Rabu, 22 September 2021

Alih-alih Bicara Penyerangan Kiwirok, Theo Hesegem Justru Dikecam atas Pernyataannya

wrtsh papua


Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM) Theo Hesegem buka suara soal penyerangan Puskesmas Kiwirok di Kabupaten Pegunungan Bintang. Dirinya mengatakan jika tenaga kesehatan seharusnya harus dihargai dalam tugasnya.

“Setiap orang baik itu Papua ataupun non-Papua, semua berhak untuk hidup di atas tanah ini, terutama bagi mereka para tenaga medis yang bekerja atas dasar kemanusiaan,”

Theo Hesegem juga berharap agar dibentuk tim independen untuk mengungkap kasus penyerangan di Distrik Kiwirok yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebelumnya. Namun pernyataan Theo tersebut justru menimbulkan polemik baru terkait aksi separatisme di Papua.

Menurut pengamat bidang keamanan Universitas Indonesia, Dian Sucipto menyebut jika pernyataan terkait pembentukan tim independen dinilai sebagai upaya pengalihan fakta terkait penyerangan yang dilakukan KKB. Menurutnya aksi tersebut cukup mendapatkan timbal balik berupa kecaman dan upaya penindakan oleh TNI/Polri.

“Saya rasa ini agak rancu, untuk apa lagi dilakukan penyelidikan oleh tim independen. Bukti sudah ada, korban sudah bersuara, bahkan sudah ada pihak pelaku yang mengakui. Tidak heran juga sebenarnya, Theo Hesegem memang seperti itu orangnya, mungkin dia punya kedekatan dengan aksi separatis. Jadi pernyataannya hanya diputar-putar ke hal sedangkal itu,”

Dian menambahkan jika pernyataan yang dilontarkan Theo hanya omong kosong belaka, bahkan cenderung akan membangkitkan pedih bagi para korban dan segenap tenaga kesehatan Indonesia.

“Apakah Theo ini tidak sadar jika pernyataannya hanya akan membangkitkan ingatan dan duka bagi keluarga atau juga bagi para tenaga kesehatan di Indonesia?”

Theo dianggap terlalu jauh dalam mempolitisasi peristiwa malang yang dialami suster Gabriela Meilan, seolah Theo masih berharap untuk mencari sudut pandang lain atas penyerangan di Distrik Kiwirok. 

“Ini adalah momen duka di langit Papua, cukup sudah kekerasan demi kekerasan terjadi. Saya agak kritisi dia tentang pernyataan-pernyataannya yang melenceng. Jangan coba mencari sudut pandang lain sehingga dapat menciptakan opini untuk membenarkan aksi biadab itu,”

Sebab Theo Hesegem dengan gamblang mengungkit kembali peristiwa penyerangan yang bukan kali ini saja terjadi. Theo menyebut telah ada beberapa wilayah yang seperti Nduga, Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, Mimika, Maybrat, yang sebelumnya terjadi peristiwa nahas secara berulang.

“Kalau seperti iu memang berarti Theo yang biadab, dia tidak punya hati karena telah membanding-bandingkan peristiwa yang notabene telah memakan korban. Cara pandang yang salah, pernyataan seperti itu tidak elok keluar dari mulut pegiat HAM,”

About the Author

wrtsh papua / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar