Rabu, 06 Januari 2021

Naftall Tipagau, DPO Pemasok Senjata KBB Intan Jaya Berhasil Ditangkap

wrtsh papua

 



Kabar dan informasi Sekretaris Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Intan Jaya Naftall Tipagau alias Nataniel Tipagau telah dikonfirmasi dan saat ini berada di sel tahanan Reskrimum Polda Papua. (6/1)

 

Sempat dihubungi sebelumnya, Agus Bagau sebagai Juru Bicara KNPB Intan Jaya juga mengatakan pihaknya telah mendapat infirmasi keberadaan Naftall di kantor Polisi.

 

“Kami sempat hubungi, kami juga sempat koordinasi dengan yang ada di Jayapura, dan kami mendapat informasi kalau Naftal telah diamankan di Polda Papua dan disangkakan pidana tentang amunisi,” ujarnya.


Baca juga:

Tokoh Papua Sebut Dualisme Penolakan Otsus Dikarenakan Praktik Rasial

 

Agus mengatakan bahwa dirinya cukup menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Naftal tentang kepemilikan amunisi seperti yang disebutkan Kepolisian, sebab hal tersebut akan mencoreng nama KNPB dan memberi anggapan kalau KNPB yang justru mendatangkan konflik di Papua.

 

“Ini masuk ke ranah pribadinya sendiri, karena hal-hal seperti itu tidak ada di KNPB. Memang kami cukup sesalkan, namun kami tetap akan mendorong bantuan hukum kepadanya,” kata Agus Bagau.

 

Dilain pihak Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan kalau penangkapan tersebut terjadi pada 4 Januari 2021, dia juga mengatakan kalau Naftall ditangkap ketika sedang melakukan transaksi melalui ATM di distrik Jayapura Utara.


Baca juga:

Jubir KNPB Buka Suara Penangkapan Naftall Tipagau

 

“Naftall kita tangkap di daerah Distrik Jayapura Utara, dan selanjutnya dibawa ke Polda Papua untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

 

Kembali ditambahkan oleh Kamal bahwa Naftall terlibat langsung dalam dua transaksi amunisi bersama rekannya. Kejadian pertama bersama Paulus Tebay dan yang kedua bersama Lingkar, namun dalam penyergapan tersebut Naftall selalu berhasil melarikan diri.


Baca juga:

Disinformasi, KNPB Ciptakan Ancaman Perayaan Natal Di Papua

 

“ini adalah upaya polisi karena yang bersangkutan merupakan DPO sejak setahun lalu (Januari 2020) dengan kasus transaksi dan kepemilikan amunisi di Kabupaten Nabire. Dalam dua kali aksinya, dia selalu bisa kabur meski rekannya (Paulus Tebay dan Lingkar) berhasil ditangkap,”

 

Ditambahkan oleh Kamal bahwa ada beberapa kasus yang melibatkan Naftall secara langsung. Selain kedapatan dua kali melakukan transaksi amunisi, Naftall juga aktif dalam melakukan propaganda, provokasi, dan penyebaran berita bohong lewat media sosialnya. Ia menambahkan kalau Naftali bisa diancam pidana 20 tahun penjara karena terjerat pasal 1 ayat 1 UU darurat No. 12 Th 1951 Jo. pasal 55 KUHP.

About the Author

wrtsh papua / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar