Selasa, 28 September 2021

Biadab! Lamek Taplo Ungkap Niatnya Bunuh Tenaga Medis

wrtsh papua


Tak henti-hentinya, kabar akan peristiwa berdarah terus terjadi di Papua. Kelompok Kriminal Bersenjata menjadi aktor dalam sejumlah rentetan aksi yang tak jarang kerap menimbulkan jatuh korban dari warga sipil. 

Nahasnya, KKB yang selalu menebar teror ancaman seolah mewajarkan hal tersebut terus terjadi, meski dunia internasional sudah mengecam tindakan-tindakannya karena dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

“Papua bukan seharusnya menjadi wilayah yang aman dan damai, tetapi dengan adanya aksi berupa teror dan ancaman yang dilakukan KKB, semuanya berubah menjadi mencekam. Memang menurut kami KKB itu sudah sangat keterlaluan, mereka menghambat kemajuan di Papua,” ungkap Pdt. Nason Gobay sebagai salah seorang pemuka agama.

Dalam pernyataan Pdt. Nason mengungkapkan jika peristiwa penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada 13 September 2021 lalu telah melukai hati seluruh orang Papua.

“Orang-orang itu (para tenaga Kesehatan) sedang melakukan misi kemanusiaan, mereka adalah yang menjaga kehidupan bagi masyarakat di pedalaman Papua. Apa yang dilakukan KKB sudah menyakiti hati kami semua sebagai manusia,”

Pdt. Nasopn juga menyanggah pernyataan Lamek Taplo yang merupakan pemimpin KKB wilayah Pegunungan Bintang dalam sebuah video singkat yang diunggah ke sosial media. Dalam keterangannya Lamek mengungkapkan jika pihaknya bertanggung jawab atas pembakaran bangunan dan penyerangan di Distrik Kiwirok.

Bahkan secara langsung, Lamek Taplo mengatakan jika dirinya bersama puluhan pasukan bersenjatanya sudah merencanakan aksi pembunuhan terhadap tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Kiwirok tersebut.

“Dari apa yang keluar dari mulut Lamek Taplo, itu berarti dia sudah merencanakan aksi. Secara sadar dia sudah tahu akan membunuh para tenaga medis di Puskesmas, padahal dunia internasional mengakui jika tenaga medis itu tidak boleh disentuh dalam situasi perang sekalipun. Ini sebuah kebiadaban,”

Pdt. Nason juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Lamek Taplo yang menyinggung perihal SARA atas aksi penyerangan sebelumnya. Sebagai seorang tokoh yang dihormati setidaknya oleh kelompok sendiri, menurut Pdt. Nason seharusnya Lamek bisa berpikir lebih luas dan tidak berpatokan pada amarah dan nafsu.

“Isi hati seorang Lamek Taplo semua hanya ada amarah dan nafsu. Tidak bisa kamu melihat orang rambut lurus baru kamu tembak dia dengan sia-sia, tidak boleh juga kamu lihat orang kulit putih baru mau bunuh dia begitu saja,”

Pdt, Nason menegaskan jika Lamek Taplo adalah ancaman nyata yang harus diberantas secepat mungkin. Dirinya meminta kepada aparat keamanan untuk bisa segera mungkin menuntaskan permasalahan kemanusiaan yang terjadi di Pegunungan Bintang.

About the Author

wrtsh papua / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar