Senin, 20 September 2021

KKB Bunuh Nakes, Amnesti Internasional Indonesia Justru Permasalahkan Pendekatan Keamanan di Papua

wrtsh papua


Aksi penyerangan dan pembunuhan terhadap nakes di kiwirok membuka tabir dunia tentang kebiadaban KKB dalam melakukan aksi dan teror. Kecaman diketahui muncul dari kalangan masyarakat hingga organisasi ataupun Lembaga dan instansi.

Bahkan salah seorang pegiat HAM yang dikenal mendukung upaya pembebasan papua, Vernonica Koman mengecam aksi tersebut. Menurutnya tindakan biadab dengan melakukan pembunuhan terhadap warga sipil tidak bisa dibenarkan.

“Saya mengutuk keras aksi biadab KKB yang melakukan penyerangan ke Puskesmas Kiwirok hingga akhirnya memakan korban jiwa seorang perawat. Saya turut berduka atas peristiwa tersebut,”

Aksi-aksi KKB dalam melakukan teror bukan baru saat ini terjadi, dalam beberapa tahun silam eksistensi KKB selalu memakan korban dan masih menjadi momok bagi situasi keamanan. Menurut Sandi Simatupang sebagai praktisi hukum yang mengaku pernah melakukan observasi ke Nduga menyebutkan jika KKB selalu membuat kekacauan yang meresahkan untuk mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

Sandi mengatakan jika ada kecenderungan dari sejumlah elemen baik dalam tingkat keorganisasian masyarakat ataupun lembaga berbadan hukum yang secara sembunyi-sembunyi mendukung aksi separatisme di Papua.

“Seakan sudah menjadi rahasia umum, ya. Tentang bagaimana peran sejumlah organisasi atau lembaga di Papua yang menyembunyikan dukungan terhadap kelompok separatis. Ini menjadi PR besar bagi pemecahan masalah keamanan di Papua. Tentu hal semacam ini telah menyulitkan semua pihak untuk segera menuntaskannya, istilahnya musuh dalam selimut,”

Atas banyaknya kekerasan dan aksi biadab yang dilakukan oleh KKB, dirinya terus berupaya mendesak aparat keamanan agar segera melakukan tindakan tegas. Dirinya juga memperingatkan kepada lembaga yang sebelumnya kerap berkoar tentang keadilan dan hak asasi manusia untuk objektif dalam menilai sebuah kasus.

“Saya tidak mendengar ucapan bela sungkawa ataupun kecaman dari praktisi HAM terkait kasus di Kiwirok, sebagai orang yang menjunjung tinggi martabat manusia kalian jangan pernah menutup mata dan hati. Katakana salah jika itu salah,”

Secara terang Sandi juga mengkritik pernyataan Amnesti Internasional Indonesia yang meminta pendekatan keamanan dalam penanganan kasus Papua kembali ditinjau. Dirinya mengatakan jika pernyataan Amnesti Internasional Indonesia tidak tepat dalam melihat situasi yang ada saat ini.

“Saya kira tidak ada korelasi yang mendasar, jangan mulai beropini seolah mendukung separatisme. KKB adalah ancaman nyata, tidak akan ada ruang diskusi seperti yang mereka pikirkan. Saya juga keheranan bagaimana situasi perang di dalam hutan masih berharap aparat bisa melakukan penangkapan untuk diadili dalam peradilan umum,”

Sandi mengingatkan agar Amnesty Internasional Indonesia bisa lebih bijak menyikapi permasalahan teror bersenjata. Aparat keaman dikatakan Sandi juga memahami bagaimana penerapan dalam menghormati HAM, namun situasi dalam ancaman peluru tentu tidak semudah yang dipikirkan. Sandi lantas menjabarkan peristiwa penangkapan Senat Soll di Yahukimo pada 2 September 2021 lalu.

“Tentu saya hormati mereka sebagai lembaga HAM. Namun coba lebih pahami situasi di Papua, jangan hanya ikut campur saat terjadi peristiwa besar. terakhir seorang KKB Yahukimo ditangkap tanpa dibunuh, ini sudah mementahkan pernyataannya sebelumnya ya. Entah mereka tahu atau tidak tentang peristiwa itu,”

About the Author

wrtsh papua / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar