Rabu, 21 Juli 2021

Pemuda Saireri Minta Semua Pihak Dukung PON XX Papua

wrtsh papua


Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Saireri, sebagai organ induk pemuda dan mahasiswa wilayah adat Saireri, menyatakan sikap mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

“Kami sebagai elemen pemuda yang berasal dari Saireri merasa perlu proaktif, untuk berkontribusi dan memberikan aspirasi kepada pemerintah Papua, untuk pelaksanaan PON XX Papua 2021,” ungkap Ketua Umum DPP Pemuda Saireri Gifli Buine di Jayapura, Rabu (21/7/2021).

Pihaknya dalam poin pertama pernyataan sikap tersebut menegaskan, pelaksanaan PON Papua harus sukses dan tak boleh ada penolakan dari pihak manapun.

“Mewakili tokoh pemuda di Papua, kami mengimbau untuk semua komponen masyarakat di Papua, agar mendukung  PON Papua, sehingga pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar. Jika masih ada penolakan dari cluster yang ada, KONI dan Mempora perlu turun tangan. Dan mengenai transparansi anggaran harus ada keterbukaan,” kata Gifli Buinei membacakan poin kedua dari pernyataan sikap tersebut.

Pemuda Saireri berpendapat bahwa PON merupakan ajang unjuk prestasi bagi anak-anak generasi muda Papua, karena itu perlu dukungan penuh dari semua pihak, termasuk pemuda.

“Kita sudah diberikan kepercayaan penuh oleh pemerintah pusat, untuk menyelenggarakannya, sepatutnya semua pihak ikut mendukung, bukan sebaliknya,” katanya lagi.

Pemuda Saireri juga mengharapkan, Papua sebagai tuan rumah dapat menunjukkan yang terbaik dalam perhelatan PON nanti.

“Jadi bukan hanya sukses sebagai penyelenggara tetapi juga sukses raih prestasi demi menjaga nama baik Tanah Papua. Jika ada pihak yang sependapat atau mencoba menggagalkan pelaksanaan PON, berarti oknum tersebut tidak paham kemajuan,” kata Gifli.

Di tengah isu keamanan Papua, ia juga meminta agar PB PON dapat menjamin pelaksanaan PON. PB PON bersama TNI/Polri diminta lebih optimal menyiapkan langkah teknis pengamanan hingga pesta olahraga nasional empat tahunan itu berlangsung sukses.

Sebagai usulan, mereka juga minta Pemprov Papua, untuk segera menutup jalur masuk ke Papua, baik melalui udara maupun melalui jalur laut. Hal ini disampaikan dengan maksud, agar pelaksanaan PON tak terganggu situasi Covid-19 saat ini.

Rabu, 30 Juni 2021

Dukung Penegakan Hukum kepada Victor Yeimo, Yan Arebo Minta Jangan Ada Intervensi

wrtsh papua


Victor Yeimo, disebut-sebut aktor dibalik kerusuhan 2019, sebelumnya Victor masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua. Victor ditangkap pada awal Mei lalu di Tanah Hitam, Kota Jayapura oleh Kepolisian.

Menurut keterangan, proses hukum terhadap Victor Yeimo kini sedang berjalan dan sudah sampai pada proses tahap I. Atas proses yang tengah dijalani, Yan Christian Arebo dalam keterangannya turut upaya penegakan hukum sebagai bentuk pertanggung jawaban atas perilaku melanggar undang-undang yang dilakukan Victor Yeimo.

"Untuk itu kami mendukung pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua untuk melakukan keberlangsungan proses hukum yang sudah ditangani terhadap Victor Yeimo,"

Terkait penegakan hukum yang ada, semua pihak diajak untuk memberikan dukungan kepada penegak hukum agar terus melakukan proses hukum kepada siapa saja yang menjadi pelaku atau aktor kerusuhan di Papua pada 2019 lalu, salah satunya oleh Victor Yeimo.

Yan Christian pun meminta agar tak ada lagi kelompok yang berusaha untuk menghambat proses hukum yang dijalani oleh Victor Yeimo.

"Saya, Yan Christian Arebo mengajak mari kita jaga sitkamtibmas di Papua selalu aman dan damai. Setiap orang yang bersalah maka harus mau mempertanggung jawabkan perbuatannya, termasuk Victor Yeimo,"

Dilain itu, Arebo juga meminta kepada semua pihak di tanah Papua untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa. Dia juga mengimbau agar mengikuti dan mendukung setiap program pemerintah.

Atas proses hukum yang tengah dijalani oleh Victor Yeimo, Arebo berharap permasalahan tersebut tak dijadikan isu yang terus bergulir dan akhirnya mengganggu situasi keamanan di Papua. Dia menyarankan agar permasalahan sepenuhnya bisa diserahkan kepada pihak yang berwenang tanpa intervensi dari sejumlah pihak.

Selasa, 29 Juni 2021

Jangan Gagal Paham! Penunjukan Plh Gubernur Papua Agar Pekerjaan Yang Tertunda Dapat Dilaksanakan

wrtsh papua


Kementerian Dalam Negeri menunjuk Sekretaris Daerah Yulian Flassy sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua. Adapun pergantian itu dilakukan Kemendagri karena Gubernur Papua Lukas Enembe saat ini tengah dirawat untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

Namun penunjukan Plh Gubernur tersebut mendapat penolakan dari beberapa pihak. Terdapat seruan unjuk rasa dan sejumlah video yang mengeluarkan pernyataan bernada provokasi beredar di media sosial usai penunjukan Dance Yulian Flassy sebagai Plh Gubernur Papua.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus mengatakan, Lukas meminta masyarakat tak memberi ruang kepada pihak yang ingin menunggangi isu tersebut.

"Gubernur Papua Lukas Enembe melihat dan memantau kondisi rakyatnya di Papua pasca berita menyoal penunjukan Plh Gubernur Papua mengisi ruang-ruang publik melalui media massa maupun media sosial," kata Rifai.

Menurut Rifai, Lukas Enembe memohon agar masyarakat Papua menghentikan segala rencana untuk turun ke jalan atau kegiatan lain yang memicu kerumunan. Sebagai Gubernur, Lukas Enembe tak ingin masyarakat menjadi korban.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan mengatakan, penunjukkan itu dilakukan karena pihaknya ingin memastikan pemerintahan dan pelayanan publik berjalan lancar di Provinsi Papua.

"Pemerintah pusat dan pemerintah daerah Provinsi mempunyai semangat yang sama untuk memastikan agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan sekaligus pelayanan publik di Provinsi Papua berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Benni.

Benni menjelaskan, penunjukan Plh Gubernur tersebut merupakan upaya untuk mempercepat penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2021. DAK tersebut dialokasikan di tujuh bidang pembangunan seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, lingkungan hidup, pembangunan jalan, hingga irigasi.

"Dalam proses penyalurannya, terdapat beberapa dokumen yang belum bisa dilengkapi oleh Pemerintah Provinsi Papua, yakni dokumen yang harus ditandatangani oleh kepala daerah. Jadi, pemerintah daerah, dalam hal ini mendorong percepatan untuk pemenuhan dokumen-dokumen persyaratan penyaluran tadi. Nah ini yang kita dorong, dengan semangat yang sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah," lanjut dia.

Benni juga berharap penyaluran DAK fisik tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah yang ada di Provinsi Papua.

"Kita berharap setelah penjelasan ini, kita bisa melaksanakan tugas-tugas dengan sebaik-baiknya. Ke depan, jangan ada lagi persoalan karena kurang samanya pemahaman," ucap Benni.

Senin, 28 Juni 2021

DPR Dorong Penindakan Teroris Papua karena Sudah Sangat Merugikan

wrtsh papua


Menanggapi aksi teror dan penembakan oleh kelompok teroris Papua, anggota Komisi I DPR menilai bahwa TNI Polri harus mengambil inisiatif dengan tindakan yang lebih masif. TB Hasanuddin dalam keterangannya menyatakan bahwa kelompok teroris atau KKB Papua telah memakan banyak korban.

“Banyak korban dari masyarakat maupun dari TNI Polri, sehingga negara harus mengambil inisiatif untuk lebih massif dalam menangani aksi teroris di Papua,”

Hasanuddin menambahkan jika berbagai kerugian yang disebabkan oleh kelompok teroris harus segera dituntaskan. Dirinya meminta kepada TNI Polri untuk terus melakukan operasi sehingga aksi terorisme bisa ditekan.

“TNI Polri harus melakukan operasi secara Bersama-sama untuk menekan aksi terorisme yang dilakukan kelompok separatis,”

Hasanuddin juga menyarankan agar penindakan yang dilakukan harus memahami potensi konflik yang mungkin saja terjadi. Sebab dirinya memahami kondisi di Papua terkait dengan rawannya upaya politisasi informasi oleh simpatisan kelompok teroris.

“Bisa terlebih dahulu dipisahkan kelompok teroris ini dari masyarakat, kemudian kejar kelompok bersenjata itu. Kami mendukung upaya penindakan secara tegas tanpa keraguan,”

Kamis (24/06) lalu diketahui kelompok teroris berjumlah 30 orang telah menembaki pekerj abangunan di Kampung Bingky, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Para pekerja yang ketakutan sontak berhamburan untuk melarikan diri. TNI Polri yang menemukan pekerja tersebut lantas melakukan evakuasi tepat satu hari pasca peristiwa.

Diketahui atas insiden penyerangan yang menewaskan 4 orang warga sipil tersebut, tidak kurang dari 200 orang yang merupakan warga Kampung Bingky telah diungsikan ke Kawasan yang relatif lebih aman.

Minggu, 27 Juni 2021

Lukas Enembe Ajak Masyarakat Papua Tolak Provokasi Turun ke Jalan

wrtsh papua


Dinamika penunjukan Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua dianggap menjadi polemik. Menanggapi hal tersebut, Lukas Enembe akhirnya meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi ajakan turun ke jalan.

Lukas beranggapan jika kasus yang terjadi saat ini tidak perlu dibesar-besarkan. Dirinya mengaku jika permasalahan tersebut sedang dikonsolidasikan untuk mencapai jalan tengah atas kepentingan rakyat di Papua. 

Lukas Enembe dalam imbauannya untuk tidak melakukan aksi turun jalan juga karema factor kondisi pandemik virus corona yang masih terus terjadi, bahkan cenderung meningkat dalam waktu ke waktu.

“Melihat kondisi yang saat ini sedang terjadi, kita harus sama-sama sadar jika pandemi virus corona masih terjadi. Jika menjadi klaster baru, maka aksi turun jalan telah membuat penanganan masalah ini semakin rumit,”

Dalam penyampaiannya, secara langsung Lukas meminta kepada masyarakat untuk jeli dan berhati-hati, sebab kegiatan turun jalan sangat rawan dimanfaatkan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab. Lukas menyela kasus kerusuhan pada tahun 2019 lalu yang telah menghambat segala sektor di Papua. 

Oleh sebab itu Lukas meminta kepada masyarakat untuk tidak memberi peluang kepada kelompok yang ingin melahirkan konflik di Papua. Dirinya menegaskan jika kedamaian di Papua harus terus dijaga untuk kepentingan Bersama.

Ttidak perlu ditanggapi, masyarakat jangan terprovokasi. Karena aksi seperti itu rawan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan rakyat menjadi korban karena politisasi kelompok yang ingin memisahkan Papua dari NKRI”

Lukas juga meyakinkan masyarakat jika dalam waktu dekat dirinya akan segera kembali ke Indonesia pasca pengobatannya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Gubernur Papua, Rifai Darus.

“Gubernur tidak menginginkan adanya perbedaan pendapat yang menimbulkan perpecahan diantara kita, yang terpenting agar semua pihak dapat menahan diri. Gubernur juga mengatakan jika tidak lama lagi akan Kembali ke Indonesia”

Darus menambahkan jika polemik yang saat ini terjadi tidak boleh mendapat tempat dimasyarakat, dirinya meyakinkan jika masyarakat tidak perlu terpancing amarahnya karena ajakan kelompok tertentu yang merugikan.

“Apa yang terjadi sekarang ini tidak memberi manfaat bagi masyarakat di papua. Ada banyak dukungan yang bisa dilakukan tanpa harus merugikan banyak pihak nantinya. Mari kita semua lebih baik mendoakan Gubernur agar segera pulih,”

Sabtu, 26 Juni 2021

Kesaksian Pekerja atas Penyerangan Teroris di Yahukimo, “Warga DIsandera, 4 Orang Ditembak”

wrtsh papua


Pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Yahukimo, Papua, menjadi korban dari penyerangan kelompok teroris Papua pada 24 Juni 2021. Beruntung para pekerja berhasil selamat dari maut saat mendadak dipalang komplotan teroris. 

Saiful, dalam kesaksiannya mengatakan jika peristiwa penyerangan terjadi begitu cepat. Sebab sebelum teror tersebut terjadi, dirinya sudah sempat ‘pulang-pergi’ beberapa kali melintasi tempat kejadian. (26/6)

“Untuk hari itu saja, sudah sempat saya lewati beberapa kali. Saya kan harus bolak-balik ambil material untuk pembangunan jembatan,”

Saiful lantas menceritakan upayanya untuk menghindar dari kelompok teroris yang dikatakannya berjumlah sebanyak 30 orang. Dirinya mengaku jika sempat menjadi sasaran tembak ketika truk yang dikendarainya berhasil kabur untuk melaju meninggalkan kelompok teroris.

“Ada suara teriakan dari mereka untuk memeriksa saya dan teman-teman, tapi saya bisa kabur lebih dulu. Setelah itu ada tembakan, kaca depan yang kena,”

Pasca peristiwa tersebut Saiful mengamankan diri menuju camp PT Seremony di Kampung Pingky. Dirinya berpikir jika ditempat tersebut akan lebih aman karena ada banyak karyawan dan masyarakat asli Papua yang tinggal. Namun, kebiadaban kelompok teroris berlanjut ketika mereka tetap mengejar Saiful dan masuk ke Kampung Pingky.

“Saya sempat kaget ketika mendengar kelompok teroris itu ternyata datang ke kampung ini (Pingky). Kami semua yang ada sudah sangat ketakutan karena beberapa kali terdengar suara tembakan,”

Di Kampung Pingky diketahui jika kelompok teroris justru membabi buta dengan melakukan penembakan terhadap empat orang, satu di antaranya adalah warga setempat, yang merupakan kepala suku Kampung Pingky. Bahkan kelompok tersebut sempat melakuka penyanderaan kepada warga.

Atas kesaksian Saiful dan dari rentetan aksi penyerangan yang terjadi, sudah sah rasanya kelompok tersebut dicap sebagai teroris karena telah melakukan aksi keji yang melanggar HAM. Disaat upaya pembangunan demi kesejahteraan rakyat di Papua telah diganggu, negara harus melakukan upaya tegas untuk menghentikan aksi biadab dari kelompok teroris yang sudah sangat merugikan.

Jumat, 25 Juni 2021

Teroris Papua Tembak Warga Sipil, Kepala Suku Jadi Korban

wrtsh papua


Kelompok teroris Papua telah melakukan penembakan dan penganiayaan terhadap warga sipil di Kampung Bingki, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Kamis (24/6) kemarin. Atas kejadian itu, sebanyak lima orang dikabarkan meninggal dunia dan salah satunya merupakan tokoh adat.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal mengatakan dalam penembakan tersebut dilakukan oleh teroris kelompok Tandius Gwijangge berawal dari penghadangan terhadap truk milik PT Papua Crenoma di jembatan Kali I dalam proyek pembuatan jembatan. 

“Dari keterangan saksi, kejadian bermula Ketika supir truk dihadang oleh kelompok teroris yang jumlahnya sekitar 30 orang,”

Supir yang merasa ketakutan lantas bergegas untuk memutar balik arah kendaraannya dan bergegas ke Kampung Bingki untuk mengamankan diri dan kembali ke camp PT Seremony. Nahasnya, pukul 15.50 WIT Kepolisian mendapat laporan bahwa telah terjadi penyerangan lanjutan di Kampung Bingky.

“Selanjutnya ada informasi via telpon dari seseorang berinisial AD yang menyebut telah terjadi penembakan terhadap masyarakat Bingky bernama Obaja Nang yang dilakukan oleh kelompok teroris,”.

Atas kejadian tersebut diketahui korban penyerangan berjumlah 5 orang. Sebanyak tiga orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka tembak dan terkena serpihan kaca. Aparat gabungan dalam menindak lanjuti kasus tersebut saat ini sedang berupaya melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.

Penembakan Pekerja di Yahukimo Dianggap Mencoreng Permalukan ULMWP

wrtsh papua


Jelang dilaksanakannya forum negara-negara melanesia di kawasan Pasifik, Melanesia Spearhead Group (MSG), kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) membuat ulah dengan melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Peristiwa yang menjadikan 5 orang warga sipil menjadi korban tersebut dianggap ULMWP sebagai upaya provokasi merugikan. Sebab ULMWP sebagai salah satu peserta forum akan menanggung pertanyaan terkait peristiwa keji tersebut.

Panglima West Papua Army (WPA) Mathias Wenda dalam dukungannya kepada ULMWP dalam forum MSG pun mengungkapkan kemarahannya atas tindakan kelompok OPM yang dianggap tidak dalam pemikiran yang matang.

“Saya baru saja kumpulkan orang, kami WPA mendukung ULMWP diforum MSG. Tapi saya juga dengar kabar ada penembakan yang dilakukan OPM di Yahukimo. Apakah maksudnya? Mereka tidak suka dengan lobby internasional yang kami lakukan?”

Wenda menuding aksi biadab tersebut sebagai upaya provokasi yang merugikan. Sebab sebelumnya Ketua OPM Jeffrey Bomanak secara terang-terangan menentang upaya ULMWP dalam forum MSG. Jeffrey menganggap jika perjuangan Papua tidak boleh bergantung dengan MSG.

“Saya yakin ini adalah provokasi yang dilakukan Bomanak dan orang-orangnya, mereka sengaja membuat kekacauan dan ingin menghancurkan ULMWP. Mereka ini kelompok yang tidak mau jika ULMWP ambil alih perjuangan,”

Mathias Weneda menganggap jika aksi yang dilakuakn kelompok OPM telah menjatuhkan nama baik ULMWP yang berjuang atas nama hak asasi manusia (HAM).

“Kami coba lakukan pergerakan dengan dasar dukungan HAM, tapi kelompok OPM yang tidak tahu perjuangan itu malah membunuh dan melanggar HAM. Ini sangat mempermalukan kami di dunia internasional”

Diketahui sebelumnya pada tanggal 24 juni 2021 (kemarin) kelompok teroris telah melakukan penyerangan kepada 5 pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Yahukimo. Dari 5 korban tercatat, diketahui satu diantaranya adalah seorang kepala suku.

Kamis, 24 Juni 2021

Dukungan Komponen Pemuda Merah Putih Terhadap Proses Hukum Victor Yeimo

wrtsh papua


Penanganan kasus proses hukum terhadap Victor Yeimo saat ini sudah sampai kepada proses Tahap I sesuai dengan jump apers pihak penyidik polda papua melalui Kabid Humas beberapa waktu lalu, sehingga perlu kita memberikan dukungan kepada penegak hukum untuk terus melakukan proses hukum kepada siapa saja yang menjadi pelaku atau aktor kerusuhan di papua pada tahun 2019 lalu.

Sebelumnya Victor Yeimo sempat menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan oleh Polda Papua yang kemudian pada akhirnya ditangkap pada tanggal 9 Mei Juni 2021 di daerah Tanah Hitam oleh pihak kepolisian, saat ini proses hukum sudah berjalan.

Untuk itu kami mendukung pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua untuk melakukan keberlangsungan proses hukum yang sudah ditangani terhadap Victor Yeimo.

“Jangan ada lagi kelompok atau orang yang mengatasnamakan pihak tertentu untuk menghambat proses hukum yang dijalani oleh Victor Yeimo, mari kita jaga sitkamtibmas di Papua selalu aman dan damai”

Selanjutnya Kami akan menyampaikan pernyataan sikap kami

Pernyataan sikap:

1. Kami mendukung polda papua dalam penegakan hukum terhadap pelaku dan aktor kriminalitas di Papua.

2. Kami siap membantu pemerintah dan aparat keamanan untuk selalu menjaga situasi kamtibmas yang aman dan damai di Tanah Papua.

3. Jangan ada lagi kelompok atau orang yang mengatasnamakan pihak tertentu untuk menghambat proses hukum yang dijalani oleh Victor Yeimo 

4. Kami menghimbau kepada seluruh umat beragama yang ada di tanah papua untuk selalu menjaga toleransi.

5. Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu mendukung program-program pemerintah 

Jayapura, 24 Juni 2021

Pemuda Adat Dukung Keberlangsungan Proses Hukum Terhadap Pelaku Kerusuhan

wrtsh papua


Victor Yeimo yang disebut aktor belakang layar kerusuhan 2019 yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua. Dia ditangkap pada awal Mei lalu di Tanah Hitam, Kota Jayapura oleh Satgas Nemangkawi dan Ditreskrimum Polda Papua. Proses hukum terhadap Victor Yeimo kini sedang berjalan dan sudah sampai pada proses tahap I.

Terkait penegakan hukum yang ada, semua pihak diajak untuk memberikan dukungan kepada penegak hukum agar terus melakukan proses hukum kepada siapa saja yang menjadi pelaku atau aktor kerusuhan di Papua pada  2019 lalu, salah satunya oleh Victor Yeimo. 

Hal ini ditegaskan Ketua Umum Pemuda Adat Papua Yan Christian Arebo di Jayapura, kamis (24/6/2021).

“Sebelumnya Victor Yeimo sempat menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan oleh Polda Papua yang kemudian pada akhirnya ditangkap pada tanggal 9 Mei Juni 2021 di daerah Tanah Hitam oleh pihak kepolisian, saat ini proses hukum sudah berjalan. Untuk itu kami mendukung pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua untuk melakukan keberlangsungan proses hukum yang sudah ditangani terhadap Victor Yeimo,” ungkap Arebo.

Dia pun meminta agar tak ada lagi kelompok yang menghambat proses hukum yang dijalani oleh Victor Yeimo.

“Saya Yan Christian Arebo mengajak mari kita jaga sitkamtibmas di Papua selalu aman dan damai,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arebo pun mengatakan bahwa pihaknya mengimbau agar semua pihak di tanah Papua untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa.

Tak hanya itu, dia juga mengajak agar masyarakat di tanah Papua dapat mengikuti dan mendukung program-program pemerintah di Papua.

Yan berpesan  agar permasalahan tersebut tak dijadikan isu yang terus bergulir dan akhirnya mengganggu situasi keamanan di Papua. Sebaiknya berbagai permasalahan yang ada diserahkan kepada pihak yang berwenang dalam masala tersebut.

Ia pun mengajak agar warga di Papua khususnya di Kota Jayapura untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang segera dilaksanakan.