Minggu, 03 Oktober 2021

Pengamat Papua: Aksi Pengungsian adalah Propaganda KKB, “Mereka Terdesak”

wrtsh papua


Aksi biadab Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua selalu merugikan banyak pihak. Menurut salah seorang pengamat, eksistensi KKB pada kurun waktu satu sampai tiga bulan terakhir sudah sangat tinggi. Hal tersebut seolah tergambar dengan tak henti-hentinya korban berjatuhan akibat aksi KKB.

KKB bukan tak mendapat kecaman, sebab kelompok separatis tersebut tak hanya menyasar aparat keamanan dalam aksi-aksinya. KKB seakan tak pandang bulu, sebab tak sedikit korban tewas dari masyarakat sipil akibat penyerangan KKB. Tenaga pengajar, para pekerja konstruksi, pengojek, hingga yang terakhir tenaga Kesehatan.

Franz Korwa dalam keterangannya, menyebutkan jika saat ini KKB sedang sibuk ‘mencuci tangan’ dan melakukan pembenaran atas rentetan aksi biadab yang terlanjur memakan korban. Hal tersebut lantaran aksi KKB sudah mengundang banyak perhatian dari sejumlah lembaga kemanusiaan.

“Sekarang banyak lembaga kemanusiaan yang mulai melihat Papua, mereka fokus dengan aksi KKB. Tentang penyerangan medis di Kiwirok, mereka benar-benar kebingungan, sampai-sampai mengeluarkan pernyataan tuduhan jika para mantri dan suster memiliki senjata,”

Dalam penyerangan yang terjadi terhadap pekerja medis di Puskesmas Kiwirok (13/9), diketahui salah seorang suster Bernama Gabriela Meilan tewas dengan luka disekujur tubuh, sebelum jasadnya dibuang ke jurang.

Korwa lantas menyebutkan jika saat ini KKB sedang sibuk melakukan pembenaran dalam setiap aksi biadabnya. Mereka berusaha kuat untuk memutus tudingan-tudingan terhadap eksistensi pergerakan separatisnya.

“Tentu dengan kebiadaban yang sudah nyata diperlihatkan, mereka sekarang sibuk untuk mencari pembenaran. Pembunuhan terhadap suster kemarin itu sudah membuat seluruh dunia marah,”

Dirinya menambakan jika KKB akan mendorong berbagai propaganda atas aksi-aksi yang berkaitan.  Korwa menyebut jika ada kecenderungan dari KKB setelah banyak dikecam maka akan mengangkat isu pengungsian yang dilakukan orang Papua.

“Setelah terdesak atas kesalahan sendiri, biasanya mereka buat propaganda tentang pengungsian. Ini sudah dilakukan beberapa kali, sehingga kita sudah paham. Peristiwa yang belum lama terjadi di Maybrat, kemudian Tembagapura. Mereka yang membuat konflik, tapi mereka sendiri yang seolah menjadi korban,”

About the Author

wrtsh papua / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar