Minggu, 19 September 2021

Aktivis Luar Negeri Mengutuk Pembunuhan Nakes di Papua, Pintu PBB Tertutup Untuk Papua Merdeka

wrtsh papua


Batamtoday.com

Baca: Tertutup Pintu Referendum untuk Papua

Aksi penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Papua kabupaten pegunungan bintang, distrik Kiwirok ditanggapi dengan kecaman keras oleh aktivis Papua luar merdeka di luar negeri.

Veronica koman yang merupakan aktivis Papua merdeka di luar negeri sekaligus sebagai pembela hak-hak kemanusiaan mengutuk dan mengecam penyerangan yang dilakukan oleh klien perjuangannya sendiri yaitu kelompok TPNPB-OPM pimpinan lemak taplo.

Aksi penyerangan yang dilakukan kelompok TPNPB-OPM akibatnya Gabriella Meilani meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan, selain itu seorang perawat bernama Gerald Sokoy hingga saat ini belum ditemukan.

"Sebelum dibunuh Gabriella mengalami kekerasan dan pelecehan seksual, jenazahnya ditemukan dalam kondisi telanjang dan terdapat beberapa luka dibeberapa bagian tubuhnya termasuk di kemaluannya"

Atas aksi penyerangan tersebut Veronica mengutuk sekeras-kerasnya TPNPB - OPM yang tidak mengerti perjuangan dan peperangan sampai harus tenaga kesehatan menjadi korban.

"Tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan adalah kelompok sipil sakral dalam hukum humaniter, sejengkal rambut pun mereka tidak boleh disentuh," tulis Veronica.

Dirinya menyesali atas perbuatan yang dilakukan oleh kelompok Papua merdeka yang selama ini menjadi kliennya.

Kalau begini terus maka pintu PBB akan tertutup bagi perjuangan TPNPB - OPM, dan veronica pun akan berhenti memperjuangkan kebebasan untuk Papua merdeka.

Aktivis Papua merdeka Brahm Seseray mengatakan menelanjangi dan membunuh warga sipil tidak dibenarkan dalam perang apalagi seseorang yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, seharusnya mereka ini dilindungi.

Melihat perjuangan TPNPB -OPM seperti ini tidak pakai logika, membabi buta seperti binatang, ini sama saja perbuatan kriminalitas, perlu dihukum seberat-beratnya bila perlu dihukum mati, terangnya.

Sumber: Veronica Koman (18/09/21)

About the Author

wrtsh papua / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar