Selasa, 21 September 2021

Aktivis HAM Nasional Disindir karena Bungkam Soal Pembunuhan Nakes di Kiwirok

wrtsh papua


Pasca penyerangan terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, banyak kalangan telah bersimpatik dan mengecam aksi biadab yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut.

Namun sangat disayangkan jika masih ada saja kelompok yang memilih bungkam karena menganggap hal itu sebagai tindak kejahatan biasa yang tidak menyangkut aksi pelanggaran HAM.

Ketua Umum Pemuda Adat Papua, Jan Chritian Arebo mengungkapkan jika permasalah di Kiwirok adalah sebuah bentuk kebiadaban yang telah melukai hati banyak orang. Terlebih menurutnya korban merupakan perempuan seorang tenaga Kesehatan.

“Kejadian itu adalah kebiadaban, tidak ada yang bisa dibenarkan. Kita semua tahu korbannya adalah seorang perempuan juga sebagai tenaga kesehatan, apalagi korban sudah mendedikasikan diri untuk mengabdi bagi masyarakat disana,”

Oleh sebab itu Arebo menegaskan jika tidak ada lagi bentuk toleransi yang bisa diberikan kepada KKB. Dirinya juga mempertayakan kembali para pegiat HAM yang beberapa waktu terakhir selalu menjual nama Papua. Hariz Azhar disebut sebagai aktivis Hak Asasi Manusia. Menurut Arebo, Hariz perlu mendapat kritik karena berstandar ganda dalam melihat kasus pelanggaran HAM di Papua.

“Kemarin dia teriak-teriak tentang HAM di papua, sekarang dengan kejadian di kiwirok tak sedikitpun saya dengar pernyataannya. Ini adalah kasus besar, masa seorang aktivis melewatkan peristiwa biadab yang dilakukan KKB ini,”

Arebo menegaskan tentang jiwa seorang aktivis adalah untuk membela setiap kebenaran, dan bukan sebagai upaya menciptakan pembenaran.

“Seorang aktivis mempunyai integritas yang tertanam dalam diri, bukan hasil dipengaruhi dan bukan atas kepentingan tertentu. Aktivis harus siap membela segala kebenaran, namun bukan untuk menciptakan sebuah pembenaran. Katakana salah jika itu memang salah. Jangan berkelik,”

Selain itu, Arebo seakan memberikan opsi terhadap Hariz Azhar terkait Papua, dirinya mengatakan jika Hariz tidak bisa memahami seluk-beluk permasalahan yang terjadi di Papua secara utuh, lebih baik sudahi berbiacra tentang Papua dan jangan pernah mau ikut campur.

“Atau mungkin kalau memang dia tidak paham situasi di Papua, yasudah, tinggalkan saja Papua sebagai fokusnya. Dia bisa bantu orang-orang ditempat lain yang masih membutuhkan suara seorang aktivis. Saya hanya khawatir, jika nanti ketika ada kasus lain dan dia tiba-tiba muncul kembali, tentu itu hanya akan memberi ketimpangan dalam opini,”

About the Author

wrtsh papua / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar