Senin, 18 Oktober 2021

Dipengaruhi Alkohol, Sekelompok Pemuda di Wamena Hujani Petugas dengan Batu

wrtsh papua


Kapolres Jayawijaya AKBP Muh. Safei menuturkan adanya korban jiwa atas peristiwa penyerangan terhadap anggota Brimob oleh sekelompok pemuda di jalan Pattimura, Kota Wamena (12/10). Dalam kronologi yang diungkapkan, kapolres menjelaskan kejaidan bermula ketika sekelompok pemuda melakukan pelemparan batu terhadap anggota Brimob yang sedang melewati lokasi kejadian.

“Bermula dari anggota yang mau pulang ke rumahnya, tapi dalam perjalanan anggota tersebut dilempari batu oleh sekelompok pemuda,”

Aksi pemuda anarkis tersebut bermula ketika yang bersangkutan menghadiri acara pengucapan syukur atas kelulusan wisuda salah seorang kerabat lainnya. Namun diduga kuat sekelompok pemuda juga mengkonsumsi minuman keras (miras).

“Kami dalami prosesnya, pemuda ini sebelumnya berkumpul untuk merayakan wisuda, dalam acara tersebut diduga mereka mengkonsumsi miras,”

Ditempat yang berbeda PM(35) sebagai salah seorang saksi dalam kejadian tersebut mengungkapkan jika kejadian juga bermula karena adanya provokasi dari salah satu pemuda yang ditegur oleh anggota Brimob.

“Situasinya masih tenang, saya melihat anggota yang sebelumnya dilempar batu minta agar perkumpulan malam itu bubar, tapi salah seorang pemuda lainnya justru marah, sambil berteriak-teriak memprovokasi, akhirnya (kekacauan) pecah, anggota tadi dilempari batu lagi”

PM menambahkan jika petugas mulai terdesak karena massa yang berjumlah belasan mulai bertindak anarkis. Dirinya juga membenarkan jika petugas sudah melakukan tembakan peringatan, namun massa yang terpengaruh alkohol tidak mengindahkan.

“Setelah provokasi itu sudah mulai kacau, pemuda yang mabuk jumlahnya ada belasan. Mereka terus melempari batu ke arah petugas yang mendatangi lokasi padahal sudah diperingatkan beberapa kali,”

Melihat kejadian yang semakin kacau, barulah anggota jaga Polres Jayawijaya berdatangan. Salah seorang pemuda (SW) diketahui dilarikan ke RSUD Kota Wamena, dan pada saat itu penyebabnya belum diketahui. Pasca kejadian tersebut barulah situasi mulai agak tenang.

“Iya, setelahnya anggota dari Polres datang, tapi pemuda-pemuda itu masih terus melawan dengan melempari batu. Setelah salah satu dari mereka ada yang dilarikan ke RSUD, baru situasi agak tenang,”

RSUD Kota Wamena dalam keterangannya menyebut jika korban (SW) tidak terkena tembakan secara langsung. Dari hasil pemeriksaan lanjut tidak ditemukan bukti proyektil, hanya terdapat serpihan pada bagian organ dalam saja.

Minggu, 17 Oktober 2021

Socratez Yoman: Dulu OPM Sekarang ULMWP

wrtsh papua


Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai oleh tokoh agama sekaligus Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis di Papua, Socratez Yoman, sebagai organisasi usang yang tidak lagi efektif untuk dipaksa terus-menerus melakukan perjuangan. Menurutnya zaman sudah berubah dan dunia terus berputar.

“OPM yang ada saat itu tidak bisa dipaksakan lagi untuk saat ini. Arah perjuangan sudah berbeda 180 derajat. Perkembangan zaman sudah berubah drastis, tidak seperti dulu lagi. Ini yang harus dipahami oleh semua elemen perjuangan,”

Menurut Yoman, perjuangan yang diwariskan oleh orang-orang tua terdahulu, menganggap bahwa OPM sudah selayaknya digantikan oleh organisasi ULMWP. Dirinya mengatakan jika ULMWP memiliki jangkauan yang lebih luas yang dirasa akan memberikan dampak bagi perjuangan pembebasan Papua.

“OPM punya orang-orang tua kita, dan sekarang sudah digantikan dengan ULMWP. Organisasi ULMWP ini sudah jauh lebih kompleks, kita punya semua sekarang, berbeda dengan OPM yang seakan hanya jalan ditempat,”

Menurut Yoman perjuangan OPM yang lekat dengan gerakan bersenjata juga menjadi faktor lain mengapa perjuangan di Papua tidak menemui hasil. Hal tersebut dikatakannya sebab Papua sudah menjadi sorotan dunia karena merebaknya simbol kekerasan atas dasar perjuangan.

“Memperjuangan sesuatu saat ini tidak bisa lagi menggunakan senjata. Justru penggunaan senjata itu yang akhirnya meruntuhkan perjuangan. Kasus pembunuhan tenaga medis di Kiwirok contohnya, itu sudah menghancurkan kepercayaan dunia, karena jelas-jelas pihak kita yang melakukannya,”

Ketua OPM Minta Agus Kossay Hentikan Mengatasnamakan TPNPB OPM

wrtsh papua


Ketua TPNPB OPM Jeffry Bomanak minta Agus Kossay tidak menggunakan nama TPNPB dalam pergerakan yang dilakukan oleh kelompok Kominte Nasional Papua Barat (KNPB) dalam menjalankan misinya. Hal ini disampaikan oleh Jeffry Bomanak setelah adanya laporan dari anggota TPNPB wilayah Timorbil.

"Anggota TPNPB wilayah Timorbil perbatasan dengan Pegunungan Bintang telah melaporkan adanya rencana pembelian senjata oleh KNPB yang mengatasnamakan TPNPB"

Jeffry Bomanak selaku ketua OPM menyampaikan pernyataan lewat media sosial yang kesal terhadap Agus Kossay yang diketahui menjual namanya untuk pembelian senjata di Timorbil.

"Saya ingatkan kepada Agus Kossay hentikan menjual nama TPNPB untuk melakukan pergerakan, jangan jadi pengecut kalau mau berjuang harus berani mengambil resiko"

Saya tau, Agus menggunakan nama TPNPB untuk membeli senjata karena kalau tertangkap maka yang disalahkan adalah TPNPB bukan KNPB, ini namanya pemimpin yang pengecut, namanya tetap baik dan nama saya akan hancur dan saya menjadi buronan baik dari aparat Indonesia maupun PNG.

Kemaren dia bilang di media, kalau senjata yang tertangkap di pegunungan bintang adalah senjata yang dikirim oleh TPNPB, kemudian buat pernyataan lagi kalau KNPB berjuang lewat politik bukan dengan cara berperang.

Lantas, mau beli senjata melalui militer PNG di Timorbil untuk apa, Jeffry juga meminta agar Agus membayar senjata yang tertangkap tersebut, karena sampai sekarang senjata tersebut belum dilunasi.

Berdasarkan laporan dari anak buah Agus Kossay, bahwa Agus telah menerima sejumlah uang yang cukup banyak dari salah seorang pejabat di Papua, uang itu diberikan agar tidak mengganggu jalannya PON.

Sabtu, 16 Oktober 2021

Pengakuan Warga Kiwirok, KKB Perkosa Suster Sebelum Dibunuh dan Dibuang

wrtsh papua


Kabar terkait pembakaran markas Kelompok Kriminal Bersenata (KKB) di Distrik Kiwirok diragukan kebenarannya. Salah seorang warga Kiwirok, Merinus Uropmabin mengungkapkan terkait situasi di distriknya memang sempat mencekam, namun hal tersebut terjadi ketika KKB melakukan aksi penyerangan terhadap tenaga Kesehatan pada 13 September 2021.

“Sekarang tidak ada penyerangan, Kiwirok sudah mulai berangsur baik. Kalau kejadian kacau itu hanya kemarin waktu KKB menyerang Puskesmas. Untuk sekarang tidak ada,”

Dalam keterangannya Merinus mengaku sangat berharap agar kondisi di Distrik Kiwirok dapat segera pulih seperti sedia kala, oleh sebab itu dirinya menolak terkait segala informasi yang tidak benar. Masyarakat disebutkan menginginkan untuk segera bisa beraktivitas seperti dulu tanpa takut akan terjadi konflik.

“Jangan membuat kekacauan lagi di Kiwirok. Kami masyarakat sudah malas dan mau beraktivitas seperti dulu. Justru kami sekarang sangat berharap supaya pemerintah bisa meningkatkan penegakan hukum terhadap kelompok Lamek Alipki Taplo,”

Penduduk Kiwirok disampaikan oleh Merinus, sempat merasa khawatir karena aksi penyerangan anggota Lamek Taplo. Hal tersebut diungkapkannya sebab pada saat terjadi penyerangan KKB mulai menuduh warga sebagai bagian dari musuh mereka.

“Tentu kami takut, KKB sudah mulai menuduh warga kampung. Kami ini tidak bisa berbuat apa-apa, makanya kami berharap TNI-Polri segera amankan. Bahkan beberapa dari warga itu sempat mengungsi karena diancam akan dibunuh,”

Merinus juga mengaku sempat menyaksikan aksi penyerangan kkb terhadap tenaga medis di Puskesmas Kiwirok sebelumnya. Marinus membenarkan jika kelompok Lamek Taplo telah melakukan pembunuhan bahkan pemerkosaan.

“Saya lihat kejadian itu, awalnya ada suara tembakan, situasi mulai panik. Semua berlarian untuk kabur. Disitu saya lihat ibu suster diperkosa, dipukuli. Sebelum dibuang ke jurang kondisi ibu suster sudah tidak memakai pakaian,”

Sangat Biadab, Perbuatan Kelompok Lamek Taplo Lebih Keji Dari Binatang

wrtsh papua


Hanya Tuhan Yang Akan Menghukum Perbuatan Iblis

Peristiwa penyerangan dan pembunuhan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di pedalaman kwirok, kabupaten pegunungan Bintang belum bisa hilang dibenak kita, peristiwa ini sangat menyakiti setiap orang yang mendengar dan mengetahui perbuatan iblis ini.

Tentunya orang yang mengetahui peristiwa ini tidak akan pernah tidur nyenyak selama dia memyimpan atau menyembunyikan pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di kwirok.

Selaku umat manusia yang yakin dengan keberadaan Tuhan yang akan membalas setiap perbuatan dosa umatnya, maka saya pun akan menyampaikan peristiwa yang terjadi beberapa bulan lalu yang menimpa tenaga kesehatan di Kiwirok.

Ini sebagai bentuk pertanggung jawaban saya kepada Tuhan, karena saya telah mendengar dan mengetahui pengakuan dari kerabat saya di kwirok (maaf saya tidak menyebutkan namanya demi keamananya di kwirok).

Sebelum kejadian, kerabat saya mengetahui adanya rencana pembunuhan terhadap pendatang (bahasanya lamek taplo yaitu semua rambut lurus), hal ini sudah disampaikan kepada pihak aparat yang bertugas di sana, makanya sebelum kejadian aparat TNI dan Polri melakukan patroli dan himbauan kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati.

Namun tidak diduga penyerangan awal ke puskesmas, karena dianggap puskesmas dan tenaga kesehatan tidak akan diganggu oleh Lamek Taplo karena mereka sering membantu masyarakat bahkan sering memberi pengobatan kepada kelompok Lamek Taplo dan anak buahnya yang mengalami sakit.

Awal kejadian Lamek Taplo dan anak buahnya masuk ke mess tenaga kesehatan, hanya beberapa orang yang masuk (kerabat saya kenal mereka, mereka masih muda, bahkan ada anak dari pimpinan pelaku penyerangan). Tidak lama kemudian mereka keluar dari mess sambil berjalan dengan menodongkan senjata kepada tenaga kesehatan wanita yang saat itu sudah dalam keadaan telanjang.

Mereka dibawa ke belakang kemudian disuruh tidur (terlentang), ada satu yang terlihat dipukul-pukul mukanya dan badannya, suaranya sangat terdengar minta ampun sambil menangis, ada suara juga yang mengatakan "kenapa ko lakukan ini, selama ini kita sering beri bantuan dan obat" itu juga sambil menangis. Ada suara minta tolong sambil menjerit, tapi siapa yang mau tolong, bisa-bisa masyarakat yang juga dibunuh.

"Mendengar pengakuan kerabat saya ini, tidak bisa saya membayangkan betapa rasa sakit dan takut pada saat itu, mata saya langsung berkaca, membayangkan pemukulan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh kelompoknya Lamek Taplo, bagaimana kalau itu menimpah kepada saudara atau keluarga kita"

Lebih lanjut kerabat saya menceritakan, setelah itu melihat tenaga kesehatan tersebut ditarik dan didorong ke arah jurang dalam kondisi menangis dan telanjang, disitu dia (kerabat saya) sudah tidak tau lagi kondisi dari ketiga tenaga kesehatan tersebut.

Kemudian tidak begitu lama terlihat beberapa bangunan terbakar dan ada suara bunyi tembakan, apakah itu suara tembakan dari pos TNI atau dari kelompoknya Lamek Taplo, dia tidak tau pasti.

Dari penyampaian kerabat saya ini, membuktikan kalau mereka kelompok dari Lamek Taplo sangat biadab dan keji seperti binatang, menyiksa, menelanjangi, memperkosa dan kemudian dibunuh dengan cara membuang ke jurang.

Kerabat saya mengatakan, dia merasa bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa, namun dia merasa lebih berdosa lagi kalau hal ini disembunyikan.

Tuhan pasti akan membalas setiap pebuatan biadab dan keji dari Lamek Taplo.

Pegunungan Bintang, 15 Oktober 2021

Septinus Uopka

Jumat, 15 Oktober 2021

Agus Kossay: Cukup Saya, dan Tidak Ada Lagi Aktivis KNPB yang Di Penjara

wrtsh papua


Perseteruan antara kelompok perjuangan Papua mulai terkuak, Ketua KNPB minta tidak ada lagi aktivis KNPB yang ditahan aparat penegak hukum ataupun di penjara, hal ini disampaikan oleh @JP Jr. Pahabol melalui postingannya di media sosial.

@JP Jr. Pahabol menuliskan permintaan Agus Kossay selaku ketua KNPB agar anggota dan kelompoknya tidak terlibat dalam rencana pergerakan TPNPB yang dipimpin oleh Jeffry Bomanak.

"Jangan ikut-ikutan pergerakan yang dilakukan oleh kelompok garis keras (kekerasan) karena cara perjuangan kita (KNPB) melalui jalur diplomatis, sangat berbeda dengan kelompok mereka,"

Di negara manapun kemerdekaan tidak pernah diraih melalui kekerasan, semua kemerdekaan hanya bisa didapat melalui politik bukan perang.

Agus tidak ingin anggotanya dipenjara dan ditahan, cukup dirinya saja, Agus memberikan contoh dirinya yang ditangkap dan ditahan kemudian dipenjarakan di Kalimantan.

"Di Penjara Itu sangat sakit dan menderita, makanya saya, dan teman-teman yang lain pernah dipenjara di Kalimantan tidak ingin yang lainnya merasakannya"

Agus juga mencontohkan Victor Yeimo yang tidak ingin dipenjara, di tahanan brimob itu masih enak karena di brimob bukan sebuah penjara, tapi Victor pun tidak mau sampai akhirnya dia beralasan sakit.

Diketahui, Jefry Bomanak Pagawak selaku ketua OPM berdasarkan keterangan pers pihak keamanan merelease pernyataan bahwa kelompok TPNPB dan KNPB akan melakukan gangguan keamanan terhadap berlangsungnya PON.

Namun, Jeffry pada akhirnya menyebut Agus Kossay pengecut setelah Agus memberikan perintah kepada seluruh anggota KNPB tidak terlibat aksi dengan TPNPB. Jeffry menuduh Agus telah menerima dana dari ketua PON Yunus Wonda untuk tidak mengganggu jalannya PON.

Sampai dengan berita ini di release, Agus Kossay belum bisa dihubungi untuk diminta memberikan klarifikasi atas tuduhan yang disampaikan oleh Jeffry Bomanak.

Sumber: Catatan Digital @JP Jr. Pahabol

Bicara Soal Smelter Baru PT Freeport, Jeffrey Bomanak Bermental Pengemis

wrtsh papua


Pernyataan Jeffrey Bomanak yang mengklaim diri sebagai Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia ditanggapi oleh salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa menyebutkan jika Jeffrey Bomanak adalah pribadi yang tidak terlalu pintar namun lancing memprovokasi rakyat Papua.

“Tidak perlu kita sibuk memikirkan apa yang disuarakan Jeffrey Bomanak. Dia hanya pandai memprovokasi namun tidak pernah sadar akan dirinya sendiri. Memangnya dia itu siapa? Orang perusahaan? Orang Freeport?”

“Yang dilakukan saat Ini semua berkaitan dengan pengembangan lini bisnis.Tidak ada yang salah karena negara punya berhak atas semua itu. Sedangkan Jeffrey Bomanak, dia hanya modal mengaku sebagai orang Papua. Sehingga aksi-aksinya ya hanya berkutat pada provokasi,”

Korwa juga mengaku tergelitik dengan pernyataan Jeffrey menyinggung keberadaan Papua yang seolah hanya dimanfaatkan untuk memberi makan rakyat di seluruh Indonesia. Hal tersebut dianggap keliru dan justru semakin memperlihatkan kebodohannya. Korwa juga menjelaskan jika ada kecenderungan berpikir masyarakat di Papua yang kerap terbuai dengan urusan ganti rugi dan berkaitan dengan nilai uang.

“Keliru, tidak ada satupun orang di negara ini yang mendapatkan uang secara cuma-cuma. Pernyataan Jeffrey ini memang tidak asing, seperti penyakit lama yang masih tertinggal di Papua. Contohnya kasus pemalangan, hak ulayat, seolah permasalahan itu harus diselesaikan dengan uang. Meski tidak sepenuhnya salah, menurut saya terkadang ada ketidak rasionalan disana,”

Korwa menegaskan jika mental budak dan mengemis harus dihilangkan dari Papua. Hukum timbal balik dalam urusan bekerja sehingga mendapatkan upah bekerja berupa gaji harus dipahami dalam era saat ini.

“Jeffrey dia masih bermental pengemis. Kalau mau punya uang, ya harus bekerja. Selama ini yang lakukannya untuk mendapat uang adalah dari cara meminta-minta, atau bahkan menipu dan merampok. Ini saya bicara fakta, belum lama ini nama Jeffrey Bomanak dikaitkan dengan aksi perampokan,”

Korwa menambahkan jika tipikal orang seperti Jeffrey Bomanak yang sempit pemikirannya namun memaksa pintar dan merasa paling bisa telah membuat Papua sulit untuk berkembang. Korwa juga menyindir Jeffrey yang bahkan belum pernah melihat Kota Gresik, menurutnya ada beberapa faktor utama yang menguntungkan terkait pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik.

“Saya pingin tahu apakah Jeffrey sudah pernah ke Gresik atau belum. Sebab secara demografis, Kota Gresik yang memang dikhususkan sebagai kawasan industri untuk menopang ekonomi nasional memiliki beberapa faktor penunjang yang mumpuni. Salah satunya adalah keberadaan Pelabuhan tersibuk Tanjung Perak, yang letaknya tidak jauh dari Gresik,”

Korwa dalam akhir penyampaiannya justru bergurau menyarankan Jeffrey Bomanak agar kembali mempelajari ilmu pengetahuan secara lebih mendalam. Menurutnya belajar dan memperluas pengetahuan lebih diperlukan oleh Jeffrey saat ini. Sebab Korwa menilai jika Jeffrey Bomanak masih terbelenggu dengan kebodohan.

Kamis, 14 Oktober 2021

Ketua KNPB ditudung makan uang lewat perhelatan PON

wrtsh papua


Ketua Organisasi Papua Merdeka, Jeffrey Bomanak dalam sebuah keterangan di media sosial pribadinya menyebutkan jika Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak memberikan dampak bagi Orang Papua. Jeffrey menganggap jika PON hanya ambisi dan upaya politik yang sedang digencarkan di Papua.

Jeffrey Bomanak juga mengungkapkan kekesalannya melihat tingkah Agus Kossay yang dianggapnya ketakutan dan justru menghindar dari tuduhan-tuduhan yang mengatakan bahwa KNPB tidak terlibat dalam aksi mengganggu pelaksanaan PON.

“Saya sedih mendengar kabar itu, belum apa-apa kenapa dia (Agus Kossay) seperti ketakutan. Mungkin ini sebuah kemunduran dari KNPB dibawah kepemimpinan Agus Kossay,”

Tak hanya itu, Jeffrey Bomanak dengan kerasnya menuduh jika Agus Kossay ikut merasakan uang panas hasil penyelenggaraan PON. Hal tersebut diungkapkannya karena melihat Agus Kossay yang sempat mengatakan jika KNPB tidak akan mengganggu pelaksanaan PON.

“Sebagai pejuang tindakan yang dilakukan Agus Kossay itu sangat lucu. Ini tidak masuk akal karena seolah-olah KNPB berkampanye untuk ikut mendukung PON. Agus Kossay pasti mendapatkan uang dari itu semua,”

Jeffrey menegaskan jika perjuangan Papua sudah dicampuri urusan perut dari tokoh-tokoh perjuangan yang berkhianat. Dirinya juga mengungkapkan jika banyak oknum dalam tubuh KNPB yang berwatak kolonialis yang hanya bersembunyi dibalik identitas Papua.

“KNPB era saat ini berbeda dengan KNPB di tahun-tahun yang lalu, banyak orang-orang di KNPB sekarang yang memikirkan isi perutnya sendiri. Mereka sama saja, berwatak kolonialis. Bahkan lebih parah karena bersembunyi dibalik nama Papua,”

Tidak Mau Maju, Simpatisan KNPB/ULMWP Sibuk Jual 'Papua'

wrtsh papua


Gerakan separatisme di Papua tak hanya menyoal tentang aksi perlawanan bersenjata, melainkan juga terkait propaganda politik yang dibangun oleh para simpatisan.

Hal tersebut yang akhirnya menimbulkan opini negatif terkait situasi Papua, padahal kehidupan di Papua tak jauh berbeda dengan aktivitas masyarakat lainnya di seluruh Indonesia.

Menurut pengamatan Papua, Franz Korwa menyebutkan ada kecenderungan dari simpatisan untuk mengikuti karakteristik dari pemimpinnya. Maka tak heran sebab para aktor penting gerakan separatisme selalu menjual segala hal yang berkaitan dengan Papua untuk kepentingan pribadinya masing-masing.

"Itu yang tergambar saat ini, melihat bagaimana para pemimpin itu selalu menjual nama Papua, maka sampai akar rumput dan pengikutnya ya seperti itu. Hanya saja, buat mereka yang dibawah tidak mendapat keuntungan. Ini namanya mereka sedang dibodohi,"

Korwa menambahkan jika aksi-aksi yang dipertontonkan oleh aktor separatisme seperti KNPB ataupun ULMWP tidak akan memberi kemajuan bagi Papua. Dirinya justru merasa miris karena kelompok tersebut hanya mengungkit masalah lampau dan tidak bisa memberi solusi tepat.

"Selalu mereka berpandangan tentang masa lalu yang kelam, padahal dunia ini sudah berkembang, kita ini semua kan mau maju. Peribahasa katak dalam tempurung, ya itu lah mereka,"

Korwa menjelaskan bahwa orang-orang yang berada di KNPB atau ULMWP telah menghabiskan waktu hidupnya dengan sia-sia. Mengingat pembangunan yang masif di Papua sudah digencarkan oleh pemerintah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Papua.

"Pembangunan sudah ramai digencarkan pemerintah, fungsinya juga sudah jelas, artinya kita tinggal memanfaatkan apa yang sudah ada,"

Rabu, 13 Oktober 2021

Lama Tidak Terdengar, Aktivis KNPB Beralih Fokus ke Bisnis Kopi di Wamena

wrtsh papua


Part 1:

Kekayaan melimpah di tanah Papua sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Mulai dari barang tambang, hasil laut, keindahan panorama, hingga perkebunan yang menghasilkan biji kopi yang nikmat. Ada dua kawasan penghasil kopi terbesar di Papua, yaitu di Nabire dan Wamena.Kopi adalah bisnis berkonsep kemitraan yang tumbuh pesat di Indonesia. Seperti brand pendahulunya yakni Foodpedia & Pasta Kangen. 

Perkebunan kopi Papua di Wamena terletak di sepanjang lembah yang letaknya mengelilingi Kota Wamena, Lembah Baliem. Lembah tersebut letaknya ada di sisi timur Gunung Jayawijaya dengan panjang kurang lebih 80 km.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Steven Itlay Aktivis Komite Nasional Papua Barat setelah sekian lama menghabiskan harinya bersama organisasi KNPB, , yang sudah lama tidak terdengar kabarnya ditemui di Wamena merasa kaget Ketika disapa “Kakak Apa Kabar, Sudah Alih Profesi kah?” Steven yang saat itu tidak menduga langsung tersenyum sambil membalas “Kabar Baik” yang berusaha untuk  menyimpan kegugupannya.

Sebelumnya, kami ke wamena mencari informasi terkait kopi wamena yang akan kami angkat untuk dipromosikan, lewat salah satu warga yang juga kebetulan kerabat dari Steven Itlay menyebutkan kalau Steven Itlay (Aktivis KNPB) ada di disini (Wamena).

”Saat ini kaka Steven Itlay berada di Wamena, kaka dia sedang mengurus kebun kopi, mungkin keberadaan kaka Steven juga bisa diangkat karena selama ini yang kita ketahui kaka Steven sibuk dengan urusan KNPB, namun sudah 3 bulan terakhir ini dia berada di wamena, dan sibuk dengan Kopi,” Ungkapnya.

Keesokan harinya kami mencoba menemui Steven Itlay tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepadanya, dan betul sekali Ketika kami bertemu dengan steven, dia apa adanya sedang berada di lahan kopi.

Lama bercerita dengan Steven, dia mengakui kaalu dirinya saat ini lagi focus kepada lahan kopi yang diolahnya di wamena, entah sampai kapan dirinya tidak tau, namun yang terpenting saat ini dirinya bisa memanfaatkan lahan kopi yang ada di wamena menjadi usahanya nanti.

Terungkap rasa penyesalan yang disampaikan oleh Steven “seharusnya dari dulu kita memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki ini, namun tida ada kata terlambat buat kita, kalau kita mau berubah dan melakukan kegiatan yang baik,” ungkap Steven.

Disinggung soal kegiatan KNPB, Steven saat ini tidak mau berkomentar soal KNPB, dirinya berpikir lebih baik kita membahas kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan, baik untuk kita sendiri maupun anak-anak kita serta orang lain.

Steven berpesan, kalau bisa kita memanfaatkan kondisi alam kita menjadi peluang yang dapat memberikan arti bagi kehidupan kedepan, dari pada mengurus sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, lebih baik kita mencoba untuk mengurus kopi yang kita miliki, imbuh steven. 

bersambung (13/10/21)