Rabu, 06 Oktober 2021

Setelah Bunuh Tenaga Medis, KKB Kembali Lakukan Teor dengan Menembak Ojek

wrtsh papua


Aksi biadab terkait penyerangan terhadap warga sipil kembali terjadi. Kkb melakukan penembakan terhadap tukang ojek di kabupaten puncak, papua. Atas insiden tersebut dikeahui korban mengalami luka serius dibagian wajah.

Menurut keterangan, disebutkan jika korban bernama J (48), sebelumnya dihadang oleh dua orang KKB di jembatan Kali Ilame, Kampung Wako. Salah satu diantara mereka memaksa untuk diantarkan ke Distrik Gome. Namun sekembalinya ke Kali Ilame korban justru mendapat ancaman, beruntung tembakan bisa dihindari.

“Korban itu awalnya diminta untuk mengantarkan KKB ke Gome. Kemudian waktu kembali lagi ke Kali Ilame (tempat semula), korban justru diancam. Mukanya langsung ditodong pistol dan ditembak,”ujar Awaludin sebagai rekan korban.

Insiden tersebut terus menambah daftar panjang aksi kekerasan yang dilakukan KKB, setelah sebelumnya banyak terjadi rentetan peristiwa terkait aksi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan juga oleh KKB.

Seni Oupdana dalam keterangannya mengenai eksistensi KKB dalam rentang waktu satu bulan terakhir, mengatakan KKB adalah organisasi separatis yang tidak malu melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil. Pernyataan tersebut didasari atas fakta penyerangan sebelumnya, terkait kematian tenaga Kesehatan di Kiwirok, Pegunungan Bintang.

“Rupanya aksi kecaman terhadap KKB setelah kemarin membunuh tenaga kesehatan tidak membuat mereka sadar diri. Kejadian di Puncak ini lagi-lagi tidak bisa dibiarkan, kelompok-kelompok kecil seperti mereka sudah nyata menantang sehingga harus segera ditindak tegas,”

Meski demikian, Oupdana meyakini akan ada aksi pembenaran dari sejumlah elit dan tokoh separatis terkait penembakan terhadap tukang ojek tersebut.

“Kita lihat saja nanti, pasti ada unsur pembenaran. Bisa jadi nanti aka nada tuduhan kalau tukang ojek itu intel, atau TNI yang menyamar. Tuduhan seperti itu selalu digunakan oleh KKB untuk melegalisasi aksi penembakan yang dilakukan, ini kan biadab,”

About the Author

wrtsh papua / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar