perjuangan tidak boleh mengarah hanya untuk menimbun pundi-pundi kekayaan bagi kelompok tertentu. Perjuangan untuk Papua disebut Jeffry harus disadari seluruh elemen dan dilakukan bersama-sama.

“Perjuangan ini memang sangat rawan dimanfaatkan, didalamnya ada banyak kepentingan yang masing-masing dari kami masih belum bisa solid. Kemudian tentang perjuangan ini juga tidak boleh digunakan untuk mencari kekayaan pribadi,”

Terkait hal tersebut, secara gamblang Jeffry menyebutkan terdapat sosok pengacara dan aktivis HAM yang bermain dibalik jual-beli informasi terkait dinamika Papua. Jeffry memahami jika isu yang mencuat diluar negeri tidak pernah lewat dari peranan seorang Gustaf Kawer. Oleh karena itu, bersama dengan Veronica Koman, Gustaf disebut sedang memanfaatkan situasi yang terjadi di Papua.

“Sebab ada timbal balik yang harus didapatnya, termasuk Veronica Koman. Keduanya sering bertukar informasi terkait Papua. Sehingga ini yang saya sebut kalau perjuangan Gustaf Kawer lebih berorientasi pada kepentingan dan kekayaannya saja,”

Gustaf Kawer disebut tak ubahnya sedang berdagang. Meski menurut Jeffry konteks transaksinya adalah informasi tentang konflik di Papua. Jeffry menegaskan aksi yang dilakukan Gustaf Kawer adalah selling issue for economy interest dimana muaranya hanya demi keuntungan pribadi.

“Kemudian dia saya kenal bukan hanya sebagai aktivis, namun juga sebagai pedagang. Hanya memang barang jualannya adalah informasi tentang Papua. Ini sangat keterlaluan karena Gustaf sudah menjual isu untuk kepentingan ekonominya, semua hanya demi kekayaannya sendiri,”

Jeffry mengaku jika pihaknya tidak akan pernah bersepakat dengan sudut pandang seorang Gustaf Kawer yang mengaku sebagai pembela HAM orang Papua. Sebagai seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dirinya merasa lebih memiliki peran yang signifikan jika fokus utamanya hanya untuk mendongkrak kesejahtaraan Papua.

“Kami di DPR perjuangkan hak Orang Papua, bukan malah menjual isu Papua. Apalagi informasi yang dijual itu tidak sesuai fakta. Banyak fakta yang diubah dan dibesar-besarkan sehingga meningkatkan nilai jual. Kalau mau dorong kesejahtaraan orang Papua tentu kami ini yang lebih punya wewenang, jadi jangan merasa diri,”

Jeffry Wenda juga mempertanyakan balik tentang pernyataan Gustaf Kawer yang menyebutkan jika DPR Papua hanya bisa memakan dan menghabiskan uang rakyat tanpa pernah berbuat demi rakyat. Bahkan dirinya menuduh jika pihak yang sedang memakan uang rakyat adalah Gustaf Kawer sendiri.

“Jangan bicara terbalik, yang makan uang rakyat itu dia sendiri. Coba bayangkan uang dari luar negeri itu masuknya ke siapa? Yang dilakukan Gustaf adalah permainan politik ekonomi saja, lebih baik dia segera tinggalkan aksi bohongnya ini dan cari makanan dengan cara yang baik,”

Jumat, 19 November 2021

Selamat Tinggal KNPB, Sumber Pembodohan

wrtsh papua


Michelle Kurisi: Banyak Peluang Yang Bisa Dimanfaatkan Bagi Perempuan Papua

"Saya ingin memberikan masukan untuk manajemen Freeport khususnya bagi mereka yang bekerja untuk program CSR agar bisa membuat program yang berdampak langsung terhadap kehidupan perempuan di lingkungan kerja Freeport terutama perempuan asli Papua seperti pengembangan SDM, sekolah untuk menjadi cheff, barista atau ilmu untuk usaha UMKM, biar perempuan Papua bisa bersaing dengan dunia luar," (Ungakapn Michelle Pada Salam Papua 17 November 2021)

Siapa sebenarnya Michelle Kurisi?

Nama lain Michelle adalah Misel Doga Kurisi adalah seorang perempuan asli Papua suku Wamena.

Missel pernah terdaftar dalam pergerakan kelompok KNPB yang banyak menyuarakan isu Papua Merdeka, namun pada tahun 2019 menjadi aktifis dan banyak menyuarakan hak-hak orang asli Papua khususnya perempuan dan anak.

Melihat pergerakan kelompok KNPB yang tidak ada manfaatnya, Missel meninggalkan KNPB, demi orang banyak Missel melakukan perubahan besar dalam hidupnya yang lebih bermanfaat lagi.

Tahun 2020 Missel membuat usaha air mineral dan kopi, dengan usaha yang dimilikinya saat ini Missel telah membuka peluang pekerjaan bagi anak-anak Papua untuk mengembangkan sumberdaya manusia, dan menjadi motivasi bagi anak-anak Papua pada umumnya.

"Merubah pola pikir Politik ke Ekonomi merupakan visi dari Missel"

Dengan perubahan pola pikir Politik menjadi Ekonomi Missel telah mengkaryakan beberapa anak-anak Papua yang sebelumnya punya pandangan dan pemikiran sejalan dengan KNPB.

Beberapa program-program yang dijalankan oleh Missel seperti, kenaggunan perempuan Papua lewat cafe Komoro, 10 Mahasiswa Eksodus menjadi Barista dan instruktur alat berat di Freeport, program cinta bangsa dan Pancasila.

Dengan banyaknya perubahan pola pikir yang meninggalkan organisasi KNPB oleh beberapa anak-anak mantan KNPB, hal ini membuktikan kalau organisasi KNPB tidak memberikan manfaat yang baik dan benar kepada generasi muda Papua kedepannya.

Di hari ini saya mau katakan "Selamat Tinggal KNPB, Organisasi Yang Telah Merusak Orang Papua"

Merubah Pola Pikir Politik Menjadi Ekonomi, Tinggalkan KNPB

#KNPB_OtakKerusuhan

#KNPB_MatiSudah

Minggu, 07 November 2021

Pembangunan Harus Diteruskan, Demi Kesejahteraan Papua

wrtsh papua


Syaloom

Salam Merdeka!

Pembangunan di Papua harus dilanjutkan, jangan dihambat ataupun terganggu dari kelompok-kelompok preman di Papua, lebih khusus di wilayah pegunungan.

"Kita bicara perubahan untuk Papua, kita harus bicara pembangunan, baik insfratruktur maupun peningkatan sumber daya manusia."

Di wilayah pegunungan, masih banyak yang harus dilakukan berkaitan dengan pembangunan infrastrukturnya, terutama jalan dan bangunan karena ini merupakan akses pertama yang mendukung peningkatan sumber daya manusia.

"Bagaimana kita mau mendapatkan sumber daya manusia yang andal kalau tidak didukung dengan fasilitas yang memadai."

Fasilitas yang memadai salah satunya adalah jalan. Jalan akan menghubungkan satu kampung dengan kampung yang lain, ini akan memudahkan setiap orang mendapatkan pelayanan dari pemerintah.

Jalan akan menghubungkan komunitas satu dengan komunitas lainnya, jalan mempermudah setiap warga mendapatkan pelayanan.

Pemerintah sudah berupaya untuk selalu mendorong program pengembangan infrastruktur jalan, namun masih terdapat beberapa kelompok yang selalu mengatasnamakan orang Papua tidak butuh pembangunan. Yang mengatakan itu "omong kosong saja alias tidak ada" sesungguhnya Papua butuh pembangunan kalau tidak mau ketinggalan, dengan adanya pembangunan maka peluang-peluang peningkatan kesejahteraan semakin banyak.

Kalau mau maju dan demi kesejahteraan generasi selanjutnya, Papua harus membangun, kita tidak bisa bermalas-malasan lagi, bermabuk-mabukan terus. Ketika kerabat dan teman kita sudah mulai bekerja dan membangun diri untuk maju dan berhasil, kita sendiri masih bangun siang dalam kondisi mabuk.

Mari, sebagai generasi muda Papua, kita harus bangun dari tidur dan mimpi. Dukung program-program pemerintah untuk membangun infrastruktur, lawan dan tolak adanya pihak-pihak yang menghambat kemajuan dengan pemerasan, intimidasi, dan ancaman, mereka semua itu adalah kelompok preman, bukan kelompok pejuang. Mereka menikmati uangnya tetapi mereka menghancurkan masa depan anak-anak Papua di masa datang.

Catatan Digital: Edward GM

Kamis, 28 Oktober 2021

Klarifikasi Dewan Adat Pegubin Terkait Pengungsi

wrtsh papua


Selaku Dewan Adat Kabupaten pegunungan Bintang Anton Uropmabin mengklarifikasi terkait pengungsian yang terjadi di distrik Kiwirok pasca Penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Separatis pimpinan Lamek Taplo.

Anton Uropmabin saat dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak pernah memberikan pernyataan tentang pengungsian dikiwirok akibat adanya pasukan TNI dan Polri seperti yang diberitakan oleh media online Jubi, yang tayang Jumat, 22/10/21.

"Saya tidak memberikan pernyataan kepada media online Jubi terkait dengan adanya pengungsian akibat dari TNI dan Polri, itu tidak benar," ungkapnya.

Sebaliknya, saya mengatakan keberadaan TNI dan Polri setelah penyerangan yang dilakukan kelompok Lamek Taplo di Kiwirok justru memberikan pelayanan dan perlindungan kepada warga disana.

Dan saya juga menyampaikan pihak gereja telah memberikan bantuan berupa beras sebanyak 6 ton kepada warga yang terkena dampak penyerangan Lamek Taplo.

"Saya juga mengatakan kalau para pengungsi telah menerima bantuan beras sebanyak 6 ton dari pihak gereja melalui kami dewan adat," lanjutnya.

Sebagai dewan adat pegunungan bintang, dirinya menyesalkan adanya berita yang diterbitkan tidak sesuai dengan pernyataan yang disampaikannya, dirinya juga berharap agar media tidak asal membuat berita.

"Jadi sekali lagi saya tegaskan, saya tidak bicara tentang TNI atau Polri yang mengusir masyarakat, Yang saya katakan adalah TNI dan Polri yang berada di Pegubin sama dengan kami Dewan Adat yaitu mengayomi masyarakat," tegas Anton

Anton juga akan membuat pernyataan klarifikasi terkait pemberitaan yang tidak sesuai dengan penyampaiannya yang diterbitkan oleh media online.

Rabu, 27 Oktober 2021

Akhirnya, Masyarakat Yang Terdampak Penyerangan Lamek Taplo Bisa Menerima Bantuan

wrtsh papua


Pasca Penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Separatis Lamek Taplo terhadap masyarakat di empat distrik kabupaten Pegunungan Bintang akhirnya bisa menerima bantuan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga Septian Mimin, Senin 25/10/21.

Septinus Mimin yang merupakan salah satu warga yang kena dampak akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Separatis Lamek Taplo mengatakan selama ini warga mengamankan diri di beberapa kampung, mereka mencari perlindungan ke distrik okhika.

"Warga yang terkena dampak dari penyerangan Lamek Taplo di Kiwirok ada sebagian yang mengamankan diri ke Okhika," terang septinus.

Lebih lanjut kata Septinus, setelah aparat mengejar Lamek Taplo dan berhasil menguasai wilayah Okhika, baru kami warga merasa nyaman dan tenang dan mendapatkan bantuan bahan makanan.

"Kemaren, hari Sabtu (23/10/21) pemerintah kabupaten telah mengirimkan bantuan berupa bahan makanan melalui TNI dan Polri yang diterima oleh Sekretaris Distrik di bandara Okhika," terangnya.

Sekretaris Distrik Edison Mimin membenarkan adanya warga yang mencari tempat perlindungan ke distrik okhika akibat penyerangan yang dilakukan oleh Lamek Taplo di Kiwirok.

"Saat ini mereka yang datang dari distrik Kiwirok ditampung di beberapa Rumah keluarga dan mendapatkan bantuan seadanya saja, setelah adanya aparat TNI dan polri yang membawa bantuan bahan makanan, mereka merasa sudah merasa aman," terang Edison.

Dengan adanya bantuan dari Pemerintah, TNI dan Polri, masyarakat yang berada di distrik okhika tidak merasa kuatir lagi baik keselamatan maupun bantuan makanan, tuturnya.

Saat ini aparat TNI dan Polri masih berada di di distrik okhika menjaga kemanan warga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sabtu, 23 Oktober 2021

Pendekatan Kemanusiaan bagi Papua, Bukan Lewat Jalur Politik

wrtsh papua


Permasalahan di Papua kerap terjadi lantaran aksi provokasi, hal tersebut diungkapkan salah seorang tokoh senior Papua, Agustinus R yang menyatakan jika penyelesaian konflik selalu terhalang kepentingan kelompok pemberontak anti pemerintah. (23/10)

Menurut Agustinus permasalah pokok di Papua selalu dihambat dengan narasi-narasi terkait rasisme dan tudingan pelanggaran HAM.

“Setiap ada permasalahan itu pasti ada juga narasi terkait rasisme atau pelanggaran HAM. Apa yang terjadi itu karena ulah para pemberontak. Akhirnya penyelesaiannya terus terhambat,”

Agustinus menambahkan jika kelompok pemberontak hanya memanfaatkan situasi untuk mendukung kepentingannya dalam upaya memisahkan Papua dari NKRI.

“Itu saja yang sebenarnya mereka bisa, membangun konflik, menciptakan permusuhan. Tujuannya untuk memisahkan Papua dari NKRI. Padahal sekarang orang Papua sudah mulai sadar jika mereka hanya dimanfaatkan,”

Menolak klaim penyelesaian kasus di Papua melalui jalur politik, Agustinus mengatakan jika nilai-nilai luhur Papua harus lebih dikedepankan. Hal tersebut yang mendorong pernyataannya untuk lebih memilih pendekatan kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik yang terjadi.

“Jangan setaiap yang terjadi dipolitisasi, apalagi muara dari penyelesaian konflik lewat jalur politisasi itu bisa dipastikan penuh dengan kepentingan. Itu tidak akan menyelesaikan masalah, Papua punya nilai luhur, itu yang seharusnya dilakukan,”

Terkait upaya penyelesaian konflik di Papua dengan pendekatan kemanusiaan, Agustinus mengatakan bahwa harus dilakukan dengan dasar pendidikan yang matang. Oleh sebab itu dirinya sangat mengapresiasi atas kemauan orang Papua yang belajar di luar provinsi. Namun ada beberapa hal yang akhirnya dikritisinya terkait hal tersebut.

“Bagus memang jika ada orang Papua yang belajar di luar daerah, tetapi yang perju jadi perhatian adalah bagaimana mengakomodir para mahasiswa/pelajar ketika berada di perantauan. Fungsi asrama mahasiswa yang dibangun oleh pemerintah itu harus diperhatian dengan baik,”

Agustinus dalam keterangannya mengatakan telah ada beberapa permasalahan baru yang terjadi akibat mahasiswa Papua tidak mendapat pendampingan yang tepat ketika menempuh pendidikan di luar daerahnya.

“Jangan sampai asrama yang dibangun malah digunakan untuk hal-hal yang menyimpang, karena sudah banyak kasusnya. Asrama yang seharusnya menjadi sarana dukungan untuk belajar, malah digunakan untuk hal lain yang sifatnya memberontak dan melawan negara,”

Jumat, 15 Oktober 2021

Bicara Soal Smelter Baru PT Freeport, Jeffrey Bomanak Bermental Pengemis

wrtsh papua


Pernyataan Jeffrey Bomanak yang mengklaim diri sebagai Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia ditanggapi oleh salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa menyebutkan jika Jeffrey Bomanak adalah pribadi yang tidak terlalu pintar namun lancing memprovokasi rakyat Papua.

“Tidak perlu kita sibuk memikirkan apa yang disuarakan Jeffrey Bomanak. Dia hanya pandai memprovokasi namun tidak pernah sadar akan dirinya sendiri. Memangnya dia itu siapa? Orang perusahaan? Orang Freeport?”

“Yang dilakukan saat Ini semua berkaitan dengan pengembangan lini bisnis.Tidak ada yang salah karena negara punya berhak atas semua itu. Sedangkan Jeffrey Bomanak, dia hanya modal mengaku sebagai orang Papua. Sehingga aksi-aksinya ya hanya berkutat pada provokasi,”

Korwa juga mengaku tergelitik dengan pernyataan Jeffrey menyinggung keberadaan Papua yang seolah hanya dimanfaatkan untuk memberi makan rakyat di seluruh Indonesia. Hal tersebut dianggap keliru dan justru semakin memperlihatkan kebodohannya. Korwa juga menjelaskan jika ada kecenderungan berpikir masyarakat di Papua yang kerap terbuai dengan urusan ganti rugi dan berkaitan dengan nilai uang.

“Keliru, tidak ada satupun orang di negara ini yang mendapatkan uang secara cuma-cuma. Pernyataan Jeffrey ini memang tidak asing, seperti penyakit lama yang masih tertinggal di Papua. Contohnya kasus pemalangan, hak ulayat, seolah permasalahan itu harus diselesaikan dengan uang. Meski tidak sepenuhnya salah, menurut saya terkadang ada ketidak rasionalan disana,”

Korwa menegaskan jika mental budak dan mengemis harus dihilangkan dari Papua. Hukum timbal balik dalam urusan bekerja sehingga mendapatkan upah bekerja berupa gaji harus dipahami dalam era saat ini.

“Jeffrey dia masih bermental pengemis. Kalau mau punya uang, ya harus bekerja. Selama ini yang lakukannya untuk mendapat uang adalah dari cara meminta-minta, atau bahkan menipu dan merampok. Ini saya bicara fakta, belum lama ini nama Jeffrey Bomanak dikaitkan dengan aksi perampokan,”

Korwa menambahkan jika tipikal orang seperti Jeffrey Bomanak yang sempit pemikirannya namun memaksa pintar dan merasa paling bisa telah membuat Papua sulit untuk berkembang. Korwa juga menyindir Jeffrey yang bahkan belum pernah melihat Kota Gresik, menurutnya ada beberapa faktor utama yang menguntungkan terkait pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.

“Saya pingin tahu apakah Jeffrey sudah pernah ke Gresik atau belum. Sebab secara demografis, Kota Gresik yang memang dikhususkan sebagai kawasan industri untuk menopang ekonomi nasional memiliki beberapa faktor penunjang yang mumpuni. Salah satunya adalah keberadaan Pelabuhan tersibuk Tanjung Perak, yang letaknya tidak jauh dari Gresik,”

Korwa dalam akhir penyampaiannya justru bergurau menyarankan Jeffrey Bomanak agar kembali mempelajari ilmu pengetahuan secara lebih mendalam. Menurutnya belajar dan memperluas pengetahuan lebih diperlukan oleh Jeffrey saat ini. Sebab Korwa menilai jika Jeffrey Bomanak masih terbelenggu dengan kebodohan.

Rabu, 13 Oktober 2021

Lama Tidak Terdengar, Aktivis KNPB Beralih Fokus ke Bisnis Kopi di Wamena

wrtsh papua


Part 1:

Kekayaan melimpah di tanah Papua sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Mulai dari barang tambang, hasil laut, keindahan panorama, hingga perkebunan yang menghasilkan biji kopi yang nikmat. Ada dua kawasan penghasil kopi terbesar di Papua, yaitu di Nabire dan Wamena.Kopi adalah bisnis berkonsep kemitraan yang tumbuh pesat di Indonesia. Seperti brand pendahulunya yakni Foodpedia & Pasta Kangen. 

Perkebunan kopi Papua di Wamena terletak di sepanjang lembah yang letaknya mengelilingi Kota Wamena, Lembah Baliem. Lembah tersebut letaknya ada di sisi timur Gunung Jayawijaya dengan panjang kurang lebih 80 km.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Steven Itlay Aktivis Komite Nasional Papua Barat setelah sekian lama menghabiskan harinya bersama organisasi KNPB, , yang sudah lama tidak terdengar kabarnya ditemui di Wamena merasa kaget Ketika disapa “Kakak Apa Kabar, Sudah Alih Profesi kah?” Steven yang saat itu tidak menduga langsung tersenyum sambil membalas “Kabar Baik” yang berusaha untuk  menyimpan kegugupannya.

Sebelumnya, kami ke wamena mencari informasi terkait kopi wamena yang akan kami angkat untuk dipromosikan, lewat salah satu warga yang juga kebetulan kerabat dari Steven Itlay menyebutkan kalau Steven Itlay (Aktivis KNPB) ada di disini (Wamena).

”Saat ini kaka Steven Itlay berada di Wamena, kaka dia sedang mengurus kebun kopi, mungkin keberadaan kaka Steven juga bisa diangkat karena selama ini yang kita ketahui kaka Steven sibuk dengan urusan KNPB, namun sudah 3 bulan terakhir ini dia berada di wamena, dan sibuk dengan Kopi,” Ungkapnya.

Keesokan harinya kami mencoba menemui Steven Itlay tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepadanya, dan betul sekali Ketika kami bertemu dengan steven, dia apa adanya sedang berada di lahan kopi.

Lama bercerita dengan Steven, dia mengakui kaalu dirinya saat ini lagi focus kepada lahan kopi yang diolahnya di wamena, entah sampai kapan dirinya tidak tau, namun yang terpenting saat ini dirinya bisa memanfaatkan lahan kopi yang ada di wamena menjadi usahanya nanti.

Terungkap rasa penyesalan yang disampaikan oleh Steven “seharusnya dari dulu kita memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki ini, namun tida ada kata terlambat buat kita, kalau kita mau berubah dan melakukan kegiatan yang baik,” ungkap Steven.

Disinggung soal kegiatan KNPB, Steven saat ini tidak mau berkomentar soal KNPB, dirinya berpikir lebih baik kita membahas kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan, baik untuk kita sendiri maupun anak-anak kita serta orang lain.

Steven berpesan, kalau bisa kita memanfaatkan kondisi alam kita menjadi peluang yang dapat memberikan arti bagi kehidupan kedepan, dari pada mengurus sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, lebih baik kita mencoba untuk mengurus kopi yang kita miliki, imbuh steven. 

bersambung (13/10/21)

Kamis, 07 Oktober 2021

PON Berhasil Menunjang Aspek Pembangunan di Papua Meski Kelompok Separatis Masih Menutup Diri

wrtsh papua


Kesuksesan dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak bisa membuka mata kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme. Tokoh senior Papua, Franz Korwa mengungkapkan jika kelompok tersebut hanya bisa menolak tanpa tahu dampak baik yang sedang dirasakan masyarakat Papua. (7/10)

“Kelompok seperti KNPB, ULMWP, dan seluruh bagian separatis itu tidak bisa berbuat banyak dengan suksesnya PON. Mereka hanya bisa menolak, padahal dibalik PON ini ada dampak baik bagi masyarakat Papua,”

Korwa menjelaskan jika aksi penolakan PON hanya sebuah propaganda murahan yang dilakukan kelompok separatis. Sebab masyarakat di Papua justru mengaku merasa senang dengan adanya event PON tersebut.

“Itu hanya cara mereka saja, propaganda murahan. Kita bisa lihat sendiri bagaimana masyarakat secara merasa terkesan dengan event seperti PON ini. Semuanya larut dalam kebahagiaan. Mereka ada yang berjualan, ada yang menjadi relawan, ada juga yang antusias untuk menonton setiap pertandingan,”

Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth menyebutkan jika masyarakat Papua antusias menyambut PON ke dua puluh. Sebab, pesta olahraga antar 34 provinsi di Indonesia itu bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia.

"Respon masyarakat baik. Antusias menyambut PON ini. Acara sebesar ini tentu akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan indeks pembangunan manusia,”

PON terbukti mampu menarik perhatian masyarakat di seluruh Indonesia, hal tersebut juga terlihat dari hadirnya berbagai sektor bisnis dan industri dalam peranan mendukung kesuksesasan PON.

“Terkait penyelenggaraan PON, mulai tercatat perusahaan bidang transportasi, industri kesehatan, bahkan perusahaan skala nasional hadir di Papua. Ini adalah kabar baik untuk menunjang segala aspek. Hal-hal semacam ini yang harus dilihat dengan sudut pandang objektif,”

Minggu, 03 Oktober 2021

Pentingnya dan Manfaat dari PON XX Bagi Masyarakat Papua

wrtsh papua


KNPB dan Orang Tak Berakal Harus Tau!

Beberapa hari sebelum pelasanaan PON XX Papua di Gelar, ada perntanyaan dari beberapa pihak terkait manfaat dan pentingnya kegiatan “Pesta Rakyat PON” ini dilasanakan di Papua, seperti kelompok Komite Nasional Papua Barat dan TPNPB-OPM.

”Saya mau kasih tau buat mereka-mereka yang tidak dapat melihat/menilai karena buta huruf dan hilang akalnya terkait manfaat PON XX bagi orang Papua”

Sebelumnya saya mau tanya juga ke mereka, apa pentingnya PON XX di Papua bagi KNPB dan TPNPB?

Kalau tidak penting kenapa KNPB dan TPNPB berencana mengganggu atau menggagalkan PON!, jadi stop dan hentikan provokasi-provokasi melalui medsos.

Ini adalah “PESTA RAKYAT INDONESIA” semua warga mulai dari aceh sampai papua ada mengikuti kegiatan ini, bahkan demi kenyamanan dan kedamaian pesta ini pasukan-pasukan pun diturunkan untuk menjaga keselamatan para peserta yang hadir.

Tidak berbeda dengan PESTA RAKYAT INTERNASIONAL seperti Sea Game, Olimpiade dan lain-lain semuanya menurunkan aparat keamanan, bahkan pasukan khususpun ikut disiagakan. Jadi kalau KNPB dan TPNPB atau OPM yang otaknya ingin mengganggu PON maka akan berhadapan dengan ribuan pasukan yang sudah disiagakan.

Seperti yang saya sampaikan diatas sebelumnya, bahwa poin-poin penting dan beberapa manfaat dari PON XX Papua yaitu Meningkatkan rasa persaudaraan yang Pancasilais dari Aceh sampai Papua, karena berkumpulnya masyarakat seluruh indonesia akan dapat menemukan saudara baru dan keluarga baru dalam konteks NKRI.

Memiliki kunjungan wisata dan peningkatan ekonomi yang kreatif dengan memperkenalkan budaya bumi cenderawasih dan tak kalah hebat lagi menjadi sorotan nasional, semua kosentrasi akan ke Papua.

Dari dua penyampaian diatas, sangat luas manfaatnya jika dilihat dengan akal yang sehat dan pikiran positif. Kalau menggunakan kaca mata atau sudut pandang KNPB dan TPNPB maka tidak akan menemukan manfaatnya karena mereka dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NKRI “TIDAK MEMILIKI AKAL” atau ”SUDAH HILANG AKALNYA”.

Ayo saudara-saudara..! saya mengajak kita gunakan akal sehat dan pola pikir yang baik untuk mendapatkan berkat dari PON XX Papua, gunakan kemampuan dan talenta kita untuk mendapatkan manfaatnya, jangan sampai Ketika PON berlalu kita tidak merasakan apa-apa, itu sama saja dengan kelompok yang “Tidak Berakal”.

Terima kasih

Salam Akal Sehat

Frederick Angguhatu (Pegiat PON)

03/10/2021

Jumat, 01 Oktober 2021

Manfaat Dan Keuntungan PON XX Bagi OAP Apa?

wrtsh papua


Merespon Tanggapan Ones Suhuniap

Bagi orang papua kehadiran Pekan Olah Raga Nasional di Papua sangat disambut baik kecuali bagi orang-orang yang berseberangan dengan pemerintah seperti kelompok KNPB dan TPNPB-OPM, kelompok inilah yang selalu menciptakan gangguan serta penyebaraan Hoax terkait PON.

“Seperti yang kita ketahui release dari Polda Papua bahwa ada indikasi kelompok ini mengganggu berjalannya PON.”

Bertolak belakang dengan masyarakat papua pada umumnya mereka merasakan manfaat dari PON tersebut. Mulai dari banyak fasilitas olahraga baru yang dibangun, hingga publikasi gratis terhadap keindahan Papua. Sehingga Bumi Cendrawasih makin dikenal oleh netizen di seluruh dunia.

”Bahkan masyarakat dapat berkesempatan memperkenalkan budaya-budaya dan pariwisata yang ada di Papua”

Menanggapi pernyataan Ones Suhuniap selaku juru bicara knpb terkait apa manfaat PON di Papua? Perlu saya sejaskan bahwa yang pertama adalah anda (Ones Suhuniap) tidak ada urusan dengan PON, tetapi mengapa anda (KNPB) mencoba mengganggu berjalannya PON!

Kedua, anda hanya membangun opini dari sudut pandang anda sendiri sebagai kelompok yang melawan pemerintah, kalau anda menyadari bahwa PON tidak ada urusan dengannya anda, maka saya minta tutup mulut saja dan stop bangun provokasi serta hoax di media.

Saya sampaikan bahwa PON adalah Pesta Rakyat Yang Perlu Diamankan demi berlangsungnya PON yang nyaman, kehadiran aparat keamanan dipertaruhkan hanya untuk menjaga marwah dan martabat orang papua sebagai tuan rumah.

“Dimana-mana pelaksanaan PON sebelumnya pasti diamankan dengan melibatkan pasukan baik dari TNI maupun Polri, bahkan Asian Game pun lebih lebih extra lagi yang melibatkan pasukan-pasukan khusus yang jumlahnya beribu-ribu, tujuannya hanya untuk menjaga martabat sebagai tuan rumah dan menjaga keamanan dari adanya gangguan-gangguan keamanan.”

Ini perlu dipahami untuk kita semua, terutama Ones Suhuniap (KNPB) dan kelompok-kelompok ataupun oknum yang berseberangan dengan NKRI, bahwa PON bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran baik saja, tidak bermanfaat bagi orang-orang yang berpikiran kotor.

“Salam Cerdas Untuk KNPB”

Johan Rumbino (Pengamat Papua)

Jumat, 01/10/21

Rabu, 29 September 2021

KKB Ngalum Kupel Kembali Bakar Bangunan di Pegunungan Bintang, Bupati Minta Aparat Keamanan Mengambil Tindakan Tegas

wrtsh papua


www.cnnindonesia.com

baca: KKB Bakar Bangunan Sekolah di Pegunungan Bintang

29/09/21 08:16

Setidaknya ada empat bangunan yang dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabuaten Pegunungan Bintang, Papua. Keempat bangunan berada di distrik Oklip.

"Pada hari Selasa tanggal 18 September 2021 pagi bertempat di Distrik Oklip Kabupaten Pegunungan Bintang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lamek taplo  kembali melakukan pembakaran beberapa bangunan-bangunan di sana," ungkap salah seorang warga.

Bupati Pegunungan Bintang Spey Yan Birdana ST, M.Si saat dikonfirmasi mengungkapnya kondisi Kabupaten Pegunungan Bintang sebelumnya sangat kondusif aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang dilakukan oleh kelompok KKB, sehingga Kabupaten Pegunungan Bintang seminggu ini mengalami gangguan kamtibmas.

“Sebelumnya Kabupaten ini sangat aman dan damai, namun dikarenakan adanya peristiwa di Kiwirok yang mengakibatkan tenaga Kesehatan meninggal akibat dar penyerangan KKB, sehingga perlu dilakukan Tindakan yang tegas untuk memberikan rasa aman dan damai”

Lebih lanjut Bupati kata Bupati, dirinya meminta kepada Kapolda, Pangdam, Dandim,  dan seluruh jajaran Polres untuk mengambil Tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok-kelompok yang mengacaukan kabupaten pegunungan Bintang.

“Siapa yang bermain agar diambil dan diproses secara hukum, kita harus kembalikan lagi kabupaten pegunungan bintang menjadi kabupaten yang aman dan damai” tuturnya

Senin, 20 September 2021

Ketua LMA Kabupaten Mappi Dukung Program Otsus dan Realisasi Pemekaran Papua Selatan

wrtsh papua


Pelaksanaan Otsus dan rencana pemerkaran Provinsi Papua Selatan mendapat dukungan dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mappi, Valentinus Tanggipaimu. Disampaikan oleh Valentinus bahwa pemerintah telah memberikan harapan besar bagi Papua, sebab otsus dan pemekaran wilayah dinilai baik untuk mendukung percepatan pembangunan di Papua.

“Kami LMA Kabupaten Mappi sangat mendukung sepenuhnya upaya pemerintah untuk membangun Papua. Ini adalah langkah nyata yang harus dihargai, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendukung. Justru kami sangat berterima kasih karena ada harapan baik lewat program itu,”

Valentinus menyebut jika otsus dan pemekaran wilayah akan memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, terselenggaranya pendidikan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang jauh lebih baik.

“Program itu juga demi kesejahteraan masyarakat, kami percaya nanti ekonomi pasti menjadi lebih baik, pendidikan, dan kesehatan, semua akan tumbuh menjadi lebih baik lagi,”

Oleh sebab itu, terkait pemekaran wilayah Papua Selatan, dirinya mewakili LMA Kabupaten Mappi mengharap program tersebut dapat segera direalisasikan.

“Segera saja pemerintah rumuskan semua yang berkaitan dengan rencana pemekaran ini, saya sangat berharap kalau pemekaran ini bisa segera direalisasikan. Masyarakat Mappi dan seluruh orang di selatan Papua tentu menyambut baik,”

Valentinus beralasan jika Provinsi Papua Selatan terealisasi maka segala hal menyangkut birokrasi akan terpangkas, hasilnya masyarakat sendiri yang merasakan manfaatnya.

“Yang jadi kendala di Mappi dan semua wilayah selatan sekarang ini adalah masalah birokrasi ke provinsi, kalau bisa diselesaikan tentu ini akan mempermudah masyarakat. Tidak perlu lagi kita jauh-jauh, biaya yang keluar dari hal-hal seperti itu akan sangat minim nanti. Setiap proses akan semakin cepat,”

Sabtu, 18 September 2021

Sebby Sambom Jangan Jadi Yudas, Bicara Yang Benar Sesuai Perintah Tuhan!

wrtsh papua


Sebby Sambon Manusia Terkutuk

Apa dasar anda mengatakan Dokter, Tukang Bangunan, Pilot, Sopir, Pastor yang ada di Papua semua Militer Indonesia, "Pakailah Akal Sehat, Jangan Akal Kotor Seperti Yudas"

Mereka yang menjadi korban dari kebiadaban kelompok anda (TPNPB-OPM) mereka semua murni pekerja sosial, mereka bagian dari umat Tuhan yang tidak punya hak nyawanya dicabut selain dari kuasa Tuhan.

"Maka anda sebagai juru bicara TPNPB - OPM akan mempertanggung jawabkan semuanya nanti kepada Tuhan"

Mereka bukan militer ataupun polisi, seperti yang anda katakan di media, "mereka adalah agen- agen  TNI - Polri yang bertugas di pedalaman".

Bukankah hal-hal ini sering anda sampaikan di media ketika kelompok anda TPNPB - OPM setiap melakukan penembakan terhadap warga sipil. Jadi siap-siaplah ketika Tuhan  memanggil anda, maka siapkan jawabannya.

Negara kami NKRI bukan menghancurkan umat manusia, apalagi di tanah Papua, justru kami membangun tanah Papua dengan "HATI" bukan dengan "KEKERASAN" sayangnya  selalu ada yang mengganggu bahkan mereka menantang perang dengan NKRI.

Negara kami sebenarnya sangat mudah menghancurkan dan menghabiskan kalian TPNPB - OPM dalam waktu singkat, namun bukan itu tujuan dan program pemerintah, NKRI bekerja dengan HATI sehingga semua masyarakat dilayani dengan ikhlas, termasuk kalian TPNPB - OPM.

"Kalau bukan genosida, imigran atau pendatang tinggalkan Papua, tidak ada lagi kalimat yang bisa anda sampaikan kepada publik selain itu, "Sebby Sambom Kehabisan Kata-kata".

Buktikan kalau NKRI membabi buta dan brutal selama ini, lihat generasi Papua yang saat ini, mereka semakin maju dan berkembang, dimana letaknya babi buta dan brutal itu.

Generasi papua telah menyadari selama ini termakan janji-janji kemerdekaan oleh TPNPB - OPM.

"Mau ikut perang?" Maaf generasi cerdas Papua tidak berpikir mundur kembali, silahkan berperang melawan TNI dan polri, tapi jangan lari dan cari perlindungan berkoar-koar di media dengan suara Yudas dan berharap PBB merespon.

Sampai kapanpun PBB tidak akan pernah merespon yang anda sebut dengan perjuangan, "Itu tidak mungkin karena perjuangan yang kalian lakukan itu perjuangan kotor, tidak murni, biadab, bukan dari HATI melainkan dari KOTORAN alias SAMPAH.

"Semoga Tuhan Membalas Perbuatan Kalian, Hukum Karma masih berlaku"

Indonesia, 17/09/2021

(Suara Hati Korban Kebiadaban KKB / TPNPB - OPM)

Jumat, 17 September 2021

Tenaga Kesehatan Pertanyakan Peran Pegiat Ham di Papua

wrtsh papua


Sebanyak ratusan tenaga kesehatan melakukan aksi unjuk rasa dan longmarch sebagai bentuk protes atas kekerasan terhadap rekan mereka yang menjadi korban kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Diketahui sebelumnya bahwa pada tanggal 13 September 2021, KKB melakukan penyerangan terhadap dokter dan perawat yang bertugas di Puskesmas Kiwirok Kab. Pegunungan Bintang. Atas peristiwa tersebut salah seorang korban bernama Gabriella Meilani diketahui meninggal dunia dan ditemukan di dasar jurang.

"Tenaga kesehatan hadir di masyarakat itu bukan untuk membunuh, mereka bahkan jauh-jauh bertugas sampai ke pedalaman Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat," ungkap Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabinus Uropmabin. (16/9)

Sebagai bentuk protes terhadap aksi kekerasan yang kerap dilakukan KKB, Sabinus mengatakan untuk sementara waktu telah menarik seluruh nakes dari sejumlah Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya yang berada di distrik-distrik.

"Seluruh tenaga medis di distrik-distrik sudah kami tarik semua, sehingga kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk sementara bisa bertanggung jawab pada kesehatan masing-masing,"

Yanuar sebagai salah seorang peserta aksi mengungkapkan rasa kesal dan amarahnya terkait peristiwa penyerangan KKB terhadap rekan-rekannya di Kiwirok.

"Menurut saya tidak ada aksi kekerasan yang bisa dibenarkan. KKB tidak punya alasan logis untuk membenarkan aksi biadabnya, itu sangat-sangat tidak terpuji, ini lah sesungguhnya aksi melanggar HAM,"

Dirinya juga mengaku sangat sakit hati jika melihat setiap aksi yang menyinggung eksistensi KKB, dimana masih ada sejumlah kelompok yang seolah membela dan membenarkan perilaku biadabnya.

"Ada kelompok-kelompok yang masih membenarkan aksi biadab, apalagi saya tahu mereka itu orang yang pernah mengenyam pendidikan tinggi. Saya tandai mereka, ada pegiat HAM juga,"

Yanuar juga menyebutkan jika ada kecenderungan para pegiat HAM yang masih subjektif dalam memandang situasi di Papua. Dirinya sadar jika ada kepentingan dari sejumlah pegiat HAM yang seolah mendukung KKB dalam upaya perlawanan terhadap negara.

"Yang namanya pegiat HAM itu mendukung setiap orang (sebagai korban) tanpa membedakan SARA, tapi dengan kejadian sekarang ini, mereka hanya membisu. Tentu ada perbedaan jika situasinya terbalik, mereka seperti anjing kelaparan yang sangat beringas mencoba menyalahkan pihak lain. Pandangan saya, pegiat HAM seperti itu (mereka) punya kepentingan sendiri, mereka mendukung gerakan separatisme di Papua,"

Selasa, 14 September 2021

Viktor Yeimo Tegaskan Perjuangan Berlanjut Meski Harus Dipenjara

wrtsh papua


Aktivis KNPB Kota Jayapura menyebutkan jika kondisi Viktor Yeimo sudah berangsung membaik dan bisa keluar dari rumah sakit. Viktor Yeimo yang sudah dirawat sejak 30 Agustus disebutkan telah sehat berkat kepedulian semua pihak.

Narasumber AD adalah anggota KNPB aktif yang turt menjaga Viktor dalam masa perawatannya di RSUD Kota Jayapura, dirinya lantas mengisyaratkan jika Viktor akan kembali berjuang dalam membela hak-hak orang Papua.

“Viktor sudah sehat, kondisi ini juga sudah dikonfirmasi dokter yang menangani. Setelah ini Viktor akan turun kembali untuk melanjutkan perjuangan,”

Viktor sebagai pejuang kemerdekaan dikatakan siap untuk berjuang meskipun dirinya berada dalam penjara. Menurutnya penjara bukan sebuah tempat yang harus dialergikan oleh para pejuang kemerdekaan sejati.

“Tidak ada, semua tempat sama saja. Viktor ada pejuang sejati yang siap membela hak orang Papua meski harus berpindah-pindah penjara. Pengaruh Nelson Mandela sudah melekat pasti dengan jati diri seorang Viktor,”

Dengan keberanian yang ditunjukkan Viktor, AD mengatakan jika hal tersebut akan mematahkan stigma terkait opini Viktor sebagai pejuang pengecut. Viktor Yeimo adalah simbol pemimpin perjuangan sejati yang sadar akan resiko.

“Meski akhirnya nanti mati di penjara, itu adalah jalan terbaik seorang pemimpin perjuangan. Viktor akan membuktikan hal itu, dia bukan pengecut. Viktor sendiri yang sampaikan jika pemimpin harus bisa menerima pahit dan kesengsaraan,”

Jalan yang dipilih Viktor Yeimo sebagai pejuang sepenuhnya disadari tentang segala resikonya, Viktor tidak akan gentar melawan sistem yang harus menghentikannya. Sel Mako Brimob bukan disebutkan AD sebagai momok yang membuat Viktor menjadi gentar.

“Mau itu di Mako Brimob juga tidak ada masalah bagi Viktor. Dia sendiri yang bicara kalau jangan ada upaya ‘merengek’ untuk minta pembebasan, perjuangan ini sepenuhnya harus diselesaikan, jangan meminta-minta,”

Meski demikian AD tetap menyampaikan jika Viktor berharap kepada seluruh pejuang untuk tetap melakukan perjuangan dengan cara masing-masing.

“Viktor sudah siap untuk melakukan perjuangan di dalam penjara, yang lain punya porsi berbeda sehingga lakukan perjuangan juga sesuai hati dan pikiran masing-masing,”

Sabtu, 04 September 2021

Dunia Internasional Dukung Penegakan Hukum atas Gangguan Separatisme di Papua

wrtsh papua


Proses hukum terhadap terdakwa Viktor Yeimo terkait aksi kerusuhan di Papua pada akhirnya mulai menyeret nama Emanuel Gobay dalam lingkaran permasalahan. Emanuel Gobay sebagai kuasa hukum sebelumnya banyak dicecar kritikan terkait prefesionalismenya menangani kasus Viktor Yeimo, bahkan dirinya dianggap tidak memiliki kompetensi mumpuni.

Gobay dianggap telah menentang norma dan aturan atas upaya membenarkan tindakan kriminal. Sebab banyak pihak menyebutkan jika peran Viktor Yeimo sudah kepalang basah dalam menggerakkan massa terkait aksi kerusuhan yang terjadi di Papua pada tahun 2019 lalu.

Tak hanya itu, Viktor Yeimo bahkan secara terang-terangan menyebutkan kalimat terkait perlawanan terhadap pemerintahan Indonesia. Salah seorang tokoh Agustinus R pun menyebut jika sosok Gobay sebagai kuasa hukum tidak punya kompetensi mumpuni. Hal tersebut dikatakan sebab Gobay tidak pernah sekalipun memenangkan perkara kliennya dalam persidangan.

“Kalau memang dia membela sebuah kebenaran, tentu hukum yang terang akan memenangkannya dalam sidang. Tetapi faktanya kan berbeda, dia tidak pernah menang, karena apa? Ya karena dia itu kan membela pihak yang salah, itu saja sebenarnya,”

Terkait internasionalisasi isu tentang Papua, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberikan pakem terkait upaya penegakan hukum terhadap kelompok pelaku kejahatan. PBB tidak pernah membatasi upaya penegakan hukum bagi negara berdaulat terhadap gangguan separatisme.

“Pada hakikatnya setiap negara berdaulat diberikan keleluasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri, termasuk dalam hal penegakan hukum terhadap aksi-aksi separatisme yang mengganggu keaman. Poin itu termaktub dalam Prinsip Dasar HAM PBB terkait Penegakan Hukum,” ungkap Rafael Ramirez sebagai Komite Dekolonisasi PBB.

Terkait eksistensi gerakan separatisme di Papua, Komisioner Tinggi HAM PBB melalui Michelle Bachelet juga telah menegaskan jika PBB sangat mendukung upaya penuh pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan perkara di Papua.

“Atas dasar menghormati kedaulatan bagi Indonesia, kami (PBB) selalu mendukung aksi pemerintah Indonesia untuk menuntaskan permasalahan terkait Papua. Kami juga menyadari jika konflik di Papua erat berkaitan dengan eksistensi separatisme,”

Michelle juga menambahkan jika PBB menyadari eksistensi separatisme di Papua telah menciptakan disinformasi yang luas. Terkait hal tersebut, dirinya menjelaskan terkait aksi separatisme di Papua adalah murni sebagai aksi yang tidak bisa dibenarkan, sehingga setiap bentuk pembalaan terhadapnya juga termasuk didalamnya.