Senin, 18 Oktober 2021

Dipengaruhi Alkohol, Sekelompok Pemuda di Wamena Hujani Petugas dengan Batu

wrtsh papua


Kapolres Jayawijaya AKBP Muh. Safei menuturkan adanya korban jiwa atas peristiwa penyerangan terhadap anggota Brimob oleh sekelompok pemuda di jalan Pattimura, Kota Wamena (12/10). Dalam kronologi yang diungkapkan, kapolres menjelaskan kejaidan bermula ketika sekelompok pemuda melakukan pelemparan batu terhadap anggota Brimob yang sedang melewati lokasi kejadian.

“Bermula dari anggota yang mau pulang ke rumahnya, tapi dalam perjalanan anggota tersebut dilempari batu oleh sekelompok pemuda,”

Aksi pemuda anarkis tersebut bermula ketika yang bersangkutan menghadiri acara pengucapan syukur atas kelulusan wisuda salah seorang kerabat lainnya. Namun diduga kuat sekelompok pemuda juga mengkonsumsi minuman keras (miras).

“Kami dalami prosesnya, pemuda ini sebelumnya berkumpul untuk merayakan wisuda, dalam acara tersebut diduga mereka mengkonsumsi miras,”

Ditempat yang berbeda PM(35) sebagai salah seorang saksi dalam kejadian tersebut mengungkapkan jika kejadian juga bermula karena adanya provokasi dari salah satu pemuda yang ditegur oleh anggota Brimob.

“Situasinya masih tenang, saya melihat anggota yang sebelumnya dilempar batu minta agar perkumpulan malam itu bubar, tapi salah seorang pemuda lainnya justru marah, sambil berteriak-teriak memprovokasi, akhirnya (kekacauan) pecah, anggota tadi dilempari batu lagi”

PM menambahkan jika petugas mulai terdesak karena massa yang berjumlah belasan mulai bertindak anarkis. Dirinya juga membenarkan jika petugas sudah melakukan tembakan peringatan, namun massa yang terpengaruh alkohol tidak mengindahkan.

“Setelah provokasi itu sudah mulai kacau, pemuda yang mabuk jumlahnya ada belasan. Mereka terus melempari batu ke arah petugas yang mendatangi lokasi padahal sudah diperingatkan beberapa kali,”

Melihat kejadian yang semakin kacau, barulah anggota jaga Polres Jayawijaya berdatangan. Salah seorang pemuda (SW) diketahui dilarikan ke RSUD Kota Wamena, dan pada saat itu penyebabnya belum diketahui. Pasca kejadian tersebut barulah situasi mulai agak tenang.

“Iya, setelahnya anggota dari Polres datang, tapi pemuda-pemuda itu masih terus melawan dengan melempari batu. Setelah salah satu dari mereka ada yang dilarikan ke RSUD, baru situasi agak tenang,”

RSUD Kota Wamena dalam keterangannya menyebut jika korban (SW) tidak terkena tembakan secara langsung. Dari hasil pemeriksaan lanjut tidak ditemukan bukti proyektil, hanya terdapat serpihan pada bagian organ dalam saja.

About the Author

wrtsh papua / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar